
Bima merangkul bahu Kintan untuk diajak masuk kedalam rumah sarapan bersama mami dan papi.
"Pagi mam,Pi."sapa Bima dengan mencium pipi mami dan papinya secara bergantian.
"Pagi juga mi,Pi."sapa kintan dengan meraih tangannya mami dan papi untuk dicium seperti yang dilakukannya dengan ayah dan bundanya.
Bima menarik kursi dan mempersilahkan Kintan untuk duduk.
Kintan nampak tersenyum hangat melihat perlakuan manis kekasihnya.
Hatinya selalu diliputi kebahagiaan tiap kali melihat perhatian Bima walaupun yang dilakukannya hanya hal kecil.
"Pagi juga sayang."jawab mami dan papi bersamaan.
"Kamu jadi pulang hari ini sayang."tanya mami ke Kintan.
"Iya mi,,Kintan rindu rumah ,apalagi bunda udah nelfonin terus,sepi ga ada Kintan dirumah bilangnya."ucapnya tersenyum.
"Yach,,berharapnya kamu tinggal disini terus,biar mami ada temannya."
"Makanya Pi,,mi,,lamarkan Bima donk, biar Cepet sah dan Bima bisa memeluknya setiap hari,,, Awww."ucap Bima meringis karena Kintan mencubit pinggangnya.
Sontak hal itu membuat kedua orang tuanya tersenyum bahagia karena melihat ulah mereka.
"Emang yang semalam masih kurang?" tanya papi tanpa melirik Bima tapi dengan menahan tawanya.
dan hal itu membuat Kintan melotot menatap kearah Bima,tapi Bima nya malah santai ,tersenyum dengan mengurut tengkuknya.
Papi yang semalam merasa haus setelah pertempurannya dengan mami memutuskan untuk mengambil minum didapur yang letaknya di lantai bawah.Biasanya minum sudah tersedia dikamar ,tapi entahlah malam itu karena sudag saking berhasratnya dengan mami ,papi lupa untuk menyiapkan air minumnya.
Dan ketika mengambil air minum,papi melihat Bima turun dari lantai atas dan masuk ke kamar Kintan.
"Ngapain semalam? kamu tidur dimana Bim semalam?jangan bilang kamu--
awas kamu ya kalau merusak anak gadis orang."ucap mami dengan membrondong pertanyaan.
"Mi ,,kayak ga tau papi aja kalau ngomong kan suka begitu."jawabnya santai.
"Oh iya Pi,,hari ini Bima mau ngantarin Kintan balik ke Malang,jadi jadwal hari ini sengaja Bima kosongin."
"Oke no problem,,Kintan lebih penting, ingat jangan dibelokkan kemana-mana,langsung pulangkan."pesan papi.
"Yee,,papi mana bisa kalau ga belok , kalau lurus aja ya nabrak Pi."
semua pun tergelak dan tertawa bersama.
Sarapan pagi ini terasa hangat dan penuh kebahagiaan,karena biasanya hanya mereka bertiga ,pagi itu tambah Kintan jadi suasananya tambah ramai.
Akhirnya tiba saatnya Kintan berpamitan kepada kedua orang tua Bima ,dan kepulangannya kali ini Bima yang mengantarkan tentunya dengan disopiri mang Karyo.Hal ini sebenarnya memang sudah Bima rencanakan ,dengan disopiri mang Karyo ,dia akan lebih leluasa berduaan dengan Kintan di kursi belakang,,hihihi.
Bima menyuruh mang Karyo membawa mobil Alpart dengan desain baru yang terdapat pembatas antara sopir dan penumpang,dengan begitu ia lebih leluasa bermesraan dengan Kintan,dan akhirnya perjalanan akan terasa sangat menyenangkan.
"Mi,,Pi,,terima kasih sudah menyambut dan menerima Kintan dengan baik disini, semoga papi mami dilancarkan rejekinya,sehat selalu." ucap Kintan dengan mencium tangan papi dan mami.
"Ya ,sayang,,,sama-sama ya,semoga sekolah nya kamu juga lancar,jadi anak pintar ,nanti lanjutin kuliah disini aja,salam buat bunda dan ayah ya."ucap mami dengan memeluk Kintan.
Papi hanya mengusap kepalanya Kintan tanda mereka menganggap bukan lagi pacarnya Bima ,tapi sudah menganggapnya anak gadisnya.
"Pi,mi ,Bima ga dipeluk nih."
"Ga usah ,bosen sudah melukin kamu terus Bim."titah mami.
__ADS_1
"Yang anak kandung sebenarnya siapa ya? ko disini aku berasa jadi anak tiri."titah Bima menyugar rambutnya.
semua tergelak tertawa.
"Mang,,tolong bawa ke bagasi semua ya,jangan ada yang ketinggalan."
"Mi,,ko banyak betul ,untuk siapa mi?"Kintan kaget lihat ada 5 papperbag besar yang dimasukkan mang Karyo ke dalam bagasi ,sepertinya isinya makanan khas kota ini.
"Oleh-oleh sedikit untuk bunda,ayah,,mami sengaja banyakin biar bisa dibagi-bagikan ke tetangga."
"Masyaallah alhamdulilah terima kasih mi."jawab Kintan dengan kembali memeluk mami dengan sangat erat.
Akhirnya acara berpamitan pun selesai.
"Ayo sayang."Bima membukakan pintu mobil untuk Kintan agar cepet naik mobil.
Mereka melambaikan tangan ke arah kedua orang tua Bima.
"Hati-hati ya mang bawa mobilnya."pesan papi ke mang Karyo.
Mang Karyo mengacungkan jempolnya ke tuannya.
"Kak,mereka baik banget ya,beruntung kakak memiliki orang tua seperti mereka,aku ga bisa bayangin kalau ada anak yang mendapat kekerasan dari orang tuanya,makanya aku tuh suka kasian kalau melihat anak di jalanan apalagi dengan mengemis padahal dengan umur sekecil mereka seharusnya sekolah ,mendapat kasih sayang,,"
Bima tanpa menjawab langsung menarik Kintan ke dalam dekapannya mencium rambutnya bertubi-tubi.
"Sayang,,ih malu ada mang Karyo."panggilan sayang dari Kintan membuat hati Bima berdesir dan tersenyum.
Bima segera menutup pembatas antara bagian depan dan belakang,agar terdapat privasi antara mereka dan sopir.
"Sudah aman kan?"ucapnya mengerling matanya menggoda Kintan.
Bima menarik tengkuknya Kintan untuk menyatukan bibir mereka ,mencium dan memagutnya dengan sangat dalam dan dengan durasi yang lama.
Bima tersenyum ,
"Mau beli cemilan ga?"tanya Bima dan dijawab anggukan oleh Kintan.
"Iya mang,mampir sebentar di indoapril depan itu aja.
"Siap."jawab mang Karyo.
.
.
Setelah melalui perjalanan yang membuat Kintan ngantuk dan tertidur dipelukan Bima ,akhirnya mereka sampai dirumah Kintan.
"Sayang ,,hey bangun,,udah sampai nih."
"Hemm"jawab Kintan bukannya membuka mata tapi malah mengeratkan dekapannya di pelukan Bima.
"Den ,sudah nyampe."suara mang Karyo mengingatkan kembali ke Bima kalau mereka sudah nyampe didepan rumah Kintan.
"Iya mang, mang Karyo jangan keluar dulu,nih Kintan nya masih tidur ,bentar lagi aku bangunin dulu,tunggu perintahku." jawab Bima dengan mengelus rambutnya Kintan.
"Siap."jawab mang Karyo
"Yank,,lanjutin tidurnya nanti lagi,sekarang bangun yux,udah nyampe depan rumahmu Lo ini."ucap Bima menyelipkan rambutnya ke telinganya.
"Masih kangen,nanti lama lagi kita bertemunya."ucap Kintan yang terus mendekap Bima tapi dengan mendongakkan kepalanya.
__ADS_1
Cup
Bima mengecup keningnya,mencium pipinya menghujani ciuman bertubi-tubi dari mulai kening,mata,pipi,bibir sampai Kintan terasa geli karena sudah terasa basah.
"Sabtu nanti aku kesini lagi ya,,Senin sudah kembali sekolah kan,,dan mungkin kita akan sama-sama sibuk, kakak sudah sangat sibuk Minggu depan karena akan ujian skripsi juga, jadi Sabtu Minggu nanti kita ketemu lagi,,hemm???"ucap Bima dengan membelai sayang.
Kintan akhirnya melepaskan dekapannya dan menganggukkan kepalanya dan segera bersiap akan turun,namun Bima menarik lengannya lagi untuk kembali dicumbunya,mengisap kedua bukit kembarnya dan tidak lupa memberi tanda kepemilikian di bukit kembar favoritnya.
"Kalau kangen nanti lihat ini,,I Love You."ucap Bima dengan menunjukkan tanda yang sudah dibuatnya dan menempelkan kening mereka serta membetulkan pengait *ra yang sudah dia lepaskan.
"I Love Yoo too."jawab Kintan tersenyum lalu mengangguk dan membenahi baju yang sudah dibuat kusut oleh Bima karena cumbuannya barusan.
"Mang ,kita turun dan tolong bantu keluarkan dan bawa oleh-oleh yang ada dibagasi ya."
Mereka turun dari mobil dan membawa beberapa bingkisan kedalam rumah Kintan yang dimana bunda dan ayah nya sudah menyambut kedatangan mereka.
"Bun,ayah."panggil mereka bersamaan dan mencium punggung tangan kedua orang tua Kintan.
"Masuk dulu Bim,sini temani ayah minum kopi ,ga buru-buru kan? Bun bikinkan kopi lagi untuk bima."pinta ayah dan langsung di iyakan oleh bunda dibantu Kintan yang merapikan bingkisan dari mami Gina.
.
.
.
Setelah obrolan yang lumayan lama,sambil menanti adzan duhur dan dilengkapi dengan sholat berjamaah di masjid terdekat serta mengakhirinya dengan makan siang bersama.Akhirnya Bima pamit undur diri.Kintan mengantarnya kedepan.
Sambil berlalu Bima membisikkan ke telinga Kintan
"Aku sudah merindukan ciumanmu."bisik Bima yang membuat Kintan berdesir.
Bima menarik Kintan ke sisi pintu sebelah kiri,karena yang sebelah kanan berhadapan dengan rumah dan orang tua kintan,dimana mereka mengantarkan kepulangan Bima.
Sebelum Bima membuka pintu mobil sebelah kiri,Bima menarik tengkuknya dan mencium bibir Kintan dengan tiba-tiba ,memagutnya dengan sedikit keras dan lama.
menghujaninya ciuman bertubi-tubi.
"Sudah ya?Kakak pulang ?"ucapnya dengan mengusap bibir Kintan yang sudah basah akibat ulahnya.
"Iya ,hati-hati,,nanti dijalan video call,sampai rumah juga video call, awas jangan mampir kemana-mana,langsung pulang aja."serentetan pesan Kintan yang diucapkan nya membuat Bima terkekeh.
"Iya sayangku."ucap Bima kembali mencium keningnya.
.
.
.
Aku berdesir saat menulis tentang pasangan uwuw Bima dan Kintan.
Karena aku tuh ga syuka kekerasan,tapi syukanya dengan yang sudah mengeras.
😂😂😂😂
tuh kan gara-gara Bima ini pikiranku jadi traveling.
Ko alurnya masih melandai ,ga ada konflik Thor??
Yach emang aku ga syuka konflik😂
__ADS_1
tapi nanti pasti aku kasih konflik yang sedikit membuat mereka jaga jarak ,karena kalau dekat bisa Jontor tuh bibir Kintan🤣🤣
Happy reading semuanya🥰🥰🥰🥰🥰