
Ujian berlangsung tenang dan lancar,semua siswa tertib tidak gaduh ,kalo terdengar bisik-bisik cari contekan sudah biasa terjadi,tetapi hanya beberapa siswa aja.Jadi suasana kelas tetap kondusif.
Waktu yang diberikan dari satu jadwal mata pelajaran 60menit.Dan ini sudah berlangsung di jam yang kedua,artinya tidak lama ujian hari pertama akan berakhir.
"Waktu tinggal 15 menit ,kroscek lagi jawaban kalian sebelum waktunya habis."begitulah kata guru yang menjaga ujian di kelas itu.
tet
tet
tet
"Baik semuanya,,waktunya sudah habis ,silahkan tinggalkan soal ujian dan lembar jawaban diatas meja kalian,,nanti biar ibu sendiri yang menyusun soal dan lembar jawabannya .Dan jangan lupa berdoa menurut keyakinan kalian masing-masing,tetap semangat ,rajin belajar untuk ujian besok, jaga kesehatan, dan hati-hati saat pulang semoga selamat sampai rumah.
Selamat siang." begitulah ujar ibu guru.
Siswa satu persatu meninggalkan ruang kelas nya.
Kintan,Aya,Icha,Tata berjalan beriringan menuju lorong sekolah.Mereka berempat berjalan dengan diiringi canda tawa sambil saling merangkul bahu mereka.
Tiba ditempat parkiran ,Kintan tidak berhenti karena memang saat ini dia lagi dimanja sang pujaan hati (kata author : cie ,,,yang lagi dimanja😁). Dia menunggu dihalte dekat sekolah.
Ketika duduk di halte karena nungguin Bima,terdapat sebuah mobil berhenti dihadapan Kintan sambil membuka kacanya,
"Tan,,ko lu disini?" Felisha dan tata yang kebetulan pulang bareng kaget melihat Kintan duduk sendiri di halte.
"iya ,,lagi nunggu jemputan."jawab Kintan agak gugup ,ga enak jika mereka tahu yang jemput ternyata Bima.
"Gue antar yux,daripada nunggu lama."ucap Felisha
"Ga usah Cha ,makasih ,aku tunggu aja."jawab Kintan
"Beneran ga mau nih,,paling bunda masih sibuk,atau lupa kali,, ayo buruan kita antar aja."ucap Tata mengira yang jemput Kintan adalah bundanya.
"Tidak usah ,,kalian duluan aja,,paling bentar lagi datang."ucap Kintan.
"Ya udah kalo gitu,,kita duluan ya,,daaa,,hati hati lu disitu ,semoga ga ada yang culik lu."ucap tata terkekeh.
"hahahaaa bisa aja ,bisa ga doanya yang baik."balas Kintan mengerucutkan bibirnya.
"Hahahaha ,,iya deh kuralat semoga bertemu dengan pangeran."ucap tata terkekeh.
"Semoga yang diralat itu yang dikabulkan,,aamiin,,ya udah hati-hati dijalan ya,,,,daaaa."ucap Kintan sambil melambaikan tangannya kepada kedua sahabatnya.
Sekolah sudah sepi ,"Untung aja Ka Bima belum muncul pas ada Icha tadi,,eh tapi kenapa ko belum datang ya."gumam Kintan dengan resah.
Kintan sudah resah nungguin,bolak balik duduk berdiri,mondar mandir,"mana sudah sepi lagi sekitar sini,ponsel lowbat lagi."ujar Kintan sedikit ketakutan.
__ADS_1
Mendung pun berganti hujan,Yang dia lakukan hanya duduk dengan posisi tangannya bersedekap didadanya karena mendadak merasa kedinginan.
Ditengah kegelisahannya,akhirnya orang yang ditunggu pun sudah datang.
ciiiiiitttttt
terdengar suara rem mobil yang terburu-buru seperti habis laju dan mengerem mendadak.
Bima langsung keluar dari mobil dan menghampiri Kintan yang masih bersedekap saking dinginnya.
Bima segera merengkuh tubuhnya Kintan
"Sayang,,maafkan aku,aku terlambat."ucap Bima sambil membawa Kintan kedalam pelukannya.
"Kak,,aku takut,mana sudah sepi ,hujan,kamunya ga datang-datang."Kintan memukuli dada bidang Bima.
"Iya,,sekarang tenang ya ,aku disini,ayo masuk."Ucap Bima sambil membuka pintu mobil.
"Biar aku yang pasangkan seatbeltnya."ucap Bima memasangkan seatbeltnya.
Hampir tidak ada pembatas diantara keduanya,keduanya saling bertatap.Bima menangkap kecemasan di raut muka Kintan,
sambil membelai pipinya
"Maafkan aku ya,tadi aku ada rapat dengan papi juga,maaf sudah membuatmu cemas,khawatir dan ketakutan."
"Hey,,,udah jangan nangis,,maaf ya."ucap Bima membelai pipinya dan mengecup keningnya
Kintan yang mendapat perlakuan manis langsung bersemu merah dan menganggukkan kepalanya tanda lebih tenang dan sudah memaafkan Bima.
"Lagian kenapa sih kak Bima ga telfon,jadi aku ga khawatir."
"Ponselmu ga bisa dihubungi sayang."ucap Bima mencubit hidungnya Kintan.
"Eh iya,,lowbat ,,hehe." ucap Kintan dengan perasaan bersalahnya.
"Tuh kan,,ya udah sekarang kita mau kemana princes?"
"Pulang aja,nanti bunda khawatir."
"Tapi makan dulu ya,,ada restoran yang recomended disini."
"Siap pangeran ."
Bima tersenyum dan meraih jemarinya Kintan untuk di genggam dan mengecupnya berulang-ulang.
🍀🍀🍀🍀
__ADS_1
Mereka sudah sampai ke restoran yang dituju.
Bima memarkirkan mobilnya ,dan membukakan pintu untuk sang pujaan hati.
"Wah,,bagus banget tempatnya."ucap Kintan kagum melihat restoran yang dituju.
"Kita ke atas ya,,disana pemandangannya lebih bagus lagi." ajak Bima.
Bima menggandeng tangannya Kintan untuk menuju ke lantai atas,dan mencari tempat duduk yang langsung menghadap ke pemandangan alam.
Sambil menunggu pesanan makanan dan minuman datang,mereka saling berkomunikasi yang tentunya menambah dekat diantara mereka.Hanya sekedar bertanya apa hobinya ,makanan kesukaan dan hal kecil lainnya.
"Kak,, gimana kalo suatu saat Aya,Icha,Tata tahu hubungan kita?"tanya Kintan
"Bagus donk,,jadi ga perlu kita backstreet lagi."jawAb Bima.
Dan obrolan mereka terhenti disaat waitres memberikan pesanan makanan dan minuman yang mereka pesan.
Setelah waitres pergi ,mereka sesaat diam menikmati menu yang sudah dipesan sambil melihat pemandangan disekitarnya.
"Syuka ga dengan tempatnya yang?"tanya Bima
"Syuka banget,,kak Bima ko tahu aja sih tempat ini,aku aja yang asli sini malah ga tahu tempat ini loh,,atau jangan-jangan pernah kesini ya sebelumnya?"tanya Kintan
"Iya pernah ,sebelum kenal kamu,, aku dan Fero sering kesini,setelah itu lama kita ga pernah datang lagi kesini,,ini baru bisa kesini lagi dengan kamu."jawab Bima.
Setelah mereka selesai makan,Bima mengajak Kintan untuk melihat pemandangan disekitar tempat itu.Dengan suasana yang sejuk dan penuh keromantisan,Bima selalu melingkarkan tangannya di pinggang Kintan,seakan tidak akan pernah melepaskan pujaan hatinya itu bergeser darinya.
"Sayang,kapan kamu mau main ke Surabaya?"
"Entahlah,,mungkin kalo nanti sudah lulus,aku punya keinginan untuk melanjutkan kuliah di Surabaya,,mungkin jadi adik kelasnya kak Bima nanti di universitas XX,,lihat beasiswaku aja nanti gimana?."ujarnya
"Akan aku usahakan kamu kuliah di universitas yang kamu inginkan."gumam Bima dalam hati
"Semoga keinginan nya terwujud ya,,rajin belajar jangan pacaran terus,hehehehe."ledek Bima
"Idih,,siapa yang pacaran,,aku kan ga punya pacar."ledek Kintan balik.
"Oh gitu ya,,ga papa sih kalo ga diakui pacar,,tapi diakui jadi calon suami."ucap Bima sambil mengedipkan sebelah matanya.
Kintan hanya membalas dengan senyuman sambil menyandarkan kepalanya di bahu Bima.
...Aku ingin kamu saja yang menemaniku,...
...Membuka pagi hingga melepas senja...
...Menenangkan malam dan membagi cerita....
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️