
"Kak,,bunda gimana sih,tadi bilang jangan berduaan sama kamu,,tapi disuruh nginap tempatnya mami,,bunda gimana sih,,sama aja memberikan ikan asin ke kucing."ucap Kintan mencebikkan bibirnya dan justru itu membuat Bima tertawa.
"Ga papa yang,,kalau kucingnya ganteng kaya aku."
Kintan yang mendengarnya hanya mencebikkan bibirnya, Bima meliriknya hanya terkekeh dan mengecup jemari tangannya.
"Eh tapi bunda sudah tahu belum ya,,kalau mami Gina itu maminya kak Bima.
"I don't know,,,paling mami sudah mengatakannya ,kan kamu bilang mereka saling bertelfonan."
"Mungkin juga sih,,nanti lah kalau sampai rumah aku akan cerita ke bunda."
"Tapi sepertinya lebih baik aku nginap tempatnya Tata aja deh kak."ucapnya lagi.
"Eh ga ada ceritanya ya begitu ? ga bisa,,aku ga izinin ,enak aja mau tidur disana,,nanti aku tidur sama siapa?"jawab Bima.
"Lah,,selama ini sama siapa?"Kintan tanya balik.
"Sendiri yang,,emang sama siapa lagi ?ga mungkin aku tidur sama mami,atau papi ,mereka aja akan saling mencari jika salah satunya belum masuk kamar,,,atau sama mang Karyo ga mungkin lagi."ucap Bima terkekeh bayangin.
"Nah itu bisa,,tidur sendiri."jawab Kintan.
"Beda yang,,, kalau malam ini kan ada kamu ,,aku harus sama kamu malam ini yang,,harus pokoknya,,ga bisa ga."
"Idih maksa."
"Biarin."ucap Bima sambil mengecup tangannya Kintan bertubi-tubi.
Mobil Bima sudah tiba dikediaman rumahnya.
Lebih tepatnya istananya,dia segera memasukkan mobilnya ke garasi,setelah itu langsung turun dan membukakan pintu untuk Kintan.
Bima langsung meraih jemarinya untuk dia gandeng.
"Kak,,tapi aku harus ke rumah Tata ya,,mumpung disini ,,aku pengen tau rumahnya,,dan ga enak juga sama Tata,,nanti antarin ya???"ucap Kintan menghentikan langkahnya setelah turun dari mobil.
"Iya,,iya,,Aduh cerewet amat sih pacarku ini,,untung cinta."Bima menghentikan langkahnya dan menoel hidungnya Kintan gemas.
"Tapi janji ya ,jangan sanggupi keinginan Tata untuk ngajak kamu nginap dirumahnya."
"Kalau itu aku ga janji."ucap Kintan menjulurkan lidahnya kearah Bima dengan sambil berlari.
"Sayang,,,awas kamu ya."Bima membalas dengan mengejar Kintan.
Dan merekapun berkejar-kejaran memutari kolam kecil yang ada ditaman depan rumahnya Bima.
Saling mengejar dan Bima menangkapnya ,meraih pinggangnya dan memutarkan Kintan ke kiri dan kanan dengan tertawa riang bersama.
"Ayo mau lari kemana,,sejauh kamu lari ,aku akan menangkapmu,,haha."ucap Bima dengan memutarkan badan Kintan yang ada di gendongan ya.
"Hahaha,,ampun kak,,capek."Kintan mmemegang lehernya Bima dengan kedua tangannya mengeratkan pegangannya.
"Ayo janji dulu ga bakal nginap ditempat Tata,,kalau ga janji ,kakak ga bakal nurunin."ucap Bima yang masih memutarkan badan Kintan di gendongannya.
__ADS_1
"Iya ,,iya aku akan menemani bayi gedeku hari ini,,just for you my love."ucap Kintan yang berkata dan menekan my love di telinganya Bima,tentunya sudah berhasil membuat wajah Bima merona,karena sebutan Kintan yang baru didengarnya.
Pemandangan itu disaksikan sepasang suami istri dari lantai 2 yang melihat kebahagiaan putranya di bawah.
"Lihat mi ,,putra kita bahagia ya."
"Iya Pi,,mami senang lihatnya,,ga terasa putra kita sudah dewasa ya,,rasanya masih baru kemarin mami melahirkannya."ucap mami yang merasakan kehangatan pelukan papi dari belakang.
"Iya,, apa kita perlu membuatnya satu lagi mi biar nanti rumah ini ga sepi kalau Bima jadi pergi ke Paris?."tanya papi memiringkan wajahnya ke mami.
"Aww,,mami sakit."bukan dijawab malah mami mencubit perut papi.
"Malu Pi sama calon mantu,,nanti bisa-bisa anaknya Bima,cucu kita seumuran dengan adiknya,,kan ga lucu Pi."ucapnya terkekeh membayangkannya.
"Kalau gitu kita buat aja dulu,,kalau jadi Alhamdulillah,kalau ga jadi kita coba terus,,,hahahaa."ucap papi sambil mengecup bibir mami dan memagutnya ,mereka pun saling menikmati masa tua dengan penuh gairah,,entah bagaimana caranya papi sudah menurunkan dress-nya mami dan membawa mami ke singgasana cinta mereka.Saling mencumbu dan erangan keduanya yang membahana menambah aroma panas disekitar singgasana tersebut.Meskipun umur tidak lagi muda tetapi hasrat mereka selalu berkobar seperti masa muda dulu.
Tidak ada kata lelah untuk yang satu itu.
Akhirnya setelah satu jam berlalu dan tiga kali pelepasan diantara mereka,mereka pun lelah penuh keringat.
"Mami masih hot aja ,bikin papi tambah ,,ahh,, satu kali lagi ya mi."rengek papi yang menggesekkan dagunya ke bahu mami dan mereka pun kembali merasakan surga dunia.
.
.
.
"Ko sepi kak,,mami sama papi kemana?"tanya Kintan yang direngkuh Bima dan dibawa ke ruang keluarga.
"Ga tahu,,sepertinya dikamar,,hehee."ucap Bima dengan menyugar rambutnya, dia sudah mengetahui kebiasaan orang tuanya yang masih bergelora di usia yang sudah tidak muda,dan sebenarnya tadi Bima mengetahui kalau orang tuanya melihat kelakuan mereka berdua dari lantai atas balkon kamarnya.
Pikiran Bima pasti berlanjut ke ehem ehem😀.
"Duduk yang,,aku pengen nyemil oleh-olehnya bunda,,sekalian kamu mau minum apa?"
"Terserah kakak aja."jawab Kintan.
Tidak lama Bima datang membawa cemilan dan minuman juice alpukat yang sudah dibuat oleh asistennya.
Kintan yang duduk di sofa panjang sambil membuka ponselnya,dikejutkan dengan tingkah Bima yang tiba-tiba merebahkan kepalanya di pahanya Kintan.
"Kak,,,nanti dilihat mami ,malu."
Bima mendengarnya hanya tersenyum tidak mempedulikan perkataan Kintan.
"Sayang."panggil Bima dengan menatap wajah Kintan dan mengelusnya dengan tangannya,posisi rebahan dipahanya memudahkan Bima untuk mengelus wajah Kintan.
"Hemm."balas Kintan menatap kembali wajah laki-laki yang dicintainya itu.
"I'am happy,,, terima kasih ya,, kamu sudah mau hadir di hidupku,,aku ingin kita selamanya bisa bersama,,"ucap Bima sambil bangun dari rebahannya.
"Aku yang justru berterima kasih ,terima kasih sudah memberikan cinta untukku ,sudah mau menerima cintaku,kekuranganku,,I'am falling in love with you Ganindra Abimana ,yang tengil,resek,baik,penyayang,dan mesum,tapi ganteng,,hehehee."ucapnya yang langsung membuat Bima bangun dari rebahannya, Bima langsung merengkuh membawa kedalam pelukannya.
__ADS_1
"Dan si ganteng ini hanya milikmu."ucap Bima dengan menggesekkan hidungnya ke hidung Kintan ,lalu mengecup keningnya.
Kintan kembali meremang,apalagi sekarang bibirnya sudah saling terpaut ,saling mengecup dan memagut lembut.
Begitu lama mereka menikmati pagutan bibir yang sama-sama membuat candu dan memabukkan.Bahkan Kintan tidak diijinkan untuk bernafas,Bima enggan melepasnya.
Setelah Kintan mendorong pelan,baru terlepas dan ia bernafas.Bima hanya tersenyum.
"Sayang ,,aku ga bisa nahan,bibirmu membuatku candu,,"lalu ia mencium Kintan kembali.Kintan juga semakin terbiasa.Sekarang ia bisa mengimbangi permainan bibir Bima,sampai Bima kewalahan,dan melepasnya.
"Pintar ya sekarang pacarku ini,,,"ucap Bima dengan menggesekkan hidungnya ke hidung Kintan.
"Hehehehe,,kakak yang ngajarin."jawabnya malu lalu mereka pun tersenyum bahagia.
"Kak,,nanti keburu malam loh,,ayo kerumah Tata,,mami sama papi lama amat ya turunnya."
"Ga usah nungguin papi mami ,,mereka kalau sudah begituan lama sayang ,,bisa satu jam bahkan lebih."
"Begituan apa?"tanyanya dengan polos.
"Nanti kalau aku sudah halalin kamu ,pasti kamu tahu juga."ucap Bima mengulurkan tangannya.
"Ayo,,, eh Tata sudah Serlok belum?"
"belum ini."
"Nah gimana mau kesana,tunggu aja ya,,sudah kamu chat kan?"
"Udah."
"Ya udah sambil nunggu balasan,,ayo kakak tunjukkan kamarmu."Bima menggandeng tangannya Kintan untuk dilihatkan kamar yang akan ditempati Kintan nginap malam ini.
Bima membuka pintunya,dan Kintan melihatnya dengan takjub,Iya kamar yang luas,bahkan ruang tamu dirumahnya aja kalah luas dengan kamar ini.
tempat tidur yang king size dengan kasur yang sangat empuk,ruang bathrob,kamar mandi,dan pintu kaca yang jika dibuka langsung bisa melihat pemandangan taman.
"Masuk sayang,,ko malah bengong."
Kintan lalu masuk dan pertama kali dia langsung membuka pintu kaca,seketika udara sejuk masuk ,dan dia merentangkan tangannya memejamkan matanya menghirup udara sebanyak-banyaknya.
Bima menghampirinya,memeluknya dari belakang ,mengelus perutnya,mencium bahunya dan menghirup aroma parfum di leher Kintan.
"Kamu syuka kamarnya?"ucap Bima yang menggesekkan bibirnya ke leher Kintan ,memberi sensasi yang membuat Kintan meremang dan mendesah.
"I-iya su-suka banget."ucapnya terbata-bata karena menikmati sentuhan Bima yang selalu membuatnya terbang.
...**Ketika kamu sudah menemukan cinta sejati,...
...jangan berniat untuk menemukannya lagi....
...Peluk dan genggam lah dia ,selama kamu masih memilikinya.**...
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
__ADS_1