
Suasana malam Minggu yang cerah dan membahagiakan bagi para pelajar,pekerja,muda mudi serta para keluarga yang ingin meluapkan kerinduan mereka untuk berkumpul,bersenda gurau,menikmati kuliner,nonton.
Suasana yang bisa dirasakan seminggu sekali sungguh membuat pasangan Bima dan Kintan larut dalam bahagia.
Bima yang merasa nyaman dengan Kintan berada dibelakang memeluk pinggangnya,dan sesekali tangannya memegang erat jemarinya terus menarik untuk dikecupnya.
Begitu sebaliknya Kintan yang merasa nyaman bisa melihat punggung kokoh Bima apalagi perlakuan Bima yang manis dan romantis malam ini membuatnya tersenyum sendiri.Pokoknya malam ini serasa dunia hanya milik mereka berdua.
"Kak,,kita ga berhenti nih,,dari tadi muter-muter aja loh."ucapnya tanpa melepas tangan yang melingkar di pinggang dan selalu digenggam oleh Bima.
"Rasanya aku ga mau berhenti deh."ucapnya sambil mengecup punggung tangannya Kintan.
"Issh,,,maunya ih,,pegel tau rasanya."ucapnya dengan mencubit pinggangnya Bima.
"Kamu maunya kemana?
"Kita kuliner aja yux,,laper."
"Siap cinta."ucapnya dengan masih mengecup tangannya Kintan.
Mereka berhenti untuk mencicipi kuliner.Kintan memilih makanan ringan cilok,sosis bakar.Terdengar sederhana tapi ini makanan kesukaannya dari kecil hingga besar tidak berubah.
Bima hanya mengerling memandangi Kintan yang asyik memakan makanan kesukaannya,menatap aneh "biasanya cewek minta ke kafe yang mewah dengan menu yang mewah juga,lah cewek ini??" dia hanya mendesah dan menggelengkan kepalanya tersenyum menatapnya.
"Mau,,enak loh."
"Lihat kamu aja sudah bikin aku seneng dan kenyang."
"Ishhh,,,gombal banget."
"Aku beli minum dulu ya,,mau minum apa?
"Air mineral aja,,tapi minta es krim"ucapnya tersipu
"Eh malam malam ko minta es krim."
"Pengen."
"Ya udah mau yang rasa apa?
"Terserah aja yang penting es krim."ucapnya terkekeh.
"Oke ,, tunggu bentar ya."
Suasana rame di tengah taman yang mengisyaratkan bahwa malam ini malam panjang penuh kebahagiaan bersama orang-orang terkasih.Tidak hanya sepasang muda mudi tapi juga keluarga kecil yang membawa anaknya ikut menikmati suasana malam yang cerah.
Kintan duduk di bangku sambil menikmati makanan favoritnya,matanya memandang seorang ayah ibu dan putri cantiknya yang berada tidak jauh dari tempat dia duduk.
"Cewek cantik lagi ngelamunin apa sih? suara Bima yang seketika mengagetkannya tersadar dari lamunannya,dan ia berbalik kearahnya dengan tersenyum.
Bima membawa dua ice cream dan tangan kiri menenteng air mineral.
"Pilih yang mana? ucapnya sambil menuntut Kintan untuk memilih ice cream yang ia bawa.
"Bantuin habisin ciloknya dulu,,"tanpa menunggu jawaban dari Bima ,Kintan langsung menyuapi Bima cilok bakar
"Enak kan? makanan ini kesukaanku waktu kecil Lo sama sosis bakar tadi.
Waktu aku masih SD ,bahkan TK ayah dan bunda selalu mengajakku untuk bermain di taman ini ,dulu kondisinya tidak sebagus sekarang.Terus aku merengek minta dibelikan sosis bakar dan cilok,,terkadang kalo aku susah makan ,bunda membawa bekal dan menyuapiku ditaman ini,alhasil makananku habis,,hehehe. Kak Bima coba lihat pasangan orang tua yang membawa anak kecil cewek itu,,ingatanku kembali ke aku dulu dimana ayah dan bunda sering mengajakku kesini
"Eh habis,,,emm tadi aja ga mau ,sekarang habis juga."ucap Kintan mencibir
__ADS_1
"Kan sambil kamu suapin yang,,jadi semakin enak."balasnya sambil terkekeh dan merengkuh bahunya.
"Ka,,tadi ketemu Icha ?
"hmm"
"Gimana dia"
"Ga gimana-gimana,,"
"Ini apa,,bisa kakak jelaskan."ucapnya dengan menunjukkan foto Icha lagi berbaring dengan tangan mereka yang saling berpegangan.
Saat Bima membeli ice cream tadi,Kintan iseng membuka medsos dan disitu nampaklah sosok yang ia kenal ,ingin rasanya langsung tanya mencerca ke Bima ,tapi diurungkan menanti Bima yang ingin menjelaskan.
Tetapi setelah ditunggu tidak ada penjelasan dari Bima.Karena dia tipe cewek yang ga mau menerka-nerka ,diberanikanlah tanya dan menunjukkan fotonya.
"Ogh ,,shit,,siapa yang fotoin ini,,coba lihat apa caption-nya."ucap Bima meraih ponselnya.
Ga papa sakit,asal kamu yang nemenin
Bima menatap Kintan lekat sambil menggelengkan kepalanya.
Dan tangan Bima meraih jemarinya Kintan untuk digenggamnya.
"Maaf sudah membuatmu salah faham,,tadi pas aku kerumah Fero ,mamanya memberitahu kalo Icha sedang sakit dan memintaku untuk pergi ke kamarnya.Dia memegang tanganku dan mengucapkan terima kasih sudah mau datang menjenguk.
Padahal kamu tahu kan sayang kalo aku hanya menemui Fero. That's it "
Bima yang khawatir dengan reaksi Kintan,khawatir akan membuatnya salah faham dan menangis sedih ,tanpa diduganya Kintan malah tersenyum meskipun dia menolehkan wajahnya pura-pura marah.
Bima yang akhirnya tahu ekspresi Kintan bukannya sedih malah tersenyum timbul ide untuk menggelitik pinggangnya.
"Aww,,kak ,,aww ih geli tau."
"Udah kak ampun,,ampun." ucapnya terkekeh dengan menepis tangannya Bima yang terus aja menggelitik.
"Yach jatuh deh ice cream nya,,Kaka sih"ucapnya sambil menampilkan wajah cemberut.
"Ups,,Sorry ,,,mau dibelikan lagi ga? ucapnya sambil mengelus rambutnya.
Tapi Kintan menggeleng dan hanya meraih air mineral dari tangan Bima.
"Habis kamu sih yang,,aku jelasinnya dengan panik takut kamunya salah faham ,eh malah kamu ngetawain,, emang kamu kira lucu."Bima gantian yang kesal dengan memalingkan muka.
"Idih ngambek ya bang,,,maafin Adek ya,,tapi kalopun beneran aku rela ko berkorban untuk sahabat,,kalian itu cocok serasi tau ,,sama sama dari kelu-,,, "belum selesai dengan perkataannya ,tiba-tiba Bima menyatukan bibirnya ,kembali merasakan lembut,manis dan kenyalnya milik Kintan yang dari kemarin sudah menjadi candunya.Kintan membuka matanya saat mendapat serangan penyatuan bibir yang secara tiba-tiba.Sesaat ia terbuai dan merasakan seolah mendapat sengatan aliran listrik ,panas dan degub jantung yang cepat.Bima melepaskannya hanya untuk menghirup udara dan menyatukan antara kening mereka ,mengecupnya dan merengkuh membawa ke pelukannya.
"Jangan pernah berkata seperti itu lagi,,aku lebih seneng kamu yang cemburu daripada kamu mengatakan seperti tadi,,you know how much I Love You,,promise."ucap Bima meraih dagunya Kintan untuk ditatapnya dan mensejajarkan pandangan dengannya.
Kintan yang mendengarnya hanya bisa menatapnya dan menganggukkan kepalanya,
"good girl." ucapnya sambil mengacak rambutnya dan kembali merengkuhnya serta membawa ke dekapan hangatnya dengan sesekali mengecup puncak kepalanya.
Setelah cukup lama mereka terdiam saling berkelana dengan pikiran masing-masing dan tentunya masih saling memeluk satu sama lain.
"Kak,, sudah malam pulang yux!
"Ini kita ga makan ,,tu ada cafe sepertinya nyaman untuk bermalam Minggu ,mau kesana ga?
"Ga deh,,aku kenyang ,lagian udah malam ,ga enak sama ayah."
"Baiklah tuan putri,,waktuku sampai besok hanya untukmu."ucapnya mengerlingkan mata ke Kintan.
__ADS_1
Mereka kembali pulang dengan berkeliling naik motor sport,, membuat siapa saja yang melihatnya iri dengan cowok yang cool,badan yang tegap atletis ,mata elang yang membuat luluh lantah terlebih cewek yang melihatnya.Sedangkan gadis manis bermata agak sipit yang diboncengnya juga tidak kalah kece,pasangan yang sangat serasi.
Kurang lebih satu jam mereka sudah sampai didepan rumah Kintan.
"Ko mati lampunya yang."
"Entahlah,,sepertinya bunda sudah tidur."
"Assalamu'alaikum ,,bunda."
"Wa'alaikumsalam." jawab bunda yang baru keluar dari kamar.
"Bunda udah tidur."
"Sudah pulang sayang,,iya bunda ketiduran nemeni ayah yang harus banyak istirahat ,tadi habis sholat isya baring ,,eh malah kebablasan,,Bima mana? udah pulang?"
"Itu lagi diluar."
"Buatin teh hangat dan ambilkan kue di meja tadi masih ada,,bunda ngantuk mau ke kamar dulu lanjut tidur,,sampaikan maafku ke Bima ga bisa nemenin ngobrol, ga tahan ngantuk berat bunda."
"Nyariin bunda atau ayah ,mau pamit pulang karena sudah malam."
Bundapun akhirnya keluar sebentar menemui Bima ,setelah ngobrol sebentar bunda pamit masuk duluan karena matanya ga bisa diajak kompromi.
Setelah bunda masuk kamar,
Bima menarik tangannya Kintan dibawa untuk merapat ke dinding,tangannya mengunci badannya Kintan ,mereka berhadapan dengan jarak yang cukup dekat ,bahkan hampir bersentuhan wajah.
"Are you happy tonigth?
"Are you happy with me?hemm" ucap Bima lagi setengah berbisik.
"Yes,,I'm happy with you ,,,tonight."balas Kintan terbata-bata karena terlalu gugup
Bima mengelus pipinya,memegang tengkuknya dan perlahan menyentuhkan bibirnya ke bibir Kintan yang kenyal,menyentuhnya dengan lembut ,semakin dalam dan saling enggan untuk saling melepaskan sampai deru nafasnya saling berpacu,terasa panas,berhenti sebentar lalu mengulangnya lagi,seolah tidak ada rasa bosan ,dan akhirnya mereka berhenti setelah kehabisan nafas.
Kembali mereka menyatukan hidung dan kening ,sejenak memejamkan mata dan mengecup keningnya berulang kali.
"Aku pulang ya,,tidur yang nyenyak bidadariku."
"Mau pulang kemana?
"Tadi Fero meminta untuk nginap disana."ucapnya sambil melirik reaksi Kintan yang hanya menundukkan kepalanya.
"Tapi sepertinya aku akan tidur di rumah mang Karyo aja, tadi mang Karyo telfon rumahnya pas kosong karena istrinya ke Surabaya."
Kintan msnanggapinya dengan tersenyum dan mengangguk.
"Kak Bima hati-hati,,jangan ngebut."
"Love you."ucap Bima sebelum naik ke motor.
"Love you too."balasnya dengan wajah merona.
Lalu ia pun berlalu dengan motor sportnya membelah jalanan kota.
Kintan dengan memegang jaket pemberian Bima memasuki kamar dan merebahkan badannya ke tempat tidur.
...''Bukankah cinta itu bisa ...
...membuat hal sederhana ...
__ADS_1
...menjadi lebih istimewa"...