Cintaku Berlabuh Di Surabaya

Cintaku Berlabuh Di Surabaya
67.Si Otong


__ADS_3

Bima masih memeluk Kintan ,mengecup bahunya,lehernya dan itu membuat Kintan menolehkan kepalanya dengan tangannya mengelus rahangnya Bima.


Bima membalikkan badannya Kintan ,kini mereka berhadapan.


Tanpa suara ,tapi mata mereka saling berbicara untuk merasakan sentuhan manja dengan penuh cinta.


Bima meraih pinggangnya ,lalu menyelipkan rambutnya Kintan ke telinganya.


"Kamu tahu ga yang,,pertama kali kita ketemu,aku sudah ga bisa nahan untuk membelai rambutmu ini."ucapnya sambil membelai manja rambut hitamnya Kintan.


"Oh ya,,ko aku ga tahu."jawabnya sambil menelusuri wajah Bima yang bersih dan memang sedap dipandang mata serta digilai banyak perempuan.


"Kamunya terlalu cuek,,padahal aku memperhatikanmu sampai kamu pulang dan bayanganmu ga terlihat lagi ,baru aku pergi."


"Ugh,,kasian."ucap Kintan membelai rambut nya Bima.


Bima kembali melayang dengan perlakuan Kintan.Sejenak suasana kembali hening,Bima mengeraskan rahangnya dan mencium bibir Kintan yang sudah membuatnya candu.Kali ini dia memagutnya dengan liar,dan seolah terbawa suasana,Kintanpun bisa mengimbangi ciuman Bima.


Disela-sela ciumannya,tangan Bima bergerilya menurunkan resleting dress-nya Kintan dan entah bagaimana pengait *ra nya sudah terlepas.Bima melakukannya tanpa melepas pagutan bibirnya.


Tanpa disadari Kintan pun melepas kaosnya Bima .Kini Bima sudah bertelanjang dada,sedangkan Kintan masih memakai dress ,tapi dengan resleting dan pengait *ra yang sudah terbuka,dengan satu tarikan aja sudah berhasil Bima lepas.Kini pemandangan gundukan bukit kembar pun terpampang nyata.


Tangan Bima bergerilya memegang buah *ad* Kintan yang ukurannya lumayan uwow.


memelintir pucuknya tanpa melepas pagutannya dan mereka kini sudah duduk dipinggir singgasana king size di kamar itu.


Bima membawa Kintan untuk duduk di pangkuannya.


Dengan posisi seperti itu ,Kini ia lebih leluasa untuk menye*ap pucuk bukitnya Kintan yang masih berwarna pink.


Serasa seperti tersengat listrik,badan Kintan meremang,merasakan kenikmatan yang diciptakan oleh Bima,dan ini pengalaman mereka berdua untuk pertama kalinya,tapi kali ini mereka benar-benar dibuat mabuk kepayang.


"Ah,,kak,,,stop it."perintah Kintan yang memejamkan matanya menahan gejolak muda.


"Aku masih haus sayang,,sebentar lagi."ucapnya masih menyesap kedua bukit secara bergantian dan membuat maha karya untuk menandai kepemilikannya.


Karena takut ga bisa nahan dengan si Otong yang sudah menjulang ,akhirnya Bima menghentikan aksinya,dan seiring itu dering telfon dari ponsel keduanya berbunyi.


"Sayang,,,kenapa??"tanya Kintan yang melihat Bima terdiam dengan memejamkan matanya.


"Bentar sayang,,aku harus menetralkan dan menidurkan dulu si otong."ucap Bima kembali memejamkan matanya.


"Siapa Otong?"tanya Kintan polos.


Bima terkekeh dengan mengarahkan pandangannya kebawah,dan hal itu membuat Kintan tertawa.


"Seneng ya kalau lihat kakak tersiksa."ucap Bima masih mencoba menidurkan si Otong😀.


"Kakak sih main-main."jawabnya


"Enak yang."jawabnya dengan mencium kening Kintan.


"Makasih ya sudah memberiku amunisi."ucapnya tersenyum puas dengan mencium kening Kintan sangat lama.


Sementara dering telfon yang ga kunjung berhenti membuat Bima mau ga mau mengangkatnya.

__ADS_1


"Iya mi."Bima mengangkat telfon yang ternyata dari mami.


" Dimana sih kamu Bim,,motor ,mobil ada semua,tapi kamunya ga ada,,terus Kintan mana?"ucap mami ditelfon mencerca pertanyaan ke Bima.


"Dikamar,,bentar mi ,,Bima keluar."Ucap Bima dengan menutup telfonnya.


"Sayang,,ayo kita keluar."ucap Bima lagi dengan memandang Kintan yang masih enggan memakai dressnya lagi.


"Kenapa? ehmm,,,jangan menggodaku lagi sayang,,nanti malam lagi."ucapnya mengerlingkan matanya dan menghampiri Kintan.


"Malu kak,,dressku kusut,,, apa nanti kata mami ,pasti mengira kita lagi begituan."ucapnya polos.


Bima tersenyum menanggapi Kintan yang menurutnya sangat menggemaskan.


"Udah ga papa,,nanti kita ke mall ya beli pakaian sesukamu,,sekalian mampir ke kampus dulu,ada yang mau aku ambil."ucapnya meresletingkan dressnya Kintan,dan terakhir Bima kembali mengecup bibirnya,kali ini hanya mengecupnya,kalau menciumnya ,,wah bisa lama lagi.😀


Bima membuka pintu kamar diiringi Kintan menyembul dibelakangnya.


Bima menghentikan langkahnya secara tiba-tiba yang membuat Kintan menabrak punggungnya Bima.


Bugh


"Kakak,,ih,,berhenti tiba-tiba."


Bima menggaruk tengkuknya yang ga gatal dengan cengengesan,karena melihat maminya berdiri berkacak pinggang didepan kamar yang akan ditempati Kintan.


"Mamiii,,,hehehe,,,udah lama nunggu."Bima mengucapkannya dengan menyunggingkan senyumnya ,dan itu membuat Kintan malu menundukkan kepalanya dihadapan mami,persis seperti maling yang diintrogasi polisi karena ketahuan mengambil barang.


"Bim,,apa yang kamu lakuin didalam ,hemm,,"ujar mami dengan menjewer telinganya Bima,menariknya sampai ke ruang keluarga,dimana papi juga sudah duduk manis disana.


"Biarin,,habisnya kamu mau merusak anak orang,,."


"Siapa yang merusak sih mi,,Bima cuma main di WSD aja."Ujar Bima masih memegang tangan mami yang masih menarik telinganya Bima.


Kintan mencubit lengannya Bima yang keceplosan ngomong mesum dihadapan mami dan papi.


"Aww,,sayang ,,jangan ikut-ikutan mami donk."


"Kakak sih mesum,,kenapa pakai ngomong WSD segala sih,,aku kan malu sama mami papi."ucap Kintan berbisik.


Bima hanya cengengesan mendengarnya.


"WSD apaan lagi tu."tanya papi.


"Iya apaan WSD Bim? ngomong yang jelas kamu."sahut mami.


"Wilayah Seputar Dada mi ,Pi.."ucap Bima jujur mengucapkannya sambil menyugar rambutnya dan tersenyum.


Papi yang mendengar langsung menutup mulutnya menahan tawanya karena mami sudah melotot kearahnya.


Dan Kintan jangan ditanya lagi ,malunya sudah diubun-ubun,dengan menundukkan kepalanya ,mengaitkan jari jemarinya.


"Kamu ya Bim,,,dasar anak mesum,,,awas aja mami akan segera mengirim kamu ke Paris."ucap mami kembali menjewer telinganya.


"Mi ,,jangan,,,Bima ga mau secepat ini berpisah dengan Kintan."Ujar Bima dengan melepaskan tangannya mami.

__ADS_1


"Udah ah,,ayo sayang kita jalan-jalan aja."ujar Bima yang dengan cepat menghindari tangannya mami yang hendak menjewer lagi,dan ia langsung menarik tangannya Kintan untuk dibawa keluar.


"Bim,,mau kemana kamu?"ujar papi.


"Mau mampir ke kampus bentar Pi, ada yang mau Bima ambil,terus ke butik y Tante Mona beliin baju kesayangan ,,dan ke rumah Jelitha."ucap Bima menghentikan langkahnya


"Siapa Jelitha?"


"Teman Kintan mi,,teman sekelas,,mumpung di Surabaya jadi Kintan disuruh kerumahnya,,tadinya malah Kintan disuruh nginap disana."ucap Kintan ke mami.


"Oh iya???,,,wah ide bagus tu sayang."ucap mami memang sengaja mau mengerjai Bima.


"Mami apaan sih,, Bima ga setuju,,,pokoknya ga Bima ijinin,,,Kintan harus nginap disini ,,harus titik ,ga pakai koma."ucap Bima mulai kesal karena bisa-bisa ga jadi meluk Kintan semalaman.


Bima segera menarik tangannya Kintan lagi untuk segera diajak keluar.


"Mi,,Pi,, maaf ,,Kintan keluar dulu."ucap Kintan yang dengan berjalan cepat karena sudah ditarik oleh Bima.


"Iya ,,sayang hati-hati,tapi nanti kalian pulang makan malam dirumah loh,,mami masak ,,dan satu lagi jewer aja telinganya kalau Bima mau macam-macam lagi."jawab mami dengan menggelengkan kepalanya.


"Iya mi,,kami makan malam sama mami papi nanti."jawab Bima sambil berlalu.


"Bener-bener anak papi itu mi,,"mendengarnya mami hanya mencebikkan mulutnya.


"ingat ga mi,,papi dulu lebih parah ke mami,,karena saking papi ga tahan dengan pergesekan,,sampe basah dicelana."kenang papi tertawa dan meraba pahanya mami.


"Emang buah jatuh tidak jauh dari pohonnya,,,papi dan anak sama-sama berotak mesum,,, udah ah mami mau masak dulu ,bisa ikut mesum ni otak mami lama-lama."ujarnya sambil berlalu menuju ke dapur.


Bima memilih naik motor,menikmati indahnya kota di saat malam.Dengan berboncengan mesra ,Bima melajukan motornya ke butik Tante Mona.Butik yang sudah menjadi langganan keluarga Bima karena Tante Mona selain salah satu desainer terbaik juga sahabat mami.


Kintan memilih celana jeans dipadu dengan atasan casual dan beberapa dress sengaja dimasukkan ke daftar belanjaan oleh Bima.


Sebenarnya dari awal Kintan menolak karena melihat harga yang tertera di baju dan celana aja sudah membuatnya bergidik,tapi Bima tidak mempermasalahkan semuanya.Bahkan beberapa baju yang menurut Bima sangat cantik bila dikenakan Kintan ,sudah ia bayar dan dimasukkan papperbag oleh Tante Mona sendiri.


"Cantik Bim,,pinter kamu milih."ucapnya ketika memasukkan ke papperbag.


"Doakan jodoh ya Tante,,nanti kan bisa Tante yang desain baju pengantin,,hehehe."ucap Bima ke Tante Mona.


"Iya pasti Tante doakan kalian berjodoh,,terima kasih sudah berbelanja disini."ucap Tante dengan ramah.



Nah ini penampilan Bima Kintan keluar dari butik untuk selanjutnya menuju ke kampus,lebih tepatnya kampus dimana papi dan Bima adalah donatur terbesar dikampus itu,bahkan bisa dikatakan kampus itu milik papi.


.


.


.


...**Asyik juga pacaran dengan...


... anak racing...


...Motor aja dirawat , apalagi kamu💃😀**...

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2