
Tiga hari berlalu, Kunang pun kembali.
"Tuan aku sudah menemukan sesuatu" ucap kunang sambil terbang menghampiri Lio.
"Apa yang kau dapat?"
"Hewan-hewan itu berasal dari hutan. Aku rasa mungkin iblis itu bersembunyi di sana. Sebagian besar hewan di sana sudah berada di bawah kendalinya. Jika kita menyerang ke sana, kau harus menghadapi para hewan itu" jelas Kunang.
Lio pun mengingat-ingat ucapan Nada tempo hari. Nada melihat sebuah laba-laba sedang bersembunyi di sebuah tempat yang gelap, lembab, dan banyak bebatuan. Nada merasa tempat itu adalah gua.
"Pergi cari tau apakah di hutan itu ada sebuah gua"
"Baik tuan"
Kunang pun pergi seperti yang di perintahkan oleh Lio. Lio bergegas mengambil jaket hitamnya dan pergi ke luar rumah. Ia hendak pergi ke tempat yang sudah di bicarakan oleh Kunang tadi. Ia pergi ke halaman rumahnya seperti biasa.
Lio pun bersiap untuk terbang namun tiba-tiba.
"Lio?"
Panggilan dari Nada membuat Lio menghela nafas kasar.
"Kau sedang apa?" ucapnya sambil mendekati Lio. "Kau mau pergi?"
Lio berkacak pinggang, merasa tak percaya. "Kau lagi!! Sedang apa kau di sini?"
"Kau beneran mau pergi ya?"
"Bukan urusanmu"
"Aish kau ini. Kenapa sombong sekali. Kau sudah berjanji mau membantu ku untuk menjelaskan tentang iblis itu ke teman-teman ku" ucap Nada sambil pasang wajah memelas.
"Bukankah kau sendiri bisa menjelaskan kepada mereka? Merepotkan" Lio hendak pergi, tapi di halangi oleh Nada.
"Tidak bisa. Mereka tidak mempercayai ku"
"Lalu apakah menurutmu mereka juga akan mempercayaiku?" Satu kalimat Lio membuat Nada terdiam. "Sudah kuduga. Jika tidak bisa mempercayai anggota timnya untuk apa ada kelompok seperti itu? Menjengkelkan"
"Tapi ... Sekali saja. Bisakah kau menjelaskan kepada mereka sekali saja? Siapa tau mereka percaya kepadamu"
"Huh. Dasar bodoh. Untuk apa kau melakukan itu?"
"Aku hanya tidak ingin. Mereka memburu iblis tanpa tau siapa musuh kita. Di dalam mimpiku, laba-laba itu sangat mengerikan. Aku takut mereka bisa saja menjadi korban. Lagi pula, dengan adanya mereka siapa tau bisa membantumu"
"Membantuku?" Lo pun berpikir sejenak. Ia teringat kata-kata kunang bahwa di sana ada banyak sekali hewan yang sudah di pengaruhi oleh iblis Pharoh. "Baiklah. Lagipula aku sudah tau keberadaan mereka"
"Benarkah? Tunggu apalagi. Ayo!!"
Nada dan Lio pun pergi ke markas para D'hunter. Di sana sudah terlihat para anggota D'hunter sedang berkumpul di dalam markas. Semua mata tertuju ke arah Lio dan Nada yang masuk ke dalam sana.
"Hebat ... Dia bahkan tidak terluka sama sekali" gumam Viro yang melihat Lio yang seperti tidak terluka akibat mengalahkan hewan-hewan di taman waktu itu. Sedangkan mereka baru saja pulih.
__ADS_1
"Dia lagi" gumam Brian.
"Teman-teman. Lio sudah mengetahui keberadaan iblis itu. iblis yang mempengaruhi semua hewan-hewan itu" jelas Nada.
"Iblis apa? Hewan-hewan itu adalah iblis nya'' ucap Brian tak suka.
Lio pun menyeringai meremehkan mereka. Ya, benar saja. Selama ini d'hunter hanya memburu sesuatu yang terlihat hawa iblis tanpa menyelidikinya terlebih dahulu. Entah itu manusia, hewan atau apapun. D'hunter akan tetap membunuhnya dan menganggap itu adalah iblis tanpa tau iblis yang sebenarnya.
"Apa yang kau katakan benar?" kata Tiara.
"Tentu saja. Sudah aku bilang, terkadang yang kita bunuh adalah manusia biasa"
"Itu artinya penglihatanmu yang bermasalah" lanjut Brian. Sedangkan viro dan Kenan hanya menyimak.
Lio pun berjalan ke arah papan putih yang ada di hadapan mereka. Tanpa basa-basi, Lio megambil spidol dan menulis sesuatu di papan itu.
"Hey, kau. Kau tidak berhak melakukan itu" Brian pun berdiri hendak menghampiri Lio namun di tahan oleh Kenan.
"Iblis yang kalian lihat dan yang kalian hadapi, bukanlah iblis yang sebenarnya" jelas Lio yang masih menulis sesuatu di papan. "Ada tujuh raja iblis yang datang ke dunia dengan kekuatan mereka yang berbeda, Iblis yang mempengaruhi hewan-hewan itu adalah ini" lanjut Lio sambil menunjuk papan. "Dia adalah iblis Pharoh"
Para anggota D'hunter pun memperhatikan dengan seksama, kecuali Brian yang enggan.
"Dia berwujud hewan laba-laba, tapi dia memiliki tanduk di kepalanya. Benang yang kalian lihat saat mengalahkan hewan-hewan itu adalah jaring miliknya. Yang hanya bisa di lihat oleh orang-orang tertentu saat ada di leher mereka. tapi saat sudah putus, benang itu bisa di lihat oleh mata kalian" lanjut Lio.
"Lalu kenapa dia memperdaya hewan-hewan itu?" tanya Viro.
Lio pun meletakkan kembali spidol ke tempatnya. "Sederhana saja. Karena dia ingin makan"
"Benar, memang benar. Ketujuh raja iblis ini berniat menguasai dunia kalian. Tapi iblis Pharoh ini hanya mementingkan perutnya"
"Lalu apa kekutan iblis ini?" kata Kenan yang ikut bertanya.
"Dia bisa mengubah para hewan itu menjadi raksasa"
"Kenapa harus hewan? Kenapa tidak manusia?" lanjut Kenan lagi.
"Baginya, hewan adalah perantara yang paling bagus untuk membuatnya kenyang. Di lihat dari luar merekalah yang memakan manusia, tapi sebenarnya iblis inilah yang kenyang" jelas Lio sambil memasukkan tangannya ke kantong.
"Kenapa dia tidak makan hewan-hewan itu saja?" ucap Nada.
''Dia tidak menginginkannya. dia hanya terobsesi dengan daging manusia"
"Waahh ... Mengerikan" gumam Viro.
"Tidak. Ada yang jauh mengerikan daripada iblis Pharoh"
"Apa itu?"
"Aku tidak akan memberitahu kalian sekarang" lio pun mengalihkan pandangannya ke arah Nada. "Aku sudah membantumu"
Nada pun mengangguk. "Sekarang beritahu kami di mana Iblis itu berada?" lanjut Nada.
__ADS_1
"Ada syaratnya"
"Tuh kan. Aku dari awal tidak mempercayainya" gumam Brian.
"Katakan saja" kata Kenan.
"Ken, kau-"
"Jika kita bisa, pasti kami terima persyaratan itu" lanjut Kenan menyela ucapan Brian.
Lio pun tersenyum miring. "Sederhana saja, aku butuh kalian untuk melawan para hewan yang sudah di pengaruhi olehnya. Dan aku akan memancing iblis itu untuk keluar"
"Tidak buruk, kita bisa melakukan itu" kata Tiara.
"Kau juga?" kata Brian tak percaya.
"Ya, tapi jika kalian percaya penglihatannya" tambah Lio sambil memandang ke arah Nada.
"Katakan di mana?" lanjut Kenan. Brian tak percaya dengan apa yang dia lihat. Bisa-bisanya mereka mempercayai orang asing.
"Hutan. Dia bersembunyi di hutan. Aku sudah menyuruh seseorang untuk menyelidikinya"
"Mana ada hutan di sini?" gumam Viro. "Tunggu!! Hutan? Ada hutan di gunung Juo. Aku dengar di sana adalah hutan belantara"
"Ya, kau benar Viro"
"Tapi jaraknya sangat jauh dari sini" lanjut Viro.
"Kalian setuju untuk membantuku atau tidak terserah kalian. Tapi aku tetap akan pergi ke sana" ucap Lio hendak pergi.
"Tentu saja kami akan ikut. Kami harus menepati janji" kata Kenan.
"Baguslah"
Lio menunggu mereka yang sedang bersiap, sekaligus menunggu kabar dari kunang. Ia duduk di mobil para D'hunter.
Sedangkan para D'hunter sedang bersiap-siap di gudang senjata.
"Kau gila? Kenapa kau mempercayainya?" kata Brian kepada Kenan.
"Aku percaya dengan kemampuannya" ucap Kenan.
"Kau? Apa hebatnya dia?"
"Nyatanya dia bisa mengalahkan hewan-hewan itu sendirian tanpa terluka" tambah viro.
"Lagipula, ketua tidak pernah memberitahu kita dengan detail seperti apa iblis itu. aku rasa apa yang dia katakan cukup meyakinkan"
"Bagaimana kalau dia cuma menipu kita?"
"Menipu apa? Tidak ada apapun yang bisa dia dapatkan dari kita" kata Kenan lali beranjak pergi.
__ADS_1