Cintaku Berlabuh Di Surabaya

Cintaku Berlabuh Di Surabaya
74.Camping (2)


__ADS_3

Camping adalah kegiatan yang berada di alam terbuka dengan berbagai kegiatan yang menyenangkan.Tujuan sekolah mengadakan camping adalah supaya para siswa lebih menghargai ,serta menjaga alam yang sudah diciptakan oleh Tuhan untuk kebutuhan makhluk hidup tanpa ada niat untuk merusaknya,selain program yang diadakan tiap tahun ini bisa lebih membuat para siswa rileks ,fresh,tidak stres dan tentu saja akan menambah motifasi dalam belajar,serta memiliki tingkat kepedulian terhadap sesama dan menumbuhkan sikap rasa saling rukun dan menyayangi serta menghargai arti kebersamaan antar teman dan guru.


"Ayah?? Kintan ikut camping ya?"rengek Kintan disela-sela mereka menikmati sarapan di hari Sabtu ini.


"Kalau ayah sendiri sebenarnya berat untuk mengizinkanmu sayang,,tapi semua terserah bundamu."ucap ayah ketika mereka ngumpul saat Sabtu libur untuk menikmati sarapan pagi.


"Bun??"tanya Kintan yang melihat bundanya seolah menghindari pertanyaannya.


"Tidak sayang, bunda tidak akan mengizinkan,bunda khawatir ,kamu anak kami satu-satunya."


Kintan yang mendengarnya hanya menundukkan muka sambil mengaduk-aduk makanannya dan menarik nafas panjang.


Antara kecewa,sebel,kesel dan tak berani membantah.


"Assalamualaikum."mereka yang lagi sarapan dikejutkan dengan kedatangan Bima.


"Waalaikumsalam."jawab semuanya.


"Kak Bimaa? ko ga ngabari kalau mau kesini?pagi-pagi lagi ?"Kintan yang kaget tiba-tiba melontarkan kalimat yang menurut orang tuanya kurang sopan.


"Hus."jawab bunda dan ayah bersamaan.


"Emang ga boleh,,ya udah deh aku pulang lagi."jawab Bima pura-pura ngambek.


"Eh,,eh,,gitu aja ngambek."jawab Kintan segera berdiri menghampiri Bima mencium tangannya dengan tersenyum.


Ayah dan bunda hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum melihat ulah Kintan dan Bima.Mereka senang karena putrinya mendapat seseorang yang mencintainya dengan tulus.


"Pagi yah,bun."ucap Bima dengan mencium punggung tangan ayah dan bunda Kintan.


"Bim,,sini ikut sarapan dulu,,tapi cuma roti bakar ga papa ya,bunda lagi malas masak."


Kintan menyiapkan susu hangat beserta roti bakar dengan telur mata sapi yang ditaruh didalam rotinya."


"Gini Lo Bim,,Kintan ini loh ijin mau camping ,dan kita ga mengijinkan ,kami khawatir,tapi dia kayaknya ngeyel pengen ikut, tolong beri nasihat ke dia,,camping itu di alam terbuka ,bercampur dengan teman cowok belum lagi kalau ada yang berbuat jahat gimana?"


"Oh kalau itu Bima juga ga setuju yah,Bun."ucap Bima dengan melihat Kintan yang nampak cemberut.


"Kak Bima ko ikut-ikutan bunda dan ayah sih,, ini itu pengalaman Kintan di SMA yang terakhir,karena habis itu kita kan udah lulusan ,terus pada pisah,saling ga ketemu,Kintan hanya ingin memiliki kenangan yang indah bersama teman-teman."dalih Kintan


"Oh jadi aku bukan kenangan yang indah?"ucap Bima masih datar menanggapi Kintan.


"ih nyebelin,,kenapa larinya kesitu sih? ini kan beda,, Bun ,yah Kintan udah selesai sarapannya."ucapnya sambil berdiri membawa gelas dan piringnya untuk ia cuci dan sesudah itu dia berjalan ke teras depan dengan perasaan yang masih kesel.


Ayah ,bunda menyampaikan kekhawatirannya dan alasannya tidak megizinkan Kintan camping,dan Bima mengerti kekhawatiran mereka tapi dia juga mengerti keinginan Kintan dan ingin membuatnya bahagia.Akhirnya Bima mengutarakan penawarannya ,dan Setelah Bima bernegosiasi dengan ayah dan bunda mengenai rencana camping Kintan,akhirnya mereka mengizinkan dan menyerahkan semua kepada Bima,karena mereka percaya Bima bisa menjaganya dengan baik.akhirnya Bima minta ijin untuk ngajak Kintan jalan-jalan.


"Ya boleh jangan malam-malam ya pulangnya,bunda tahu dia ngambek itu dan obatnya memang hanya diajak jalan-jalan untuk mengembalikan moodnya,,hehe."

__ADS_1


"Ayah juga mau ke toko dulu ya Bun,,Bim hati-hati ya ,kamu bujuk anak ayah biar ga ngambek lagi."ucap ayah menepuk bahu Bima dan mengecup kening bunda.


Bima hanya tersenyum melihat keromantisan mereka yang tidak jauh berbeda dengan orang tuanya.


Bima menghampiri Kintan yang duduk santai diteras dengan memainkan ponselnya.


"Jalan - jalan yux!" ajak Bima mengulurkan tangannya ke Kintan.


"Kemana?"jawabnya


"Kemana aja asal sama kamu."ucap Bima mengerlingkan matanya.


"Ishh,,,bentar aku ambil tas dulu."jawabnya dengan meraih jemarinya Bima dan dikecup sekilas oleh Bima.


Lalu mereka memasuki mobil Bugatti hitam yang baru dibeli Bima.


"Mobil baru lagi kak?"tanya Kintan saat Bima memasangkan seatbelt


"hemm"


klik (seatbelt sudah terpasang aman)


"Mau pamer sama aku? tapi sayangnya aku ga tertarik dengan mobil kamu."ucapnya yang sedikit salting karena tatapan Bima tidak terlepas darinya.


CUP (Bima mengecup keningnya Kintan dengan sangat lama)


Bima melajukan mobilnya dan mengarah ke wilayah pegunungan yang menuju ke cottage.


"Kak,,kita mau kemana?"


"Aku ingin menghabiskan waktu denganmu sampai sore ,aku merindukanmu."Bima mengecup jemarinya Kintan dan segera mengajaknya turun.


Bima menggandeng tangan Kintan dan menuju ke reseptionis untuk membooking sebuah privat cottage.


Kintan menuju cottage dan membuka balkon yang pemandangannya langsung menuju ke alam pedesaan dilengkapi dengan kolam renang untuk privasi,jadi tidak ada pengunjung lain selain mereka.


"Kamu suka?"tanya Bima dengan memeluknya dari belakang dan menciumi lehernya Kintan.


"Hemmm"jawabnya dengan memejamkan matanya karena sentuhan dan kecupan dari Bima.


"Sebelum kamu camping,kita camping duluan."ucapnya lagi dengan masih menciumi lehernya Kintan.


Kintan langsung membalikkan badannya.


"Hah?? aku ga salah denger?bukannya tadi kakak ga ngijinin aku camping?"tanyanya dengan mengalungkan tangannya ke leher Bima.


"Entahlah mungkin saking cintanya aku,jadi ga bisa nolak keinginan kamu."jawabnya dengan memencet hidungnya Kintan.

__ADS_1


"Bener??Yeayyyyy" Kintan melompat -lompat kegirangan.


"Tapi dengan syarat?"ucap Bima dan Kintan langsung menghentikan lompatannya karena menunggu syarat apa yang diajukan Bima.


"Kamu harus bisa jaga diri,dan kabari aku setiap saat, satu lagi aku kirim bodyguard untuk menjagamu." syarat dari Bima awalnya membuat Kintan tersenyum tapi begitu mendengar kata bodyguard malah membuatnya melongo kaget dan terharu.


"Tapi kak,,aku bukan artis ngapain pakai bodyguard segala sih."Kintan mengerucutkan bibirnya.


Cup


Bima mengecup bibirnya


"Tidak ada bantahan, kamu calon istriku,sudah menjadi kewajiban ku untuk selalu menjagamu, dan membuatmu bahagia."


"Ahhhhh,,terima kasiiihhh"ucap Kintan dengan memeluk erat Bima dan menciumi seluruh wajah Bima.


"Happy?"


"Banget."


mereka lalu berciuman kembali dengan pelan dan lembut,saling melepas kerinduan dengan bertukar Saliva dan lama kelamaan ciuman Bima beralih ke leher karena Bima menyukai aroma parfum Kintan,tanpa terasa ******* Kintan meluncur begitu aja dari mulutnya dan membuat Bima semakin dalam mencium bibirnya lagi.


Bibir tipis manis yang sudah menjadi candunya setiap mereka bertemu.


Mereka akhirnya berhenti sesaat dan menempelkan hidung mereka.


"Masih mau kakak cium basah?"tanyanya dengan membelai pipinya.


Kintan hanya tersenyum dan menggigit bibir bawahnya karena merasa bibirnya bengkak ulah Bima barusan.


Tanpa menunggu lagi,Bima ga tahan melihat Kintan menggigit bibir bawahnya ,akhirnya dia menciumnya lagi dan menggendongnya untuk dibawa duduk di sofa panjang.


Kerinduan karena lama tidak bertemu akhirnya terobati dengan masih sama-sama sadar untuk tidak berbuat yang terlalu jauh.


cium basah pun terjadi berkali- kali yang membuat bibir mereka sama-sama merasa bengkak😀.


.


.


.


segini dulu ya,,,🙏


author bener-bener lagi ga nyambung otaknya


happy reading!!

__ADS_1


__ADS_2