
"Bima,,??" suara seorang gadis tengah memanggil Bima.
Bima langsung menolehnya dan ternyata yang memanggilnya Sarah.
Sarah adalah cewek satu tingkat dibawahnya Bima yang tak berhenti mengejar-ngejarnya ,bahkan sering datang tiba-tiba kerumahnya dengan membawa makanan,ya semua itu tidak hanya karena modus,dan Bima selalu punya cara untuk menghindarinya.
Tetapi kali ini dia tidak bisa menghindar ,karena Sarah sudah menemukannya didepannya.
"Hay Sar,,, belanja juga?" tanya Bima berbasa-basi.
"Kamu kemana aja sih?? aku sering kerumah,kamunya ga ada terus." jawab Sarah.
"Aku sibuk akhir-akhir ini."jawab Bima dengan celingak celinguk mencari keberadaan Kintan.
Setelah pandangannya menemukan sosok Kintan yang ternyata di ujung sedang menatapnya balik.Kintan menatapnya dari tadi,namun enggan untuk menghampirinya.
Bima mengunci pandangannya,dan melambaikan tangannya memintanya untuk datang menghampirinya.
Kintan langsung berjalan mendekat kesamping Bima, dan ia dengan posesif merangkul pinggangnya,memeluknya dari samping dan mencium pelipisnya.
"Sudah belanjanya?,,kalau sudah temani aku makan yux,,udah lapar lagi."ucap Bima mengelus perutnya seolah tidak memperdulikan kalau ada Sarah didepannya.
"Siapa dia Bim?" tanya Sarah menahan rasa kesalnya.
"Oh lupa ,kenalin dia pacarku."ucap Bima dengan mengecup pucuk kepala Kintan.
"Hay kak."ucap Kintan mengulurkan tangannya untuk dengan sopan menjabat tangannya.
Tapi Sarah mengabaikan uluran tangannya,memandangnya dengan tatapan sinis.Kintan yang merasa diacuhkan hanya diam dan menatapnya saja.
Bima dengan cepat menarik tangan dan meraih serta menggenggam tangannya Kintan yang diabaikan oleh Sarah.
"Kalau gitu selamat belanja Sar,,sory kita duluan."ucap Bima dengan menarik dan membawa Kintan pergi dari situ untuk menuju kasir.
Sarah yang melihatnya hanya memasang muka sinis dan menghentakkan kakinya dengan sebal "gagal lagi deh mau jadi orang kaya,mana pacarnya lebih muda dari gue ,cantik juga sih."gerutu Sarah dan (akhirnya melanjutkan belanja,eh ga sih cuma melihat-lihat doank,,hihihi).
Tiba dikasih,Kintan menyerahkan semua barang belanjaannya dan pegawai kasirpun menghitungnya.
Bima dari tadi melihat raut muka Kintan yang gugup dengan menggigit kuku jarinya.
Dia mengernyitkan dahinya.
"Kenapa sayang?"Bima berkata didekat telinganya.
"Ga papa."jawabnya menutupinya,karena ga mungkin kan ngomong takut uangnya kurang karena belanjanya yang banyak.
"Katakan" ucap Bima lagi.
"Ga ada apa-apa kak."ucapnya lagi
tapi matanya selalu melihat nominal di komputer.
Bima yang tahu maksudnya hanya tersenyum simpul dan membelai rambutnya bahkan tanpa malu mencium rambutnya Kintan.
Karena bagi Bima mencium rambutnya yang wangi sudah menjadi candunya setiap mereka bertemu.Dan itu sangat disukai Kintan juga,baginya itu sangat membuatnya tenang.
__ADS_1
"Kak,,sebagian belanjanya kita kembalikan lagi aja ya?
"Eh jangan,,emangnya Kenapa?"tanya Bima.
"Takut uangku kurang,tadi aku lapar mata,habis barangnya bagus-bagus dan yakin bakal laris manis disukai pembeli."
"Emangnya kamu bawa uang berapa?"tanya Bima.
"Aku-,, aku cuma bawa uang lima juta."ucap Kintan menunduk dan menggigiti kuku jarinya.
"Barangnya ga usah dikembalikan."
"Terus kalau kurang gimana??kak Bima mah kalau ngomong,enteng bener,aku ga mau punya hutang kak."rengek Kintan.
"Pakai ini."Bima menyodorkan black card-nya ke Kintan.
"Ini untuk kamu,pegang dan belanja sesuka hatimu,terserah kamu mau habisin juga ga apa-apa ,kakak ikhlas, pin nya tanggal lahir kamu."
"Eh ko bisa??"Kintan masih berusaha mencerna dan bengong
"Hey malah bengong."ucap Bima menoel hidungnya.
"Eh ,,ga bisa, aku ga mau Nerima, emangnya aku cewek matre,ga mau."Kintan mengembalikan lagi card nya ke Bima.
"Oke deh gini aja,lihat aja nanti totalan belanjanya berapa,kalau kurang pakai ini ,anggap aja kamu hutang ga papa, tapi bayarnya pakai kiss😘." ucap Bima terkekeh.
Karena tau betul sifat Kintan yang ga mau Nerima bantuan dari orang lain.
"Mana bisa begitu,,ngaco."protes Kintan mengerucutkan bibirnya.
"Mau kemana?? awas aja kalau ketemuan lagi sama cewek tadi."ucap Kintan masih sebal ingat kejadian tadi.
"Astaga sayang,,curiga amat,mana mungkin aku ketemuan dengan cewek lain,pacarku aja udah lebih segala-galanya buatku."
"Hilih gombal."
"Aku mau ke toilet Yaang,, kalau ga percaya ayo ikut."
"Ya udah sana,,tapi jangan lama-lama."rengek Kintan.
"Siap cinta."ucap Bima dengan memberi kecupan di keningnya.
Pegawai di kasirnya sudah selesai menghitung semua totalan belanjanya.
"Mbak total semua belanjanya sepuluh juta lima ratus ribu rupiah,mau pakai cash apa credit card?"tanya pegawai kasir.
Kintan hanya terbengong melihat totalan belanjanya,bingung mau dikembalikan apa dibayar ,jika dia bayar tentunya uangnya kurang dan otomatis pakai black card-nya Bima,dan dia tidak mau membebani Bima dengan semuanya itu.
Pegawai kasir tampak sibuk membaca pesan dari ponselnya dan sesekali menatap kearah Kintan.Dia mengernyitkan dahinya dan kembali mengetikkan jarinya ke ponselnya.
"Maaf mba,,boleh belanjanya sebagian saya kembalikan? uang saya ternyata tidak cukup,maaf."Kintan mengucapkannya dengan terbata-bata dan menundukkan kepalanya.
"Wah sayang sekali,,padahal dari toko kami mengadakan diskon besar-besaran,dan karena mbak nya sudah berbelanja diatas 10juta ,maka diskonnya 50%."jelas mbak kasirnya.
"Oh iya ,,wah beneran nih mba diskon nya segitu,,kalau gitu ga jadi saya kembalikan mba,saya ambil semuanya."ucap Kintan menyerahkan kredit card-nya sendiri.Karena saldo nya ada enam juta,jadi dirasa masih cukup untuk totalan semua belanjanya.
__ADS_1
"Baik,saya proses ya mba, dan tolong tuliskan alamat lengkapnya ,kami akan mengantar sampai ke tempat tujuan."
"Wah beneran ini mba,diantar sampai rumah,tapi rumah saya jauh mba ,saya di Malang,apa tidak kejauhan?"
"Tidak mba ,dengan senang hati kami akan mengantar sampai depan rumah,terima kasih sudah belanja🙏."ucap mba kasirnya dengan senyum lega karena tugasnya melayani pacar sang pemilik toko sudah lancar.
Bima tampak tersenyum menatap bahagia kekasihnya.
"Kebahagiaanmu adalah kebahagiaanku juga"gumam Bima.
Dan ia pun langsung menuju menemui Kintan.
"Yaaangggg,,eh ,,aduh keceplosan."Kintan menutup mulutnya karena saking bahagianya dia memanggil Bima dengan sebutan yang😀
"Ketahuan ya kalau lagi bahagia."Bima mencolek hidungnya.
"Emang,,kamu tahu ga,,semua belanjaku dapat diskon,dan saldoku masih ada,tanpa aku kurangi barangnya."ucap Kintan memegang kedua tangannya Bima dan berjingkrak.
"Eh udah ,jangan loncat terus."ucap Bima terkekeh.
Kintan langsung menghentikan tingkahnya.
"Bahagia??"tanya Bima memegang kedua pipinya.
"Sangat,,,rasanya pengen ketemu langsung pemilik tokonya."
"Mau ngapain kalau sudah ketemu??"
"Eh ,,mau ngapain ya??"Kintan tampak berpikir.
"Mau kucium aja boleh??
"Sini cium aku kalau gitu."jawab Bima.
"Eh ,,emangnya kakak pemiliknya."
"Anggap aja begitu."ucapnya terkekeh dengan memajukan wajahnya kekintan yang hampir tanpa jarak.
Lagi-lagi tatapan Bima menjadi kelemahan tersendiri oleh Kintan,selalu luluh jika sudah bertatapan dengan Bima.
Cup
Kintan menempelkan bibirnya ke bibir Bima dan menarik bibir bawahnya dengan pelan tapi berasa😀( ayo gimana itu ya,pelan tapi berasa)
Kintan segera berlalu meninggalkan Bima yang masih terpaku merasakan semuanya,tersenyum dan segera berbalik mengejar Kintan.
"Makasih ya."ucap Bima berbisik dan mengecup pucuk kepalanya Kintan.
...** Apalah artinya sempurna ...
...Bila ada yang sederhana...
...Namun mampu membuat bahagia **...
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
__ADS_1