
"Ada apa nak?"tanya bunda menghampiri Kintan yang sedang duduk menangis di jalan.
"Kak Bima bun ,,hiks hiks."jawabnya terisak.
"Kenapa? ada apa dengannya?"
"Dia sudah,,- dia sudah pergi Bun tanpa pamit dan menemui Kintan untuk yang terakhir."
"Apa maksudmu sayang? jelasin ke bunda."
"Kak Bima udah ke Paris malam ini ,kita ga akan bertemu lagi bun 😭."
Bunda menghembuskan nafasnya dengan berat ,memeluk putrinya yang sedang dilanda kesedihan.
"Sudah sayang,relakan ,ikhlaskan ,jalani aja mungkin ini yang terbaik untuk kalian,yakinlah Tuhan pasti sudah mengatur semuanya agar nantinya menjadi indah pada waktunya.
"Sudah malam,ayo masuk."
Lalu bunda menuntun putrinya untuk masuk kedalam rumah.
Kintan masuk kekamar ,lalu bersiap untuk tidur,tetapi ia masih belum bisa memejamkan matanya ,kenikmatan yang baru saja ia rasakan ternyata menjadi kenangan terakhirnya bersama Bima.
Seketika tenaganya menjadi lemah ,matanya sembab karena saking lelahnya menangis akhirnya ia tertidur.
Keesokan harinya ,dia kembali menjalani rutinitasnya sebelum aktif kuliah.
Ia memutuskan untuk ke toko membantu jualan ayahnya.Dia berharap dengan menyibukkan dirinya akan bisa melupakan sejenak tentang Bima.
.
.
.
Tak terasa hari begitu cepat berlalu ,kini 2 Minggu sudah dijalani Kintan tanpa kabar apapun dari Bima.
Jika teringat pertemuan terakhirnya,Kintan kembali murung ,dadanya terlalu sesak untuk mengingatnya.Kini ia berusaha bangkit menjalani hari-harinya seperti sebelum kehadiran Bima dalam hidupnya.
Kuliah akan dimulai lusa,dan tibalah ia kembali berpisah dengan orang tuanya untuk pergi menimba ilmu di Surabaya.
"Sayang ,sudah dibawa semua belum?yakin ga ada yang ketinggalan."
"Kalau ada yang ketinggalan ,biarin bunda ngantar sekalian jenguk aku."
"ishh,,kamu ini kebiasaan ya, bunda cek dulu."ucap bunda dengan membuka tas dan koper Kintan takut ada yang ketinggalan.
Kintan berangkat bareng dengan Icha,karena Icha akan membawa mobilnya supaya mempermudah transportasinya selama kuliah.
"Bun,,nanti bunda dan ayah sering-sering nengokin Kintan ya,,Kintan nanti bakal kangen bunda."ucap Kintan berkaca- kaca.
"Ya sayang pasti,,kamu jaga kesehatan,makan jangan telat, fokus belajar dan menimba ilmu ,jangan pikirkan yang lain,jangan sedih ,harus selalu bahagia dan semangat."pesan bunda mengingatkan Bima yang juga berpesan demikian dan itu justru membuat Kintan teringat dan menangis sesenggukan lagi.
"Eh eh ko malah nangis,,udah siap-siap sana ,bentar lagi Icha datang."tidak lamapun klakson mobil Icha sudah berbunyi didepan rumahnya.
Dengan penuh drama dan rengekan akhirnya mereka berangkat ke Surabaya.
Keempat sahabat itu sudah memutuskan untuk tinggal bersama di apartemen yang sudah menjadi salah satu fasilitas karena mereka termasuk mahasiswa pilihan.
Setelah menempuh perjalanan ,akhirnya mereka sudah sampai ke tempat tujuan,dan langsung disambut oleh kedua sahabatnya beserta orang tuanya masing-masing,tak terkecuali Fero juga ikut selain ngantar adik juga ngantar kekasihnya Aya.
"Kalian baik-baik ya,yang rukun."pesan Fero dengan mengacak rambut adiknya.
"ih kakak,,berantakan rambutku."jawab Icha dan sebelum kena tonjokan adiknya ,Fero langsung mendekati, merangkul Aya dan mencuri ciuman pipinya.
"Ya udah ,karena kalian sudah ngumpul,aku pergi ya beb."ucap Fero dengan mengelus rambutnya Aya.
__ADS_1
"Huss,,,huss pergi sana."usir Icha sang adik.
"Tan ,,kalau Icha macam-macam kunciin aja pintu kamarnya,biar dia tidur sendiri."
"Kakaaaakkk,,pergi ga."ucap Icha yang membawa sapu hendak mengejar Fero.
Tapi Fero langsung kabur setelah sempat mencium kening Aya.
Sementara Aya hanya menggelengkan kepalanya menyaksikan tingkah jail kakak dan adik tersebut.
Kintan kembali sendu ,sedih tapi berusaha menutupinya.Dia teringat disaat seperti ini semua akan terasa indah dan ramai ketika ada Bima.Sekarang ia hanya memandang foto wallpaper di ponselnya saja,bahkan sekedar chat saja tidak ada sama sekali,WA dan medsosnya Bima juga tidak aktif.
"Apa dia sudah menghubungimu? tanya Aya karena melihat Kintan kembali murung.
Kintan hanya menggelengkan kepalanya.
"Mungkin dia sangat sibuk ,belum sempat menghubungimu.jangan sedih ,, ayo kita tata kamar kita."jawab Aya mengelus punggung Kintan.
Lalu mereka berempat mulai membersihkan apartemen dan kamar masing-masing,sementara orang tua sudah kembali pulang karena faktor kesibukan.
Kini apartemen ramai dengan mereka berempat.Aya sekamar dengan Kintan, Icha sekamar dengan Tata.
Setelah membersihkan apartemen ,dan Kintan juga selesai membuat makanan ,mereka makan bersama ,dan karena saking capeknya ,mereka akhirnya memutuskan untuk tidur lebih awal ,karena besok akan pergi ke kampus untuk memulai masa orientasi mahasiswa baru.
.
.
.
Hari ini kampus ramai dengan kegiatan orientasi mahasiswa baru.
Keempat sahabat terpisah tempat karena berbeda jurusan.
Kegiatan hari pertama pengenalan,jadi setiap calon mahasiswa baru diminta mengumpulkan nama dan no hp kakak tingkatnya sebanyak-banyaknya.
Kegiatan ini yang paling membuat Kintan ga suka karena dia malas untuk berkenalan dengan orang lain,alhasil dia hanya meminta nama kakak tingkat yang perempuan saja.
Dan hal itu membuatnya kalah,karena ia hanya mendapatkan yang paling sedikit.
"Hey cewek puisi."tiba-tiba ada yang memanggilnya disaat ia mau duduk.
Kintanpun menoleh dan kaget
"Kak Radith??? waaah kakak kuliah disini juga?"tanya Kintan.
"Iya dan sebagai kakak tingkat aku akan menindasmu."jawab Radith sambil tertawa.
"Ga yakin,,hahaha."jawabnya
"Eh kakak ngambil jurusan apa? aku sering kekampus sebelumnya tapi ko ga ketemu kak Radith ya."
"Aku ngambil jurusan manajemen bisnis,,masa sih,,maklumlah mahasiswa teladan jadi super sibuk,,hehee lebih tepatnya disibuk-sibukin sih."ucapnya tertawa juga.
"Iya iya percaya aku kalo kak Radith emang mahasiswa teladan,,hehehe eh oh iya manajemen bisnis berarti sama dengan Icha donk." ucapnya antusias.
"Oh iyaa,,,,,waaah harusnya aku menindasnya ya,,hahahaa."
Kintanpun kembali tertawa mendengar jawaban Radith.
"Dapat berapa tadi kenalannya?"tanya Radith mengintip catatan Kintan.
"Sedikit ,aku malas untuk kenalan kakak tingkat ,jadi tadi yang kakak ceweknya aja,hehe."
"Kenapa? kalau sama aku malas juga ga?"
__ADS_1
"Ga papa ,malas aja,,kalau sama kak Radith kan sudah kenal,,masa iya kenalan lagi,,hehe."
"Nanti dihukum Lo."
"Aku terima dihukum,,hehe asal ga memberatkan aja hukumannya."jawabnya.
"Ya udah deh,,aku gabung kesana dulu ya."pamit Radith dengan menunjuk ke arah panitia.
"Oh iya,,silahkan kak."jawab Kintan tersenyum.
Dan akhirnya kegiatan diakhiri karena harus istirahat beribadah dan makan.
Tetapi kegiatan akan berlanjut sampai jam 3 sore.
Kintan langsung mengambil makanan yang sudah disediakan dan bergabung dengan teman barunya.
.
.
.
Sementara di Paris Bima juga sudah mulai aktif masuk perkuliahannya.
Dunianya hanya kampus,apartemen dan kantor.Rasa rindu terhadap Kintan dia alihkan ke pekerjaan.Tetapi hari ini dia memiliki waktu yang agak senggang ,dan hal itu ia gunakan untuk telfon Fero dan kedua orang tuanya.
"Halo,,loe sibuk Fer."ucap Bima ditelfon.
"Siapa ini?"tanya Fero ditelfon karena nomernya tidak dikenal.
"Bima,,sombong amat lu ya."
"Wooiii masih ingat lu sama gue,,elo yang sombong ,,mentang-mentang di luar negeri."
"Apaan sih biasa aja lagi."
"Ngapain loe telfon gue,,kangen."
"Iya kangen banget sumpah,,pengen gue meluk loe,,,hahaha."
"Halah bilang aja Lo kangen Kintan kan?"
"Tenang dia sama adik gue,pacar gue,dan Tata tinggal satu apartemen juga,jadi dia ga sendirian."
"Gimana kabarnya dia?"tanyanya dengan suara serak.
"Dia tambah cantik tapi mukanya terlihat sedih sih."
"Gue emang yang jahat sama dia,ninggalin dia tanpa bertemu dulu,pasti dia benci sama gue."
"Lagian elo kenapa ga langsung telfon aja sih,ribet amat."
"Gue ga bisa ,gue ga sekuat itu,yang ada kalau denger suaranya gue langsung gila pengen pulang ga mau disini lagi,sedangkan tau sendiri kan Lo ,gue ada tanggung jawab besar."
"Iya iya gue ngerti ko,tenang aja gue akan awasin dan jaga dia lewat pacar gue."
"Thanks bro ,save ya ni no ku yang baru,loe aja yang gue kasih tahu,jangan kasihkan ke pacar Lo,,ingat itu."
"Ya gue faham ,,oke take care disana ,bye."
"Bye"
Lalu mereka saling menutup telfonnya.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
__ADS_1