
"T-tuan besar"
"Meta ... Kau masih mengingat tuan mu ini rupanya? sudah berapa banyak manusia yang kau makan? Seribu? Sepuluh ribu? Hmmm ... Kenapa aku belum bisa merasakan kekuatan spektakuler darimu?" kata orang itu.
"T-tuan besar, hamba sudah memangsa dua ribu manusia selama sebulan ini. Hamba layak menjadi iblis tingkat atas sekarang" ucap Iblis Meta sambil menundukkan kepalanya.
Suasana pun berubah menjadi hening. Iblis Meta menelan salivanya, pasalnya tempat itu, yang kerap di sebut aula Chigua oleh kalangan para iblis, kini berubah menjadi suram menyeramkan. Aula Chigua terkenal bisa berubah suasana dan bentuk tergantung suasana hati pemiliknya.
"Astaga, kenapa begitu suram? Apakah tuan besar sedang marah? Apa aku harus mati di sini?" batin iblis Meta yang tak berani mendongakkan kepalanya.
"Tentu saja kau akan mati di sini Meta. Untuk apa lagi aku membawamu ke sini dengan tanganku sendiri" kata pria itu.
"Hah? Tuan, tidak. Apa salah saya tuan? Saya tidak pernah melanggar perintah anda dan juga aturan anda" kata iblis Meta dengan cepat.
"Heh? Benarkah? Tapi kau membuatku malu"
Swwoooss
"Aakkkhh"
Tiba-tiba tempat itu berputar 180° membuat iblis Meta jatuh ke bawah sana. Setelah beberapa meter melayang di udara, iblis Meta pun terhempas kembali ke lantai aula yang tadi ia pijaki.
Bugghh
"Ugh"
Srreett
Sebuah tangan panjang dan juga besar seperti gumpalan darah mencekik dan menghempaskan Iblis meta ke tiang yang ada di sana.
Iblis Meta mendelik tercekat. Di kegelapan itu, ia tidak bisa melihat dengan jelas seperti apa wajah pria yang ia sebut tuan besar itu.
Ini juga kedua kalinya ia berjumpa dengan bayangan pria tersebut, dia juga kedua kalinya masuk ke aula Chigua. Pertama kali dia masuk ke sana adalah waktu dia di angkat menjadi iblis teratas bersama adiknya.
"Ugh, ugh. Tuan ... Tidak ... Saya ... Tidak, boleh ... Mati" ucap iblis Meta tercekat.
"Tidak bisa, aku tidak boleh mati sekarang. Aku masih mau memakan manusia dan menjadi lebih kuat, setelah itu aku baru bisa masuk ke jajaran ketujuh iblis tingkat atas di samping tuan besar"
__ADS_1
"Hahaha, aku akui. Ambisi mu memang sangat bagus sebagai seorang iblis. Tapi sayang sekali, iblis dengan ambisi besar dan jauh lebih pintar dan kuat masih banyak di luar sana. Banyak sekali iblis yang berlomba-lomba hanya demi meraih gelar iblis teratas seperti mu. Tapi kau, ck, ck, ck. Sepertinya, kemampuan iblis teratas harus lebih di seleksi lagi setelah ini" kata pria itu.
"Tidak .. Tuan, apa salah saya? Saya ... Masih ... Tidak mau mati"
"Salah mu? Karena kau telah mempermalukan ku karena kabur dari seorang manusia. Apa kau masih pantas di sebut iblis teratas? Melihat manusia bukannya kau makan hingga habis kau malah kabur. Kau mempermalukan dunia iblis ku. Kau ingat, iblis tidak pernah takut kepada manusia" ucap pria itu dan tangan besar panjang tadi malah semakin mengeratkan cekikkannya.
Sebelum iblis Meta menjelaskan, dia sudah terlebih dulu membaca pikiran iblis Meta dari balik matanya.
Seketika, ia pun dihadapan dengan serangkaian wajah Lio. Semua kekuatannya, mata birunya, api naga nya dan semua cuplikan saat iblis Meta di kalahkan begitu saja oleh Lio.
"Tuan, dia bukan manusia biasa. Dia sangat kuat dan pintar, dia juga memiliki kekuatan yang sangat langka. Ugh, matanya, iya. Matanya berubah menjadi biru, dia memiliki aura yang sangat kuat. Tuan, jika kau mengampuni ku, aku akan mencarinya dan membunuhnya kembali" jelas iblis Meta.
Pria itu pun menyeringai. "Pffftt hahahaha. Kau? Membunuhnya? Jika kau ingin melakukan itu kenapa tidak kau lakukan di malam itu? Sampai-sampai aku harus menarik mu ke sini. Katakan huh? Bagaimana kau akan membunuhnya?"
"Aku ... Aku ..." ucap iblis Meta bingung.
Ya, dia bingung harus menjawab apa. Waktu itu, dia juga di kalahkan oleh Lio begitu saja. Jika bertemu lagi tanpa persiapan, dia pasti akan terbunuh.
"Cukup kau ketahui Meta. Aku tidak butuh bawahan yang tidak berguna"
"ARRGGHH"
"Jika dia saja bisa membunuh adikmu dengan begitu mudah, bukankah dia juga bisa membunuhmu dengan mudah juga?"
"Akkhh"
Iblis Meta menjerit-jerit dan meronta-ronta.
"Jika seperti ini, siapa yang harus aku salahkan? Apa aku harus menyanjung si manusia itu karena dia sangat hebat? Atau aku harus menyalahkan kalian karena terlalu lemah? Atau ... Aku harus menyalahkan diriku sendiri karena telah memilih bawahan bodoh seperti kalian?"
"AAKKH, ampun tuan. Tolong ampuni aku'' teriak Iblis Meta.
"Mengampuni mu?"
Kraakk
Leher iblis meta pun terputus, kepalanya jatuh ke lantai dengan mata yang masih terbelalak tak percaya. Ia masih tak percaya, dia akan mati dengan mudah di tangan tuannya sendiri.
__ADS_1
Bruggh
Kepala dan tubuh iblis meta pun terjatuh ke lantai secara bersamaan.
"Tidak, kenapa aku harus mati secepat ini? Tidak, aku masih belum membalaskan dendam adikku. Aku masih belum membunuh pria itu. Tidak, tidak bisa. Aku masih tidak mau mati. Kejam, kejam sekali. Tuan besar sangat kejam. Dia kejam, dia kejam"
Sreeett
Tangan besar itu pun menyusut kembali ke arah pria misterius itu.
"Heh? Percuma saja kau mengutukku di saat-saat terakhir mu ini. Kutukan mu itu hanya ocehan hewan kecil saja. Seharusnya dari awal kau sudah tau, kalau aku adalah tuhanmu. Aku yang menciptakan mu dengan darahku. Karena hal itu juga, aku bisa mengambil nyawamu kapanpun aku mau. Satu hal lagi ..." kata pria itu sambil menyeringai dari balik kegelapan. "Aku kejam? Iblis memang harus kejam Meta, jika tidak. Kau tidak akan pernah di sebut sebagai iblis"
"Aakkkhhh, kau kejam. Kau kejam ... Kau mahkluk paling kejam. Aku bersumpah, kau akan mati mengenaskan. Aku belum mau mati, aku belum mau mati" jerit iblis Meta di sisa sisa nafasnya. "Akkh, aku masih belum menjadi ketujuh iblis teratas. Bangkitkan aku, cepat bangkitkan aku sekarang juga"
Pria itu pun berubah masam, membuat seluruh ruangan itu menjadi gelap gulita. Di kegelapan itu, iblis Meta hanya bisa melihat cahaya mata merah dari pria misterius itu.
"Kau mau hidup? Tapi perkataan mu itu, apakah pantas di ucapkan kepadaku? Iblis rendahan, kau lupa siapa yang menjadikan mu seperti ini?" kata pria itu terdengar geram.
"Aku-"
"Sebelumnya aku masih mengampuni mu, sekarang ... Enyahlah"
Swwoooss
Satu hempasan tangan dari pria tersebut membuat iblis meta sudah tercabik-cabik menjadi kepingan debu. Tubuhnya hancur begitu saja.
"Dasar kurang ajar" gumam Pria itu. "Arila!"
Brughh
Datang seorang perempuan mungil di sampingnya yang tak tau dari mana asalnya.
"Ya tuan?"
"Panggil, Sam dan Gun menghadap ku. Aku ada tugas penting untuk mereka"
"Baik tuan"
__ADS_1
Perempuan itu pun tiba-tiba Menghilang dengan cepat.
"Aku harus bisa membunuh pria itu"