
"Apa kau yakin harus memutuskan benang itu" kata Nada yang berjalan mengikuti Lio.
Lio tak menjawab pertanyaan Nada, ia terus berjalan mendekati ular besar tersebut yang sedang sibuk menyerang para D'hunter.
"Sial, dia kuat sekali" gumam Kenan.
Bruakkk
Terdengar suara benturan keras. Ya, Tiara terpental ke tembok karena terkena serangan ular tersebut. Ular raksasa itu tidak memiliki bisa, namun ia sangat kuat dan susah di taklukkan.
"Sial!!"
"Tuan, kau bisa memotong tali itu jika kau bisa naik ke punggungnya" kata kunang mengarahkan.
"Baiklah, ular besar. Aku akan menaiki mu"
Lio berlari ke arah Ular tersebut. Ia tidak bisa menaikinya dengan melewati ekornya, karena sekarang ekor ular tersebut sedang sibuk mengibas-ngibas benda di sekitarnya. Namun Lio tak kehabisan akal, dia pun melompat ke arah perutnya.
"Grraahhhh" Ular itu tau kalau Lio sedang berada di atas tubuhnya, iapun mengibaskan ekornya ke arah Lio. Dengan lincah, Lio menghindarinya.
"Aku tidak akan termakan serangan mu lagi hewan bodoh" gumamnya. Dengan lincah Lio berlari dan melompat di atas tubuh ular tersebut, saat setelah dia hampir di lehernya tiba-tiba kepala ular itu berbalik menyerang Lio.
"Grraahhhh"
Serangan ular itu tidak cukup kuat untuk merobohkan Lio. Ia mampu membaca serangannya dengan cepat.
Lio melompat memanjat sisi samping ular tersebut, tubuhnya bagaikan melayang di udara lalu dengan tepat mendarat di kepala ular tersebut.
"Habislah kau kali ini" gumamnya.
"Grraahhhh" Ular itu mengibaskan kepalanya. Dengan sigap, Lio terjun menuruni leher ular tersebut sambil menancapkan belati yang ia dapat dari nada ke leher ular tersebut.
Krrraaakkk
Tubuh ular itu robek mengikuti gerakan belati Lio lalu menyemburkan darah.
"Grraahhhh" Dengan sekuat tenaga ular itu pun berhasil melemparkan Lio ke tanah.
Brugghh
Dengan sigap Lio mendarat sempurna.
"Berhasil" gumamnya.
"Lio ..." Nada berlari ke arahnya. "Kau tidak apa-apa?"
"Heh" dengusnya sambil berdiri dari tempatnya.
"Grraaaahhh" ular itu terlihat kesakitan. Ya, tubuh yang terkena belati Lio tadi terlihat sangat lebar. Sedangkan salah satu matanya juga sudah terkena tembakan dari para D'hunter.
"Kenapa tidak terjadi apa-apa?" gumam Lio sambil berdiri mengamati ular itu.
"Tuan, serangan mu tadi tidak tepat"
"Apa?"
"Tali itu berada tepat di tempat saat kau mencabut belati itu. Hanya butuh satu jengkal dari sayatan terakhir yang kau berikan. Tadi kau terlalu buru-buru, jika kau menyayatnya sedikit lagi pasti berhasil"
"Sial"
Karena Lio tidak bisa melihat tali itu, ia pun tak bisa mengenai talinya dengan tepat.
"Lio, aku rasa kamu kurang sedikit lagi" kata Nada. "Tapi jika tali itu terputus, apa yang akan terjadi?" kata Nada penasaran, ia hanya bisa melihat hawa iblis saja sedangkan Lio hanya bisa merasakan dan tidak bisa melihatnya. Namun, karena ia hidup sebagai dewa ia tau yang dia hadapi iblis apa dan cara menyerang mereka. Segala kelemahan para iblis itu pun Lio juga sudah mempelajarinya.
__ADS_1
Bruaakk
Ekor ular itu bergerak menyerang Lio dan Nada. Dengan ketangkasannya, Lio berhasil menghindar namun Nada terlambat. Ia pun terpental, dan jatuh ke tanah.
"Manusia memang lemah" gumam Lio yang melihat Nada tergeletak kesakitan. "Di saat seperti ini akan lebih mudah jika aku bisa menggunakan kekuatanku"
"Kau sekarang tidak bisa mengandalkan pedang kematian dan juga kekuatan spiritual mu tuan. Kau harus menggunakan tenaga manusia ini untuk mengalahkannya. Dia sudah terluka parah, selanjutnya adalah hal mudah" kata kunang sambil terbang di samping bahu Lio.
Ya, benar saja. Lio sekarang hanya bisa bergantung dengan tubuh manusianya.
"Kau terlalu cerewet kunang. Aku tau apa yang harus aku lakukan. Tapi tubuh manusia ini terlalu lemah. Menyerang ular itu saja aku sudah kehabisan tenaga"
"Kau bisa meminta bantuan para D'hunter itu. Kau bisa bekerja sama dengan mereka"
Lio pun mengedarkan pandangannya melihat para D'hunter. Brian sudah terkapar, Tiara sudah tidak sadarkan diri. Kenan dan Viro juga sudah kehabisan tenaga. Yang tersisa hanya Nada. Nada yang terlihat lukanya tidak terlalu parah, hanya satu benturan tadi yang ia dapatkan.
"Bagaimana bisa aku meminta bantuan mereka. Lihatlah, mereka saja tidak bisa mengangkat kepalanya" ucapnya meremehkan. "Tunggu ... Aku bisa memanfaatkan gadis itu" Lio pun menghampiri Nada.
"Ugghhh" gumam Nada sambil berdiri dengan sempoyongan.
"Pancing dia" ucap Lio singkat.
"Apa?"
"Pancing dia agar aku bisa memutuskan talinya"
"Bagaimana caranya?"
"Cukup buat dia fokus kepadamu. Aku akan menyerangnya saat dia lengah"
"Tapi kau tidak menjawab pertanyaan ku tadi" katanya mengingatkan Lio.
"Kau akan tau setelah aku berhasil memutuskan talinya"
"Sudah siap, sekarang waktunya bertindak"
Dengan cepat Nada berlari ke hadapan ular tersebut. Sangat takut, ya. Nada merasa sangat takut. Sebenarnya kaki dan seluruh tubuhnya bergetar saat ia berada di hadapan ular itu. Namun ia sudah bertekad untuk melakukan sesuai dengan perintah Lio.
"Lio, apa kau akan melindungiku?" batinnya dengan cemas. Nada pun melempar sebuah batu ke arah kepala ular tersebut. Karena nada berada di bawahnya, ular itu pun menunduk.
"Grrrrraaaaaahhhhhh" Ia pun membuka mulutnya bak berteriak ke arah Nada. Mengerikan. Udara dari mulut ular tersebut menghempas ke wajah Nada. Bau amis dari darah manusia yang ia makan tercium jelas di hidung Nada. Gigi-gigi tajamnya terlihat jelas bagaikan sebuah pedang yang sangat tajam.
Nada sangat ketakutan, kakinya kelu namun ia berusaha lari dari sana. Ia berlari dengan sekuat tenaganya.
"Nada ... Tidaaakk" teriak Kenan melihat nada yang sedang di kejar-kejar ular tersebut.
"Bagus, sedikit lagi" gumam Lio yang ternyata kini sudah berada di belakang ular tersebut.
"LIOOO!!!" teriak Nada sambil terus berlari sekuat tenaga.
"Aku takut, aku takut Lio. Ayah, ibu ... Apa aku akan mati hari ini? Tidak ... Lio kamu harus menolongku"
Grepp
Ular itu pun menangkap Nada dengan ekornya.
"Aakkkhhh"
"NADA ..." teriak Kenan.
Ular itu pun melilit Nada dengan ekornya. Hanya satu lilitan saja Nada sudah tidak terlihat. Ya, bagaikan terkubur oleh ekornya.
Krreekkk
__ADS_1
Terdengar beberapa tulang Nada patah karena lilitan ular tersebut.
"Aahhhh .... Lio ... To ... Long ..." gumamnya yang sudah merasa lemas.
"Grrrrraaaaaahhhhhh"
Dengan cepat Lio kembali melompat ke tubuh ular tersebut. Meskipun tubuh manusianya juga sudah kehabisan tenaga. Tapi Lio masih terlihat lincah berlari di atas tubuh ular tersebut.
"Grraahhhh"
Lio memusatkan tumpuan kakinya lalu melompat sambil menancapkan belatinya.
Kraaakk
"Grraaaahhh" Suara ular tersebut seperti kesakitan.
Ya, Lio berhasil mengenai sasarannya.
Brugghh
Lio mendarat ke tanah dengan mulus. Tubuhnya kotor terkena cipratan darah dari ular itu.
Sedangkan Nada masih berada di ekor ular itu, dia terlihat hampir kehilangan kesadarannya.
"Dia ... Dia berhasil ... Aku melihatnya Lio. Aku lihat tali itu sudah putus"
"Grraahhhh"
Perlahan namun pasti, tubuh ular itu pun menyusut. Menjadi kecil dan semakin kecil. Hingga membuat Nada terlepas dari lilitan dengan sendirinya.
"Nada!!" teriak Kenan yang sedang berlari menangkap Nada yang jatuh dari ketinggian beberapa meter.
Brugghh
Dengan cepat Kenan menangkap tubuh nada dan ikut terduduk di sana.
"Nada, Nada kau tidak apa-apa?" ucapnya khawatir.
"Ken... Ugghh" Nada hampir kehilangan kesadarannya. "Kita berhasil"
"Bodoh ... Kau hampir saja mati"
Tak lama kemudian Nada pun pingsan. Dan ular raksasa yang tadinya memiliki panjang 10 meter kini hanya menjadi ular dengan panjang 1 meter lebih.
"Astaga, kenapa ular ini menyusut" gumam Viro yang berjalan tertatih menghampiri Kenan.
Sedangkan di sisi lain, Lio mengambil benang yang terjatuh di atas tanah. Ya, benang yang tadinya ia tak nampak kini bisa di lihatnya bahkan ia pegang dengan tangannya.
"Ada apa tuan?"
"Dengan benang ini kau bisa melacak iblis Pharoh"
"Ya, kau benar tuan"
Lio pun hendak berjalan kembali, ia melewati Kenan dan Viro.
"Kau ... Seharusnya kau tidak membuatnya sebagai umpan. Kau telah membahayakan nyawanya" kata Kenan marah.
Lio pun menghentikan langkahnya.
"Dasar brengs*ek. Kau hampir membuat dia mati. Kau ... Aku tidak mau melihat kau mendekatinya. Kau hanya bisa membahayakan nyawanya. Jangan pernah mendekatinya" lanjut Kenan dengan amarah yang menggebu-gebu.
"Heh" Lio pun menyeringai. "Dasar manusia bodoh. Aku akan beritahu kau tiga hal. Pertama, aku tidak memaksanya. Kedua, kau tidak akan bisa memburu iblis jika kau tidak mengerti taktik dan hanya ingin melindungi seseorang. Ketiga, kau tidak pantas mengatai ku" ucap Lio penuh penekanan.
__ADS_1