Cintaku Berlabuh Di Surabaya

Cintaku Berlabuh Di Surabaya
101.Aura pengantin baru


__ADS_3

Bima masih betah berada di dua gundukan kembar yang memabukkan itu,dia mneyesapnya kuat dan bergantian,mempermainkan lidahnya dan tentu saja hal itu membuat tubuh Kintan seperti tersengat listrik.


Kintan masih dipangkuannya,tapi bathrob yang dikenakannya sudah meluncur kebawah ,bagian atas sudah sama-sama polos ,mereka hanya menyisakan kain segitiga yang membungkus benda berharganya.


Kabut mata Bima sudah terlihat ,ia langsung mengangkat Kintan ketempat tidur dan kembali menyesap bibirnya dengan liar.


Kintan berusaha mengimbangi gerakan Bima yang sudah sangat bergairah.


Bima kembali turun untuk menyusuri leher dan dadanya.Dia membenamkan dan mempermainkan lidahnya di pucuk bulatan merah muda tersebut.


"Ahh,,,sayang ,yakin mau melakukan disini?"


Bima hanya mengangguk sambil masih menikmati pucuk bulatan pink.


"Kamar mandinya diluar,,dan juga nanti suaraku terdengar ,aku malu."ucap Kintan.


Lalu Bima mendongakkan kepalanya ,berfikir sebentar dan apa yang dibilang istrinya memang benar adanya.


"Baiklah aku akan menahannya ,karena besok pagi kita juga akan sarapan bersama di hotel tempat mami nginap,, dan aku sudah menyiapkan satu kamar disana,,jadi besok seharian kamu tidak akan lolos,aku akan membuatmu terbang melayang dan ga bisa jalan."


"Dan kamu yang akan menggendongku."


Akhirnya Bima berbaring disisi Kintan dengan memeluknya.Mereka polos bagian atas,dan sepertinya akan menjadi kebiasaan baru.


"Sayang,,nanti kamu kalau tidur begini terus ya ,aku lebih suka kamu begini bersentuhan kulit dengan kulit ,lebih hangat."ucap Bima mendekap Kintan.


Kini mereka hanya mengobrol ,menceritakan masing-masing kisah selama berpisah sambil terus memeluk dengan tubuh polosnya.Bahagia? itulah yang mereka rasakan malam ini,meskipun belum ada malam pertama atau malam penyatuan tetapi mereka menikmatinya. Menyandang sebagai status baru merupakan kebahagiaan tersendiri yang mereka rasakan,bisa tidur sekamar tanpa rasa takut dan was-was.


"Sayang,,tadi aku dengar mahar yang kamu berikan 25% saham Abimana Corporation,,apakah aku ga salah dengar?"tanya Kintan dengan masih memainkan jari telunjuknya didada Bima.


"Hemm."Bima menahan sentuhan jari Kintan yang bermain didadanya dengan memejamkan matanya.


"ih,,jawab yang benar"Kintan mendongakkan kepalanya menatap Bima.


"Iya bener sayang ,,,itu papi sendiri yang ngasih,,karena papi melihat kinerjamu di kampus,dan daripada dipegang orang lain ,karena sekarang menantunya memiliki otak yang cerdas ,bisa mengelola universitas ,jadi papi memutuskan untuk memberikan sebagian sahamnya,dan nantinya kamu yang memimpin kemajuan universitas tersebut agar tetap menjadi yang terbaik.


"Terus kamu?"


"Aku mengelola bisnisnya papi yang dibidang elektronik,aku ga telaten untuk terjun didunia pendidikan ,jadi aku sangat setuju nantinya diserahkan ke kamu."


"Tapi apa aku bisa?? aku malah ingin menjadi ibu rumah tangga ,mengurus anak-anak kita,menyambutmu sepulang kerja ,bermain dengan anak-anak,memasakkan mereka,,aku ingin seperti mami dan bunda."


Bima membelai punggungnya Kintan naik turun.


"oh ,,sweet honey,,Aku sangat menyukai keputusanmu,,nanti kamu ga harus datang setiap hari sayang,,hanya sesekali datang ke kampus memimpin rapat ,selebihnya kasihkan staf yang berkompeten,,aku yakin kamu bisa memilih mereka nanti sesuai kemampuan mereka.


"Papi terlalu baik sama aku ,,aku takut mengecewakannya."


"Hey jangan bilang begitu,,aku memilihmu karena salah satunya kamu wanita cerdas dan otomatis anak papi juga bertambah 1,sedangkan kami ga bisa mengurus semuanya dalam satu waktu,,aku yakin kamu bisa mengurusnya,ada aku yang selalu disampingmu,selalu mensupportmu"jawab Bima menghadapkan wajah Kintan ke wajahnya dan mencium bibirnya.


"Makasih suamiku,sayangku,cintaku."


lalu Bima mencium bibirnya,memagutnya berulang kali.


"Sekarang udah malam,kita tidur ya,,, hmm malam pertama yang tertunda."ucap Bima lagi,lalu mereka tertawa bersama ,akhirnya sama-sama terlelap dengan saling memeluk didalam selimut.


.


.


.


Keesokan paginya ,Bima bangun terlebih dulu ,dia mengamati Kintan yang masih asyik memejamkan matanya.Dia tampak tersenyum dan mencium keningnya.


Kini selimut itu sudah ga beraturan ,jadi nampaklah dua gundukan kembar tanpa pembungkus dan itu membuat Bima ingin menyantapnya sebagai vitamin dipagi hari.

__ADS_1


Bima menyesap dalam pucuk dada yang menggoda itu,mempermainkan lidahnya sampai yang punya melenguh dan membuka matanya.


"Ahh,," suara istrinya malah membuat Bima bangun mengungkung Kintan dengan masih menyesap pucuknya bergantian.


Kini ia menyusuri perut ratanya dan membuka ****** ***** Kintan ,ia mau menolak Bima membukanya,tapi kalah cepat dengan gerakan Bima.


Bima melihat pemandangan indah yang seumur hidup baru dilihatnya,perlahan ia membuka kaki Kintan dan langsung membenamkan wajahnya di lembah memabukkan itu.


"Ohhhh,,,,sayanggg."Kintan menahan rasa aneh yang menjalar di sekujur tubuhnya dengan mencengkram kuat sprei di tangan kanan kirinya.


Bima mempermainkan lidahnya diirisan buah pear yang harum itu,karena memang sebelumnya Kintan sudah rajin merawatnya sebelum menikah atas saran bundanya,sehingga membuat Bima tidak tahan untuk langsung memakannya.


Meskipun belum penyatuan ,namun gelombang dasyat sudah dirasakan Kintan,


Denyutan itu dirasakan Bima dan ia langsung menatap wajah Kintan yang sudah mengalami pelepasan dengan tersenyum.


"Kamu cantik sekali jika seperti itu sayang."ucap Bima kembali mencium dan membaringkan tubuhnya di samping istrinya.


"ih,,,kamu jahat pagi-pagi sudah menyiksaku,,dan aku akan balas dendam."ucap Kintan langsung mencium bibir Bima dengan liar,dan satu tangannya sudah menyusur ke bawah yang terdapat gundukan yang sudah mengeras.


Bima melenguh kecil,dan kini Kintan sudah melepas ****** ***** Bima ,ia menatap sebentar,,


" wow size-nya gede banget ,gimana kalau masuk."ucap Kintan dalam hati bergidik ngeri membayangkan jika mengobrak ngabrik miliknya.


ia langsung membenamkan mulutnya seperti memakan ice cream,meskipun pengalaman pertama ,tapi sepertinya ia bisa sangat memuaskan suaminya.


(Secara naluri tidak perlu mempelajarinya ,pasti sudah mahir sendiri 😀)


"Ohhh sayangkuuu."Bima mengerang nikmat, pertama kalinya ia merasakan nikmat tiada tara dengan ulah liar istrinya.


"Faster sayang."Bima menggigit bibirnya dengan memegangi rambut Kintan.


Dan akhirnya Bima ga bisa menahannya ,terjadilah pelepasan tanpa penyatuan itu,tapi sebelumnya dia menjauhkam wajah Kintan agar cairannya tidak mengenai wajahnya.


Mereka saling berciuman karena sama-sama tersenyum puas di pagi hari yang indah itu,meskipun belum ada penyatuan.


"Desert pagi yang lumayan memuaskan,,terima kasih sayang,,jadi ga sabar nunggu menu utamanya,"ucap Bima tersenyum dan menciumnya kembali.


Ponsel Bima terus berdering disaat mereka masih asyik saling memeluk.


"Papi sayang,,,angkat dulu."ucap Kintan mengambilkan ponselnya dari nakas.


Bima masih memeluk Kintan yang tertutup selimut.


"iya Pi."


"Bim,,udah belum?"tanya papi terkekeh diseberang sana karena melihat anak dan menantunya masih dalam satu selimut dengan dada terbuka,namun tak terlihat Kintan karena dia posisi agak turun ,jadi sembunyi memeluk dada suaminya.


"sepertinya akan terus Pi,,hehe."jawab Bima santai karena tahu papinya memang jahil.


"Lanjutkan nanti lagi kegiatan panasmu,,,makan bareng dulu,,isi tenaga istrimu,,,sekalian kita bahas acara ngunduh mantu di Surabaya nanti,,nih mertuamu juga sudah menunggu."


"Siap Pi,,kita mandi dulu."


"Ya kita tunggu,,, tapi jangan lama-lama mandinya,,ga usah sambil main."jawab papi yang membuat keduanya terkekeh ,dan papi langsung mengakhiri video callnya.


"Sayang,,orang tua kita sudah menunggu dihotel,,kita makan barsama dan akan membicarakan tentang acara ngunduh mantu nanti ,,kamu dulu yang mandi ,apa aku dulu atau kita barengan ??"Ucap Bima dengan memberi pilihan sambil membelai rambut panjang Kintan yang empunya masih betah berada dipelukannya.


"Aku dulu aja."Kintan beranjak dari pelukannya Bima,tapi sebelumnya Bima menahan tubuh Kintan untuk ia sesap kuat pucuk dada yang menggoda itu.


Kintan hanya tersenyum dan menikmatinya ,lalu setelah memberi kepuasan kepada suaminya ia langsung beranjak ke kamar mandi sebelum Bima kelepasan lagi.😀.


.


.

__ADS_1


.


Di sebuah resto hotel sudah berkumpul dua keluarga untuk makan bersama,mereka hanya sedang menunggu sepasang pengantin baru yang belum juga muncul.


Setengah jam kemudian barulah mereka muncul dengan aura bahagia yang terpancar.


"ini dia yang ditunggu."


"Selamat pagi semuanya,,maaf sudah membuat kalian menunggu."ucap Bima dengan menggenggam tangan istrinya.


Bukannya menjawab ,malah mereka mentertawakan kedua pasangan ini.


Yang ditertawakan malah saling pandang merasa heran ,apa yang ditertawakan.


"Bim,,coba kamu lihat jam berapa? mentang-mentang pengantin baru maunya pagi terus."ujar papi dan membuat semua tertawa lagi.


Bima melihat jam tangannya dan jam sudah menunjukkan hampir jam 12,,itu artinya mereka bukan sarapan tapi makan siang bersama.


Bima dan Kintan saling pandang dan tersenyum kikuk.


"Sepertinya cucu kita akan cepet jadi pak Jun?"ujar papi ke besannya.


"Heheee,,semoga saja."jawab ayah Kintan.


Akhirnya drama ledek-ledekan selesai ,dan mereka makan siang dengan tenang, dan mulailah meeting dengan WO untuk membahas acara di Surabaya.


Bima melihat Kintan memakan buah pisang,seketika hasratnya timbul dan mendesis sambil berbisik "Sayang,,jangan menggodaku seperti itu."


Kintan awalnya bingung ,menggoda gimana maksudnya? tetapi dia akhirnya faham setelah Bima menatapnya memakan buah pisang seperti adegan panas yang dilakukannya tadi pagi.


Kintan malah semakin menggodanya,dengan mengusap paha Bima yang ada di bawah meja dengan mengelusnya maju mundur.


"Oghh,,,,****."Bima mengerang dan beranjak berdiri untuk berpamitan.


"Maaf sebelumnya ,saya mau ijin bawa istri saya dulu,,karena kami ada acara lain,,saya sangat percaya pada kalian,apapun konsepnya saya menyerahkan sepenuhnya kepada orang tua saya dan mertua saya,,maaf sekali lagi,,permisi."pamit Bima dengan menggandeng tangan istrinya.


Lift sudah terbuka dan kini mereka sudah didalam lift, Bima merapatkan badan Kintan


"Kamu sudah membangkitkan singa tidur sayang ,jadi bersiaplah."


"Hemp"Bima langsung membungkam istrinya dengan ciuman bibir yang liar ,dua tangan Bima memegang tengkuk Kintan, ciuman itu sangat dalam dan liar ,Bima mengeksplore sampai kedalam dengan mempermainkan lidahnya,dalam sekejap bibir mereka sudah saling basah,decapan demi decapan terdengar sampai pintu lift terbuka.


.


.


.


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


reader. : ach,,Thor kenapa diputus?


lagi panas-panasnya main mutus aja


author : hahaha sorry,,, biar penisirin 😀


reader. : jangan ditunda lagi,,kita penasaran


author. : ya udah kasih kopi or bunga dulu


reader. : diiiih malak


author. : malak cinta itu mah😂😂❤️❤️


(salam dari Bima dan kintan)mereka bilang ditunggu kopi atau bunganya biar makin lama malam pertamanya🤣🤣🤣🤣🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2