
"Alhamdulillah hari ini penjualannya lumayan 2x lipat dari sebelumnya." gumam Kintan sambil menghitung hasil nominal penjualan barang hari ini.
Drtt Drttt
ponsel Bima bergetar dan segera mengangkatnya.
Kintan melirik dan sempat melihat kalo yang menelfon adalah Fero.
Karena tidak ingin mengganggu Bima yang sedang menelfon,Kintanpun berdiri dan mengecek barang sudah banyak yang kosong karena habis,dia mengecek dan mencatatnya apa aja nanti yang harus beli lagi untuk tokonya.
"Sayang,,hemm kamu ga papa kan kalo aku tinggal? tanya Bima sambil melingkarkan tangannya di perut Kintan,mendekapnya dari belakang.
Kintan yang kaget dengan dekapannya bima ,segera membalikkan badannya kearah Bima.
"Emang mau kemana?
"Mau kerumah Fero,,boleh ga?
"Hemm."Kintan hanya mengangguk lemah ,mengerucutkan bibirnya dan segera membalikkan badannya menjauh dan berjalan kearah wastafel.
Bima seolah tahu apa yang dirasakan kekasihnya, dengan segera menarik tangannya dan memeluknya.
"Kalo kamu ga ngijinkan ga papa yang,,,aku akan disini menemanimu."
"Ga papa ko,kesana aja ,salam buat Icha ya?
lagi-lagi Kintan memalingkan wajahnya.
Hal itu justru membuat Bima tersenyum geli,dan memandangi wajah Kintan yang terlihat imut.
Cup
Bima mengecup bibirnya Kintan
"Apa kamu cemburu?
"Ga,,siapa yang cemburu?udah buruan gih pergi nanti ka Fero dan Icha nungguin loh."
"Berikan aku senyuman dulu."
Kintan pun tersenyum,meskipun hatinya ada sedikit rasa sesak ,entah apa yang dirasakan
tapi dia berusaha menutupi semuanya.
Bima kembali mencium bibir,******* dan memagutnya dan kembali merasakan manisnya bibirnya Kintan.
Bima mengakhiri ciumannya dan terakhir mencium keningnya Kintan dengan lama.
Kintan yang mendapat perlakuan begitu hanya bisa memejamkan matanya merasakan kehangatan yang diberikan oleh Bima.
"Aku janji ga akan lama sayang,,setelah Maghrib aku akan menemuimu ,kita akan dinner bersama."
Kintan hanya menganggukkan kepalanya.
Bima kembali memeluknya ,dan meraih kunci mobilnya untuk pergi kerumah Fero.
__ADS_1
Sedangkan Kintan kembali mencatat barang yang telah laku dan stok yang kosong.
"Sepertinya Minggu depan aku harus belanja barang."gumamnya.
Sebelum tutup toko,terdapat pembeli lagi yang membeli barang jualannya.Kintan kembali melayani dengan keramahannya ,dan lagi-lagi pembeli dibuat puas dengan pelayanan Kintan.
Selain cantik ,ramah dan murah senyum ,itulah yang disukai pembeli kepada tokonya Kintan.
Kintan kembali kerumah dengan hati yang gembira
"Ayah,bunda Kintan pulang."
"Assalamu'alaikum."bunda mengingatkan Kintan yang terlalu gembiranya sampe lupa masuk rumah tanpa salam.
"Eh iya maaf bunda lupa,,wa'alaikum salam bunda."ucap Kintan sambil mencium tangannya ayah dan bunda
"Ada apa sih ,ko sepertinya gembira sekali."tanya bunda
"Ayah,,Alhamdulillah hari ini penjualannya lumayan ,lebih banyak dari hari kemarin."ucap Kintan sambil menyerahkan semua uang hasil penjualannya hari ini.
Ayah menerimanya dengan tangan gemetar dan mata yang berkaca-kaca.
"Ayah ko malah nangis sih,kurang ya yah uangnya?
"Ayah bahagia sayang,,harusnya ayah yang bekerja ,bukan malah kamu,,tugas kamu kan hanya sekolah yang pinter."ucap ayah yang tidak bisa membendung air matanya.
"Ayah ngomong apaan sih,,yah justru Kintan malah seneng Lo bisa bantu ayah,,Kintan jadi mengenal bagaimana cara menghadapi customer,,mengecek barang mana yang laku dan kurang laku,terus bisa kenal dengan customer baru,,karena Kintan juga online kan yah barangnya ,jadi penjualannya selain offline juga online,,kan sayang jaman sekarang medsos hanya dianggurin untuk hal yang tidak berguna,makanya hasilnya bisa berlipat yah."
"Wah memang hebat anak bunda dan ayah ini "timpal bunda.
dan mereka bertiga pun slaing berpelukan dan Kintan mencium pipi kedua orang tuanya yang sangat disayanginya.
"Oh iya sudah ketemu Bima belum? tadi bilangnya minta alamat toko,mau nyusulin kamu kesana."jelas bunda
"Sudah Bun,iya tadi ka Bima ketoko,,jadi kebetulan karena aku ngantarin barang ke customer,ka Bima yang bantu nungguin toko,bahkan membantu Kintan ngecek dan ngasih tahu barang yang kurang layak dijual dan yang disukai pembeli ,,ternyata dia lebih ngerti Lo Bun daripada Kintan."
"Oh iya bagus donk,,terus kemana Bima sekarang ,ko ga ikut kesini?
"Tadi pamit mau kerumah Ka Fero kakaknya Icha,,jadi selepas Maghrib mau kesini"
**********
Adzan Maghrib sudah berkumandang ,mereka segera mengambil air wudhu.Ayah belum bisa pergi sholat ke masjid, jadi mereka sholat berjamaah di sebuah ruangan kecil yang dijadikan khusus tempat sholat.
Mereka adalah keluarga kecil yang hidup sederhana,bukan berlimpahan harta tetapi berusaha saling melimpahkan kasih sayang.
Karena sesungguhnya bukan harta yang membuat bahagia ,tetapi sejauh mana kita bisa mensyukuri nikmat yang telah diberikan Tuhan kepada kita.
Setelah sholat Maghrib selesai
tok
tok
"Assalamu'alaikum."
__ADS_1
"Wa'alaikumsalam."
"Biar Kintan yang buka bunda."
Kintan membuka pintu,nampaklah senyum Bima yang menawan dan membuat hati Kintan berdesir.
"Apa aku ga dibolehin masuk?
"Eh iya maaf ,,masuk kak."
Bima masuk dengan membawa makanan untuk ayah dan bunda.
Tak lupa Bima mencium tangan ayah dan bunda Kintan,seolah mereka adalah orang tuanya.Kehangatan yang mereka ciptakan ke Bima juga membuatnya memperlakukan seperti orang tuanya sendiri.
"Bim,banyak amat bawa makanannya ,ni buahnya juga ,kenapa repot-repot sih."
"Ga ada yang direpotkan bunda,sejujurnya Bima ga tau ayah suka apa,,mengingat ayah lagi sakit jadi sepertinya hanya buah yang bagus untuk ayah,,semoga ayah cepet sembuh."
"Terima kasih nak Bima."ucap ayah
"Ayah,bunda,,ehmm,,, Bima mau???
"Iya ayah ijinin,,tapi pulangnya jangan malam-malam ya."
Bima yang mendengarnya ingin rasanya teriak horeee,,tapi semua itu hanya diucapkan dalam hati yang diiringi dengan senyum sambil melirik Kintan.
"Bentar aku ambil dompet dan hp dulu."
penampilan Kintan malam ini hanya memakai celana jins dan dipadukan dengan tunik yang selalu membuatnya terlihat modis dan menarik.
Saat berada diluar rumah
"Sayang ,,aku ingin ngajak kamu naik motor ga papa kan naik motor?" ucapnya sambil menautkan jemarinya ke jemarinya Kintan.
"Loh,,emang motor siapa ka?
"Motornya Fero kupinjam,,mobilku kutitipkan disana,,aku pengen berduaan sama kamu naik motor biar lebih romantis."ucapnya terkekeh sambil mengerlingkan matanya ke Kintan.
"Ya udah asyik malahan naik motor,,yux!ajak Kintan ga sabar.
"Bentar yang Pakai jaket dulu ya,,biar anget ,udara malam ini dingin." ucapnya sambil mengambil jaket yang dibelinya secara couple dan memakaikannya ke Kintan.
"Eh,,couplean jaketnya?
"Iya donk,,bagus ga? tuh kan pas di kamu jaketnya,,tambah cantik ,,oke kita jalan my love." ucapnya sambil mengecup keningnya.
berkeliling naik motor berdua itu lebih romantis ,dengan sesekali menghadapkan wajah Bima ke Kintan sambil mengedipkan matanya ,belum lagi kadang ngerem mendadak yang alhasil ada sesuatu yang menubruk punggungnya,tangan Bima yg sesekali memegang lutut Kintan disaat lampu merah,semakin menambah keromantisan mereka berdua.
...ternyata Sesederhana itu untuk bahagia...
...sesederhana kamu tersenyum ...
...sesederhana kamu bersyukur ...
...Happy with you...
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️