
5 tahun kemudian
"Gama ,Gala ayo cepetan sayang ,,"panggil Kintan dengan menata bekal kedua anak kembarnya yang tahun ini masuk sekolah dasar.
Tidak lama muncullah keduanya dari kamar,keduanya sudah rapi,ganteng dan wangi.Tetapi Gama dengan wajah cemberutnya meminum susunya.
"Gama kenapa sayang ,,, ko ga full senyum?"tanya Kintan dengan mengelus rambut anaknya.
Gama masih tetap terdiam menampilkan wajah sebal,sedangkan Gala dengan wajah cerianya meminum susu sambil bersenandung ceria.
"Gama ga mau sekolah?"tanya Kintan yang hanya disauti dengan gelengan kepala.
Kemudian Bima muncul dengan menggendong bayi perempuannya yang masih berusia 1tahun serta menggandeng anak ketiganya.
"Oh anak mama ko udah cakep,,hemm?"Kintan meraih anak perempuannya ,tetapi tidak mau ikut Kintan ,dia selalu nempel papanya.
"Iya donk mah ,,,kita tadi mandi sama papa."
"Emang mau kemana ,,ko udah cakep gini."
"Kita mau ikut papa,,, antar kakak sekolah."
Bima mencium kening istrinya.
cup
"Pagi mah,,mumpung papa libur jadi ingin ngajak mereka ngantar kakaknya sekolah."
"Gama kenapa nak ko cemberut?"tanya Bima saat mencium kening putra kembarnya.
"Itu pah ,,kakak marah karena kaos kakinya Gala minta."
"Bener kak?"tanya Bima.
"Habisnya Gala udah habisin kaos kakiku pah,,tiap hari kaos kaki nya hilang ,terus minta terus sama Gama,,jadi sekarang kaos kaki Gama habis,,,besok Gama gimana?"jelas Bima dengan berkaca-kaca.
"Gala,,emang kemana kaos kakimu ko bisa habis? ga mungkin kamu makan kan?
kalau kotor masukkan ketempat baju kotor nak,,kasian kakak kamu."
"Iya mah ,,gala lupa naruhnya dimana?"
"Kak gala itu lepasnya kaos kaki sembarangan mah ,,pernah Gattan menemukan kaos kaki ka Gala di box mainanku."ucap sang adik.
"Udah ,,udah sekarang Gala minta maaf sama kak Gama ,,nanti papa belikan kaos kaki lagi untuk kalian tapi dengan catatan Gala harus cari kaos kakinya sampai ketemu,,oke? sekarang ayo kita berangkat." ucap papa Bima.
.
.
.
Setelah drama kaos kaki dipagi hari ,akhirnya Bima dan Kintan mengantar putra kembarnya untuk ke sekolah.
Kedua adiknya Gattan dan Gania juga ikut mengantarkan sang kakak.
"Sayang ,Gania sini gendong mama,,,"ucap Kintan yang mengulurkan tangannya karena melihat Bima kesulitan menyetir dengan Gania digendongannya.
"Auu,,pa-papa."jawab Gania dengan mengerucutkan bibirnya dan mengencangkan pelukannya keleher papanya.
Terlahir dari anak keempat dan cewek sendiri membuat Gania selalu menempel ke papanya.
Bener ya bilang orang cinta pertama anak perempuan itu adalah papanya.
Semenjak kelahiran Gania yang kehadirannya begitu dinantikan oleh keluarga setelah ketiga kakaknya terlahir laki-laki membuat Bima sangat dekat dengan putrinya.
Meskipun Bima juga dekat dengan semua putranya ,tapi untuk bermanja dengan Kintan saja sekarang kesulitan ,karena Gania yang selalu menempel dengan Bima.
"Gania harus anteng ya,,karena papa nyetir."
__ADS_1
Kintan hanya menggelengkan kepalanya melihat keposesifan putrinya.
Sampai didepan gerbang sekolah,Bima turun dari mobil sambil menggendong putrinya dan membukakan pintu mobil untuk putranya.
Tetapi sebelum Bima melakukannya ,Gama sudah membukakan pintu untuk adiknya.
"Terima kasih kak."ucap Bima dengan mengelus rambut putranya dengan penuh sayang.
"Gania sayang,,cium tangan kak Gama dan Kak Gala dulu ,karena kak Gama dan Kak Gala mau belajar,,Gattan juga sayang." ucap Bima dan dengan patuh kedua adiknya cium tangan kedua kakaknya.
Gama dan Gala juga mencium kening,kedua pipi adiknya dengan penuh sayang.
Bima dan Kintan mengecup kening putranya bergantian.
"Semangat ya sayang,,yang pintar ya,,Gala jangan usil sama temannya."ucap mama.
"ga lah ma,,kalau ga lupa,,hehehe".Bima kembali tersenyum mendengar jawaban putranya.
"Mau papa antar sampai kelas kak?"ucap papa sama Gama.
"Ga usah pa,,,papa jagain adik sama mama aja,, kita udah berani sendiri ko."jawab Gama yang memiliki sifat dewasa namun terlihat cool dan cuek daripada adiknya yang ngomongnya lebih ceriwis.
"Ya udah ,,nanti pulangnya papa jemput,,, love you."Bima kembali mengecup kening kedua putranya.
"Kita mau kemana ini enaknya ya mah?"
"Papa,,, Attan mau ke taman."
"Papa ,,,Nia mau beli es clim."
"No sayang,,pagi-pagi ga boleh makan ice cream."
"Papa ,,,hiks hiks Nia mau es clim."Gania merengek terus ke papanya.
"Ya udah papa mau peluk mama aja kalau Nia ga nurut."anak gadisnya ini memang sangat posesif,papanya hanya miliknya ,mama nya saja tidak dibolehkan untuk dekat-dekat.
"ote,,,,ote Nia nulut,,,tapi papa tidak boyeh peyuk mama,,,peyuk Nia aja."ucapnya dengan ceriwis tapi masih cadel.
Gattan yang asyik dengan mainannya terlihat tidak peduli ,tapi menjawab juga obrolan mereka.
"Mama peluk Attan aja ,,,Attan kan sayang mama."ucapnya tapi masih dengan cuek bermain dengan mainannya.
"Ughhhh sayang."Kintan memeluk Gattan putra ketiganya dengan sangat erat.
Sang putri Gania hanya memandang mamanya yang memeluk sang kakak,meskipun matanya melihat mamanya tanpa kedip tapi tangannya tetep dikalungkan dileher papanya dengan erat.
"Oh iya mah,,nanti malam sudah siap kan? Kita semua akan ke hotel X untuk serah terima jabatan secara resmi pemegang yayasan,siapkan presentasi terbaikmu,,sekalian perkenalan profil keluarga kita ,,nanti kita akan membawa anak-anak juga,,bunda ayah juga ikut menemani papi dan mami."
"Beres pa,,sudah mama persiapkan semua,,tapi apakah aku bisa pa?"
"Kamu terbaik mah,,aku selalu dibelakangmu,kamu ga sendirian memimpin yayasan itu."ucap papa Bima sambil menyetir.
"Papa dak boyeh ngomong ,,,papa Tan ladi nyetil ,,bahaya papa."ucap Gania dengan cadelnya membuat Bima dan Kintan menahan tawa.
"Mama dangan ajak ngomong papa donk,,, mama ngomongnya cama tatak Attan aja." protes Gania.
"Oh princes papa ,,lucu banget sih,, kiss papa donk."pinta Bima yang sudah memarkir mobilnya di taman bermain atas permintaan Gattan dan Gania.
Kini mereka sudah berada di taman bermain,,kali ini Gania mau turun dari gendongannya Bima untuk menyusul si kakak yang sudah berlarian dan menemukan bola untuk ia mainkan.
"Boy,,, kemarikan bolanya."ucap Bima ,lalu Gattan pun menendang bolanya ke arah Bima diiringi tertawa dari Gattan dan Gania ,karena sang princess juga ikutan merebut bola.
Mereka bertiga bermain tendangan bola dan menggiring bola mengikuti langkah kecil kedua anaknya.
Sementara Kintan sudah menyiapkan minuman dan makanan yang baru saja ia beli.
Dia duduk menggelar tikar dan melihat kehangatan dan kedekatan suaminya dengan kedua anaknya.
Bima melihat Kintan duduk sendirian dengan memandangnya.
__ADS_1
"Gattan ,,papa capek ,kamu bermain dengan adikmu ya."alasan Bima padahal ia ingin duduk berduaan dengan istrinya.
"Papa payah gitu aja capek."jawab Gattan.
"Iya ,,papa payah ditu doank tapek."celetuk Gania dengan gaya cadelnya.
Bima tersenyum gemas dengan putri gemoynya.
"Gania main sama kak Gattan ya,,papa istirahat dulu."pamit Bima kepada sang Putri posesif.
"Iya papa,,, tak attan cini boyanya ,,atu mau tendang."menjawab papanya tapi matanya ke Gattan.
Bima menghampiri istrinya dengan duduk dibelakangnya sambil memeluknya.
Sedangkan Kintan menyandarkan tubuhnya di dada bidang Bima.
"Waktu berlalu begitu cepat ya sayang,,tidak terasa anak kita sudah 4 ,mereka tumbuh dengan baik,terima kasih ya sudah menjadi mama yang baik ,ingin selalu memelukmu seperti ini sampai kita tua nanti."ucap Bima memeluknya dari belakang dan mengecupi rambut istrinya.
"Pagi ini momen langka yank,,,anak gadismu posesif banget mana peka lagi,,aku mau menyentuhmu saja ,dia sudah berlari memelukmu, tidurpun dia masih menguasaimu,,,, menyebalkan."keluh Kintan yang merasa memang semenjak kehadiran putri bungsunya ,lebih memilih bersama papanya ,tidak pernah membiarkan mamanya berdua dengan sang papa, jika ingin menyusu saja baru mencari mamanya.
Bahkan ketika ke kantor pun Bima harus menenangkan putrinya dulu ,membujuknya agar dibolehkan berangkat ke kantor.
Mendengar jawaban Kintan ,Bima hanya tertawa geli karena ketika mengingat permintaan putrinya yang tidak boleh berdua dengan mamanya dia tidak bisa menolaknya.
Dan alhasil mama papanya harus mengalah agar putrinya tidak ngambek.
"Apa kita nambah anak lagi sayang ,biar Gania ada temannya cewek."
"Tanya saja sama putrimu,, tapi sepertinya stop aja ya ,kita besarkan keempat anak kita sampai mereka berhasil dan sukses."jawab Kintan.
"Hemm,,, terserah kamu aja sayang,,, tapi aku akan tetap menstransfer benihku ." ucap frontal bima.
"Dasar papa mesum."
"Sayang ,,aku ingin menciummu.mumpung anak-anak lagi asyik bermain." Seketika Bima memiringkan wajahnya dan langsung menempelkan bibirnya ,me**ma*nya dengan agak kasar dan cepat.
Mereka saling membalas dan enggan rasanya untuk saling melepas.
Darah keduanya kembali berdesir ,masing-masing yang dibawahpun sudah terasa berkedut dan hangat ,bahkan senjata Bima sudah nampak menggeliat dari balik celana,tapi ditengah nafsu yang sudah mulai menguasainya tiba-tiba,
"Huaaaaaaa,,,, huaaaaa papa,,,papa." teriakan Gania berlari dengan badan gemoynya menghampiri papa dan mama yang harus terpaksa melepas ciuman mereka.
Mereka berdua tersenyum dan Bima mengusap bibir istrinya yang basah karena bertukar Saliva.
"Jangan lari princes ,nanti jatuh."Bima merentangkan kedua tangannya memeluk putrinya.
"Ada apa cantiknya papa,,hemm??"ucap Bima dengan mengusap air matanya.
"Tatak Attan atal ,,,Nia ena boya dicini,,,Atitt papa."ucap cadel Gania dengan menunjuk lengannya yang terkena bola dari Gattan.
"Gattan sudah minta maaf pa,, Gattan ga sengaja ,Gattan tadi main bola ,,Nia disuruh minggir ga mau, jadi kena deh."
"Tuh kak Gattan ga sengaja sayang,,, princes papa kan kuat ga boleh nangis donk ,,maafin kakak Gattan ya ,lain kali kalau disuruh kakak minggir ,minggir ya."ucap Bima.
"Iya papa."jawab Gania.
"Tatak maafin Nia."Nia mengulurkan tangan dan Gattan menyambutnya kemudian memeluk adiknya dan mengusap lengan adiknya yang terkena bola.
Bima dan Kintan tampak terharu menyaksikan mereka berdua.
"Sini ,sekarang dua-duanya peluk papa."Bima merentangkan kedua tangannya untuk memeluk Gattan dan Gania.Bima mengecup kepala kedua anaknya bergantian.
"Mama boleh meluk papa juga ga?"pinta Kintan.
Seketika Gania langsung menoleh ke Kintan.
"Ga boyeh,,,tadi mama udah peyuk dan tium papa lamaa,,cekayang ga boyeh deket-deket." ucap Gania dengan memasang muka cemberut.
Bima dan Kintan mendengar ucapan putrinya langsung menggaruk tengkuknya yang tidak gatal ,mereka saling memandang dan tersenyum geli.
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️