
"Bundaa,,ih jangan teriak."suara bunda di telfon yang nyaring membuat Kintan menjauhkan ponsel dari telinganya.
"Maaf sayang,,ini nih ada kecoak disamping bunda,,gimana tadi?"tanya bunda.
"Kintan mau izin nginap,boleh ga? ,tapi nanti tolong bilangin ke ayah ya Bun,,"
"Kalau berdua sama Bima ga boleh,,bisa kelepasan kalian nanti."jawab bunda.
"Ga lah Bun,,ini sama Tata,iya kan Ta?"ucap Kintan mengarahkan ponselnya ke tata.
"Iya Bun,Kintan kan mumpung ada disini Bun,jadi mau Tata ajak ke rumah Tata yang disini."ucap Tata ke bunda Kintan.
"Oke deh bunda izinin."
"Yes,,makasih Bun,,bunda keren."ucap Tata dengan mengarahkan jari jempol ke arah bunda dan menyerahkan ponselnya ke Kintan.
"Eh iya sayang ,,tadi mami Gina telfon bunda,kamu disuruh nginap dirumahnya aja,,
sepertinya bunda lebih aman kamu nginap ditempatnya mami Gina aja deh,, tapi semua terserah kamu sih, mau dirumah Tata atau mami Gina ga papa,,yang penting bisa jaga diri."
"Mami Gina??? mami telfon bunda?ko tahu no mernya bunda.
"Tahu lah,,kan kita selama ini sering wattsup an?? nanti kamu kalau bisa nginep di rumah mami Gina aja.Bunda ga enak kalau menolak tawarannya.
"Ja- jadi bunda tahu kalau mami Gina itu?? belum selesai Kintan ngomong bunda sudah ribet disebarang sana.
"Sayang sepertinya ada tamu mau ngambil pesanan. Nanti disambung lagi."ucap bunda belum mendengar yang diucapkan Kintan.
"Iya ya Bun,,,eh Bun bilangin ke ayah ,barangnya tinggal nunggu sampai dirumah aja,tadi mau dikirim sudah kesorean,jadi besok pagi barang nya diantarin sampai ke tokonya ayah."
"Loh ko bisa kesorean,,bukannya kamu berangkat pagi,kan siang bisa langsung belanja."
"Tadi Kintan nunggu kak Bima pulang meeting Bun,,pulangnya sudah siang banget,,setelah itu berbincang dulu dengan mami papinya."
"Oh begitu,,ya udah kalau gitu bunda tutup telfonnya ya,,kamu jaga diri ya,,mana Bima bunda mau ngomong bentar."
Kintan pun mengarahkan ponselnya ke arah Bima.
"Bim,,jaga Kintan baik-baik disana ya,,jangan ada luka sedikitpun,oh iya kamu ga boleh berduaan dengan anak bunda ,nanti kebablasan ,dan kamu harus kembalikan anak bunda dengan utuh."ucap bunda dengan terkekeh.
"Hehehee Siap bunda."ucap Bima terkekeh dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal serta mengacungkan jari jempolnya ke arah bunda.
Sesudah Kintan menutup telfonnya dengan bunda,tiba-tiba Bima langsung memeluk Kintan dengan mengatakan
"Iyes,,,yeaaayyyyy kita jadi keliling naik motor bertiga yaangg?"ucap Bima memeluk Kintan.
Faiz,Davin,Jelitha melongo melihat kelakuan Bima yang mengagetkan mereka,karena selama mereka berteman dengan Bima,dia ga pernah bertingkah seperti anak kecil begini.
Seperti anak kecil yang baru mendapat mainan baru.
Hanya Kintan yang menyambutnya dengan tersenyum karena faham apa yang dimaksud Bima.
"Yang,,ko ada yang menarik telingaku?
"Aww,,aww,,, Daviiiiinnnn."teriak Bima
"Sakit,,,Hem sakit ya?"ucap Davin
"Lo kenape sih ,cari gara-gara melulu sama gue,,ga seneng Lo lihat gue bahagia."
__ADS_1
"Lo lihat tempat donk,,,ya elah,,ga tau ape ada anak dibawah umur disini plus ada jones disini,,main peluk-peluk aja seenak jidat Lo."cerocos Davin.
"Ups sorry kelepasan."ucap Bima terkekeh.
"Eh siapa maksud Lo dibawah umur,,gue?
tanya Tata sambil nunjuk kedirinya sendiri.
"Iya lah Lo,,masa si Faiz,,Kalau dia mah udah tuir,,dia mah udah diatas umur,,hahaa."celetuk Davin.
"Eh gue tuir udah punya cewek,,lah Lu tetep aja JONEs (jomblo ngenes)haha."
semua pun ikut tertawa,bahagia bener melihat si Davin yang udah kehabisan kata-kata merutuki nasibnya yang Jones.
"Apaan jones?"tanya Davin.
"Jomblo Ngenes."ucap Faiz,Tata,Kintan,Bima bersamaan.
Mereka saling berpandangan karena ucapan mereka yang bersamaan ,lalu meledaklah tawa mereka bertiga.
"Emang dasar ya kalian temen laknat,temen lagi susah malah diketawain,cariin jodoh kek,,awas aja nanti kalau gue dapat jodoh dan ganti kalian yang putus,,gue ketawain sampe guling-guling Lo pade."
"Eh doa jelek itu ga terkabul tahu,,"ucap Tata.
"Bilang aja Lo pade takut dengan kata putus."jawab Davin menjulurkan lidahnya.
"Udah yux yang,,kita pergi ,,aku ajak jalan-jalan kita wujudin keinginan kamu naik motor bertiga."ajak Bima yang berdiri dan meraih tangannya Kintan.
"Bertiga ama siape??? wah parah Lo Bim,,Lo mau pacar dua ,,Lo boncengin sama-sama??kalau begitu mendingan Kintan Ama gue Bim."ucap Davin lagi.
"Mau tahu aja Lo,,jomblo mana faham,,hahaha." ucap Bima yang langsung mendapat pukulan dibahunya dari Kintan.
"Aww,,, sakit yang."
Bima hanya terkekeh menanggapinya dan segera merangkul Kintan untuk turun dari rooftop.
Kintan dan Bima pun berlalu dari restonya Davin dan menuju parkiran.
Setelah didalam mobil,Kintan yang lupa dengan memasang seftybelt nya,tiba-tiba didekati Bima ,hampir tidak ada jarak bagi keduanya.Bima memandang Kintan dengan lembut.
Ach kalau sudah ditatap oleh Bima,seolah lupa segala-galanya.
Klik
dan seftybelt nya Kintanpun sudah terpasang.
Bima tersenyum menatap Kintan yang sudah bersemu merah karena mengira akan dicium oleh Bima.
"Kenapa yang,,,merah gitu mukanya?minta dicium ya?"ucap Bima terkekeh.
"ih kepedean."Kintan menolehkan kepalanya kesamping.
Bima tersenyum dan meraih dagunya untuk saling menatap dengan hampir ga ada jarak.
Bima langsung menempelkan bibirnya,untuk sesaat mereka saling menetralkan pikiran mereka dengan saling menempelkan bibir.
Bima memegang tengkuknya Kintan ,menahannya agar tak terlepas,dan kini bukan hanya saling menempel tapi sekarang sudah saling memagut lembut dan lama kelamaan Bima menguasai bibirnya kintan dengan menyapu bersih bibir atas,bawah maupun didalamnya.Kintan terpejam dan sangat menikmati sentuhan Bima.
Kecupan Bima kini beralih ke leher jenjang milik Kintan,menikmati aroma parfum bayi milik Kintan.Dengan asyiknya ,entah bagaimana resleting dress-nya Kintan yang berada didepan sudah diturunkan oleh Bima.
__ADS_1
Bima kembali memagut bibirnya.
"Ah,,kak."suara Kintan yang lemah malah semakin memacu hasratnya Bima untuk mengecup leher dan turun ke gundukan gunung kembarnya,mengecup,menyesapnya seperti bayi yang kehausan dan ingin meminum ASI mamanya.
Dan tiba-tiba ditengah keasyikan mereka
tok
tok
tok
Bima hanya melirik orang yang mengetuk pintu mobilnya.
"Kak,,kita dimobil Lo,,itu ada orang ,,ahh."sesapan Bima melayangkan kenikmatan tersendiri.
tok
tok
tok
Bima pun menghentikan aksinya,dan menutup resletingnya Kintan.Bima menempelkan dahinya ke dahi Kintan menetralkan hasrat yang sudah membuat celananya sesak.Dan diakhiri mengecup keningnya Kintan.
"Makasih ya sayang,,nanti kita lanjut lagi."ucap Bima mengerlingkan matanya.
"Ishh,,,mesum."jawabnya.
Bima menurunkan kaca mobilnya.
"Maaf pak,bapak mau keluar ,dari tadi saya lihat mobil bapak tidak bergerak,bapak mau masuk apa mau keluar ini."tanya tukang parkir.
"Mau masuk dan keluar tapi ada yang ganggu."ucap Bima mengerlingkan matanya kearah Kintan.
Kintan hanya membalas pukulan dibahunya.
"Ya pak ,,gimana maksudnya? jadi mau masuk apa keluar?"tanya tukang parkirnya lagi.
"Oh iya pak,,ini mau keluar,, oh ini untuk bapak"ucap Bima dengan menyerahkan uang seratus ribu ke tukang parkir.
"Wah den uangnya kebanyakan,,"
"Ga papa pak,,untuk jajan istri dan anak bapak."
"Makasih banyak den,,yang sering - sering aja den."ucap tukang parkir dengan tertawa riang karena seumur-umur menjadi juru parkir baru kali ini ada orang kaya memberikan tips sebesar ini.
Mobil Bimapun meluncur membelah jalanan dan tetap tangan kiri memegang tangan kanannya Kintan untu diciumi bertubi-tubi.Kintan pun hanya tersenyum dan sesekali mengusap rambutnya Bima.Kintan merasa bahagia sekali dengan perlakuan manis yang diberikan kekasihnya.
"Kebahagiaan ini jangan lah cepat berlalu." gumamnya dalam hati dengan menatap Bima dari samping.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Nah Lo juru parkir nya merangkap jadi juru penyelamat ya
penyelamat dari dosa
bayangin ga??? gimana kalau ga ada juru parkir yang mengetuk pintu mobil tadi.
Maafin author ya karena dengan keterbatasan otak dan kerjaan offline yang menyita otak dan pikiran juga ,jadi up nya tersendat-sendat.
__ADS_1
mohon dimaklumi ya readersku tercinta
love you semuanya🥰😍😍😍😍