Demigod

Demigod
Bab 21


__ADS_3

"LIO!!!" teriak Nada yang melihat tubuh Lio terjun bebas di udara.


Duaaaggghhh


Iblis itu mengetahui kalau Lio tak berdaya dak segera menyerangnya dan menghempaskan nya ke tebing bebatuan.


"Uggghhhh" gumam Lio yang terpental dan jatuh ke tanah. Tak lama kemudian bebatuan pun jatuh ke arah Lio.


"LIO!!! TIDAKKK" Nada pun berlari ke arah Lio.


"Nada?" Kenan pun mengikuti Nada.


"Astaga, dia ..."


"Lio, Lio" teriak Nada sambil menyisihkan bebatuan itu.


"Pffffttt ... Xixixixi, hehehe, hahahah" Iblis itu pun cekikikan dan tertawa mengerikan.


Para D'hunter pun merasa waspada.


"Astaga. Dia benar-benar iblis. Tawanya saja sangat mengerikan" gumam Viro lalu menelan salivanya.


"Aku kira kau akan membunuhku. Ternyata ... Tidak ku sangka, akulah yang membunuhmu terlebih dahulu. Hahahaha" kelakarnya.


"Kita tidak boleh diam saja. Kita harus mengalahkannya" gumam Brian.


"Kau benar, dia akan sangat berbahaya jika di biarkan"


"Tapi kawan-kawan, apa kalian tidak melihat perutnya. Uuuukkk" kata Viro yang hampir muntah melihat daging-daging manusia dan darah bercampur jadi satu di dalam perut transparan iblis itu.


"Huaaahhh" Iblis itu menghirup udara di sekitarnya dan menghembuskannya. "Darah segar. Manusia yang lezat. Datanglah kepadaku"


"Viro, coba incar perutnya dari arah lain. Aku dan Tiara akan mengecohnya dari depan''


"Baik" Viro segera pergi diam-diam ke arah lain.


Namun siapa sangka, iblis itu justru mengincar Nada dan Kenan yang sedang berusaha menyelamatkan Lio.


"Akan aku mulai darimu dulu gadis cantik. Sepertinya kau peduli sekali dengan pemilik pedang itu" Iblis itupun mengarahkan jaringnya ke arah Nada.


Dor


Dari kejauhan Brian menembak jaring itu dan putus sebelum mengenai Nada.


"Cepat pergi dari sana!!" teriak Brian.


"Ayo Nad, iblis itu mengincar kita. Ayo kita pergi dulu"


"Tidak bisa, aku harus menyelamatkan Lio"


"Tapi Nad ..."


Nada tak mengidahkan perkataan Kenan, dan masih memunguti bebatuan yang ada di hadapannya.


"Baiklah, aku akan melindungi mu dari serangannya"


Sedangkan di tempat lain, Brian dan Tiara bersembunyi di balik pohon sambil menyerang iblis itu.


Dor dor


"Alihkan perhatiannya agar dia tidak menyerang Nada dan juga Kenan. Kenapa mereka bodoh sekali? Sudah ku bilang untuk pergi dari sana"


"Sepertinya, Kenan berusaha mengulur waktu agar Nada bisa mengeluarkan Lio dari reruntuhan itu'' kata Tiara yang masih memburu mata iblis itu.


"Bodoh"


Blar blar

__ADS_1


Viro mencoba menyerang perut iblis itu menggunakan granat.


"Terlihat sangat bening tapi ... sulit sekali di tembus. Hiiiihhhh, seharusnya aku tidak di sini tadi" kata Viro menyesalinya. Ia bergidik ngeri ketika melihat isi perut itu menggeliat-ngeliat ketika granat meledak di sana.


"Ck ck ck. Aku sudah lelah hari ini. Mari kita akhiri sekarang juga"


Tiba-tiba sebuah angin berhembus kencang ke arah mereka.


"Waahhh, ada apa ini?"


Tubuh mereka pun melayang terbawa angin itu lalu terhempas ke hadapan sang iblis.


Bruugghhh


Brian, Tiara dan Viro pun jatuh bersamaan di hadapan iblis itu.


''sebentar masih kurang satu lagi''


Iblis itu turun mengeluarkan jaringnya ke arah Kenan yang yang sedang berdiri di belakang yang nada.


Swoosss


"Aarrggghhh" teriak Kenan saat sang iblis itu menarik tubuhnya.


Nada pun menoleh dan mendapati semua teman-temannya sudah berada di depan iblis tersebut.


''Wahai gadis cantik, bersabarlah karena aku akan memakan teman-temanmu terlebih dahulu sebelum menikmati dagingmu''


''TIDAK''


''Nyam nyam nyam nyam, siapa dulu yang harus aku makan?"


Nada melihat pada teman-temannya itu sudah tidak berdaya.


''Nada, cepat pergi tinggalkan tempat ini" teriak Kenan.


"Tidak"


''AAAHHHH'' teriak Viro saat kaki itu menembus dadanya.


"VIRO!!"


''Hemmm ... Sepertinya kau memang pantas jadi makanan pembuka"


Saat iblis itu hendak melahap Viro, tiba-tiba Kenan melompat dan menghunuskan pedang milik Kenan ke kaki iblis itu.


Brugghh


Viro jatuh ke tanah dengan potongan kaki iblis itu yang masih menancap di dadanya.


"AARRGGGHHH" iblis itu meraung-raung kesakitan. "Manusia sialan!!" teriaknya penuh amarah. Iblis itu hendak menyerang mereka dengan tanduknya namun dengan cepat Nada melemparkan belati tepat ke arah mata kirinya.


"GRRAAHHHH"


Mereka hendak berlari menjauh dari sama.


Bruaakkkkk


"NADA!!" teriak mereka saat melihat Nada terpental jauh ke arah tebing bebatuan karena di hempas Iblis tersebut.


"Dasar manusia hina. Kalian tidak lebih dari seekor semut bagiku"


"Nada!! Tidak!!" Kenan hendak menghampiri Nada, namun lagi-lagi iblis itu melemparnya ke arah pohon besar.


Bruaakkkkk


Kenan pun tak sadarkan diri, begitupun juga Nada. Sedangkan Viro, dia sudah tidak kuat lagi karena kaki iblis itu masih menancap di dadanya.

__ADS_1


"Brian. Cepat pergi ke tempat aman"


Sebelum mereka lolos, lagi-lagi iblis itu tak memberi ampun kepada mereka karena kepalang marah.


Tubuh Brian dan Tiara berakhir di bawah tebing seperti Nada. Para D'hunter pun kehilangan kesadarannya.


"Dasar manusia yang merepotkan. Kalian sama saja dengan bede*bah busuk yang memiliki pedang kematian itu. Hanya tau membual" iblis itu pun pergi memunguti tubuh mereka. Namun, tiba-tiba tanah di hadapannya meledak dengan keras.


Booommm


Terlihat, Lio dengan pakaian compang-campingnya keluar dari sana dan sudah melesat terbang di udara.


"Kau?" Iblis itu tak percaya dengan apa yang dia lihat. Dia kira, Lio sudah mati terkubur bebatuan itu.


"Cih, sebelum kekuatan ku menghilang lagi. Aku tidak akan main-main dengan mu. Mari akhiri semua" kata Lio dengan matanya yang seolah-olah memancarkan cahaya biru. Ya, mata khas dari dewa Lodra yang tengah marah.


''Kau ..." iblis itupun kembali ketakutan.


Saat Lio hendak mengeluarkan pedangnya lagi, ia melihat ke sekeliling. Terlihat para D'hunter tergeletak tak berdaya dengan luka parah.


"Cih, aku jamin. Ini adalah pertunjukan terkahir mu" Lio segera mengambil pedang kematiannya. Ia memusatkan seluruh tenaga dalamnya untuk mengeluarkan serangan terakhirnya.


Iblis itu ketakutan setengah mati. Pasalnya dia sudah terluka parah akibat serangan terkahir yang di berikan Lio. Ia juga merasakan betapa hebatnya pedang yang ada di tangannya itu.


"Ampuni aku. Aku tidak akan memakan manusia lagi"


Lio pun membuka matanya, terlihat kilatan cahaya biru di sana.


"Terlambat"


Lio pun terbang melesat ke arah iblis itu lalu menghunuskannya ke tubuh iblis Pharoh tersebut.


Sraakkkk


Pedang Lio membelah tubuh iblis itu menjadi dua bagian. Sangat cepat seperti kilatan cahaya sampai-sampai iblis itu sudah tidak bisa berteriak kesakitan. Alhasil, iblis itupun mati seketika.


Jrrraaasss


Isi perut itu pun berhamburan kemana-mana. Daging dan darah manusia yang ada di dalam tubuhnya berceceran di mana-mana.


"Li-lio" gumam Nada yang samar-samar membuka matanya lalu pingsan kembali.


"Cuih" Lio meludahkan bekas darah yang terciprat ke wajahnya. "Busuk sekali"


Lio mengedarkan pandangannya melihat para anggota D'hunter yang sudah tidak berdaya.


"K-kau ... Uhuk" gumam Viro tak berdaya. "Kau sudah mengalahkannya? Uhuk"


"Jangan bergerak" Lio pun menghampirinya.


"Aku ... Aku sudah tidak tahan"


"Bertahanlah sebentar" Lio pun meraih kaki iblis yang menancap di dada Viro. Besarnya bahkan melebihi lengan manusia. Lio berusaha mencabutnya, namun tidak berhasil. Lagi-lagi kekuatan spiritualnya menghilang lagi.


"Uuuggghhh" Viro meringis kesakitan sambil memejamkan matanya.


Lalu tiba-tiba Lio mampu mencabutnya dengan kekuatan spiritualnya. Namun Viro pun akhirnya kehilangan kesadarannya.


''Lagi-lagi seperti ini" Lio pun mengangkat telapak tangannya lalu tiba-tiba burung kenari emas kecil muncul di sana.


"Tuan? Astaga ... Apa yang terjadi"


''Aku tidak bisa membawa mereka kembali satu persatu. Aku butuh bantuanmu"


"Baik tuan"


Kunang pun segera terbang lalu berubah menjadi sangat besar. Dengan kekuatan spiritualnya, Lio mengangkat mereka semua ke udara dan menaruhnya di atas tubuh Kunang.

__ADS_1


"Kita harus cepat. Ada seseorang yang dadanya masih berlubang"


"Baiklah" kunang segera terbang membawa para D'hunter itu dan Lio terbang mengikutinya dari belakang.


__ADS_2