
Mobil yang dikendarai Bima sudah nyampai didepan rumah Kintan,Bunda pun sudah menyambut kedatangan mereka dengan perasaan cemas.
Setelah memarkirkan mobilnya,Bima langsung membukakan pintu untuk Kintan dan membantunya berjalan karena melihat kondisinya yang masih lemah.
"Sayang anak bunda kamu kenapa sih,ko bisa pingsan segala? " bunda menyambut dengan perasaan khawatir.
Meskipun saat di rumah sakit tadi Bima sudah menjelaskan keadaan Kintan ke bunda lewat telfon,tapi yang namanya seorang ibu tetep merasa khawatir terhadap anaknya.
"Kintan ga papa Bun,cuma kecapekan aja."ucap Kintan berbohong.
"Ya udah Bun,Bima pamit dulu ya."
"Sebentar nak Bima,bunda ambilkan sedikit kue ,titip ke mami kamu."
"Ga usah Bun,merepotkan bunda aja."tolak Bima
"Ga baik nolak rejeki,,sebentar ya bunda masuk dulu."
"Sayang,,kamu istirahat ya,,ingat kata dokter jangan pikirin hal-hal yang membuat kamu stress,,siniin tangan kamu."
"Untuk apa kak?"
"Udah sini."Bima meraih pergelangan tangan kiri Kintan dan memasangkan gelang.
Gelang itu terbuat dari bahan khusus yang didesain langsung dari Paris,terdapat simbol inisial nama BK,yang artinya Bima Kintan,dilengkapi dengan kamera cctv kecil yang hampir tak terlihat karena sifatnya yang menempel di bahan gelang tersebut.Gelang itu terlihat simpel tapi berkelas dan elegan.Sekilas terlihat biasa,tapi untuk dikalangan atas ,gelang itu menjadi rebutan karena limited edition.
"Kak,,ini apaan ,jangan kak,aku ga pantas memakainya."Kintan berusaha menolak pemberian Bima ,tapi tangannya kalah kuat dengan pegangannya Bima.
"Maaf ya aku memberikannya dengan cara seperti ini,seharusnya kan dengan momen yang romantis,hehehe,,"
"Kak,,hiks hiks,,terima kasih untuk semuanya."Kintan segera menghambur ke pelukan Bima.
Mereka lama berpelukan ,seolah tidak mau melepas satu sama lain.Meskipun selama seminggu ini mereka ketemu ,tapi rasa rindu diantara mereka selalu hadir.
"ingin rasanya tiap hari begini,memelukmu."gumam Bima dalam hati dengan membelai rambutnya Kintan.
"Sudah ya pelukannya,,nanti dilihat bunda ga enak,,"Bima berkata lembut dan berusaha melepas pelukannya Kintan.
Cup
Bima mendaratkan ciumannya ke kening Kintan dengan lama,hangat,nyaman dan menenangkan.Itulah yang dirasakan Kintan,seolah Kintan sudah merasa candu akan ciuman kening yang diberikan Bima setiap kali mereka bertemu.Bima pun demikian mencium keningnya Kintan sudah menjadi candunya,inilah caranya mengobati kerinduannya.
Bunda keluar dengan membawa kue untuk dikasih sebagai oleh-oleh dan ucapan terima kasih karena selama seminggu Bima telah meluangkan waktu untuk antar jemput Kintan ke sekolah.
"Nak Bima maaf ya oleh-oleh ini ga seberapa dibanding kebaikan nak Bima,terima kasih sudah menjaga Kintan dengan baik."
"Terima kasih Bun kuenya,mami dan papi selalu suka kue buatan bunda,,terima kasih juga bunda dan ayah sudah menerima Bima dengan baik,,saya ijin pulang Bun."pamit Bima dengan mencium tangannya bunda.
Kintan mengantar Bima sampai dekat mobilnya.Sebelum Bima masuk mobil mereka berhadapan untuk berpamitan.
__ADS_1
"Hati-hati,terima kasih gelangnya."ucap Kintan.
"iya sayang,,jagain gelangnya,jangan sampai dilepas apapun nanti yang terjadi,,cepat sembuh ya byk istirahat ,jangan mikir yang macem-macem."ucap Bima yang seolah merasa permasalahan cintanya baru saja dimulai ,dan akan memisahkan mereka berdua.
"Ga macem-macem ko,cuma satu macem doank,,yaitu mikirin kamu."Kintan belajar ngegombal karena ingin membuat Bima merasa bahagia.
"Hohohohoho,,sudah pinter ngegombal rupanya,, sepertinya sudah siap untuk dihalalin ya?" balas Bima dengan mencubit hidungnya.
"ih,,apaan,,,udah sana cepetan pulang."
"Kalo begini ,,jadi ga mau pulang,,,
sayang mau cium kening,tapi takut bunda melihat,ga enak."
"Udah ih sana ,,cepetan masuk "ucap Kintan sambil mendorong tubuhnya Bima untuk masuk mobil.
Akhirnya Bima melajukan mobilnya,tapi tujuannya kali ini pergi kerumah Felisha ,dia akan meminta penjelasan ke Felisha tentang yang terjadi antara dia dan Kintan.
Mobil Bima sudah terparkir digarasi rumah Fero.
Tok
tok
tok
"Eh Bima,,masuk."sapa mama Felisha
"Ada,langsung aja ke belakang ya,mereka ada di gazebo belakang."ucap mamanya Felisha
Kakak beradik itu ngomong hal yang serius dan sesekali tampak berdebat.
Perdebatan mereka terhenti dengan kehadiran Bima.
"Hay Fer,,,Cha."
"Kak Bima disini."Jawab Icha.
"Hay bro."ucap Fero
"Cha,,gue mau ngomong berdua sama lu."ucap Bima
"Ya udah gue tinggal ke kamar dulu,kalian ngobrol aja."ucap Fero berlalu sambil menepuk bahu Bima.
"Thanks bro,nanti gue susul ke kamar."balas Bima.
"Ka Bima mau ngomongin apa?
"Soal tadi siang, apa sebenarnya yang lu omongin ke Kintan,sampe Kintan pingsan."
__ADS_1
"A-aku ga ngomong apa-apa ,paling itu cuma aktingnya doank,,lebay amat sampe pingsan."ucapnya lirih sambil memalingkan mukanya.
"Cha,,lu ngerti kan apa yang gue omongin tadi siang,gue cinta sama Kintan dan itu ga akan tergantikan ,gue harap jaga sikap lu ,gue ga akan tinggal diam jika lu sampe menyakitinya."
"Kak Bima ngancam aku "
"Ga ,,itu bukan ancaman,,tapi itu peringatan, ga ada orang lain yang bisa ganggu dan nyakitin pacar gue, gue ga peduli siapapun dia,,,yang nyakitin pacar gue ,dia akan berurusan dengan gue."
"Kak Bima jahat,,egois hiks hiks hiks ,,apa ga ada rasa cinta sedikitpun tersisa untukku."ucap Icha terisak.
"Denger Cha,,cinta ga bisa dipaksa,gue sayang sama lu tapi sebagai adik.Gue ga ada perasaan cinta ke lu,,,lu sudah kuanggap seperti adik gue sendiri,,gue harap lu ngerti yang gue omongin."
"Jadi kita masih bisa Deket kan? pikiran licik mulai ada dibenak Felisha.
"Tentu masih bisa,sebagai kakak adik,karena gue sudah anggap lu bagian dari keluarga gue,,"ucap Bima.
Icha mengulurkan tangannya ke Bima untuk berjabat tangan.
"Sory kak,gue akan membuat kalian pisah dengan caraku."gumam Icha dalam hati ketika tangannya menjabat tangannya Bima.
Disisi lain Bima berpikiran yang positif
"Terima kasih sudah membuat masalah ini menjadi tidak semakin rumit."gumam Bima dalam hati.
Mereka berjabat tangan tapi dengan pikirannya masing-masing.
Setelah obrolan mereka selesai,Bima pergi menemui Fero di kamarnya.
"Fer,,boleh gue masuk."ucap Bima sambil ngetuk pintu kamarnya Fero.
"Masuk aja bro."
"Gimana,,lu sudah ngomong dengan adik gue."
"Yup,,sory ya bro ,gue agak keras dengan adik lu,,karena gue ga mau Kintan sampe pingsan lagi."
"Tenang aja,,gue ngerti,,tapi gue kenal sifat adik gue,dia tidak akan menyerah sebelum keinginannya terwujud,,gue sudah nasihatin ke adik gue,,tenang aja gue akan pantau terus dia,kalo sampe kelewatan,gue yang akan nyadarkan dia sendiri."
"Thanks bro."
"Oh iya gimana keadaan Kintan?
"Kata dokter semua baik,ga ada yang perlu dikhawatirkan ,cuma pikirannya harus rilex."
"Syukurlah kalo begitu,,semoga semua baik-baik aja kembali baik seperti semula."
...Lepaskan daripada memaksakan,...
...Ikhlaskan daripada menyakitkan,...
__ADS_1
...Relakan daripada berjuang sendirian....
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️