Cintaku Berlabuh Di Surabaya

Cintaku Berlabuh Di Surabaya
28.Bersikap gentle


__ADS_3

Hari itu adalah milik mereka yang sedang bahagia.


Dikelilingi taman yang sejuk dan ditambah dengan cuaca yang gerimis ,mereka menikmati makan berdua secara lesehan di selingi lagu romantis dari resto tersebut yang menambah syahdu para pengunjung.


"Sayang,,kamu ujiannya kapan?" tanya Bima sambil membelai rambutnya Kintan


"Minggu depan ,,emangnya kenapa?


"Seminggu nanti mungkin aku akan sibuk,papi buka cabang baru dan aku akan bantuin papi untuk ikut mengurusnya.Ga papa ya Minggu ini kita ga ketemu dulu."ucap Bima sambil meremas jemarinya Kintan.


Kintan hanya mengangguk dan menunduk mendengar perkataan Bima.Yang dibenaknya bukan masalah tidak ketemunya,tapi memikirkan "apa pantas aku bersanding dengan Bima yang jelas jauh derajatnya dengan keluargaku."gumam kintan dalam hati.


"Hey mikirin apa sih?"tanya Bima yang menaikkan dagu Kintan agar memandangnya.


"Eng-enggak ,ga ada apa-apa,,iya aku ngerti ko."ucap Kintan yang tersadar dari lamunannya.


"Tapi sebagai gantinya,,selama kamu ujian aku yang antar jemput ?"


"Eh kenapa ? ga usah kak,,aku kan naik motor, lagian kak Bima kan di Surabaya,jauh kak Surabaya - Malang hanya untuk antar jemput aku doank."


"Ga ada yang jauh ,jika semua itu menyangkut dengan cinta."ucap Bima.


"Ishh,,lebay."


"Ga lebay sayang,,,beneran aku mau antar jemput kamu,aku mau memastikan kalo kekasih Ganindra Abimana ini berangkat dan pulang dengan selamat."ucap Bima sambil menarik pipi Kintan karena gemas.


"Tiap hari aku juga pulang pergi dengan selamat ko."jawab Kintan


"iya kamunya selamat,tapi klo digodain cowok,seperti kemarin yang mau ngajak kamu bareng,,hatiku yang ga selamat ."ucap Bima


"Ko ,kak Bima bisa tau?pasti Aya yang ngadu ya."


"Makanya aku ga mau kejadian itu terulang lagi."


"Sepertinya kalo nanti ada tragedi ban bocor lagi,,dan ada yang nebengin ,,aku mau aja kali ya"


"Ga boleh gitu sayang,kamu hanya boleh nebeng ke teman cewek aja,,makanya nanti aku yang ngantar jemput."ucap Bima sambil menyentil hidungnya Kintan.


Kintan hanya tersenyum lebar menanggapi kecemburuan Bima.


"Emang kak Bima ga ada kerjaan lain,sampe mau antar jemput aku?"


"Ga ada ,aku pengennya ngerjain kamu aja,😄"


"Tuh kaan,,ih nyebelin."Kintan mencubit pinggang Bima


"Awww ,,sakit yang,,"ucap Bima menahan tangan Kintan yang terus mencubitnya.Sebanyak cubitannya ,sebanyak itu pula Bima mencium tangannya Kintan.


(aduuhh so sweet🥰 author lapeer eh bapeer)


🍀🍀🍀🍀🍀


Bima mengantar Kintan sampai depan rumahnya, dan segera turun membukakan pintu untuk Kintan.

__ADS_1


"Makasih."ucap Kintan yang terharu dengan perilakunya Bima.


"Sama-sama sayang."jawab Bima dengan tersenyum.


"Loh kak Bima ngapain ikut masuk lagi."


"Emang kenapa ? ga boleh ,,oh gitu ya,,ngusir nih ceritanya."ucap Bima melirik


"Hehehe ga sih,sebenarnya justru seneng ,atau nginep sekalian aja."ucap Kintan menahan senyum.


"Beneran boleh nginep nih,,tapi sekamar ya."balas Bima terkekeh.


"Idih,,maunya ."ucap Kintan mengerucutkan bibirnya.


"Aku mau pamitan dulu dengan ayah dan ibu mertua,masa aku bawa anak gadisnya pergi baik-baik ,pulangnya ga dikembalikan baik-baik." ucap Bima


Kintan yang mendengarnya hanya tersenyum simpul sambil menganggukkan kepalanya.


"Beruntungnya aku dimiliki kamu."gumam kintan dalam hati sambil memandang Bima.


"Assalamu'alaikum "


"Wa'alaikumsalam,masuklah" ucap ayah membukakan pintu.


Bima yang mengetahui ayahnya kintan yang membukakan pintu langsung mencium tangannya.


"Sore om,maaf tadi saya ngajak Kintan untuk makan diluar."ucap Bima


"Iya,, duduk dulu."ucap ayah yang memang berniat mengintrogasi Bima karena sudah berani dekat dengan Kintan.


Dengan gentle Bima memberanikan diri untuk lebih mengenal ayahnya kintan,Kintan hanya menunduk disebelah ayahnya,tidak berani menatap ayahnya dan Bima.


Baginya ini pertama kalinya dia didatangi cowok yang bahkan berani menghadap bunda dan ayahnya.Meskipun sebelumnya ada cowok yang naksir tapi hanya sebatas disekolah,tidak berani untuk sampai datang ke rumah.


"Saya Bima om,saya dari Surabaya,saat ini saya masih menempuh di bangku kuliah di salah satu universitas di Surabaya.


Saya mencintai anak om,untuk itu saya izin sama om untuk dibolehkan menemuinya." ucap Bima dengan lantang dan tegas.


"Kintan masih sekolah,masih panjang perjalanannya untuk menuju ke pernikahan."


"Iya om saya tahu,saya akan menunggu sampai Kintan lulus dan siap untuk nantinya saya kenalkan ke orang tua saya."


"Hemm,,ya sudah tapi jangan sering-sering bertemu ,ga enak dilihat orang."


"Iya om,,makasih om."ucap Bima lega dan melirik Kintan dengan senyum tipisnya,sementara Kintan memandangnya dengan senyum bahagia.


Tidak butuh waktu lama Bima bisa mengakrabkan diri dengan ayahnya kintan,karena dibalik cool nya ,dia menyanjung tinggi nilai kehormatan dan kesopanan kepada orang tua.Maka dari itu orang tua Kintan juga syuka dengan sikap yang ditunjukkan Bima kepada mereka.


"Nak Bima,ini kue bikinan bunda titip ya untuk maminya ,semoga suka." ucap bunda yang memberikan beberapa toples kue untuk oleh-oleh.


"Terima kasih Bun,,maaf merepotkan ,mami pasti syuka."ucap Bima memberanikan diri.


"Iya sampaikan salam kami ke orang tuamu ya."ucap bunda

__ADS_1


"Pasti bunda,,kalo gitu saya permisi dulu om ,bunda takut kemalaman dijalan."ucap Bima


"Bima,," ucap ayah yang membuat ketiganya berhenti sesaat.


"Kamu panggil bunda,tapi panggil saya om,,panggil saya ayah."tegas ayah


Bima dan Kintan yang mendengarnya kaget dan tersenyum lega.


"Ayah apaan sih."ucap Kintan malu.


"Baik ayah,,terima kasih ayah,, saya permisi."ucap Bima mencium tangan ayahnya dan bunda


Kintan mengantar kepergian Bima sampai depan rumah.


"Sayang,,aku suka dengan ayah dan bunda,jadi pengen cepet-cepet?" ucap Bima menggantung.


"Cepet-cepet apaan?"tanya kintan.


"Halalin kamu."ucap Bima sukses membuat wajah Kintan memerah.


"Sabar ,,ga denger tadi perkataan ayah."


"Iya sayang aku akan setia menunggu."


"Aku juga akan setia menunggu."ucap Kintan yang membuat Bima senyum dan menyentil hidungnya.


"Aku pulang dulu ya."


"Emang langsung pulang ke Surabaya ,ga mampir ke rumah Ka Fero ,nanti dicariin loh, sudah nyampe Malang ga mau mampir kesana."


"Jadi kamu mau aku mampir kesana, dan menemui kakak adik itu,tapi mungkin kalo mampir kesana besok baru bisa pulang, orang tuanya pasti ga mengizinkan aku pulang begitu aja."


"Ga papa kalo kak Bima mau kesana,tapi harus jaga hati."Kintan mengucapkannya dengan pelan dan hampir ga terdengar.


"Hey,,ngomong yang nyaring donk,aku ga denger loh."ucap Bima bohong padahal meskipun pelan dia tetap mendengarnya.


"Kalo Kak Bima mau mampir ,ya mampir aja kesana,tapi harus jaga hati."Kintan mengulangi ucapannya.


"Hehehehe,,aku seneng klo melihatmu cemburu begini,,tapi gimana ya aku ga janji sih ,kalo dia terus mendekatiku ,aku bisa apa." ucap Bima sengaja menggoda Kintan.


"iih,,kak Bima nyebelin banget sih."ucap Kintan mengerucutkan bibirnya.


"Bercanda sayang,,,hatiku sudah kuserahkan untukmu semua,tidak ada nama lain dihatiku kecuali Kintana Larasati,,,ya udah aku langsung pulang ke Surabaya aja deh daripada nanti ada yang ngambek."ucap Bima terkekeh.


"Hehehe,,hati-hati dijalan sayang."ucap Kintan yang sukses membuat Bima kaget.


Bima melihat kanan kiri celingak celinguk seperti maling yang ingin memasuki rumah targetnya😄 lalu,,,


Cup


Bima mendaratkan ciumannya dikening Kintan.


...Aku mencintaimu tanpa tahu bagaimana ,kapan atau darimana....

__ADS_1


...Aku mencintaimu secara sederhana,tanpa masalah atau kesombongan....


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2