
Di sofa panjang yang berada di rooftop ,Kintan duduk dan disebelahnya Bima serta Davin yang duduk di depannya Bima.
Bima memang sudah membooking tempat itu untuk berkumpul dengan mereka.
Davin memberikan daftar menu yang tersedia di restonya.
"Sayang,,mau makan apa?"tanya Bima ke Kintan.
"Aku pengen steak aja,,minumnya juice alpukat."
"Yakin ga makan nasi yang."
"Ga,,,nanti aku gemuk,,terus kamu ga mau lagi sama aku."goda Kintan ke Bima dengan mengerucutkan bibirnya menatap Bima.
"Sumpah ya ,,kalau ga ingat berada ditempat ini,,sudah ku uyel-uyel kamu yang,,gemes."ucap Bima mencubit pipinya Kintan dan mendaratkan kecupannya ke keningnya.
"Eh ,,memang ya kalian ini,,ditinggal sebentar sudah mulai mau mesum lagi."
ucap Davin yang kembali duduk didepan Bima setelah meninggalkan mereka untuk menerima telfon.
Mereka hanya menanggapinya dengan tertawa.Bahkan Bima malah sengaja memeluk Kintan didepan Davin,entah mengapa Bima sangat suka menggoda Davin.
Dan jangan ditanya Davin bagaimana,sudah gondok betulan dia mah.
"Ampun deh dengan kalian, kalian emang teman ga ada akhlak,, tega sama gue,jiwa kejombloan gue meronta-ronta tau lah."ucap Davin meraung didepan mereka.
Bima dan Kintan ga kuat menahan tawanya,mereka tertawa terpingkal-pingkal.
Sampai waiters datang mengantarkan pesanan mereka.
"Eh,,Tan ,,temen Lo gimana?"
"Yang mana kak?"
"Yang itu,,,yang ngebet banget ma Bima."
"Oh Icha??
"Halah gaya Lo Vin,pakai lupa segala."
"Bim,,Lo ga niat tukeran nih, biar gue sama Kintan aja,Lo ma Icha."cerocos Davin ke Bima.
bukannya jawaban malah tisu setempatnya yang dilempar Bima kearahnya.
"Sialan Lo Bim,,kampret emang Lo,,syuka bener nyiksa teman."
"Lagian punya mulut tu dijaga,,tukeran emang baju,,,"jawab Bima yang terlihat kesal.
"Ah Lo ga bisa diajak bercanda."
"Mana bisa cinta untuk bahan bercanda,,gue mah udah cinta mati sama Kintan,,percaya kan sayang?? ucap Bima dengan menatap Kintan.
"Ga,,aku ga percaya."jawab Kintan.
"Sayaaaaanggg ko gitu?"tanya Bima lagi.
"Cinta mati ,siapa yang mau,,,
Kalau cintaku itu harus terus hidup,
jangan sampai redup,
dipupuk terus jangan sampai mati,
harus terus ada di hati
sampai nafas berhenti."jawab Kintan dengan tersenyum menatap Bima.
"Achhh sayang maksudku juga gitu,,,udah mentok dah cintanya aku tu hanya ke kamu doank,,,kan kayak gini aku makin love you,,, ❤️😍."balas Bima mencium keningnya bertubi-tubi.
"Hemmm,,,terus tempel aja terus ,,tempel,,,jangan hiraukan jomblo ini."
__ADS_1
"Eh ada suara ,tapi ko ga ada orangnya ya yang."ledek Bima tanpa menoleh ke Davin tetap memandang Kintan.
"Sialan Lo,,,udah gue mau pergi aja,pusing gue lihat kalian."celetuk Davin segera berdiri beranjak dari tempat duduknya.
"Perlu tiket ga?? yang jauh ya,,yang lama juga ga papa."
"Gue bentar doank,,enak aja Lo ,,kalau gue tinggalin entar yang ada Lo mesum lagi,,kasian tempat gue ,yang ada di laknat sang pencipta."
Bima meledakkan tawanya.
"ih,,syuka banget jailin temannya ,kan kasian."
"Jangan dikasihani yang,kasian tu sama aku,,udah di ubun-ubun ada si pengganggu lagi,,,, rasanya tuh... awww ."ucap Bima tanpa filter yang berakibat cubitan melayang ke perutnya.
"Seperti ini kah rasanya?? dasar mesum,,bener bilangnya kak Davin,dulu kamu ga semesum ini loh ,, kenapa sekarang jadi mesum begini sih?"
"Makanya nikah yux?? biar mesumku tersalurkan,, yaaannggg yux???
"Kemana?"tanya Kintan sambil melahap steaknya.
"Kawin,,eh nikah."
"Iya."jawab Kintan malas debat.
"Bener??mau bener ya ,, habis aku wisuda ??"tanya Bima dengan hati senang karena ditanggapi iya oleh Kintan.
"iya mau,,4tahun lagi."jawab Kintan menjulurkan lidahnya dan beranjak berdiri.
"Yaaangg ko gitu,,,kelamaan yang,,, eh mau kemana?"tanya Bima meraih tangannya Kintan yang hendak berdiri.
"Ke kamar mandi,,,mau ikut??"ucap Kintan dengan senyum menggoda.
"Boleh??"tanya Bima.
"Ga boleh,, tunggu disini ya bayi gede."ucap Kintan.
"Ayo kuantar,,, aku juga mau ke kamar mandi."ucap Bima langsung menggandeng tangannya Kintan menuju kamar mandi.
Setelah beberapa saat berada dikamar mandi,Kintan juga sudah merapikan pakaian dan make up nya,,cuma pakai bedak dan mengoleskan Liptin nya aja dia sudah terlihat lebih segar dari sebelumnya.
Bima juga sama,mukanya jadi terlihat lebih segar,apalagi rambutnya juga setengah dibasahi.
Mereka keluar dari kamar mandi pun bersamaan,kompak banget😀.
"Ayo."ucap Bima sesaat menatap Kintan mengusap pipinya dengan jari jempolnya,menyelipkan rambutnya Kintan ke telinganya,dan dengan senyumnya dia menggandeng tangannya menuju tempat duduk yang tadi dia tinggalkan.
Alangkah kagetnya mereka begitu sampai di tempat duduk sudah ada pasangan yang ga kalah heboh dari Davin, mereka Faiz dan Jelitha.
"Hay,,Kintaaaannn."ucap tata berdiri dan memeluk sahabatnya.
"Tataaa,,,ko kamu ada disini."
"Lo lupa,,,bisnis mamiku ada disini juga."
"Oh iya ,,,terus ko tahu kalau aku disini."ucap Kintan.
"Tu yang ngasih tahu,,bilangnya mau gangguin kalian yang mau berbuat mesum."ucap Tata menunjuk ke davin yang omongannya absurt tanpa filter.
"Dia itu iri aja lihat kita mesra-mesraan."celetuk Bima yang langsung mendapat cubitan dari Kintan.
"Aww,,sakit yang."ucap Bima memegang tangannya Kintan.
"Hobi banget lu ledekin gue,,awas aja nanti kalau gue dapat pacar,Ya Tuhan dekatkanlah jodoh hamba."ucap Davin dengan menengadahkan kedua tangannya.
Mendengar doanya Davin semua menjawab dengan "aamiin"
"Beb,,jodohin sama Icha nape?? ucap Faiz ke Tata.
"Ya beb,,dia mah emang syuka sama Icha,tapi cintanya bertepuk sebelah tangan,Ichanya malah ngejar-ngejar Bima."
"Betulan??? kasian amat nasib Lo Dav."
__ADS_1
"Makanya,,gue tanya ke Bima ,ga ada niat ape putusin Kintan dan Nerima cintanya Icha, biar gue sama Kintan."ucap Davin memang sengaja membalas Bima.
"Mau gulung tikar usahamu??enak aja mau rebut pacar gue,,cinta gue itu udah mentok ke dia,ga ada yang lain.Lah kalau Lo emang cinta si Icha ,kejar donk,,"ucap Bima.
"Kayaknya gue nyerah aja ke dia,gue mau cari cewek lagi aja,capek gue ngemis-ngemis ke orang yang nyata ga cinta sama gue,,sakitnya tu disini.."ucap Davin dengan menunjuk kedadanya.
"Kayak judul lagu."celetuk jelita dengan langsung berdiri menyanyi dan memperagakan tangannya menunjuk dan menepuk dadanya.
🎵sakitnya tuh disini,
di dalam hatiku,
sakitnya tuh disini ,
melihat kau selingkuh,
sakitnya tuh disini pas kena hatiku,
sakitnya tuh disini kau menduakan aku,
sakit,,,sakit,,,sakitnya tuh disini,
"Terus ,ledek aja terus ,,gue mah sabar orangnya."ucap Davin mencebikkan mulutnya menahan semua ledekan temannya.
"Iya kak,,orang sabar jodohnya dekat."jawab Kintan.
"Iya Tan,,sumpah hari ini Lo aja yang waras Tan."jawab Davin terkekeh diikuti tawa Bima ,Faiz dan Tata.
Drtz drtz
"Bunda."ucap Kintan melihat nama bundanya yang menelfon ponselnya,kemudian ia melirik ke arah Bima.
"Sayang ,ijin sekalian nginap ya,,aku mau ajak jalan-jalan kamu naik motor,mumpung disini ini,,ya ,,ya."ucap Bima dengan mengedipkan matanya.
"Iya,,semoga sama bunda diijinkan."jawab Kintan.
"Alihkan ke video call yang,,biar bunda tahu kita berada dimana."ucap Bima yang tidak ingin sembunyi-sembunyi ke bunda Kintan.
Kintan pun segera mengalihkannya ke video call.
"Assalamualaikum Bun."sapa Kintan
"Bunda sehat??"Tata ikut menimpali disampingnya Kintan.
"Baik ,bunda sehat Tata,,alhamdulillah ada Tata juga disitu,, bunda kira???."ucap bunda yang tidak tenang membayangkan hanya Kintan dan Bima aja.
"Kenapa Bun??bunda kira apa? pasti bunda ngiranya aku berduaan dengan kak Bima,,iya kan??."
"Iya bunda was-was ,eh Bima mana?"
sama Kintan ponselnya diarahkan ke Bima.
"Bima disini Bun,Bima akan selalu jagain anak bunda yang cantik ini."ucap Bima dengan tersenyum memandang Kintan disebelahnya.
"Bunda ,,,Kintan izin nginap boleh ga?"
"Apaaaa"
Nah Lo kira-kira bunda ngijinin ga ya???🤔
nginap nya dirumah Bima apa Tata ya?🤔
kira-kira tersalurkan pa ga ya
yang sudah diubun-ubun bima
terus bakalan ada pengganggu lagi ga ya?
Ach terserah lu aja deh Thor
syuka-syuka lu dah
__ADS_1
😂😂😂🤭🤭✌️🙏