
Bima dan Kintan melajukan mobilnya ke rumah dengan perasaan yang bahagia.
Sepanjang perjalanan tempat duduknya dibuat Bima senyaman mungkin untuk istrinya.
Tangan satu memegang stir ,tangan satunya mengelus perut Kintan.
"Nanti agak siangan kita ke dokter kandungan ya,,kamu ada class jam brp hari ini sayang?" tanya Bima.
"Jam 11."jawab Kintan.
"Ya udah nanti setelah jemput kamu ,kita langsung ke RS ,,okey?"
"Okey papa."mendengar panggilan itu ,Bima merasa sangat bahagia.Dia mengelus rambut dan pipi calon mama.
Mereka sudah sampai di kediaman rumah Abimana. Tanpa sabaran Kintan langsung masuk dan menuju ruang makan,karena aroma sedap nasi goreng sudah tercium.
Bima hanya menggelengkan kepalanya.
"Jangan lari sayang."teriak Bima.
"Oh menantuku sudah datang,kebetulan sudah matang ini nasi gorengnya.
ayo makan sayang."ucap mami.
"Papi mana mi."tanya Bima.
"Tadi sih sudah siap-siap ,nah itu papi."ucap mami yang melihat papi berjalan menuju ruang makan.
"Sayang , aku bareng papi aja ya ke kantornya, kamu ga papa berangkat sama mang Karyo?"tanya Bima yang melihat Kintan makan nasi goreng dengan lahap.
"Ga papa,,,aku juga masih lam jam 11 berangkat."jawab Kintan.
"Ya udah aku siap-siap dulu,,papi tungguin Bima ya?"ucap Bima bergegas naik keatas menuju kamarnya.
"Nambah lagi sayang,,habiskan aja ga papa."ucap mami.
"ih mi,,Kintan malu ,papi ga ngerasain ,enak Lo, nasi goreng buatan mami ia the best pokoknya."ucap Kintan mengacungkan jari jempol.
"Habiskan aja nak,,kalau papi ikut makan yang ada sama ga mau berhenti dan akhirnya dikantor hanya nguap ajaa bawaannya malah jadi pengen tidur,haha."jawab papi kebiasaan kalau sarapan nasi pasti tertidur dikantor.
"Papi itu kalau pengen sarapan nasi goreng pas weekend aja sayang,,hari libur doank."jelas mami kembali.
"Mi,,habiis ,,hehe enak banget sih."ucap Kintan meringis.
Papi tersenyum heran tapi tidak dengan mami yang semakin yakin cucunya bakal hadir.
Akhirnya Kintan pamit untuk menyusul Bima kekamar.
Tidak lama kedua pasangan itupun saling melepas para suaminya untuk kerja.
Sebelum berangkat tadi Kintan membisikkan ke Bima bahwa jangan memberitahu kabar gembira dulu sama keluarganya sebelum hasil dokter keluar,dan Bima tersenyum menganggukkan kepalanya.
.
.
.
Hari ini jam Kintan mengajar hanya 4jam mata kuliah di class yang berbeda.
Beruntung perutnya sudah tidak merasa mual lagi saat mengajar berlangsung.
Setelah 4jam berlalu,Kintan bersiap untuk pulang ,karena sebelumnya sudah memberitahu Bima ,maka suaminya sudah menunggu di area parkir.
Bima merentangkan kedua tangannya menyambut istrinya yang sedikit berlari kearahnya.
Kintan langsung masuk kedalam dekapan hangat suaminya.
Entah mengapa baru setengah hari berpisah sudah merasa kangen banget.
"Lain kali jangan berlari ,oke?ingat ada calon baby disini." pesan Bima dengan mengelus perutnya.
"Maaf lupa,,,habisnya kangen banget sama suami tampanku."ucap Kintan yang membuat Bima terkekeh mengusap rambutnya.
Mobil merekapun segera menuju ke Rumah Sakit ,tapi sebelumnya mampir ke restoran untuk makan siang.
Bima menggandeng tangan Kintan begitu sampai di lobby Rumah Sakit,setelah konfirmasi tidak menunggu lama mereka bertemu Dokter Vita selaku dokter kandungan.
__ADS_1
Bima sudah menelfon dan reservasi terlebih dahulu agar istrinya tidak menunggu antrian lama.
Dokter Vita meminta Kintan untuk berbaring dan membuka kancing untuk memperlihatkan perutnya, setelah mengoleskan gel ,dokter Vita menjelaskan sesuai dilayar monitor.
"Selamat ya mama dan calon papa ,,baby sudah ada nih,,umur baby masih kecil masih 5minggu."ujar dokter Vita.
Bima begitu takjub dan mendengarkan penjelasan dokter.
"Tunggu,,,waahhh lihat ada dua kantung disini."ujar dokter mengarahkan kursornya di dua kantung yang terlihat."
"Maksudnya apa dok?"tanya Bima.
Dokter Vita tersenyum,lalu mengatakan
"Selamat ,bayi kalian twins,,,kembar."Bima tampak melongo dan berkaca-kaca mendengar penjelasan dokter ,lalu ia mengecupi keningnya Kintan.
"benarkah dokter?"tanya Bima tidak percaya.
"Benar,,"Dokter Vita menjelaskan sesuai yang terlihat pada layar monitor.
"Terima kasih sayang,,I Love You."ucap Bima menatap istrinya.
Kintanpun tak kalah terkejut sekaligus bahagia,karena dari keluarganya dan suami tidak ada keturunan kembar ,malah mereka tidak memiliki saudara ,alias anak tunggal.
Tak hentinya dia meneteskan air mata bahagia ,mengucap syukur atas anugerah ini.
"Dok,,baby nya cewek apa cowok?"Bima menanyakan hal tersebut ,tetapi malah membuat dokter tersenyum.
"Usianya masih terlalu kecil,,jadi belum terlihat cewek apa cowok, nanti bulan depan kesini lagi ya,kita lihat perkembangannya lagi."
"Dijaga ya kandungannya,karena ini masih rawan ,masih di trimester pertama jadi harus lebih hati-hati menjaganya."
"Ada yang ingin ditanyakan lagi?"
"Itu dok,,yang itu masih boleh kan??"tanya Bima sambil menggaruk tengkuknya dengan tersenyum.
Dokter Vita langsung faham dengan pertanyaan Bima.
"Boleh pak,,tapi jangan keseringan ya? seminggu sekali ga papa dan asal tidak kasar sehingga menyakiti baby-nya."mendengar itu seketika senyum di bibirnya langsung mengembang ,Kintan hanya menggelengkan kepalanya.
Akhirnya mereka berdua keluar dari ruangan dokter Vita dengan senyuman mengembang dibibir keduanya.
Malam harinya diruang makan mereka berkumpul bersama dengan menikmati kue buatan bunda serta masakan buatannya mami.
"Wah ada apa Bim kamu ngumpulin ayah bundaku kesini, tapi papi seneng sih ,berapa hari kita ga ketemu ya?"tanya papi ke ayahnya Kintan.
"sebulanan kali ada ya,,maafkan kami jarang berkunjung ,toko kami Alhamdulillah ramai dan kami sedikit kewalahan."
"Syukurlah ,,barang masih lengkap?"tanya papi kembali.
"Ada beberapa yang sudah habis."jawab ayah.
"Nanti tulis aja ,kabarin saya, biar anak buah saya yang ngirim."jawab papi.
"Siip boleh juga."
"Sudah - sudah ,ngobrol terus ,ayo semua pada makan dulu,nanti ngobrolnya dilanjut lagi."ucap mami.
Setelah acara makan malam selesai ,mereka semua berkumpul diruang keluarga.
"Bim,,bilangnya mau memberitahu sesuatu."
tanya papi.
Bima dan Kintan hanya tersenyum,dan kintan mempersilahkan Bima untuk memberitahukan berita bahagia ini.
"Ayah,bunda,papi,mami,,,selamat ya sebentar lagi kalian akan jadi kakek nenek."ucapan Bima masih membuat mereka diam dan saling pandang.
"Bahkan bukan hanya 1 tapi 2 cucu."Bima memperlihatkan hasil USG istrinya tadi siang.
Seketika mereka berempat langsung heboh dan bersorak sorai ,dan berebut untuk melihat hasil USGnya.
Papi dan ayah menghampiri Kintan dan Bima
"Selamat ya nak,dijaga biar selalu sehat."ucap ayah berkaca-kaca.
Kintan juga ikut berkaca-kaca karena sudah dua kali melihat ayahnya berkaca-kaca ,pertama ketika mendampinginya saat ijab qobul ,kedua ketika menyambut calon cucunya ini.
__ADS_1
"Ayahhh,,makasih ,doakan Kintan selalu ayah."
"Pasti nak."
Selanjutnya papi memeluk menantunya
"Selamat ya nak ,sehat-sehat ya."
"Makasih papi."
Papi menepuk bahu Bima,
"Selamat ya son,,,benihmu memang premium ,langsung 2 ,hebat ,dijaga istrimu dan calon anakmu baik-baik,dan jangan lupa buat kesebelasan biar ramai rumahnya."ucap papi terkekeh.
"Kesebelasan,,papi ada-ada aja emangnya pemain bola."semua disana tergelak.
Setelah kedua calon Oma menghampiri dan memeluk putrinya dengan erat dan berkaca-kaca ,terharu bahagia.
"Selamat ya sayang,,,sehat-sehat ya."mereka memeluk bergantian dengan rasa bahagia.
"Berapa minggu sayang?"ucap bunda mengelus perutnya yang masih rata.
"Kata dokter baru 5minggu Bun."ucap Kintan.
"Masih rentan,,dijaga ya,jangan sampe kecapekan."jawab bunda lagi.
"Ogh menantu mami yang cantik."ucap mami memeluk erat kembali.
"Mi,,,jangan erat-erat memeluk istri aku,,nanti anak aku kegencet."teriak Bima diujung sana.
ucapan Bima langsung dibalas pukulan bahu oleh papi.
"Aduh papi."
"lagian ngomong itu dijaga,,kegencet emangnya ban mobil."
Lalu mereka pun tertawa kembali.
Setelah lumayan malam ,bunda dan ayah pamit pulang dan memberi banyak pesan kepada Bima dalam menjaga mood ibu hamil.
Karena mood yang baik akan berdampak kepada janin.
Bima banyak belajar dari pesan kedua orang tua mereka.
Kini calon orang tua itu juga memasuki kamar untuk istirahat. Bima sudah memiliki rencana untuk pindah ke kamar lantai bawah supaya membuat Kintan tidak capek.
"Sayang,,,aku mau?"ucap Kintan berjeda setelah melihat Bima keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai boxernya saja,sedangkan dadanya dibiarkan bertelanjang bulat.Memang sudah menjadi kebiasaan Bima tidak memakai baju saat tidur.
"Mau apa ,,Hem? mau makan ,minum?" tanya Bima dan membuat Kintan menggeleng.
"Lalu? jangan aneh-aneh sayang,ini sudah malam,aku malas untuk keluar.
Kintan mengerucutkan bibirnya.
Bima segera menghampiri Kintan yang posisinya lagi duduk dipinggiran tempat tidur.
Bima membelai pipinya.
"Istri aku ini mau apa ,,Hem?"Kintan sudah tidak sanggup menahannya ,ia tidak menjawab Bima melainkan menarik boxernya ,lalu mengulum pedangnya Bima yang sudah terlihat agak menegak.
"Aghhhh,,,,"Bima hanya bisa mengerang menengadah ke atas ,lalu menunduk mengeraskan rahangnya melihat aksi istrinya yang sudah menjilati pusakanya seperti ice cream.
"Aku mau ini."ucap Kintan melepaskannya lalu mendongak menatap Bima.
"Oh,,my,,"Bima langsung mengangkat Kintan ketengah ranjang,dan memulai adegan menjenguk baby twins.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
jangan bosen menunggu ya
karena menulis juga butuh mood
jadi kalau mood kita bagus
nulisnya juga nyambung guys,,,
thanks ya yang sudah setia menungguku
__ADS_1
love you guys😘😘😘😘😘😘