Cintaku Berlabuh Di Surabaya

Cintaku Berlabuh Di Surabaya
54.Only You


__ADS_3

Aya menepati janjinya untuk datang dan meminta ijin kepada ayah bunda Kintan agar menemani dan menginap dirumahnya.


Dengan alasan yang dijelaskannya,akhirnya ayah bunda mengizinkan Kintan untuk menemani Aya tidur menginap dirumahnya,lebih tepatnya di villanya.


Aya melajukan mobilnya ke kawasan pegunungan yang sejuk dan masih asri suasananya.


Suasana pedesaan dengan sawah terhampar,dikiri kanan yang masih ditumbuhi pepohonan lebat dengan udara yang sejuk dan segar.


"Ay,,kita benar-benar refreshing,seger banget udaranya."


"Iyes refresh otak Tan,,syuka ga?


"Syuka banget."


"Eh ,,ay kita ga mampir belanja ,udara nya dingin pasti butuh banyak cemilan,apalagi kalau kita bakar ayam ,sosis ,enak banget ay."


"Tenang ,semua sudah kuatur ,stok makanan banyak,kita tinggal menikmati liburan ,,yuhuuu,,yeayyy."Aya berteriak seolah melepas beban yang ada.


"Wah memang kamu is the best."ucap Kintan mengacungkan kedua jempolnya.


"Iya donk siapa dulu."


Mobil mereka sudah sampai di pekarangan sebuah villa yang bernuansa pedesaan,berlantai dua dengan gaya minimalis,terdapat gazebo di sebelah kanan,terdapat kolam ikan disebelahnya.


"Yuhuuu kita sudah sampai, ayo turun tan."


Mereka pun turun dari mobil dan mengamati sekeliling villa,rumah yang berjarak agak jauh dengan rumah yang lainnya.


"Ay,,ko ada mobil ,kamu ngundang siapa?"


Kintan mengerutkan keningnya sepertinya mengenali mobil ini.


"Kita lihat yux!"Aya menggandeng lengan Kintan untuk mengajaknya masuk rumah.


Ketika Kintan dan Aya masuk keruang tamu,


Alangkah terkejutnya Kintan melihat Bima dan Fero sedang ngobrol di ruang tamu.


Mereka langsung berdiri menghampiri Kintan dan Aya.


Namun hanya Fero yang menghampiri kekasihnya,sementara Bima dan Kintan tampak saling berdiri terpaku tanpa saling bertegur sapa,hanya Bima menatap lekat wajah Kintan yang sudah lama tidak dilihatnya.


Masih tetap sama pipi bersih dan kulit mulus yang dimiliki Kintan itulah yang membuat Bima merindu,hanya mata sembab dan sayu yang terpancar diwajahnya.


"Aya,,,jelaskan semuanya."ucapnya menatap Aya.


"Sory Tan,, permasalahan kalian harus segera diselesaikan,,gue ga mau kalian tersiksa satu sama lain."


"Aku pulang."Kintan segera berbalik dan berjalan cepat bahkan berlari keluar dari rumahnya.Kecewa itulah yang dirasakan merasa sudah dibohongi ,dan telah membohongi orang tuanya kalau hanya berdua aja,ternyata ada dua cowok yang ada disini."Apa yang harus aku bilang sama ayah bunda jika sepulang nanti aku ditanya?" ucapnya sambil berlari.


"Tan ,Kintan tunggu,,,"Aya berteriak ke arah Kintan.


"Bim apa yang lu tunggu,,cepet susul dia."ucap Aya kepada Bima.

__ADS_1


"Gila,, semakin cantik aja pacarku."ucap Bima terkekeh.


"Loe yang sudah gila Bim,,cepetan susul."ucap Fero.


Kintan berjalan dan berlari entah kemana kakinya membawanya.Melihat Bima timbul rasa sesak,sakit di dadanya,antara benci,cemburu,rindu yang dirasakan membuatnya tidak ingin bertemu Bima.


Cuaca kala itu mendung seolah mengatahui dan mewakili perasaan Kintan.


Dengan nafas terengah-engah ,Kintan berhenti,membungkuk dengan kedua tangannya yang ia taruh dikedua lututnya.


(Posisi ruku').


"Sudah berlarinya?"


"Sudah acaranya menghindar dariku?"


Kintan kaget mendengar suara itu,sebenarnya suara yang ingin ia dengar,tubuh yang ia ingin peluk,rindu yang ia ingin luapkan.


Kintan mendongakkan kepalanya.


Seulas senyum dibibir Bima.


"Capek? Bima menyodorkan minuman ke Kintan.


Kintan masih diam,menolak minuman yang telah disodorkan Bima dan menghindari tatapannya yang hanya akan melemahkan perasaannya.


"Sepertinya akan turun hujan, balik yux?Bima mencoba membujuk Kintan.


"Ogah balik aja sendiri."balas Kintan ketus.


Kintan melihat ada bangku panjang dipinggir jalan yang ia lalui tadi,dia berjalan menuju bangku tersebut sambil meringis menahan kakinya yang sakit akibat berlari di jalan bebatuan.


"Kenapa kakinya?"tanya Bima berjalan dibelakangnya.


"Bukan urusanmu."jawab Kintan masih ketus.


Tanpa bertanya lagi,Bima langsung duduk dibawah Kintan yang lagi di kursi panjang.


Bima meraih kakinya ditaruh di pahanya.Kaki itu terlihat terluka sepertinya sepatu flatshoes Kintan tadi terkena batu kerikil tajam,telapak kaki itu berdarah seperti tertusuk jarum.


Bima meraba dan menghilangkan bekas darah di telapak kakinya dengan air.


"Perih?"tanyanya dengan memegang dan memeriksa telapak kakinya.


Kintan hanya mengangguk.


"Bisa jalan ga?"Kintan tidak menanggapi.


"Mau kugendong?"


Lagi-lagi tidak ada jawaban dari Kintan.


"Udah donk ngambeknya?"ucap Bima meraih dan menggenggam jemarinya.

__ADS_1


"Kalau aku salah ,aku minta maaf ya,, kakak cemburu melihatmu makan siang,ngobrol ,senyum dan tertawa dengan cowok lain."ucap Bima memberi penjelasan ke Kintan.


"Kakak yang sudah keterlaluan,kakak disini yang nyata selingkuh,kan aku sudah izin tapi kakak cuma balas iya,,sebelumnya ga pernah chat , berapa kali aku coba chat ,kakak ga pernah balas ,sekali balas cuma jawab iya,


hati siapa yang ga sakit melihat kakak senyum bahkan,--- bahkan bergandengan mesra dengan cewek lain."Kintan mengucapkan dengan mata yang berkaca-kaca menahan sekuat tenaga agar air matanya tidak tumpah.


"Sekarang ngapain kakak disini,mendingan kakak pergi aja,pergi aja sana sama cewek itu, ga usah pedulikan aku."ucapnya lagi dengan menepis jemari yang sudah dipegang Bima.


"Cewek mana sih yang kamu maksud ,kakak ga ngerti ,coba jelasin yang benar,kapan kakak bergandengan , rasanya kakak ga pernah bergandengan,kakak cuma pernah berciuman."jelas Bima menahan tawanya.


"Tuh kan,lebih parah ,,emang dasar pembohong,,sudah sana pergi ,ga usah pedulikan aku."tambah Kintan semakin emosi memukuli lengan Bima.


"Dengar dulu,kakak bergandengan dan berciuman hanya denganmu,Only you sayang."ucap Bima senyum dengan menangkap tangannya Kintan yang tidak berhenti memukuli lengannya.


"Kamu dapat cerita dari siapa? ayo sebaiknya kamu jelasin yang benar ke kakak langsung,biar kakak tahu salah kakak dimana?."


Kintan menunjukkan ponselnya yang ada foto Bima lagi bergandengan mesra dengan cewek di sebuah pusat perbelanjaan.


"Ya Tuhan,,,jadi ini yang bikin kamu marah,ga mau ketemu aku,ngeblok nomerku,bahkan melepas gelang pemberianku." ucap Bima meraup mukanya dengan kasar.


Bima memeriksa nomer pengirim foto tersebut,dan menunjukkan ke Kintan nomer sama yang telah mengirim foto Kintan dan Radith ke WA Bima.


"Coba kamu lihat ini,dan nomer si pengirim."


Kintan melihat dan memperhatikan fotonya dengan Radith di cafe dan di parkiran sekolah ,dimana foto itu diambil dan dikirimkan ke Bima.


"Ini,,-- ini nomer yang sama ,dan--."Kintan menutup mulutnya tidak melanjutkan omongannya.


"Sekarang kamu tahu,kenapa waktu itu aku marah ga hubungi kamu? siapa yang rela melihat kekasihnya tersenyum ,tertawa dengan cowok lain,bahkan makan bersama dengan tatapan cowok itu yang memendam perasaan cinta ke kamu,,dan perlu kamu tahu cewek yang menggandengku ,yang kamu bilang mesra itu ,,itu sepupuku ,anak dari kakaknya papi,kebetulan waktu itu dia ingin aku nemani belanja."ucap Bima.


"Udahan ya ngambeknya,,mau hujan nih,,ayo kakak gendong sampai ke motor itu."


"isshh,, aku berat,,aku jalan sendiri aja."Kintan masih menghindari tatapan Bima.


"Ga papa masih berat rindu aku ke kamu."ucap Bima masih berusaha membuat mood Kintan baik lagi.


"Sayang,,tahu ga bedanya kamu dengan burung garuda?


"Ya burung ada sayapnya ,aku ga."jawabnya kali ini dengan menatap mata Bima.


"Kalau burung Garuda di DADAKU, kalau kamu di HATIKU."ucap Bima menatap tajam ke wajah Kintan sambil menautkan serta mencium jemarinya Kintan bertubi-tubi.


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Tuh kan akang Bima sih


ayo tanggung jawab lu bang


adek jadi meleleh kan kalau digombalin begitu..💃💃😀


akang Bima jahat ih..


author sambil berlari ,berharap dikejar

__ADS_1


lari ah,,🏃🏃🏃🏃🏃


__ADS_2