Cintaku Berlabuh Di Surabaya

Cintaku Berlabuh Di Surabaya
18. menciptakan kenangan


__ADS_3

Bima dan Kintan kembali ketempat semula dengan perasaan yang bahagia.Begitu juga Gayatri dan Fero juga berbunga-bunga. Sebaliknya Jelita dan Faiz masih tetap dengan pertengkarannya ,tetapi meskipun begitu terkadang mereka juga saling tatap dan mencuri pandang😄.


Hari itu menjadi hari yang membahagiakan bagi mereka.Tawa,canda,penuh suka cita memang mereka buat sebagai pelepas lelah,karena Minggu depan sudah kembali ke rutinitas masing-masing.


Mereka selalu mengabadikan momen kebersamaan baik dengan membuat video maupun berfoto Selfi atau rame-rame.


Tidak terkecuali Felisha yang ingin foto berdua dengan Bima


"Kintan,,boleh ga minta tolong "ucap Felisha


"apa tu."jawab Kintan sanbil minum


"fotoin aku dengan ka Bima donk,please."


Kintan yang kaget mendengar permintaan Felisha tiba-tiba secara tidak sengaja menyemburkan air yang diminumnya


"uhuk-uhuk,


"Kintan hati-hati minumnya ,ga baca bismillah ya."ucap Gayatri


"iya maaf"jawab Kintan


"lagian lu sih Cha,,dia minum lu nyuruh fotoin,permintaan yang aneh"gerutu Davin


Felisha yang mendengarnya pun cemberut


"hey jangan cemberut,cantiknya hilang tu,,ayo sini aku fotoin."jawab Kintan yang merasa ga enak hati menolak permintaan sahabatnya.


"ka Bima,ayo kita foto berdua, biar tercipta kenangan indah ."ajak Felisha


"ga Ach,aku sudah laper , mendingan kita cari makan yux."balas bima yang menolaknya


"iya sini aku yang fotoin"ucap Kintan cuek sambil mengutak Atik kamera ponselnya Felisha.


tiba-tiba Felisha pun menarik tangannya Bima


dan memegang lengannya


"ayo tan,fotoin dulu "


cekrek cekrek cekrek


"udah puas ."jawab Bima yang senyum meskipun dipaksakan


"makasih ka Bima "balas Felisha


Bima yang mendengarnya pun tidak menyahut dan langsung pergi


"ayo cari makan,habis tu pulang,karena hari sudah sore."jawab Bima dengan dingin


"oke let's go."jawab semua teman-temannya kompak

__ADS_1


Ketika mereka dalam perjalanan ke restoran yang hanya ditempuh dengan berjalan kaki ,karena letak restoran itu masih di area tempat wisata hanya posisinya didepan dekat dengan area parkir. Mereka memang sengaja memilih restoran itu mengingat dekat dengan parkiran mobil mereka,jadi memudahkan mereka untuk pulang.


Kintan berjalan lambat dibelakang karena lagi berbalas pesan dengan bundanya, tiba-tiba ada tangan yang menariknya dan membawanya ke sebuah taman yang dekat dengan resto tersebut dan tentunya tanpa sepengatahuan teman yang lain.


"Aaaa,,


Bima langsung membekap mulutnya Kintan sambil membawanya dibalik tempat itu.


"eh eh apa apain ini"ucap Kintan kaget


dengan membalikkan badannya karena posisinya cowok itu dibelakang Kintan.


ingin rasanya Kintan berteriak karena saking kagetnya,ternyata cowok itu Bima


"kaaa Bimaa,,,ih nyebelin nyebelin."ucap Kintan sambil memukul dada bidang Bima


"maaf sudah membuatmu kaget,,karena hanya dengan cara ini aku bisa ngobrol sama kamu."ucap Bima dengan menangkap tangan Kintan yang tidak berhenti memukul dadanya


"lagian asyik banget sih balasin pesan, sampe ga lihat temannya sudah jauh berjalan ,kalo ada yang culik beneran gimana?"ucap Bima yang ngomelin Kintan tanpa henti


"diih beneran deh ga nyangka cowok cuek,super dingin sekalinya aslinya bawel kayak emak emak kompleks."jawab Kintan sambil mencibirkan bibirnya.


dan hanya dibalas Bima dengan cubitan lembut di hidung Kintan.


"lagi berbalas pesan dengan siapa sih, dengan cowok mana?"


"apaan sih ga ada dengan cowok manapun , tadi hanya berbalas pesan dengan bunda, bunda pesan ga boleh pulang sampe malam, emangnya ka Bima yang berbalas pesan dan menebar pesona dengan cewek"ucap Kintan sambil menggerutu dan menunduk


"lihat aku kalo sedang ngomong,jangan gerutu begitu ,aku dengar."ucap Bima sambil menaikkan dagunya kintan untuk mensejajarkan pandangan mereka.


"dengar ya Kintana Larasati, aku tidak berbalas pesan dengan cewek manapun dan tidak tebar pesona dengan cewek manapun,


aku hanya bisa berbalas pesan dengan satu cewek dan hanya tebar pesona dengan satu cewek, aku sudah terpesona dengan satu cewek dan dia sekarang ada di depanku.


FAHAM sayang?."ucapan Bima seolah mampu menghipnotis Kintan.Tanpa menyadari apa maksudnya Kintan spontan langsung menjawab "Faham."


Kintan tersadar setelah Bima mencubit pipinya karena saking gemasnya melihat Kintan yang pipinya merah merona.


"udah ah yux kita balik,nanti mereka curiga dikira aku diculik beneran lagi."jawab Kintan yang malu dengan tingkahnya sendiri.


"biarin aja,memang kamu lagi diculik, diculik oleh cowok ganteng."ucap Bima terkekeh


"ish kepedean ."jawab Kintan sambil berbalik badan


"tunggu,,aku ingin menciptakan kenangan indah hari ini bersamamu, tadi kamu sudah memaksaku untuk minta aku foto dengan Felisha, sekarang kamu akan terima hukumanmu,


ayo kita foto dulu."ajak Bima


cekrek cekrek cekrek


dengan berbagai gaya ,dari mencubit pipi ,hidung ,mengacungkan 2tangan dengan gaya V

__ADS_1


terakhir ditutup dengan gaya mesra dengan posisi Bima yang membelakangi Kintan dengan tangan memeluk dari belakang.


Bukan Bima yang tak bisa mengambil kesempatan ditengah kesempitan😄.


Dan drama foto pun selesai.


"udah puas tuan."ledek Kintan


" puas sekali tuan putri."jawab Bima terkekeh


"kak,,aku mau ke toilet dulu,nanti ka Bima ke restoran aja dulu ya, sebaiknya kita ga usah berjalan bareng."


"emangnya kenapa,,kamu takut ketahuan, biarin aja, aku seneng malah kalo mereka tau kita bersama."


"ka Bima please🙏, jangan mempersulit aku "


ucap Kintan dengan muka memelas


"iya deh terserah kamu."ucap Bima sambil mengacak rambutnya kintan


"ya udah kamu hati-hati ya,,habis dari toilet langsung cepet kesana,,aku duluan." ucap Bima sambil membelai rambutnya Kintan


"iya" jawab Kintan yang melihat punggung Bima ,dan kemudian dia langsung menuju ke toilet


Dengan santainya akhirnya Bima datang bergabung dengan mereka.


"Bim,lu kemana aja sih,,ko baru nongol."ucap Fero


"sory tadi papa telefon ,jadi gw kesana dulu tadi telfonan dengan papa"alasan Bima


"bilang apa bokap lu bim,jangan bilang lu disuruh balik."ucap Faiz


"iya iz,,nanti kita harus balik ,sory ya fer ,,gw nanti langsung balik ke Surabaya."jawab Bima ke Fero


"Tapi lu kan harus ngambil mobil dulu kerumah."tanya Fero


"ya nanti gw ambil sekalian pamitan dengan om dan Tante."


"kaa Bimaa,,,ga bisa ditunda ya baliknya, besok aja ya."ucap Felisha memelas


disaat Bima mau menjawab ,tiba-tiba Kintan juga sudah hadir ditengah-tengah mereka


"wooy,,,Kintan lu ngilang kemana sih ,apa jangan-jangan lu diculik Wewe gombel."ucap jelita membuat mereka semua terkekeh


"amit amit deh ta, doa itu yang baik-baik nape."balas Kintan


"lagian kita disini semua nungguin,lu malah ngilang."ucap Felisha


"iya sory sudah membuat kalian cemas,,gw tadi sakit perut terus ke toilet."alasan Kintan


Bima yang mendengar alasan Kintan tersenyum sambil memandangnya.

__ADS_1


Tanpa disadari Faiz dan Davin menggelengkan kepala karena melihat gelagat aneh dari mereka berdua.


"ya sudah ayo cepat pesan makanan dan minuman,setelah itu langsung balik."ucap Fero. Mereka pun akhirnya bisa menikmati makan siang dengan nikmat.


__ADS_2