Cintaku Berlabuh Di Surabaya

Cintaku Berlabuh Di Surabaya
52.Kesalah Fahaman


__ADS_3

Waktu yang dijanjikan untuk makan siangpun sudah tiba,Kintan yang baru keluar dari kelasnya melihat kanan kiri berharap Radith muncul,tapi sepertinya tidak ada tanda-tanda seorang Radith akan muncul.


Kintan terus berjalan sampai menuju ke taman,duduk sebentar di bangku sambil mengecek ponselnya.


"Ko tumben sih Ka Bima ga ada telfon atau sekedar chat,nyebelin."gerutu Kintan.


"Hay lama ya nungguin."Radith tiba-tiba nongol dan langsung duduk di sebelahnya.


"Ge Er." jawabnya yang langsung ditertawakan oleh Radith.


" langsung sekarang aja yux,,udah lapar." ucap Radith sambil mengusap perutnya.


"Aku ambil motor dulu,kita langsung ketemu disana aja ya kak."


"Okey, kutunggu ya,,aku duluan."balasnya.


Kintan yang mulai ga tenang karena Bima belum ada hubungin dia mulai membuka ponsel untuk memberi kabar kalau akan makan siang dengan kak Radith.


"Assalamualaikum."


centang dua biru tapi belum ada balasan


ditunggu sampai 5menit belum juga dibalas.


Kintan mencoba chat lagi


"Kak,hari ini aku diajak makan siang sama teman, boleh ya?di deket sekolah ko."


Masih centang biru tapi juga belum dibalas


Kintan mencoba chat sekali lagi.


"Ga lama ko sayang, setelah itu langsung pulang."


Akhirnya Kintan melihat Bima mulai mengetik.


Setelah ditunggu balasannya cuma


"ya."


"ih ni orang kenapa sih,nyebelin banget, dari tadi jelasin panjang lebar ,jawabannya cuma ya,,"Kintan menggerutu.


Akhirnya Kintan melajukan motornya di cafe yang dituju.


Matanya menelisik tempat itu untuk melihat Radit duduk dimana.


"Hey sini." Radith melambaikan tangannya ke arah Kintan untuk menuju ke kursinya.


Cafe itu memang tempat nongkrongnya anak muda,jadi desain nya juga dibuat ala anak muda juga.


"ini kalau sore semakin ramai Tan,,palagi tiap malam Minggu ada musik band yang menghibur para pengunjung cafe.


"Oh iya asyik donk."jawab Kintan.


"Mau ga kapan-kapan kita coba dinner disini?


"eh,,ehm." Kintan tidak menjawabnya ,karena ingat dia sudah milik Bima.


"Ga mau ya? atau ada yang marah?"


Lagi-lagi Kintan ga mau menjawab,dia lebih suka bertanya ke hal lain.


"Ka Radit mau melanjutkan kemana?


"Entahlah mau ke Surabaya or Jakarta."


"Loh ko masih bingung ? sudah ikut tes SNMPTN kan?"

__ADS_1


"Jadwalnya masih Minggu depan ,,kalau bunda nyarankan ke Surabaya,biar dekat."


"Semua tergantung kak Radith sih,kan yang menjalani ka Radit."


"Kalau aku dimana aja oke,lihat nanti yang diterima dulu itulah yang aku pilih, kalaupun ga diterima dua-duanya juga ga papa, mungkin tahun depan aku bisa mengulangnya lagi,malah aku lebih senang." ucapnya sambil melirik Kintan.


"Ko gitu?"


"Karena tahun depan bisa sama-sama kamu."ucapnya tersenyum.


Kintan yang mendengarnya tidak menanggapi dan hanya tersenyum simpul.Hatinya saat ini tidak tenang karena mengingat Bima.


Bolak balik melihat ponselnya,siapa tahu Bima kembali menghubunginya,tapi ternyata tidak sama sekali.


Hatinya gelisah,galau merana.


Bahkan Radith dari tadi bercerita tidak sedikitpun yang ia fahami dan tanggapi,hanya menjawabnya "ehm" "iya" "tidak".


Chat WA yang baru saja masuk membuat matanya melotot,hatinya mendadak panas.


Nomor yang tidak dikenal itu mengirim foto Bima bergandengan mesra dengan seorang gadis cantik di pusat perbelanjaan.


Matanya mendadak memerah,sekuat tenaga ia menahan jangan sampai luruh didepannya Radith.


"Hey Tan ,ada apa?"sejak tadi sebenarnya Radith sudah memperhatikan Kintan.


"Apa ada yang marah melihat kita makan berdua?"


"Hah,,a- apa kak?"jawab Kintan.


"Apa kekasihmu marah?"ucapnya lagi.


"Kak,,maaf ya sepertinya aku harus pulang."


Kintan menghabiskan minumannya dan mengambil tasnya.


Kintanpun hanya menjawab dengan anggukan.


"Aku tahu kamu sedang tidak baik-baik saja."gumam Radith dalam hati.


Kintan melajukan motornya dengan hati yang tercabik cabik.


Air mata yang dari tadi ditahannya sekarang lolos dan membanjiri pipi mulusnya.


Berbagai rasa yang berkecamuk di pikirannya


"Jadi itu alasan nya ga mau balas chat dariku."


"Tega kamu kak sama aku."


"Siapa cewek itu?"


"Sulit dipercaya kamu berselingkuh di belakangku."


"Tidak ,,tidak,, mungkin aku hanya salah faham."


Sepanjang perjalanan Umpatan,gumaman mengiringi langkah laju motornya,sehingga tidak terasa ia sudah sampai didepan rumahnya.


Dengan mata sembab karena menangis sepanjang jalan.Kintan memasuki rumahnya,untung bunda sedang keluar dan ayah istirahat dikamar.


Jadi Kintan langsung menuju kamarnya,


setelah mengganti seragam sekolahnya,ia membaringkan diri di ranjang,melihat lagi ponselnya.


Terdapat chat masuk dari Bima,disertai fotonya dengan Radith saat makan siang tadi.


Ada seseorang yang mengambil foto mereka dan mengirimkannya ke Bima.

__ADS_1


"Enak makan siangnya dengan TEMAN,lanjutkan!" begitulah isi chat dari Bima.


Tanpa pikir panjang ,Kintan langsung menelfon Bima.


Kintan : "Assalamualaikum" dengan sekuat tenaga menahan sesak didada.


Bima : "Waalaikumsalam."


Kintan : maksud kak Bima apa?


Bima. : "Masih bertanya apa?


Kintan : Lalu Ka Bima sendiri ,jalan-jalan ke mall bergandengan tangan dengan cewek lain,maksudnya apa?


Setidaknya aku sudah minta ijin, dan kak Bima jawab "iya" kan?


Bima : Oh Sudah pintar mengalihkan pembicaraan rupanya.


Kintan : udahlah kak ,aku capek ,mendingan kita saling instrokpeksi diri masing-masing.


Tut Tut Tut


Kintan mematikan telfon Bima dan memblokir nomernya.


"Mungkin begini lebih baik untuk kita."ucapnya lirih.


Bima Prov


Disaat berada di ruangan papinya karena membantu dalam mengecek laporan keuangan.Bima dikejutkan lagi dengan chat dari nomor yang tidak dikenalnya.


Si pengirim pesan itu hanya mengirimi foto Kintan yang lagi makan siang dengan cowok lain.


"Cowok itu lagi?, lalu siapa pengirimnya ini,nomer nya tidak kukenal, pantas saja tadi chat mau makan siang,bilangnya dengan teman,sekalinya teman cowok yang mengajaknya."umpat Bima dengan meremas gelas kopi yang dipegangnya.


Tanpa disadari kopi yang masih panas sedikit tumpah dan mengenai tangannya.


"Oh Noooo, panas juga ternyata." ucap Bima mengibaskan tangannya.


Dengan emosi ,Bima mengirim chat ke Kintan


disertai foto mereka saat makan siang yang baru dikirimkan oleh nomer yang tidak dikenal.


"Harusnya aku yang marah ,kenapa malah dia yang marah."ucapnya disaat Kintan menelfon dan mematikan telfonnya.


Bima mencoba menghubunginya lagi tidak nyambung,dichat ga terkirim.


"Oh waooww sulit dipercaya, aku di blokir, instropeksi diri katanya,jalan bergandengan dengan cewek lain? apa maksudnya?."ucap Bima sambil memijit pelipisnya.


Sejak saling mengutarakan perasaan cinta masing-masing,hubungan LDR yang mereka jalani,ketemu melepas rindu yang hanya seminggu sekali.Tidak ada permasalahan yang terjadi antara mereka,justru perasaan mereka saling menguatkan,mensupport satu sama lain.


Namun jika permasalahan itu dihadapkan dengan adanya pihak ketiga,kesalah fahaman mendominasi tanpa adanya penjelasan pasti semua terasa menyakitkan.


...Cemburu itu wajar,...


...Karena cemburu itu cinta....


...Yang merusak adalah ...


...Cara yang buruk saat cemburu....


Uwunya pending dulu ya beb


simpan dulu di kantong nya Doraemon


πŸ˜€πŸ˜€πŸ₯°πŸ˜


tapi kalo vote,like,komen tetep kunanti ya bebku😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2