
Kintan keluar dari resto dengan perasaan yang tercabik-cabik,mata berkaca-kaca ingin berteriak menumpahkan segala kekesalannya. Dia berdiri menunggu taxi sambil melipat tangannya didada menahan hawa dingin yang mulai menusuk raga.
"Motorku sendiri tapi seperti bukan aku yang punya ,kenapa tadi kuncinya ga kuminta aja, biarin aja dia bareng dengan janda gatel atau jalan kaki sana."Kintan terus saja mengomel sambil menunggu taxi ga ada yang lewat.
Akhirnya dia memutuskan untuk jalan kaki menyusuri jalan raya sambil menyetop taxi jika ada yang lewat.
"Kenapa hp ini pakai acara low bat segala ,kan jadi ga bisa pesan grab or Ojol,,hufft."
Kintan terus berjalan,seolah cuaca sudah tidak bersahabat ,hujan pun turun tiba-tiba ,ada halte didepan ,dan ia memutuskan untuk berteduh di halte sambil menunggu taxi lewat.
Sementara Bima segara keluar dari resto dan sudah melihat Kintan tidak ada.
Perasaan was-was dan khawatir mulai menghinggapinya,sedangkan ditelfon berulang kali ponselnya tidak aktif.
"Aghh sialan ,,,kemana sih kamu sayang,,mana hujan lagi."Bima menggerutu Setelah meninggalkan Bu Ayu ,Bima membayar dikasir dan bertemu dengan dengan teman SMA ,jadilah mereka ngobrol.
Bima melajukan motornya dengan pelan sambil melihat keberadaan Kintan,
samar-samar ia melihat gadis yang sedang duduk di halte dengan bersedekap.Bima menajamkan penglihatannya dan fix itu memang Kintan.
Bima memarkirkan motornya ,ia langsung mendekati, memegang bahunya dan membalikkan badan Kintan yang menggigil.
"Sayang."panggilnya lirih.
dan seketika itu tumpahlah air mata Kintan seiring derasnya hujan.
"Ngapain kamu peduliin aku."
"Sana pergi dengan kekasihmu."
"Tinggalkan aku sendiri."
"Ga usah panggil aku sayang lagi kalau ujung-ujungnya nyakitin ,kamu jahat."
"Aku benci-aku benci."
Kintan terus berceloteh ,memukuli dada Bima terus menerus dengan berderai air mata.
Sementara Bima hanya diam tak bergeming,ia menyadari kesalahannya yang membuat Kintan sampai kedinginan dan menunggu sendirian ditempat yang sepi ditambah hujan.
Dia ga bisa membayangkan jika saja dia telat untuk menemukannya malam ini.
"Maaf."
"Pukullah sepuasmu,,aku memang salah."
"Tapi jangan membenciku."ucap Bima tanpa menghentikan pukulan Kintan di dadanya meskipun dadanya menjadi sesak karena pukulan yang lumayan keras dan terus menerus.
Akhirnya Kintan kehabisan tenaga dan berhenti memukul dada Bima.
Kintan menatap Bima sebentar ,lalu membalikkan badannya untuk melangkah meninggalkan Bima dengan berjalan cepat bahkan ia nekad menerobos hujan karena saking tidak kuat menahan rasa sesak di dadanya,tapi Bima segera mengejar dan memeluknya dari belakang.
"Jangan tinggalkan aku."
"Aku ga ingin kehilanganmu lagi."
"I love You so much."
Ucap Bima sedikit berteriak dengan memeluknya dari belakang.
Kintan mendengarnya dan tumpahlah airmatanya kembali menyatu dengan tetesan air hujan yang membasahi tubuh mereka.
"Jangan bohong,,, bukankah kamu berpacaran dengan Bu Ayu."jawab Kintan masih sesenggukan.
Bima melepaskan pelukannya dan membalikkan bahu Kintan untuk menghadapnya.
Dan kini mereka saling tatap.
Bima memegang rahangnya Kintan dengan kedua tangannya.
"Semua itu tidak benar,,yang bilang aku berpacaran dengan Bu Ayu siapa?kamu aja yang salah faham membuat pemikiran sendiri sayang ,,,aku ga mungkin membuang berlian dengan menggantinya sebuah batu kali."
"Aku hanya mencintai satu perempuan yaitu Kintana Larasati dari dulu sampai sekarang ,tidak pernah berubah ,I still Love You,,I Love You so much."
ucap Bima dengan lembut sambil tangannya menghapus air mata Kintan yang menggenangi pipinya.
Mereka saling tatap ,mengunci pandangan masing-masing.
Perlahan Bima mendekatkan bibirnya ,dan akhirnya kedua bibir itupun bertemu,saling menempel ,merasakan kerinduan yang sama-sama mereka rasakan.
__ADS_1
Bima memagutnya perlahan,keduanya saling memejamkan mata merasakan sentuhan yang sudah lama dirindukan.
Mereka saling ******* satu sama lain,dengan diiringi rintik gerimis membasahi keduanya ,tetapi mereka seolah tidak peduli dengan turunnya air hujan ,hanya kehangatan yang mereka rasakan.
Mereka masih menikmati pagutan dan l*m*t*an yang masing-masing enggan untuk saling melepaskan.
Nafas keduanya terengah-engah dan ciuman itu akhirnya terlepas.
Keduanya tersenyum dengan ciuman yang mereka lakukan.
"Kita lanjutkan dirumah."ucap Bima sambil mengelap air hujan yang membasahi pipi Kintan.
Bima lalu melepas jaketnya untuk dia pakaikan ke Kintan.
"Ga usah ,,kamu didepan nanti kedinginan."tolak Kintan.
"Lebih penting kamu sayang,,, kalau aku kan ada kamu yang memelukku ,jadi tetap hangat."jawab Bima dengan mencium keningnya Kintan.
Lalu mereka melajukan motornya,menerobos dan menerjang hujan bersama kebahagiaan yang mereka rasakan.
Keduanya tersenyum dalam diam ,Kintan menyandarkan kepalanya dipunggung Bima,sedangkan Bima mengusap punggung tangan Kintan mencari kehangatan disana,meskipun itu sebuah pegangan tangan.
Kini sampailah mereka di apartemen ,Bima segera memasukkan motornya diparkiran apartemen dengan pakaian yang basah kuyup.
Setelah itu mereka masuk ke dalam apartemen itu.
"Sayang ,segera ganti pakaianmu ,jangan sampe masuk angin."
"Kamu gimana,,pakaianmu juga basah kuyup Lo."
"Nanti kutelfon Rey biar ngantarin baju gantiku."ucap Bima keceplosan tentang Rey
"Rey????" tanya Kintan mengkerutkan dahinya.
"Udah ya ,tanya-tanyanya nanti aja,,sekarang cepet ganti bajunya."jawab Bima mendorong tubuh Kintan untuk masuk ke kamar.
Akhirnya Kintan segera mandi dengan air hangat ,ga pakai lama karena ingin membuatkan minuman hangat untuk Bima.
30mwnit kemudian ,Kintan keluar kamar dengan memakai piyama dan handuk kecil yang membungkus rambut basahnya.
Kintan mendengar Bima lagi berbicara ditelfon ,dia langsung ke dapur membuat susu hangat untuk mereka.
Dilihatnya juga masih banyak persediaan roti dan selai.
"Susu hangat plus roti selai nanas mau?" jawab Kintan dengan menoleh,dan kaget merasakan gelenyar panas dingin karena melihat tubuh atletis itu bertelanjang dibiarkan tanpa terbungkus kaos,Bima hanya memakai celana panjang karena bajunya sudah basah kuyup,jadi ia melepasnya.
"Tapi aku maunya susu asli."jawab Bima mengedipkan matanya.
Kintan menatap dengan mengernyitkan dahinya ,Bima hanya tersenyum dan seketika itu ia langsung menyerang dengan mencium bibirnya.
Rasa bibirnya yang membuatnya candu ,apalagi sudah lama ia tak merasakan candu itu,tubuh Kintan didorong pelan sampai ke meja dapur dan Bima mendudukkannya diatas meja dapur tanpa melepas pagutannya.
Tangannya kini tak mau tinggal diam menelusup dibalik piyama.
Bima membelai punggungnya ,mengusapnya memberinya kehangatan dengan masih menyesap bibir manis gadisnya.
Entah bagaimana caranya kancing Piyama Kintan sudah terlepas sampai bawah ,kini nampaklah bukit indah yang tanpa berbungkus karena Kebiasaan Kintan kalau malam tidak pernah memakainya.Dan kali ini ia lupa kalau ada Bima.
"Sayang,,kamu tidak memakai--"tanya Bima yang menatapnya dengan penuh kabut
"hehehe lupa."jawabnya.
"Oh my,,,,"Bima langsung kembali menyerangnya dengan sesapan dan decapan bibirnya,,ciuman yang penuh hasrat itu kembali beradu,,kini ia turun dileher jenjangnya dan tangan satunya memainkan pucuk bukit yang menggantung.
"Aghh,,"suara indahnya pun akhirnya keluar dan membuat Bima langsung menenggelamkan wajahnya dikedua bukit kembar yang menantang itu.
Menyesapnya seperti bayi yang kehausan.
"Sayang,,ahh,,angkat dulu ponselnya."suara Kintan parau,tetapi Bima enggan menjawabnya dan masih mempermainkan lidahnya dipucuk itu.
"Yang,,jawab dulu ih,,mami Lo yang telfon."
Bima hanya mendengus dan menggigit serta sedikit menariknya karena saking gemasnya.
"Awwww,,,kamu menarik dan menggigitnya sayang."Kintan hanya meringis.
"Maaf ,,Kamu sih gemesin."jawab Bima sambil mengecup bibirnya yang meringis kesakitan karena ulahnya sebelum menjawab telfon dan mengakhiri permainannya.
"halo mi."sapa Bima setelah mengangkat telfon dari mami.
__ADS_1
"kamu dimana,,ubah ke video call,perasaan mami ga enak."
Bima menggaruk tengkuknya dengan cengar cengir.
Setelah diubah ke mode video call,teriak mami semakin kenceng.
"Bimaaaa,,,lagi ngapain kamu dan sama siapa?"teriak mami.
"Calon mantu mami."jawab Bima santai malah cengengesan.
"Ngomong yang bener kamu Bima,,lagi apa? awas kamu ya kalau macam-macam."
"Ga lah mi,,cuma 1macam doank,,awww."Bima mengaduh karena perutnya dicubit keras oleh Kintan.
Lalu Bima berdiri dibelakang Kintan dan kini mami melihat keduanya ,langsung ia tersenyum.
"Halo mi,,,mami apa kabar?"ujar Kintan tersenyum kikuk.
"Baik sayang,,huffftt syukurlah kalau Bima sama kamu ,tadinya mami kira sama cewek lain."kata mami.
"Mami mikirnya terlalu jauh,, Bima udah ga mau yang lain ,maunya ini aja."ucap Bima sambil mengecup pipi Kintan lalu segera menjauh sebelum diteriaki keduanya.
Dia lebih memilih menikmati susu hangat serta roti yang dibuatkan Kintan.
"Sayang ,,hati-hati sama anak nakal itu,kasih tahu mami kalau dia macam-macam,,oh iya kapan kamu kerumah mami lagi,,mami kangen tau sama kamu ,,salam sama bunda kamu ya,,pokoknya mami tunggu kamu kerumah." ucap mami yang begitu antusias dengan Kintan.
Kintan hanya berusaha menanggapinya dengan baik.
Akhirnya mereka mengakhiri video callnya.
Kintan menghampiri Bima yang duduk diruang tv dengan menikmati segelas susu hangat.
"Udah telfonannya ,lama banget."ucap Bima yang langsung merentangkan tangannya supaya Kintan duduk dan ada didekapannya.
Posisi Bima duduk menyandar ke bantal dengan kaki dibuka berselonjor ,sedangkan Kintan didepannya dengan kepala menyandar di dada Bima.
"Berarti wisudamu akhir bulan ya sayang?"tanya Bima dengan mengelus rambutnya.
"iya."jawabnya singkat .
"Lalu apa rencanamu kedepan?"
"Kalau ga ada yang ngelamar untuk dijadikan calon istri , ya lanjut S2."ucapnya santai,, langsung Bima menegakkan kepalanya dan membalikkan badan Kintan untuk bisa berhadapan.
"Bener ya kali ini kamu harus siap jika ada yang ngelamar kamu,,tidak ada kata penolakan lagi."
"Tergantung siapa yang melamar."ujarnya lagi.
"Kalau aku??
"hmm,,,gimana ya? enaknya diterima paa ga yaπ€"ucap Kintan menjahili Bima.
"Awas aja kalau nolak ,,,bakal kubuat Bima junior dulu."
"Eh apa maksudnya?"
"Ayo jawab donk ,,diterima ga?"
"Masa ngelamar dengan cara begini??"
"Jawab iya dulu baru aku bakal ngelamar kamu secara resmi."
"Hmmm,,,sepertinya aku juga sudah ga bisa pindah ke lain hati ,,jadi aku mau hanya kamu yang ngelamar aku."jawab Kintan yang membuat Bima langsung memeluk erat tubuhnya dan mencium pucuk rambut Kintan bertubi-tubi.
π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°
halloooo,,,
gimana lumayan panas dingin kaan???
tenang sudah ga puasa kokπ
selamat hari raya idul Fitri
taqobalallohu Minna wa minkum
taqobbal ya kariim
mohon maaf lahir dan batin semua readersku tercintaπππππ€π€π€π€
__ADS_1
yeeeayyy ada yang sudah berbaikan πππ
otw sah