
Bima memarkirkan motor sportnya di area parkir kampus yang masih tampak ramai dengan adanya perkuliahan malam.
Bima segera turun dari motor dan melepas helm yang dikenakan Kintan,serta berjalan menggandeng tangannya.
"Pak Cipto,,shif malam?" sapanya kepada petugas security kampus.
"Eh,,Bima,,iya nih kebagian shif malam,, ada apa?? tumben malam-malam ke kampus."tanyanya ke Bima
"Iya ,,ada yang mau diambil pak."jawabnya
"Siapa Bim?? gandengan baru?."tanyanya dengan melirik Kintan.
"Hahahaa,,,iya nih baru saya gandeng kesini."jawabnya terkekeh.
"Yang kemarin bukannya gandengan juga."ucap nya sengaja mengerjai Bima.
"Yang kemarin udah saya dorong ke laut pak."jawabnya terkekeh karena sudah hafal dengan guyonan pak Cipto.
"Hahahaaa bisa aja Bim,,,"
"Eh ini pak buat nemenin ngopi biar ga ngantuk."ucap Bima dengan memberikan bingkisan makanan yang baru dibelinya.
"Wah terima kasih Bim,,kamu itu memang beda,,kudoakan rejekimu lancar selalu."
"Aamiin,,doakan kita berjodoh ya pak?"jawab Bima dengan menggenggam tangannya Kintan dan mengecupnya.
"Wah wah kalau itu sudah pasti,,semoga kalian berjodoh,,,jangan lupa untuk undang bapak."
"Siiip."Bima mengacungkan jempolnya sambil berlalu.
Bima dan Kintan menikmati suasana malam dengan bergandengan mesra diarea kampus.
Kampus yang masih ramai karena jam perkuliahan yang masih berjalan.
"Emang kakak pernah nggandeng siapa?"tanyanya yang sudah mengerucutkan bibirnya.
"Ga ada yang,baru kamu."
"Hilih ,,bo'ong banget."
"Hey,,,yang ngejar - ngejar banyak,yang ngaku-ngaku pacar juga banyak, tapi hatiku sudah kulabuhkan pada satu cewek yang masih SMA dan tinggal di Malang,,kayak nya aku sudah cinta mati sama dia,,jiwaku udah terikat ga bisa ke lain hati,,gimana donk?."jawab Bima dengan menatap wajah Kintan yang bersemu merah,dan tersenyum malu-malu moeng.
CUP
Kintan mengecup bibir nya Bima secara tiba-tiba dan berhasil membuat Bima kaget dengan serangan mendadak.
"Kenapa cuma dikecup,,kamu gigitpun aku rela.I'am yours sayang."ucap Bima dengan tersenyum bahagia.Dan begitupun dengan Kintan yang tersenyum sumringah.
"Kak,,ko malam masih ramai ya? emang ada ya kuliah malam hari?" tanyanya.
"Biasanya mereka yang kuliah malam itu para pekerja ,,,,jadi karena ga bisa ngambil mata kuliah pagi atau siang ,maka mereka ngambil yang malam,,, ini juga ga sampai malam banget ko,,paling jam 9 sudah kelar."
"Oh begitu."jawabnya tanpa melepas genggaman Bima.
Kintan mengamati area kampus dengan sambil manggut-manggut,dan dengan erat menggapit lengannya Bima.
Bima mengelus punggung tangannya Kintan yang menggapit lengannya,bahkan sesekali mencium pelipisnya Kintan dengan penuh sayang.
"Nah disitu yang,,kelasku."ucapnya dengan menunjuk kelas yang menjadi tempatnya menimba ilmu perkuliahan.
__ADS_1
Bima hanya melewati kelasnya saja,karena dia langsung menuju ke kantor tempat papi dan dia meeting,karena berkas yang dia kerjakan kemarin masih tertinggal di lacinya.
Setelah berkas yang dia maksud ketemu ,dia segera menghampiri Kintan yang hanya menunggu di ruangan tersebut.Sebenarnya banyak hal yang ingin ditanyakan Kintan,tapi diurungkan niatnya untuk bertanya.
"Nanti aja setelah sampai dirumah baru ia tanyakan."Pikirnya dalam hati.
"Ada yang mengganjal pikiranmu sayang?"tanya Bima setelah mengajak Kintan keluar dari ruangan tersebut.
"Nanti aja dirumah."Kintan menjawabnya dengan tersenyum dan dibalas anggukan dari Bima.
"Aku syuka kampusnya ,bagus ,nyaman,,ada ga ya jalur untuk beasiswa dari SMA ku."tanyanya sambil mengamati keadaan kampus yang nampak sejuk dan ramai ketika melewati ruangan yang dipakai latihan musik.
"Ada sayang,,Beneran kamu mau kuliah disini yang,,kamu syuka?? kalau kamu syuka dan mau disini ,aku pasti bantu."jawab Bima menghentikan langkahnya untuk menatap wajah Kintan mencari kepastian.
"Ya sepertinya hatiku tertarik untuk bisa kuliah disini,,,tapi biarkan aku berusaha sendiri,,aku ga mau ada campur tangan bantuanmu. "ancamnya ,karena dengan latar belakang keluarga Bima pasti bisa masuk dengan mudah ,tapi Kintan ga mau dibilang memanfaatkan Bima dan keluarganya.
Bima menatapnya dengan mata yang berbinar
tanpa kata yang terucap ,dia langsung mengecup keningnya lama.
"Aku akan membantumu masuk ke kampus ini dan akan menjamin mu pasti bisa kuliah disini."ucapnya dalam hati.
Lalu mereka melanjutkan jalan sekaligus pulang.
Disaat mereka melewati ruangan studi musik,Bima mengajak Kintan untuk berhenti sebentar menemui teman-temannya yang berlatih musik diruangan tersebut.
"Yang kita masuk keruangan itu sebentar ya."Bima mengajaknya masuk ke studio musik yang ada di kampus tersebut,dan Kintan membalasnya mengangguk.
"Hey,,hey kita lihat siapa yang datang guys."ucap salah satu cowok temannya Bima.
"Halo what's up bro?" ucap mereka dengan merangkul Bima.
"Biasa ,,kangen aja kepengen latihan,,eh Lo ga kangen pegang keyboard?"tanya Adam sang penabuh drum.
"Hahahahaa,,Ga lah,,pensiun gue."jawab Bima tertawa.
"Bawa siapa Lo Bim,,,adik Lo ya,,kenalin donk,,kali aja jodoh gue."ucap Adam.
"Sembarangan Lo ,,ini calon."balas Bima.
"Calon apaan?"tanya teman yang lain.
"Calon mami dari anak-anak gue."jawabnya mengecup jemarinya Kintan.
"Semprull Lo,,, wah sita hati Lo patah lagi.."ucap Adam ke sita yang menjadi salah satu vokalis di grup tersebut yang memang sudah lama menaruh hati ke Bima.
Lalu mereka tertawa bersama,kecuali Sita yang diam saja.
"Ya udah gue cabut dulu ya,,,oh iya nih untuk Nemani begadang kalian,biar tambah semangat latihannya."Bima menyerahkan makanan yang menjadi kesyukaan teman band nya dari dulu dan air mineral yang dibelinya tadi.Karena Bima memang tahu hari itu jadwal mereka latihan ,makanya dia membeli makanan dan minuman untuk security dan teman-temannya.
Bima pun menggandeng tangannya Kintan dan berjalan keluar dari studio.
"Kita langsung ke rumah Tata apa makan dulu?"tanya Bima dengan merangkul bahunya Kintan.
"Langsung aja biar sampe rumah ga kemalaman."jawab Kintan.
"Sepaha,,eh setuju,,biar bisa cepat pulang dan bobok bareng."ucapnya mengerlingkan matanya.
"Dasar mesum."jawab Kintan mencubit perutnya Bima dan membuatnya terkekeh.
__ADS_1
"Let's go tuan putriku kita jalan-jalan malam."ucap Bima dengan memakaikan helm ke Kintan.
Lalu mereka pun meluncur kerumah Tata sesuai lokasi yang telah dishare lewat ponsel Kintan.
Sepanjang perjalanan mereka menikmatinya dengan penuh kemesraan.
Dengan kedua tangan Kintan yang memeluk Bima dari belakang,dan disaat lampu merah berhenti ,tangan Bima mengelus lutut Kintan dan mengusap punggung tangan Kintan memberi kehangatan karena udara malam yang dingin.
Dan sepanjang jalan itu pula Bima memberi tahu dengan apa yang ditunjuk Kintan,dia seolah-olah menjadi tour guide bagi Kintan yang memang baru menginjakkan kaki dan pengalaman nya ke kota metropolitan maklum Kintan hanya anak rumahan yang jarang bahkan hampir tidak pernah keluar malam.
Baginya membantu ayah bunda dan menikmati kasur sederhananya dengan rebahan itu sudah membuatnya bahagia.
Semenjak kenal dengan Bima dan menjalin kasih dengannya ,seolah dunia Kintan sedikit berubah,dulu yang dia serba mandiri ,jika ingin sesuatu harus berusaha mewujudkannya sendiri,kemana-mana sendiri,sekarang Bima lah yang mewujudkannya ,belum jadi istrinya saja hidupnya sudah seperti ratu.Bima selalu menjaga,melindunginya,menyayangi dia dan kedua orang tuanya,bahkan memberi hadiah yang tanpa diduga kerumahnya.
"Terima kasih untuk semuanya."ucap Kintan di dalam hati dengan masih posisi merebahkan kepalanya di punggung Bima dan tangan yang semakin erat memeluk pinggangnya Bima dari belakang.
(Hanya naik motor yang bisa dengan posisi ini,, iya ,,posisi yang paling nyaman😀)
"Yang,,,hey sayaaang."ucap Bima memiringkan kepalanya ,mengelus punggung tangannya dan menggoyangkan lututnya Kintan karena motornya sudah dimatikan.
"Nyaman banget ya,,lanjutkan gih,,kapan lagi bisa dipeluk seperti ini olehmu."ucapnya tersenyum dan sudah melepas helmnya.
"Eh,,Udah nyampe ya,,,cepet amat."jawabnya
dan membuat Bima menarik hidungnya karena saking gemasnya.
"Enak ya punggungku,,, punggungku aja enak apalagi yang lain yang."canda Bima.
yang membuat Kintan mencubit pinggangnya,dan membuat Bima meringis.
"Aww,,sakit sayang,,hobi banget sih sekarang cubit,, dicium kek,,dipeluk kek."protes Bima.
"Habisnya,,mesum melulu tuh otak."
"Otakku mesum pas denganmu aja yang."ucapnya terkekeh.
"Yang,,kamu telfon Tata ,,bener ga kalau ini rumahnya, minta dia keluar."perintah Bima kemudian.
Tidak lama yang ditunggu pun keluar.
Tata dan Faiz muncul dari dalam rumahnya menyambut kedatangan mereka.
Bima memarkirkan motor sportnya dan sudah turun menyapa Tata dan Faiz.
"Hay Kintaaan,,akhirnya Lo nyampe juga dirumah gue,,kemana aja sih Lo ditungguin dari tadi juga ,,ga datang-datang."cerca Tata dengan memeluk Kintan.
"Pacaran dulu lah."sahut Bima sebelum Kintan menjawabnya.
...** Kegelapan pasti akan selalu hadir setiap harinya,...
...Begitupun dengan kehidupan,...
...Tidak ada kehidupan yang tanpa dihantam...
...suatu masalah....
...Tapi Tuhan menciptakan malam agar kita belajar,...
...bahwa setelah gelap ,terbitlah terang.**...
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️