Cintaku Berlabuh Di Surabaya

Cintaku Berlabuh Di Surabaya
95. Gara-gara nyebut Ay,,


__ADS_3

Setelah acara makan selesai ,Bima mengantarkan Kintan ke apartemen.


Di mobil lagi-lagi hening tanpa ada suara.


"Betah ga diapartemen?"Bima mencoba memulai obrolan.


"Betah."jawabnya singkat.


"Teman-temanmu apa kabarnya?"tanya Bima lagi.


"Mereka baik,,dan akan menikah."


"Oh iya?siapa?"Bima kembali memancing Kintan supaya obrolan mereka tidak kaku.


" Sabtu ini Aya ,, bulan depan Tata."


"Sepertinya aku ketinggalan berita."jawabnya bohong padahal dia sudah tahu karena Fero dan fais yang mengabarinya sendiri.Dia hanya memancing Kintan aja agar lebih banyak bicara dengannya.


"Asyik pacaran kali makanya ketinggalan berita."ucapnya lirih tapi masih terdengar ,Bima hanya terkekeh.


Dan mobil mereka pun sampai di depan apartemen.


"Sudah sampai."ucap Bima.


"Hemm,,terima kasih sudah mengantar."ucap Kintan tanpa menatap Bima,dan segera memutar handle pintu mobil.


Namun sebelum terbuka ,Bima memegang lengannya.


"Besok ada kelas mengajar ga? jam berapa?"tanya Bima.


"Ada ,pagi jam 8."jawabnya lagi-lagi dengan singkat.


"Oke,,selamat malam ,happy nice dream."ucap Bima dengan mengelus rambut Kintan.


Kintan menatap sekilas dan langsung buru-buru membuka pintunya.Sentuhan tangan Bima di rambutnya membuat jantungnya berdegub kencang.


"hufftt,,apa - apaan pakai membelai rambut segala."ucap Kintan dalam hati dengan mengerucutkan bibirnya ,hal itu dilihat Bima dan membuatnya terkekeh sambil menggaruk tengkuknya.


.


.


.


Keesokan harinya ,tepatnya jam 7 pagi


pintu apartemen Kintan sudah ada yang mengetuk.Saat itu Kintan baru selesai mandi keramas dengan handuk yang digulung keatas membungkus rambutnya serta masih memakai piyama.Karena rencananya setelah mandi baru membuat sarapan.


tok


tok


tok


"Siapa sih pagi-pagi sudah ngetokin rumah orang."ucap Kintan menggerutu sambil membungkus rambut basahnya dengan handuk.


Ketika membukakan pintu,dia melotot memandang Bima tanpa kedip.


Sementara yang ditatap hanya nyengir.


"Hay,, morning."ucap Bima tersenyum didepan pintu dengan menatap penampilan Kintan yang baginya begitu sangat menggoda.


Wangi segar semerbak membuat Bima memejamkan matanya menahan hasratnya untuk mencium Kintan.


"Mau apa kesini pagi-pagi?"ucap Kintan


"Mau numpang sarapan."jawabnya cuek


"Apa?? emangnya aku warung."ketus Kintan.


"Hehehe,,kan kamu seperti warteg,,sederhana namun berkualitas dan mengenyangkan."jawabnya dengan tersenyum.


"Apaan sih ??? garing banget."


ucap Kintan segera membalikkan badannya ,dan hal itu digunakan Bima untuk masuk nyelonong dan mengekor kintan.


Bima berdiri mengikuti kemana Kintan melangkah.


"Ayolah,,menjamu tamu pahalanya besar loh."

__ADS_1


Kintan membalikkan badannya dan menatap Bima.


"Aku ga masak ,belum belanja sayur,jadi ga ada stok makanan dikulkas,,cuma ada roti sama telur,,, mau??"


"Mau,,,seperti dulu."ucap Bima mengunci tubuh Kintan merapatkannya di meja dapur.


Bima menatap lekat ,tangannya membelai pipi Kintan.Kintan terpaku seolah terhipnotis dengan wajah Bima yang lama tidak dilihatnya.


"Maaf untuk 4 ta-- "belum selesai Bima bicara ,Kintan langsung memutus pandangannya dan mengalihkannya,


"Aku buatkan susu dulu ,karena aku buru-buru."ucapnya lalu segera membuka kulkas dan mengeluarkan roti,telur ,dan susu.


Bima mengeratkan rahangnya menahan penolakan Kintan,dia memahami dan ikut merasakan juga pedihnya yang dirasakan Kintan.


Tidak lama Kintan sudah selesai membuat susu hangat dan roti bakar yang dalamnya diberi telur dadar.


Kintan memberikannya kepada Bima yang sedang duduk di meja makan.


"Kamu ga sarapan?"tanyanya karena hanya melihat susu hangat aja didepannya.


"Ga papa kamu aja yang makan,,ehhm aku mau ke kamar dulu siap-siap."ucapnya dengan berdiri hendak melangkah menuju kamar,namun Bima meraih lengannya.


"Duduklah dulu,,temani aku sarapan ,,,jangan menghindari ku."titah Bima yang membuat Kintan terhipnotis dan menurutinya untuk duduk.


Bima membagi rotinya menjadi 2 dan menyerahkan piringnya ke Kintan.


"Eh,,kenapa dikasihkan aku?"


"Makanlah."


namun Kintan hanya meminum susunya dan tidak segera memakan rotinya.


"makan ,atau aku suapi?"


"iya aku makan."jawabnya cemberut.


Bima menatapnya ,sumpah demi apapun ingin rasanya mengecup dan mengendus leher putih itu.Handuk yang membungkus rambut Kintan menampilkan leher yang putih mulus dan jenjang.Bima membayangkan dengan menatapnya lekat ,hingga bunyi ponsel mengagetkannya.


Dia melihat Bu Ayu yang menelfon.


Bima nampak mengkerut kan dahinya.


Ponsel itu kembali berdering


"Dari pacar??kenapa ga diangkat?"tanya Kintan sinis,dan langsung berdiri membawa piring dan gelas ke tempat cuci.


Bima dalam mode on mencium aroma kecemburuan ,dia nampak tersenyum dan timbul ide jahilnya.


Kali ini bukan Bu Ayu tetapi Rey yang menelfon ,Bima mengangkatnya, dan membuat seolah-olah yang menelfon itu Bu Ayu,padahal Rey😂.


"Halo Ay"


"ini saya bos ,,Rey bukan ay."


"Bisa aja ay "


"... "Rey hanya menggaruk kepalanya yang tdiak gatal.


"Oke tunggu aja di kampus."


Bos kenapa jadi aneh gini sih?apa tadi dia manggilnya? manggil gue Ay,,maksudnya Ayang ,,hiiii jijay ,,gue masih normal bos🤦🏿‍♀️


Kintan mendengarkan dan nampak kesal dan menggerutu sambil mencuci piringnya.


Bima menahan tawanya melihat tingkah Kintan,lalu ia menghampiri Kintan .


Berdiri tepat dibelakangnya.


"Jangan keras-keras mencucinya ,ntar pecah ."


Kintan lalu tersentak dan merasakan hembusan nafas hangat bima.


Bima mematikan kran air ,dan posisi mereka hampir tak berjarak,Kintan menoleh kesamping yang langsung bertatap dengan Bima.Mereka saling menatap intens,dan Bima tidak bisa mengontrol dirinya ,perlahan ia mendekatkan bibirnya untuk menyentuh bibir Kintan,namun ketika hampir bibir mereka bertemu,Kintan mundur dan menahan dada Bima.


"Sayang."panggil Bima lirih sambil meraih tangan Kintan.


"Maaf ,,tidak baik jika dilanjutkan ,akan ada yang tersakiti nantinya,,aku akan bersiap-siap."ucapnya sendu lalu ia berlalu menuju kamar untuk bersiap berangkat.


"Aku harus sabar ,,aku sudah lihat ternyata masih ada cinta untukku."ucapnya tersenyum dengan menggaruk tengkuknya membayangkan ciuman indah yang baru saja gagal.

__ADS_1


"Sial,,aku ga bisa menahannya ,untung ga jadi."ucapnya lalu segera berlalu untuk menunggu Kintan diluar saja.


Beberapa menit kemudian ,Kintan keluar dan dengan penampilan segar,bugar,elegan.


Lagi-lagi Bima dibuat terpana ,dengan bersandar di mobil memasukkan kedua tangannya di saku dan menatap Kintan dengan tersenyum.


"Sepertinya aku kenal mobil ini?"ucap Kintan dalam hati dan dengan mengernyitkan dahinya.


"Langsung ke kampus ,Bu dosen?"tanyanya dengan membukakan pintu mobil.


Dan dia langsung menuju ke tempat kemudi.


Mobil itu melaju ke kampus.


Ponsel Kintan berdering ,dan ia segera menggeser tombol hijau


"Halo Ay,,"


"Sore ini ketemuan di butiq ya ,,fitting baju."


"Fitting baju?


"Iya ,,,kan loe bridesmaid ,jadi harus fitting juga,,Tata dan Icha juga sudah gue kasih tahu,,ketemuan dibutiq ya,,,Miss you,,muach"


"Miss you too."balas kintan sengaja mengeraskan suaranya dan ternyata hal itu berhasil membuat Bima melihatnya.


"Siapa?


"Bukan urusan kamu."


"Ay,,, siapa?? apakah ayangmu ,, harus pakai ucapan Miss you juga?"


"Kenapa? masalah?? ,, biasa aja donk.


Bukankah kamu tadi pagi juga telfonan dengan Ayangmu ?"


mendengar itu Bima langsung menepikan mobilnya,dan menghentikan mobilnya.


"Apa kamu cemburu? dan akhirnya membalasku?"tanya Bima menghadap ke Kintan,sedangkan Kintan malah menghadap ke jalan.


"Tatap dan jawab aku,,, siapa tadi yang kamu panggil Ay,,"tanya Bima dengan agak keras karena diliputi rasa cemburu.Dia tidak rela kintan dimiliki orang lain.


"Kintana Larasati ,,siapa tadi?"ulang Bima dengan sedikit lebih menekan Kintan.


"Ayaa,,,puass????"ucap Kintan dengan menatap bima ,menahan air matanya supaya tidak jatuh dan ia langsung membuka pintu untuk keluar menepi supaya emosinya terkontrol.


Bima mengusap wajahnya kasar ,bagaimana bia dia bersikap seperti tadi.


Selama ini dia tidak pernah berkata keras kepadanya.Rasa cemburunya benar-benar membuatnya bersikap demikian.


Akhirnya dia keluar menghampiri Kintan.


"Maaf ,,,maafkan aku."ucap Bima


"Aku,,,-- aku cemburu."ulangnya lagi dan membuat Kintan menoleh menatapnya dengan mata yang berkaca-kaca.


"Kamu tuh jahat benget tahu ga,,kenapa? apa salahku?Pergi begitu aja tanpa ada kabar apapun dan sekarang kamu kembali dengan seenaknya bilang cemburu padahal kamu sudah menjalin cinta yang lain.


Kenapa kak,,kenapa kamu lakuin hal ini?"ucap Kintan memukul dadanya Bima sekedar meluapkan emosinya,dan Bima membiarkan Kintan memukul sampai puas.


sakit kak ,,sakit disini."ucap Kintan lagi menunjuk dadanya dengan derai air mata.


Bima berusaha merengkuhnya karena ga tahan melihat kesedihan Kintan.


"Jangan menangis ,,maaf maafkan semua salahku."titahnya dengan memeluknya erat.


"Pelukan ini sangat hangat masih sama seperti dulu."keduanya bergumam dan saling merasakan perasaan yang sama.


Setelah beberapa saat,hati Kintan sudah tenang,dia melepaskan diri dari pelukan Bima.


"Aku sudah hampir telat ,sebaiknya kita harus cepat pergi."


Bima kembali melesatkan mobilnya ,kali ini mereka diam ,tidak bersuara sampai tiba di kampus.


Kintan langsung turun ,tapi sebelumnya Bima meraih tangannya untuk dia genggam dan dikecupnya berulang -ulang


"Maaf,,, nanti aku jemput ,aku tunggu disini lagi."


"Tidak ada kata penolakan."seolah Bima tahu jawaban Kintan ,makanya dia berucap demikian.

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2