Cintaku Berlabuh Di Surabaya

Cintaku Berlabuh Di Surabaya
69.Kemesraan ini


__ADS_3

"Eh,,semprul,, salah minum obat Lo."celetuk Faiz.


"Sejak kapan Lo jadi bucin gini?"tanya Faiz lagi.


"Sejak gue jatuh cinta lah,,hahaha."jawab Bima.


"Tan,,Lo kasih apa sih si Bima jadi bucin akut gitu."tanya Tata lagi.


"Jangan bilang Lo kasih amunisimu yang kembar itu."celetuk Faiz yang langsung dilempar bantal yang ada di kursi oleh Bima.


"Jangan kenceng-kenceng ngomongnya,,ach elo kalau ngomong suka bener."jawab Bima.


"Buahahahahhahaaaaa." Faiz tertawa terbahak-bahak.


Kintan mencubit pinggang Bima ,dan ia hanya bisa tersenyum menggaruk tengkuknya.


"Kakak ,,malu ih."bisik Kintan mencubit pinggangnya.


"Emang siapa yang kembar beb,,, Kintan ga kembar ko,dia anak tunggal."celetuk Jelitha sambil menggaruk rambutnya.


Dan sontak hal itu membuat Bima Faiz dan Kintan tertawa lagi.


"Udah kamu ga usah tahu beb,,ntar kalau tahu yang ada ketagihan,,hahahaha."jawab Faiz dengan mengusap kepalanya Jelitha.


Jelitha hanya mencebikkan bibirnya.


"Loh sayang,,ada temannya ko ga disuruh masuk."ucap mama Jelitha yang baru keluar dari rumah karena mendengar suara mereka yang tertawa.


"Ga papa mah mereka lebih seneng diluar,lebih santai bilangnya."jawabnya.


"Oh iya mah kenalin ini Kintan sahabat Jelitha yang sering kuceritain itu mah?"ucap Jelitha sambil menunjuk Kintan.


"Apa Kabar Tante??."ucap Kintan meraih punggung tangannya mama Jelitha.


"Baik sehat,,,Oh ini yang menjuarai lomba puisi itu ya? Tante seneng banget Lo pas lihat kamu duet dengan siapa namanya yang ngiringi kamu baca puisi itu?"


"Kak Radith Tante,,dia kakak kelas Kintan."


"Ogh Tante kira pacar kamu,,soal y cara membawakannya dan pandangannya ke kamu??ehmm,,,pokoknya menjiwai sekali."ucap mama Jelitha yang suka omong tanpa ada jeda.


"Terus ini lagi ada acara apa ko sampe kesini,,sudah malam lagi,,kamu ko sampe ke Surabaya,, kerumah saudara?"tanya mamanya lagi.


"Iya mah,,dirumah tantenya,,ya kan Tan?."ucap Jelitha dengan mengkode Kintan.


"Iya tante."jawab Kintan.


"Terus cowok ganteng ini siapa? ko dari tadi kamu ga ngenalin ke mama Ta?kalau Faiz mama sudah kenal,ga usah kamu kenalin."ucap mama dengan melihat Bima.


"Yeee mamah siapa juga yang mau ngenalin Faiz,,kalau ini Bima sepupunya Kintan mah."jawab Tata dengan cueknya.


"Mah,,mamah ga capek ngomong terus,,bibi mana mah,suruh bikinin minum donk?"ucap Tata yang secara halus mengusir mamahnya


karena sudah melihat raut muka merahnya Bima.


"ya udah lanjutkan ngobrol kalian,mama suruh bibi siapin minuman dulu."ucap mama sambil berlalu.


"Bim,,,jangan marah ya,nyokap gue emang gitu,ga ada remnya kalau sudah ngomong,hahaha."ucap tata diiringi tawa Faiz dan Kintan yang hanya senyum karena sudah tahu kalau kekasihnya sedang cemburu.


"Yang,,,masih ada ga videonya,,besok hapus, aku juga bisa main keyboard ngiringin kamu puisi,nyanyi atau apalah."ucap Bima menggerutu.


"Masih kusimpan buat kenang-kenangan."jawab Kintan mengerjai Bima.


"Oh begitu ya,,buat kenang-kenangan ,,iya??? awas aja ntar,,habis kamu kumakan."ucap Bima berbisik di telinganya Kintan dan hal itu membuat Kintan memanas karena sudah tahu dengan bakal yang dilakukan Bima.


"Terus Lo ta,,ngapain Lo bilang gue sepupunya dan Kintan nginap ditempat tantenya?"tanya Bima.


"Terus gue bilang Lo pacarnya ,dan kalian nginap satu rumah gitu ??"jawab Tata.


"Beb,,tumben Lo pinter."jawab Faiz.


"Yeeee,,, gue emang pinter,,tanya Kintan?? ya kan Tan?."


"Iya in aja Tan,sebelum dia ngamuk,,haha."ucap Faiz dan semua kembali tertawa.


Tanpa terasa waktu semakin malam ,ngumpul dan bercanda tawa dengan sahabat itu memang bisa melupakan segalanya terutama waktu.,dan hal sekecil yang mereka lewati tentunya tidak akan terulang lagi.


Ditengah keasyikan mereka ,ponsel Bima berdering yang menampilkan nama dari maminya.


"Iya mi."


"... "


"Iya sebentar lagi kamu pulang."

__ADS_1


"Iya,,kami makan dirumah nanti,siapin di rooftop aja mi,,"


Dan setelah menutup telfonnya.Bima langsung mengajak Kintan untuk pulang.


"Sayang,,ayo kita pulang,mami sama papi sudha nunggu untuk makan malam."ajak Bima.


"Yachhh,,, jadi beneran nih Tan kamu ga mau nginap tempatku."


"Lain kali aja ya Ta,,, nih bayi besarku bakal ngambek,, pusing aku kalau dah dia ngambek,susah ngebujukinnya."jawab Kintan dengan melihat Bima yang menampilkan senyum smirk nya.


"Ya sudah kita pamit ya,,salahkan sama ortu Lo,,,iz Lo pulang apa nginap?"tanya Bima.


"Gue pengennya nginap ,boleh ga beb?"tanya Faiz ke Tata.


"Boleh,,paling juga nanti digrebek warga ,Lo suruh nikahin gue,,emang mau??"tanya Tata balik.


"Warga emang ga adil,,nah Kintan aja boleh nginap tempat Bima."jawab Faiz ga mau kalah.


"Wah kalau gue malah nunggu digrebek warga bro,,,biar disuruh nikahin Kintan,,hahaha."jawab Bima.


"Emang dasar semprul Lo."jawab Faiz dan Tata barengan.


"Udah ya,,,dada Tata,,sampai ketemu nanti disekolahkan ya."pamit Kintan mencium pipi kanan kiri Jelitha


"Tan,,gue ga dicium?" tanya Faiz yang langsung dibalas Bima dengan mengacungkan bogem ke arahnya.


.


.


.


Motorpun melesat membelah kesunyian malam,hanya ada kehangatan diantara mereka .Mereka saling menautkan kedua tangan sambil menikmati indahnya berboncengan motor dengan orang terkasih.


Perjalanan setengah jam hanya terasa sepuluh menit saja bagi mereka yang sedang jatuh cinta.


Akhirnya merekapun sampai di rumah Bima,setelah memasukkannya ke garasi ,mereka langsung masuk rumah dan masih bergandengan tangan.


Di dalam langsung disambut oleh orang tua Bima yang sudah mempersiapkan acara dinner romantis dengan dua couple.


"Mi,,Pi,,"sapa Kintan dan Bima dengan mencium punggung tangan mereka.


"Utututu manis sekali calon mantu kita ya Pi,


"Mi,,,anak kandungnya g ditanya?"ucap Bima sambil menunjuk Kediri sendiri.


"Bosen Bim nanyain kamu melulu,,"jawab mami dengan senyum.


"Kintan mandi dulu ,mau ganti baju sekalian mi,gerah rasanya."


"Ya udah cepetan gih ,mami dan papi tunggu diatas ya,, oh iya Bim kamu udah beliin baju Kintan kan?"


"Udah mi tenang, sedalam-dalamnya Bima beliin,hehehehe."ucap Bima menyugar rambutnya dan tentu saja membuat papinya menutup mulutnya menahan tawa.


Kintanpun pamit menuju kamarnya untuk membersihkan diri,tapi tanpa disadari Bima mengekor dibelakangnya.


"Eit,,mau kemana?"ucap mami menarik telinganya.


"mau ngantarin pacarku lah mi,siapa tahu tersesat mau kekamarnya nanti ternyata salah ke kamar mang Karyo gimana ?


atau ga bisa membuka pintu kamar gimana?" jawab Bima dengan mengusap telinga yang dijewer maminya.


"Halah alasan aja kamu, dasar anak nackal,, kamu ke kamarmu sendiri,lima menit tunggu Kintan disini."


"Piiiii,,, bantuin kek, diam aja ih papi ga asyik."


"Sory bim,,papi ga mau tidur diluar,,xixixi."


"Ya udah deh Bima ke kamar dulu."


Sejenak tidak ada perdebatan lagi ,mami dan papi langsung menuju ke rooftop untuk menunggu Bima dan Kintan dinner bersama,sementara Kintan masih membersihkan diri dan memakai dress yang sudah dipersiapkan oleh mami sebelumnya, dan Bima tanpa membuang waktu lama-lama dia juga membersihkan diri dengan cepat dan memakai kemeja lengan pendek ketat warna abu-abu dipadu celana jins yang semakin membuat ketampanannya berlipat kali.


Setelah 5menit berlalu,Bima menunggu Kintan dibawah.Sambil menunggu ,dia memainkan ponselnya dan membuka email yang masuk mengenai pekerjaannya.


"Kak."ponsel segera ia tutup karena mendengar suara lembut dari wanita yang ditunggunya.


Dan seketika itu dia melongo takjub dengan penampilan Kintan malam itu.


Dengan dress warna abu senada dengan kemeja yang dikenakan Bima


serta belahan leher yang membentuk huruf V


dengan panjang selutut.Rambut hitam legam yang dibiarkan terurai lurus ,dan masih tetap menggunakan hiasan pita kecil yang memang menjadi ciri khas penampilan Kintan.

__ADS_1


"Sa- sayang kamu cantik banget."ucap Bima meraih punggung tangannya Kintan dan mengecupnya.


"Sudah siap tuan putri?"ucapnya lagi.


dan diikuti anggukan dari Kintan.


Mereka sengaja memakai lift untuk menuju rooftop.


Selama di lift jangan ditanya dengan ulah Bima yang terus memeluk Kintan dari belakang mengendus lehernya ,menandakan tanda kepemilikan di tengkuknya ,mencium aroma wangi dari Kintan tanpa melepaskannya sebentar sampai pintu lift terbuka.


"Ahh,,Kak,,,liftnya udah terbuka."ucap Kintan menggigit bibir bawahnya karena merasakan gigitan halus Bima di tengkuknya.


Bima melepas pelukannya dan membenahi celana nya yang sudah sesak karena si Otong yang sudah tegak😀.


Dia membetulkan rambutnya Kintan yang agak berantakan akibat ulahnya.


Setelah dirasa cukup rapi ,kembali Bima mengecup keningnya "Love you"ucapnya setelah mencium keningnya.


dan segera mereka menuju meja dinner yang telah dipersiapkan oleh orang tuanya.


Meja dinner dengan dilengkapi 4 kursi dan dihiasi dengan lampu kelap kelip ,mami memang sudah menyiapkan dinner secara romantis untuk dua pasangan yang beda usia tersebut.


Dilengkapi dengan hidangan yang tidak memberatkan karena mengingat sudah malam jadi hanya tersedia jus dan salad buah sebagai menu dinner mereka.


Bima menarik kursinya untuk mempersilahkan Kintan duduk,hal itu membuat kedua orang tuanya tersenyum ,tapi sebaliknya justru hal itu membuat Kintan malu.


"Maaf ya sayang menunya hanya ini? ga papa kan?"ucap mami.


"Ga papa mi,udah terbiasa ko,sebenarnya malah Kintan ga biasa makan malam,tapi bunda sering ngomel-ngomel ,nanti sakit lah ini lah itulah ,daripada dengerin bunda ngomel,jadi Kintan biasanya buat jus aja yang penting nemenin bunda dan ayah makan malam,hehhee."jawab Kintan panjang.


"Sayang mau itu ,suapin."ucap Bima ditengah Kintan cerita dan dengan tanpa sadar Kintan pun menyuapi Bima.


Semua itu tak luput dari penglihatan bokap nyokapnya Bima.


Dinner romantis ala mereka terasa menyenangkan karena perbincangan dari mulai pendidikan ,masa depan ,karir,bisnis keluarga.Tanpa terasa 3jam telah berlalu dan orang tua Bima terutama mami sudah ngantuk berat,alhasil mereka pun undur diri.Dinner ini memang sudah mereka rencanakan karena ingin lebih mengenal Kintan dan menjamu Kintan dengan kedatangannya walaupun cuma sehari tapi mereka sudah cukup mengenal calon mantu kesayangan.


"Ya udah mami dan papi permisi dulu ya,ga kuat nahan ngantuk,,."pamit mami kepada kedua kesayangan.


"Bim,,ingat kamarmu diatas."ucap papi terkekeh.


Bima hanya menggosok tengkuknya.


"Tau aja papi ,kalau aku mau sekamar dengan Kintan."katanya dalam hati.


Bima dan Kintan masih menikmati suasana malam di rooftop dengan keromantisan.


Bima menarik tangannya untuk duduk di pangkuannya.


"Happy?"tanyanya sambil mengelus punggungnya.


"Hu um ,,very happy ,mami sama papi orang yang sangat menyenangkan."


"Yeah,,,aku bersyukur dilahirkan dari orang tua seperti mereka,,aku berharap nanti kita punya banyak anak dan selalu membuat mereka tambah happy dengan kehadiran cucu-cucu mereka,yang pasti selalu mengganggu mereka,karena kita akan selalu menitipkannya."ucap Bima.


"Kenapa?"tanya Kintan.


"Karena kita akan selalu membuat adiknya dan adiknya terus."ucap Bima terkekeh dengan mengecup dadanya Kintan yang dengan kerah V memudahkan Bima untuk menyusup kedadanya.


"Achh,,,dasar mesum."jawabnya dengan mendesah karena ulah Bima didadanya.


Bima melihat wajah cantiknya Kintan ,membelai pipinya ,mengusap jarinya di bibir merekah Kintan.


"Kemesraan ini kuharap bisa selamanya."ucapnya diikuti anggukan dari Kintan.


Dan Bima ******* bibirnya dengan lembut tapi menekannya karena rasa cinta ,kerinduan,dan sudah menjadi candunya setiap mereka bertemu.


Haredang author nih


engap dah stop dulu


mesra-mesraannya


lanjut di next part aja


maafin author ya


baru bisa up


karena lagi ga enak body, jadi otak buntu


🙏🙏🙏


happy reading!

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2