Cintaku Berlabuh Di Surabaya

Cintaku Berlabuh Di Surabaya
86.Berpisah 2


__ADS_3

Setelah menikmati makan siang yang tenang karena sibuk dengan pikirannya masing-masing ,tetapi masih dengan suasana saling menyuapi😀.


"Masih mau jalan - jalan ga?"tanya Bima


"Ehmm,,kakak duluan aja ,aku mau ke toilet dulu."jawab Kintan dengan menganggukkan kepalanya.


Bima akhirnya berjalan pelan menuju tepi pantai,dia berdiri memandang deburan ombak dengan memasukkan satu tangannya di saku celananya,sementara tangan kirinya sibuk memegang ponsel karena harus berbicara dengan anak buahnya yang di Paris.


"Sementara handle dulu ,kabari aku terus ,seminggu lagi aku kesana."ujarnya di balik telefon lalu memiringkan kepalanya menoleh ke kanan ,ia tersenyum dilihatnya Kintan sudah memeluknya dari belakang.


"Aku tutup dulu,nanti aku telfon lagi."ujarnya lalu ia segera menutup telfonnya dan berbalik badan untuk memeluk Kintan.


"Kak,, apa cewek sana suka bergaul bebas? nanti kak,,---"


"Stttt,,,jangan diteruskan sayang,kita nikmati waktu kita hari ini ya,,naik ke punggungku." ucap Bima yang langsung jongkok.


"Aku berat kak,,biar aku jalan aja."


"Aku ingin menggendongmu,,naiklah!" pintanya lagi.


Kintan akhirnya menuruti permintaan Bima langsung naik ke punggungnya.


Bima menggendong Kintan seperti koala, menyusuri tepi pantai sambil bercanda tawa mengingat awal pertemuan ,jadian sampai pertengkaran kecil.


"Kamu ngambil fakultas apa sayang?"tanya Bima sambil menggendongnya.


"Fakultas pendidikan,, gimana menurutmu?"


"Bagus aja nantinya bisa mendidik anak-anak kita dengan baik,,hehehe,,Apapun keputusan kamu,aku hanya bisa mendukungmu,,semangat terus raih kesuksesanmu."ucap Bima lalu menurunkan Kintan dan memegang pinggulnya.


"Dengerin ,,aku mungkin ga selalu ada disisimu,tapi walau sejauh apapun,kamu selalu disini,,(Bima menunjuk hatinya) berjanjilah kamu akan bisa menjaga diri baik-baik,jangan keluar malam-malam,kerjakan tugas sampai sore hari,malam istirahat,aku juga mungkin tak bisa selalu menelfon dan memantau dirimu,kita serahkan ke takdir ,Cinta akan berlabuh ditempatnya, aku akan usahakan untuk setiap tahun pulang,janji kamu akan bisa menjalani hidup dengan baik,belajar yang rajin ,buktikan padaku untuk bisa sukses ."jelas bima dengan menyelipkan rambut ditelinga Kintan.


"Hmm,,setiap tahun anniversary kita,aku akan pergi kesini mengenang kebersamaan kita,,aku akan selalu ingat pesanmu,semoga kita berjodoh ,kalaupun tidak berjodoh ,aku selalu mendoakan disetiap langkahmu,mendoakan untuk kebahagiaanmu,my sweat boyfriend."ucap Kintan menatap lekat wajah Bima.


Lalu Bima mengecup keningnya ,kedua matanya bergantian ,mencium pipinya dan memagut bibirnya,bibir manis,kenyal yang sudah menjadi candunya.


Bima mengangkat tubuh Kintan dan memutarkannya, Yach mereka menikmati waktu dengan penuh bahagia.


"Aku ga ingin pulang ,ingin terus seperti ini."ucap Kintan setengah berteriak karena Bima terus memutarkan tubuhnya.


"Apa kita harus menginap?"tanya Bima kemudian menghentikan putaran y


"apa boleh?"tanya Kintan balik.


Bima hanya terkekeh menanggapinya.


"No baby,,ayo kuantar pulang?"ajak Bima ,lalu menggandeng tangan Kintan.


Tak terasa hari sudah sore,Bima akhirnya mengajak Kintan pulang.Di sepanjang jalan pulang ,tidak ada obrolan di dalam mobil,sampai Bima membuka suaranya


"Sayang ,nanti ga usah ikut ngantar aku ke bandara ya?"ucap Bima yang pandangannya masih lurus ke jalanan tanpa menoleh kearah Kintan.


"Kenapa ga mau? apa sudah ada yang lain yang ikut mengantarmu ?"jawab Kintan yang sudah mulai sensitif perasaannya.


Bima memilih diam tidak menanggapi karena sudah tahu kalau Kintan mulai sensitif.


Dan entah mengapa Kintan mulai baper memalingkan mukanya ke arah jalanan dengan mulai berkaca-kaca.


Akhirnya perjalanan terasa sunyi karena semenjak obrolan itu mereka saling diam sampai tiba drumah Kintan.

__ADS_1


Hari sudah mulai Maghrib,sebenarnya Bima sudah ingin langsung pulang ,tapi begitu sampai ,dilihatnya ayah Kintan sudah didepan dan bersiap untuk berangkat ke masjid.Jadi Bima turun dari mobil dan menyapa ayahnya.


Kintan menyapa ayahnya dan langsung masuk tanpa mempedulikan Bima.


Dan Bima tahu situasi ini,makanya dia memutuskan menyetujui ajakan ayahnya untuk ikut makan malam dengan keluarga Kintan.


Bima dan ayahnya berangkat ke masjid untuk menunaikan sholat Maghrib,sementara Kintan dan bunda menyiapkan makan malam setelah mereka menunaikan sholat berjamaah dirumah.


Kini ayah dan Bima sudah kembali dan mereka diminta langsung menuju ke meja makan untuk menyantap makan malam.


Kintan masih dalam mode badmood,dia diam saja tanpa mengambilkan makanan untuk Bima ,karena setiap Bima makan bersama keluarganya dia selalu mengambilkan makanan untuk Bima.


"Sayang,,ambilkan makanannya untuk nak Bima,ko kamu malah asyik makan sendiri."Kintan langsung tersadar dari lamunannya dan menatap Bima sekilas ,tapi justru pandangan mereka bertemu ,mereka saling menatap.


Kintan segera berdiri dan mengambilkan nasi untuk Bima.


"Sedikit aja."ucap Bima masih dalam irit berbicara.


Kintan mengambilkan nasi sedikit ,sayur cap cay dan ayam bumbu kecap ,lalu diserahkan ke Bima.


"Terima kasih."ucap Bima.


"Hmm."jawab Kintan kembali ketempat duduknya.


Bunda dan ayah yang mengetahui situasi yang tidak mengenakkan diantara mereka tetap biasa saja dan malah segera menghabiskan makanannya.


Setelah semua selesai ,Kintan segera membersihkan meja makan dan peralatannya untuk segera ia cuci.


Ayah dan bunda sudah didepan ruang tv.


Bima membantu membawakan peralatan makan yang kotor ditempat cucian piring.


Mereka tetap bergeming ,saling diam tanpa obrolan apapun.


"Ini mau ditaruh di situ?" Bima mencoba mencairkan suasana.


"Hmm" Kintan menjawabnya dengan anggukan.


Akhirnya dia sudah selesai bersih-bersih dan akan berbalik menuju ruang TV, tiba-tiba Bima langsung memegang lengannya.


"Maaf,, maafin aku ,jangan mengabaikan dan mendiamkanku seperti ini."


Kintan tidak menjawab malah menangis sesenggukan ,akhirnya air matanya yang dari tadi dia tahan runtuh juga.


"Hey."ucap Bima dengan mengusap air mata Kintan yang membasahi di pipinya ,walaupun tanpa suara.


"Maaf."ucap Bima kembali dengan menarik Kintan kedalam dekapannya dengan mencium pucuk kepalanya bertubi-tubi.


Dan adzan Isa pun berkumandang ,pelukan mereka terlepas.


"Aku wudhu dulu ,lalu ke masjid dengan ayah ,setelah itu aku pulang."


Kintan menggelengkan kepalanya.


"Jangan pulang,nginap aja."rengek Kintan,mendengarnya membuat Bima tersenyum karena Kintan sudah dalam keadaan goodmood.


"Hmm." Bima mengecup keningnya lalu menuju kamar mandi,sementara Kintan kedepan menuju ruang TV.


"Bima mana?"tanya ayah begitu melihat Kintan muncul dari belakang.

__ADS_1


"Masih wudhu yah,bilangnya mau ke masjid sama ayah."


"Ya ,ayah menunggunya."jawabnya.


.


.


.


Setelah kembali dari masjid ,Bima pamit kepada orang tua Kintan ,meskipun orang tua Kintan melarangnya pulang karena hari sudah malam,tapi Bima yang tidak enak jika harus menginap.


Jangan ditanya muka Kintan yang ditemuinya dari tadi membuat Bima menahan tawanya.


Bima memang pamit pulang,tapi dia akan menginap di hotel karena masih ingin bertemu Kintan dan menghabiskan waktu kebersamaan mereka sebelum keberangkatannya ke Paris.


"Hati - hati dijalan ya nak Bima,pelan-pelan aja jangan ngebut karena sudah malam."pesan bunda.


"Sayang ,antarin nak Bima kedepan, ayah dan bunda mau langsung istirahat ke kamar.


Kintan yang dari tadi menunduk karena menahan kesal langsung terperangah mendengar suara bunda.Dan semua itu tak luput dari tatapan tajam Bima.


"iya Bun."jawabnya yang langsung mengekor dibelakang Bima.


Bugh


Bima menghentikan langkahnya mendadak ,hal itu sontak membuat Kintan menabrak punggungnya.


"Kalau jalan itu pandangan lurus ,jangan nunduk."ucap Bima menahan tawa.


"Kamu yang berhenti tiba-tiba."jawabnya menggerutu.


Dan hal itu membuat Bima justru merasa gemas.


"Sudah sana cepat pulang,hati-hati."ucap Kintan berkaca -kaca dengan memalingkan mukanya ,jangan sampai Bima melihat wajah sedihnya.


Tiba-tiba Bima membisikkan sesuatu.


"Siapa yang mau pulang,aku ingin ketemu lagi sama kamu besok ,jadi aku akan nginap di hotel. apa kamu mau ikut??"ucap Bima berbisik ditelinga Kintan.


Kintan melototkan matanya ,menatap Bima yang senyum-senyum.


Ternyata dari tadi dia dikerjai Bima,


"ih,,dasar menyebalkan."ucap Kintan dengan memukul lengannya Bima bertubi-tubi, Bima sedikit berlari untuk segera membuka pintu mobil dan menarik Kintan kedalam.


.


.


.


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Hayooo,,,ayang Bima mau ngapain??


lihat kanan kiri, depan belakang ya ayang


awas nanti ketahuan ayah bunda.

__ADS_1


😁😁😁😁😁😁


happy reading🙏


__ADS_2