Cintaku Berlabuh Di Surabaya

Cintaku Berlabuh Di Surabaya
38. Aku harus kuat


__ADS_3

Setelah pembagian tim lomba,kelas pun berakhir.Mereka tidak langsung pulang,Dino sebagai ketua kelas meminta seluruh siswa untuk rapat pembagian tim.


Mereka tampak antusias dan semangat.Tim Voli yang dipilih Jelitha berkumpul sendiri,sedangkan tim cerdas cermat juga sendiri.Disitulah Kintan sendiri karena dia hanya ditugasi untuk puisi.Padahal biasanya ketiga sahabatnya selalu mengikutkan dia untuk sekedar menanyakan pendapatnya,tampak Felisha tersenyum sinis melihatnya,berbeda dengan Gayatri yang melihat Kintan kasian.Dia sebenarnya tidak tega melihat sahabatnya menyendiri seperti itu.Kintan hanya membaca buku pelajaran,meskipun dia tahu teman-temannya menjauhinya,dia ingin kelihatan baik baik saja meskipun hatinya hancur.


"Aku harus kuat,,sekarang yang penting aku harus belajar ,jangan sampai semua masalahku berdampak dengan nilaiku,,beasiswaku jangan sampai terputus.aku harus bisa membuat ayah bangga."gumam Kintan dalam hati


drt,,,drt


bunyi ponsel Kintan bergetar tanda chat wa masuk dan karena di sekolah jadi hanya digetarkan tanpa suara.


"Semangat sayangku💪❤️🥰😍" chat dari Bima lengkap dengan emoticon love.


"Ka Bima ko tau yang dipikiranku ya,,pas banget."ucapnya lirih


Lalu dia membalas chat dari Bima


"Iya sayang,,makasih❤️🥰😍"balasannya chat Kintan ke Bima.


Setelah membalas pesan Bima,Kintan segera beranjak pergi untuk menuju ke perpustakaan sekolah.Dia ingin membaca buku puisi untuk memperluas wawasannya.


Di saat berada di dalam perpustakaan ,dia bertemu dengan Raditya Permana yang sama-sama berada di perpustakaan.


"Kintana Larasati."panggil Radit


"Iya,,,ka Radit."ucapnya


"Syukurlah kamu masih mengenaliku."balasnya dengan senyum


"Oh iya sudah dengar kabar belum kalo kita dipasangkan untuk mewakili lomba baca puisi nanti? ucap Radit kembali


"Iya kak sudah dengar,,cuma ga nyangka aja kalo ternyata kak Radit hobi membuat puisi juga."


"Hehehehee."Radit menggaruk tengkuknya


"Kak,,maaf sebelumnya mau tanya ,,sebenarnya Kintan penasaran ,,apakah yang selama ini mengirim surat ke Kintan yang isinya puisi dan bunga itu kak Radit??


"Ehm,,mmm ,,maaf ya aku ke kelas dulu,,daa."ucapnya salah tingkah dan berjalan cepat keluar perpustakaan.


"Aneh banget,,aku kan cuma tanya,,apa susahnya sih di jawab."ucap Kintan menghembuskan nafasnya kasar dan kembali mencari buku yang diinginkan.


Setelah mendapat buku yang diinginkan ,Kintan kembali ke kelas.Disaat berjalan menuju ke kelas ,dia berpapasan dengan Icha ,

__ADS_1


"Cha ,,,darimana?"Kintan menegur Icha dengan senyumnya.


"Bukan urusan lu."jawab Icha sinis dan meninggalkan Kintan.


Kintan hanya bisa bersabar,dia tidak benci kepada Icha ,bagaimanapun Icha adalah sahabatnya ,kurang lebih setahun dekat dan bersahabat dengan Icha adalah hal yang membahagiakan dalam hidupnya.


Bel tanda pulang sekolah sudah berbunyi.


Semua murid keluar dari kelasnya masing-masing untuk pulang.Ada juga murid yang masih bertahan ,karena belajar kelompok ,ada juga yang mulai berlatih untuk persiapan lomba Minggu depan.


Icha,Aya,Tata berjalan bertiga,dari mereka bertiga hanya Aya yang sesekali mencari keberadaan Kintan.


"Cha,,Ta ,,asli gue kangen kita jalan berempat lagi loh,,berjalan bareng,bercanda bareng."ucap Aya melirik Icha.


"Tapi gue ga tuh."ucap Icha sinis.


"Iya gue juga sama dengan Aya ,,Cha kasian Kintan."ucap Tata.


"Bodo amat,,dia sudah merebut Bima dari gue, gue ga akan pernah maafin."ucap Icha sinis dan langsung masuk ke mobil.


Ketika mereka bertiga sudah masuk mobil, dan melewati halte dekat sekolah,mereka melihat Kintan berdiri menunggu jemputan dari sopirnya Bima.


"Tuh lihat gayanya,,,dasar manja."ucap Icha sinis.


Kintan mengetahui dan melihat tatapan sinis dari Icha.


Tidak lama berselang ,sopirnya sudah datang.


"Maaf neng ,saya terlambat,,jangan bilang den Bima ya neng kalo saya terlambat jemput neng."ucap mang Karyo


"Emangnya kenapa mang,apa den Bima sering marahin mamang."


"Panggil aja saya mang Karyo neng,, den Bima ga pernah marah sih neng,mereka sekeluarga baik banget malahan,,cuma sy tau wataknya den Bima,den Bima itu kalo sudah apa yang menjadi miliknya akan dijaganya." ucap mang Karyo.


"Ogh,,mang Karyo sudah lama kerja dengan keluarga ka Bima?


"Wah sudah lama neng,dari bos besar pengantin baru sampe sekarang,,cuma ini aja sy lagi cuti pulang ke Malang karena bapak saya baru meninggal ,,Minggu depan sy sudah kembali ke keluarga bos di Surabaya."jelasnya lagi.


"Begitu ya mang,,saya ikut berduka cita ya mang,semoga almarhum diterima disisiNya,diampuni dosa-dosanya,aamiin."


"Iya neng aamiin,,makasih. Saya senang den Bima memilih neng,,neng baik,ramah,,ga kayak????ucapan mang Karyo berhenti

__ADS_1


"Kayak siapa mang? balas Kintan penasaran


"Bukan siapa-siapa neng,,,den Bima itu kan ganteng neng,jadi banyak cewek yang sok cari perhatian gitu,,ada 1 yang sering cari perhatian datang kerumah nyelonong,omongannya juga kasar ke pembantu,sedangkan bos aja ga pernah ngomong kasar,,tapi den Bima ga pernah mau nemuin,,ada aja alasannya mau pergi,,tapi ketika den Bima cerita soal neng,mukanya bahagia banget neng,,saya tau banyak cinta yang dikasihkan untuk neng Kintan,,dan ini salah satu contoh bukti cintanya ke neng,,saya sudah lama ikut dengan keluarga Abimana ,jadi hafal wataknya den Bima kalo sudah mencintai dia akan menjaganya ,mungkin bisa jadi oper proketif ."ceritanya panjang lebar


"Over protektif mang."balas Kintan menggelengkan kepalanya dengan tersenyum.


"Nah itulah neng pokoknya,,maklum neng mamang kan ga pernah sekolah tinggi."ucapnya lagi


"Nah mang ga terasa bentar lagi nyampai rumah Kintan."


"Iya ya neng cepet ya,,mamang cerewet ya neng,,nerocos terus ya,,maafin lah neng."


"Ga papa mang,Kintan malah seneng ko,,ya udah mang turun sini aja ,Kintan masih mau mampir ke warung dekat rumah itu, ada yang mau Kintan beli."ucapnya sambil menunjukkan ke arah warung yang dituju.


"Oke neng. "


"Oh iya mang,,besok Kintan berangkat sendiri aja ya,mamang ga perlu repot lagi ngantar jemput ,Kintan juga udah ngomong dengan kak Bima."


"Iya neng saya mah nurut aja,,jika mau nya nanti den Bima antar jemput neng ,mamang siap juga."


"Mang makasih banyak ya ,,mamang ga mampir dulu ,makan siang di rumah dulu mang?"ajak Kintan.


"Ga usah neng,terima kasih ,mamang langsung pulang aja."dan mobilpun melaju meninggalkan Kintan yang mau belanja ke warung dekat rumahnya.


Disaat Kintan berjalan menuju ke warung,tiba-tiba ada ibu yang meminta tolong karena habis kecopetan.


Si ibu itu duduk dengan keadaan yang lagi menangis.


"Maaf ibu permisi ,,mengapa ibu menangis disini?


"Sa-saya habis kecopetan nak,,,dompet seisinya dan hp habis semua dibawa pencopet ,,hiks hiks."ucap si ibu itu menunduk .


"Ibu udah makan?


"Belum,,rencananya tadi mau beli makan di warung itu ,cuma ditengah jalan,,ada laki-laki yang naik motor merampas tas ibu,kejadiannya sangat cepat ,jadi begitu ibu teriak ,laki- laki bermotor itu sudah laju dan ga kelihatan motornya."ujarnya lagi.


"Ya Tuhan,,gini aja Bu ,,kalo ibu mau,ayo ikut saya pulang kerumah,,bunda saya pasti senang,,nanti kalo ibu sudah merasa baikan,,saya akan mengantar ibu pulang ke keluarga ibu ."ajak Kintan kepada ibu itu.Entah mengapa Kintan sudah langsung menyayangi ibu itu.


"Dilihat dari wajahnya dan bentuk badannya ,sepertinya ibu ini bukan orang sembarangan,,tapi sudahlah aku tidak mempermasalahkan,yang penting ibu ini terselamatkan dulu,,kasian beliau kelihatan masih syock."gumam Kintan dalam hati.


.

__ADS_1


.


Kira-kira siapakah ibu yang Kintan tolong itu??


__ADS_2