
"Eh ,,busyet dah si Icha lama banget di toilet,bilangnya tadi mau ngajak ke kantin,ini sudah setengah jam,,coba lu telfon Ta,,kali aja anak itu tersesat." ucap Aya.
"Dimana lo?"Tata menelfon Icha.
"..."
Setelah percakapannya lewat telfon dengan Icha,Aya dan Tata menyusulnya ke kantin.
"Tan ,sory ya gue ke kantin dulu."ucap Aya dan Tata ke Kintan.
"Oke Ya,,ta,,makasih ya atas semuanya."balas Kintan.
"Sip."jawab mereka bersamaan.
Di Kantin Sekolah
Felisha duduk di bangku yang sudah menjadi tempat favoritnya dengan menikmati bakso yang baru dipesannya.
"Woy ditungguin sekalinya sudah disini."Sapa Tata dengan menepuk bahu kirinya Icha.
"Kirain ketiduran di toilet."timpal Aya diiringi tertawanya Tata.
"Kenapa ga ngajakin kita sih?"ucap tata kembali.
"Udah ngomongnya ? berisik tau ga."jawabnya dengan sambil mengunyah pentol bakso.
"Kenapa Lo, jutek amat,,lagi PMS?" tanya Tata.
"Lagi pengen jitak kepala Lo,,dari tadi berisik ,udah Sono pesen makanan, enek gue lihat Lo ngoceh terus."jawab Icha.
Sebenarnya Icha lagi bete,disaat dia mau nyamperin Aya dan Tata ke kelas,dia melihat keakraban mereka dengan Kintan.
Obrolan Kintan tentang perasaannya ke Bima yang tidak sengaja dia dengar,Senda gurau mereka,jawabannya Tata.Icha mendengarkan semuanya,tentunya rasa emosi yang ada di dadanya semakin bertambah.
Akhirnya dia memutuskan pergi ke kantin.
Meskipun dalam hati kecilnya ,dia merindukan berkumpul,bersenda gurau dengan mereka bertiga.
Tetapi hanya karena ego,obsesi yang dimiliki, cinta yang bertepuk sebelah tangan,logika yang salah membuat sisi baik dari hatinyapun tersingkirkan.
Disaat mereka belum menghabiskan makanannya,bel tanda masuk sudah berbunyi.
"Eh ,,kenapa bel nya cepet dibunyikan? tanya Tata.
"Makanya istirahat itu cepet ke kantin,bukan ngobrol aja gaje."saut Icha.
"Udah yux balik ke kelas,bentar lagi ada guru killer nih,,matematika ampuun."ucap Aya dengan menarik lengannya Tata,karena dia masih asyik menikmati soto ayam.
Telat masuk kelas
Aya dan Icha merasa kesal dan menyesal telah menunggu Tata menghabiskan makanannya,alhasil mereka akhirnya telat masuk kelas.
Kelas sudah ditutup ,Pak Kamarudin selaku guru Matematika sudah mulai menjelaskan materi.
"Gawat Cha,gimana nih kita telat masuk, mana killer lagi gurunya."ucap Aya begitu mereka tiba di depan kelas yang pintunya sudah ditutup.
__ADS_1
"Gara-gara ini nih,kita telat masuk kan? jawab Icha sambil menyentil jidatnya Tata.
"Yee,,ko gue sih? kalian juga ngapain nungguin gue tadi,,kalo gue sih emang ga rela soto yang masih utuh ,enak dibiarin gitu aja, yang ada rugi gue bayarin doank ga dimakan." timpal Tata ga terima disalahkan.
"Loe ???? gedek gue sama loe,,udah ditungguin sampe telat,bukannya terima kasih malah mentingin makanan,,dasar emang ya diotak loe cuma makanan doank."ucap Icha geregetan.
"Udah udah ga usah saling mengalahkan ,pikirin sekarang kita harus gimana?"timpal Aya.
"Ya udah masuk aja ,repot amat,,bilang aja dari toilet perut kita sakit."Jawab Tata.
"Kalau ngomong itu dipikir dulu,,mana diterima alasan seperti itu,masa sakit perut barengan gini,,loe kira sunat massal."ucap Icha yang diiringi tawa oleh Aya dan Tata.
Disaat mereka mondar mandir mencari alasan apa supaya bisa lolos dari hukuman pak Kamarudin.
Tiba-tiba pintu kelas pun dibuka,tampaklah wajah geram yang ditunjukkan pak Kamarudin.
Dengan tangan yang berkacak pinggang sambil memasang muka yang seolah siap menelan mangsanya.
"Darimana kalian???
"toilet"
"Kantin"
ucap Aya,Icha,tata bersamaan.
"Yang bener mana???
"Pak Kamarudin yang ganteng dan baik hati, jadi tadi awalnya kita makan di kantin pak,setelah makan perut kita sakit,maklumlah kalau cewek lagi datang bulan itu pasti sakit kan pak?bapak ganteng pasti faham."alasan Tata.
mana ada datang bulan ko barengan."
"Ya mana kita tahu pak,kalau jadwalnya barengan,,emangnya yang begitu bisa kita request,,waktunya keluar ya keluar aja pak."celoteh Tata.
"Sudah- sudah,,bapak ga mau tahu,,kalian tetep mendapat hukuman, dan hukumannya kalian bertiga harus membuat video pendek menjelaskan tentang rumus matematika sesuai materi kita hari ini,nanti videonya kirim ke wa saya,,faham?"ucap Pak Kamarudin.
"Faham pak."jawab mereka bersamaan.
"Ya udah sekarang kalian masuk kelas."
"Beneran nih pak,kita diijinin masuk kelas? tanya Tata.
"Kenapa? kalian ga mau masuk."
"Eh iya- iya pak kami masuk,makasih Lo pak. Pak Kamarudin yang ganteng dan baik hati."
celoteh Tata yang langsung diikuti oleh Aya dan Icha yang menahan tawa.
Sementara pak Kamarudin yang dipuji ganteng dan baik hati malah senyum sendiri ngeluarkan ponsel untuk bercermin di kamera."emang aku ganteng ya."ucapnya lirih.
Setelah pulang sekolah
Bel tanda pulang sudah berbunyi,para siswa sudah pada keluar dari ruang kelasnya masing-masing.
Kintan berjalan menuju tempat parkiran dimana motor maticnya diparkirkan.
__ADS_1
"Hey." Radith menepuk bahu kanannya.
dan hanya dibalas senyuman dari Kintan.
"Gimana? kapan bisa menentukan jawaban atas tawaranku?"tanya Radith.
"Tawaran yang mana ya?
"Traktiran makan siang."
"Ogh ,,emang nya harus dijawab ya?
"Tentu saja,,sebentar lagi aku lulus loh, dan kita ga akan ketemu lagi di sekolahan ini."
Kintan tampak berfikir sebentar,
"ga ada salahnya sih sekedar makan siang doank,lagian dia kan bentar lagi lulus,belum tentu juga nanti bisa ketemu dia lagi."gumam Kintan dalam hati.
"Oke deh kak, aku terima tawarannya."
"Yes,,mau lunch or dinner?kapan?sekarang?mau dimana?."tanya Radith.
"Lunch aja,,jangan sekarang,,besok aja,di star cafe depan itu."ucap Kintan sambil menunjuk wajahnya ke arah cafe.
"Oke sip."Radith mengakhiri obrolan mereka diparkiran.
Tanpa diketahui oleh mereka,disaat mereka ngobrol, ada seseorang yang memotretnya.
"Perfect."itulah kata-kata yang keluar dari orang itu.
Sepulang sekolah
Seperti biasa,sepulang sekolah Kintan langsung berpamitan sama ayahnya untuk ke toko.
Toko elektronik kecil-kecilan yang sudah dibangun ayahnya sejak dia masih kecil itu kini sudah semakin terkenal.
Semenjak Kintan mengambil alih pekerjaan ayahnya,dia rajin mempromosikan jualannya lewat media online.
Hampir tidak ada waktu untuk bermain atau sekedar hang out dengan teman-temannya.Kintan lebih memilih belajar dan membantu ayahnya.
Kalau dulu dia masih menyempatkan waktu untuk hang out bersama ketiga sahabatnya,tapi sekarang keadaan tidak sama seperti dulu,dan ia lebih memilih ke toko agar keluarganya tetep survive.
"Kenapa Kak Bima ga ada chat or telfon?,apa mungkin dia lagi sibuk,, ah kenapa aku tiba-tiba merindukannya?" gumamnya sambil tersenyum sendiri.
Sementara Bima yang tengah sibuk mengerjakan skripsi dikejutkan dengan chat masuk dari nomer yang tak dikenal.
Awalnya dia tidak menanggapi chat masuk,tapi melihat foto yang dikirimkan lewat aplikasi WA,rasa penasaran pun telah mengusiknya yang membuatnya membuka foto.Foto Kintan dengan cowok lain disebuah parkiran dan dengan senyum yang tersungging di wajah keduanya.
"ini cowok patnernya yang di lomba puisi kemarin?."
"****,,nomer siapa ini?apa motifnya ngirim ini ke wa ku"ucapnya masih dengan menagamati foto kekasihnya yang ngobrol dengan si cowok itu.
...Rindu dan kamu itu seperti angin,...
...Tak bisa kulihat ,...
__ADS_1
...Tapi kurasakan kehangatan juga kegelisahannya....