
"Sekarang kita harus kemana?" kata Kenan sambil mengemudikan mobilnya.
"Rumah walikota" ucap Lio dengan santainya.
"Untuk apa kita kesana?"
"Aku yakin dia tau kenapa anaknya bisa berubah menjadi mayat hidup"
"Maksudmu, wali kota ada hubungannya dengan hal ini?" ucap Luna.
"Mungkin saja, mungkin juga tidak"
"Apa kau menemukan sesuatu tadi?" kata Nada.
"Hem, di dalam kendi yang ada di lantai atas tadi terdapat serbuk dari iblis" kata Lio.
"Pantas saja, aku tadi melihat hawa iblis di sana. Iblis apa sebenarnya dia?" ucap Nada.
"Iblis kupu-kupu. Serbuk-serbuk lembut di bagian tubuhnya bisa membuat manusia yang menghirupnya menjadi keracunan. Selain racun, serbuk itu juga bisa membingungkan manusia"
"Maksudmu, para manusia yang menjadi mayat hidup itu sama saja dengan keracunan?" tanya Luna.
"Mereka tidak terkena racun, mereka sudah pasti terkena wabah penyakit. Yang terkena racun hanya anak wali kota, dan itu bisa di sembuhkan. Yang lainnya, yang sudah di gigit olehnya ... Sudah pasti mati. Darah yang di hisap dari manusia-manusia itu telah menjadi makanan dari iblis itu melewati anak wali kota"
"Ini ... Sama seperti iblis laba-laba waktu itu yang mempengaruhi hewan lainnya untuk memakan manusia" gumam Nada.
"Hem, semakin banyak maka dia semakin kenyang. Semakin kenyang perutnya, maka kekuatannya juga semakin hebat" lanjut Lio.
"Astaga, itu artinya seluruh kota ini penduduknya sudah mati. Apa tidak ada cara lain untuk menyembuhkan mereka?" lanjut Nada.
"Tidak ada. Mereka sudah benar-benar menjadi mayat. Mereka harus segera di musnahkan agar tidak menjangkit yang lain"
"Lalu? Tunggu apalagi? Ayo bereskan mereka dengan bom saja. Untuk apa lagi kita ke tempat wali kota?" kata Ardan.
"Dasar bodoh. Tentu saja untuk mencari iblis" kata Viro.
"Lebih baik kita basmi para mayat itu agar tidak semakin banyak" lanjut Ardan.
"Tentu saja lebih baik menangkap iblisnya. Biang dari masalah ini adalah iblis itu"
"Tap-"
"Hey, hacker. Cepat cari tau di mana wali kota sekarang" sela Lio.
"Baiklah" ucap Viro lalu pergi membuka laptopnya.
"Ada anggota D'hunter lainnya yang sudah mengatasi masalah mayat-mayat hidup itu. Kita hanya perlu mengikuti perintah ketua untuk mengikuti Lio mencari iblis" jelas Kenan.
"Huh, terserah saja" gumam Ardan sambil menyilangkan kedua tangannya.
"Lio, apa iblis ini sangat kuat?" kata Nada sambil memajukan duduknya ke bangku depan.
__ADS_1
"Entahlah, kita akan tau setelah melihatnya"
"Hemm ... Aku jadi berfikir, kalau iblis itu yang datang sendiri ke tempat itu. Maka dia tidak butuh kendi bukan?" gumam Nada.
"Benar, itu berarti ada yang membawa serbuk itu kesana dan sengaja menumpahkan ke tubuh anak wali kota"
"Kalau dia menumpahkannya dari atas, bukannya pengunjung yang lain juga akan terkena serbuk itu? Tapi kenapa hanya dia saja yang berubah menjadi mayat hidup?"
"Mungkin saja dia menggunakan cara lain kepada pemuda itu''
"Dengan cara apa?"
"Nanti kau juga tau sendiri"
"Lio ... Emmm ... Ada masalah" kata Viro.
"Ada apa?"
"Wali kota dan istrinya tidak berada di kediamannya sejak hari kejadian itu. Tidak ada yang tau mereka pergi kemana. Rekaman CCTV di sekitar sana juga tidak menunjukkan tanda-tanda bahwa mereka pergi dari rumah"
"Hemmm ... Yang pertama, mungkin saja mereka sedang bersembunyi. Yang kedua, bisa jadi mereka sudah mati terlebih dahulu" gumam Lio.
"Lalu kita harus apa?'
"Harus apa lagi, ya tentu saja pergi ke rumahnya untuk mencari petunjuk"
"Aku semakin tidak mengerti dengan apa yang mereka bicarakan" bisik Ardan kepada Luna.
"Sssttt, ikuti saja apa kata mereka"
"Tapi, jika itu hanya sebuah jebakan untuk wali kota bagaimana? Aku dengar, akhir-akhir ini dia sedang beradu argumen dengan salah satu politikus. Mungkin ini juga salah satu ulah musuhnya. Menjebak anak wali kota agar terlihat bermasalah dan memusnahkan para rakyat di sini" ucap Kenan terdengar serius.
Lio terlihat mengangguk setuju. "Kau benar, tapi aku tidak peduli"
"Cih, mulutnya pedas sekali" bisik Ardan.
"Aku tidak peduli masalah mereka, yang terpenting adalah menemukan iblis itu"
Beberapa menit kemudian sampailah mereka di rumah walikota. Rumah itu begitu besar dan megah. Namun sudah terlihat sepi tak berpenghuni.
Mereka semua pun turun dari mobil dan berdiri di depan gerbang yang terkunci itu.
"Kita harus mem-"
Klaakk
Gembok itupun tiba-tiba terbuka dengan sendirinya. Mereka semua pun menoleh ke arah Lio.
"Kenapa kalian semua menatapku seperti itu?" kata Lio lalu berjalan membuka pintu pagar.
Mereka semua pun mengikuti Lio di belakangnya.
__ADS_1
"Di sini tidak akan ada mayat hidup yang tiba-tiba mengigit kan?" kata Ardan yang sudah siap siaga dengan pistolnya.
"Tidak ada. Setelah kejadian di rumah makan itu, tempat ini tidak terbuka sama sekali. Jadi bisa di bilang tempat ini tidak terjangkit HUUAAA MAYAT HIDUP" teriak Viro terkaget.
Satu mayat hidup tiba-tiba muncul dari balik samping rumah itu.
Dor
Ardan pun menembaknya hingga mayat itu tersungkur.
"Kan, aku sudah punya firasat buruk. Kau bilang tidak akan terjangkit? Lalu darimana mayat itu berasal?" kata Ardan.
"Benar juga, darimana mayat itu datang jika gerbang saja sudah di tutup sebelum kejadian itu terjadi" gumam Nada.
"Tidak mungkin kan, kalau mayat itu memanjat pagar?" imbuh Ardan.
"Di lihat dari pakaiannya, dia bukan orang luar. Bukankah itu seperti seragam pelayan?" kata Viro.
"Jangan-jangan ..." gumam Kenan.
Krak
Semua anggota D'hunter pun siap siaga dengan pistol mereka.
Lio terlihat menyeringai lalu menutup hidung dan mulutnya dengan sehelai kain yang entah dari mana mendapatkannya.
"Selamat datang di sarang mayat hidup" kata Lio setelah mengikat kain tersebut.
"Hey, hey. Apa yang kau bicarakan hah? Sarang mayat hidup?" ucap Ardan.
"Sarang? Itu berarti di sini lebih banyak mayat daripada di rumah makan tadi. Iihh, membayangkannya saja aku sudah mau muntah" tambah Viro.
"Yang lebih penting lagi ..." kata Lio lalu menyodorkan beberapa kain ke arah mereka. "Tutup hidung kalian. Jangan sampai menghirup serbuk-serbuk dari iblis itu"
"Lio, itu berarti ..."
"Ya, iblis itu ada di sini. Aku bisa merasakannya"
"Tapi ... Aku tidak melihat hawa iblis itu di sini"
"Dia sedang bersembunyi" gumam Lio lalu menyeringai. "Heheh, dia sedang tidur akibat kekenyangan"
"Astaga, aku tidak percaya ini. Aku akan masuk ke sarang mayat hidup"
"Jika kalian tidak mau menjadi salah satu dari mereka. Maka berhati-hatilah" kata Lio lalu membuka pintu rumah yang besar itu.
Anggota D'hunter sudah siap dengan kain di wajah mereka juga senjatanya.
Saat mereka memasuki rumah itu, semuanya nampak rapi. Tidak ada bekas perkelahian ataupun tanda-tanda dari mayat hidup.
"Ini sangat sepi sekali, aku malah merinding" bisik Viro sambil mengeratkan genggaman pistolnya.
__ADS_1
"Siapa kalian?"
Ada apa dengan Mangatoon? 🤔 Kenapa review-nya lama sekali?