Cintaku Berlabuh Di Surabaya

Cintaku Berlabuh Di Surabaya
34.Saling cinta


__ADS_3

Ujian di hari terakhir sudah dilalui dengan lancar.Para siswa merasa lega karena selama seminggu,pikiran,waktu semua tercurahkan demi lancarnya ujian,dan berharap apa yang sudah dikorbankan selama seminggu akan membuahkan hasil yang memuaskan.


"Seperti biasa sebelum bel berbunyi ,berarti waktu masih ada,gunakan dengan memeriksa ulang jawaban kalian,gunakan sisa waktu yang ada dengan sebaik-baiknya."begitulah ujar ibu gurunya.


Tet


tet


tet


"Baiklah taruh lembar jawaban dan soal nya di atas meja,,hari ini kita sudah selesai ujian,ibu harap hasilnya nanti akan memuaskan, sesuai janji sebelumnya ,setelah ujian akan ada pembagian tugas untuk peserta lomba, pertemuan berikutnya kita akan membahasnya,,, baik semuanya ibu akhiri pertemuan hari ini dan happy weekend


see you nex time."ujar ibu gurunya.


"See you." diiringu suara sahutan riuh dari muridnya.


Satu persatu mereka sudah keluar kelas,Kintan berjalan dengan diiringi Aya disampingnya,dan menyusul Icha dan Tata.


Setelah tiba di dekat parkiran,mereka melihat banyak murid berbisik-bisik berlari menuju kearah halte


"Ayo cepet,,ada cowok ganteng banget


"Aku mau foto selfie ah"


"Tuh cowok mau ngapain,ya ,,siapa yang mau ditemui."


Begitulah bisik-bisik para cewek-cewek SMA itu yang sudah membuat keempat sahabat itu saling memandang.


Mereka berempatpun penasaran,akhirnya keluar gerbang dan berteriak


"Kakk Bimaaa."teriak Felisha sambil menganga


Felisha segera datang mendahului dan berada di depan Kintan,Aya,Tata


Kintan yang melihatnya hanya tertunduk dan memalingkan mukanya.


Felisha menghampiri Bima seolah masih belum percaya kalo cowok yang disukainya ada di depan sekolahan.


"Kak Bima ngapain disini?"tanya Felisha penuh selidik.


Kintan yang mendengarnya sedikit gugup dan menatap Bima,mereka saling menatap dan berbicara antara hati,seolah tahu dengan kegugupan Kintan.Bimapun menjawab


"Aku kebetulan lewat,dan aku pengen tahu aja sehebat apa SMA XX ini,aku ingat kalian sekolah disini,jadi aku berhenti sebentar." alasan Bima


"Oh iya ,kebetulan donk,jadi aku boleh nebeng nih,,Ta lu bawa mobil gue ya." ucap Icha ke tata


"Eh enak aja lu,,mentang-mentang sudah lihat yang bening,gue ga dilupain."ujar Tata

__ADS_1


"Ye ilah Ta,,sekali ini doank,,mumpung ada cowok ganteng ini,,masa gue harus sia-siain sih."balas Icha


"Ayo ada yang bareng aku ga nih."ucap Bima yang malas mendengar perdebatan mereka,dan segera masuk mobilnya.


"Udah gini aja,,gue dan Kintan yang bareng Bima,,lu kan bawa mobil Cha,,lu sama tata naik mobilmu sendiri,,kasian tuh mobil dianggurin,,ayo Tan."ajak Aya yang langsung menarik tangannya Kintan untuk masuk ke mobil Bima.


"Ay,,lu dibelakang ,Kintan didepan sama gue."perintah Bima.


"Siap pak sopir."


"Sialan lu,emang gue sopir lu."


"Lah emang bukannya sudah seminggu jadi sopir pribadinya Kintan?"goda Aya


"Kalo untuk dia mah jangankan jadi sopir pribadi ,jadi pembokatnya aja gue mau ay." balas Bima sambil melirik Kintan.


"Hilih dasar bucin ,,"ucap Aya sinis


"Bucin nya akut tapi masih juga main rahasia2 ,jujur aja kenapa sih Bim,,akuin perasaan kalian, ga enak tahu backstreet itu,,kayak ga direstui orang tua aja,,eh apa jangan-jangan kalian juga backstreet nih dengan kedua orang tua kalian."lanjut Aya


"Ay,,,kamu ga laper apa?


aku dengarkan kamu ngomong aja jadi laper."jawab Kintan.


"Bim,,lu kan laki-laki ,,,jujur kenapa sih,,,umumin donk kalo kalian udah jadian."tambah Aya.


mauku malah kusahkan sekalian di KUA."jawab Bima.


"Nyonya siapa? tanya Aya.


"Nyonya Abimana lah."balas Bima melirik Kintan.


"Aww,,geli sayang."ucap Bima dengan menahan tangannya Kintan yang telah mencubit pinggangnya.


Bima meraih tangannya Kintan dan menggenggamnya serta mencium berulang ulang,,sementara tangan kanannya masih memegang setir mobil,,mereka berdua serasa tidak perduli dengan kehadiran Aya dikursi belakang.


"Heh kalian ya,,stop jangan diteruskan keuwuan kalian,,jangan nodai mataku yang masih suci."ucap Aya dibelakang.


Bima dan Kintan pun hanya terkekeh mendengar ucapan Aya.


Drtt


Drtt


"Eh Icha telfon nih,,bentar ku loadspeaker dulu ya."


"Hallo ay,,ih nyebelin lu ,,pengen deh gue diantar Kak Bima,,bilangin ma kak Bima makan siang yux,,kutunggu di resto XX ya." ajak Icha.

__ADS_1


"Yoi nanti gue sampaikan,,bye."


Kintan yang mendengar semuanya hanya tertunduk dan memalingkan muka nya,ada gemuruh dihatinya ,,sedih,merasa bersalah


seolah tahu yang dirasakan Kintan ,Bima segera meraih jemarinya Kintan untuk dia genggam dan menciumnya tangannya lagi dan lagi.


"Gimana Bim? Icha ngajak kita makan siang di resto XX ,dia ngebet banget sama lu Bim,,ups sory Tan,,bukannya aku ,,,-


"Ga papa Aya,,mungkin memang aku yang bersalah,,seandainya,,- "Belum sempat meneruskan omongannya,Bima tiba-tiba menepikan mobilnya.


"Udah stop sayang jangan diteruskan." begitulah ketegasan Bima sambil menepikan mobilnya.


Bima berkata dengan memposisikan badannya untuk berhadapan dengan Kintan.


Bima langsung keluar dari mobil.


"Tan susul gih."ucap Aya yang melihat kemarahan di muka Bima.


"Kak."panggil Kintan ke Bima.


"Jangan pernah berkata begitu lagi,jangan pernah merasa bersalah terus,,apakah cinta itu salah?apakah aku mencintaimu juga salah? apakah kita salah kalo saling mencintai? Apakah cinta bisa dipaksakan?


Kamu pelabuhan cintaku,, ga akan ada orang lain yang bisa menggantikan,,jangan salahkan dirimu lagi,,mengerti?"ujar Bima dengan posisi meraih dagunya kintan ,karena dia sudah berkaca-kaca ingin menumpahkan air matanya.


"Maaf sudah membuatmu marah,,hiks hiks."ucap Kintan lirih.


"Udah jangan nangis,,aku tidak bisa marah sama kamu sayang,,kita hadapi ini sama-sama." ucap Bima diiringi anggukan Kintan,dan sambil menghapus air mata di pipinya serta membawa ke dekapannya.


"Wooii udah donk dramanya,,panas nih."teriak Aya dari dalam mobil.Bukan panasnya cuaca tapi panasnya hati yang melihat keuwuan mereka.


"Hilih bilang aja iri."jawab Bima


"Awas ya nanti kalo ada beb Fero ,akan kubalas."ucap Aya


"Bim ,Tan gimana mau ga makan siang nih,,bim lu harus traktir kita,,enak aja lu sudah lama jadian ga traktir-traktir."


"iya - iya gue traktir,,bilangin ke Icha dan tata telfon Fero sekalian kita makan siang di resto XX."


"Kak,,kak Bima yakin? tanya Kintan.


"Yakin sayang,tenang aja ya."Bima kembali meraih tangannya Kintan.


Tanpa dipungkiri Kintan memang merasa tenang jika setiap kali Bima menggenggam tangannya.


"Aku akan jujur dan mengatakan semua ,supaya nantinya kamu ga akan jadi pihak yang disalahkan."gumam Bima dalam hati sambil memandang Kintan.


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2