
"Tuan, semua yang anda perlukan sudah ada di bawah" kata Willy.
"Oh, baguslah" ucap Lio yang kini sedang mengancingkan kemejanya di depan cermin. "Di mana Kevin?"
"Tuan Kevin sudah pergi sejak satu jam yang lalu tuan"
"Baiklah, kau boleh pergi"
"Baik"
Willy segera menundukkan kepalanya lalu berjalan keluar dari kamar Lio.
Setelah beberapa saat, Lio sudah selesai dan pergi ke lantai bawah markas Layer.
Di sana sudah ada beberapa anak buah yang sudah menunggunya.
"Tuan, ini adalah anak buah yang siap mengantarkan anda" kata Willy menunjuk mereka.
"Terlalu banyak, aku hanya butuh empat orang saja" ucap Lio.
"Tapi tuan, tuan Kevin sudah memerintahkan mereka untuk melindungi anda. Jumlah itu terlalu sedikit, bawalah mereka semua"
"Aku ingin pergi mencari iblis, bukan untuk pergi konvoi. Ada-ada saja" decak Lio. "Sudahlah, aku bisa menjaga diriku sendiri, aku hanya butuh supir. Kamu dan kamu, ikut aku" kata Lio menunjuk salah satu dari mereka.
"Baik tuan" ucap mereka serempak.
Lio pun memutuskan untuk membawa dua anak buah saja. Satu untuk mengemudikan mobil, yang satu lagi hanya untuk berjaga-jaga.
"Hey, butuh waktu berapa lama kita bisa sampai di kota Sura?" ucap Lio yang kini duduk di bangku belakang.
"Sekitar enam jam, tuan" kata pria yang kini duduk di bangku supir.
"Lumayan juga" gumam Lio.
Tak berselang lama mobil pun berjalan meninggalkan markas Layer.
"Hey, kau. Siapa namamu?" kata Lio.
"Saya Yuto, tuan" ucap pria yang duduk di bangku supir.
"Dan saya Baga" kata pria yang duduk di sebelah Yuto.
"Hanya untuk berjaga-jaga saja, setelah sampai di rumah itu, kalian hanya perlu menunggu di mobil sampai aku kembali"
"Jika di dalam terjadi sesuatu, maka kita akan kesulitan menyelamatkan anda tuan" kata Yuto.
"Tidak akan, justru jika kalian ikut masuk ke dalam sana, maka akan lebih merepotkan ku nanti"
__ADS_1
Ya, jika ada iblis yang menyerang. Lio akan kesulitan mengeluarkan kekuatannya jika ada mereka berdua. Dan itu akan menambah bebannya nanti.
"Baik, kami kan menuruti semua perintah anda tuan" kata Baga.
"Bagus, aku suka anak buah yang penurut"
Enam jam perjalanan itu sangat membosankan bagi Lio. Ia pun memejamkan matanya lalu terlelap beberapa saat.
Sepanjang perjalanan mereka semua tidak ada yang berbicara sama sekali. Suasana menjadi sangat canggung. Saat sudah memasuki kawasan kota Sura, barulah Lio terbangun dari tidurnya.
"Kita sudah sampai?" kata Lio sambil mengerjap-ngerjapkan matanya.
"Kita sudah sampai di kota Sura, tapi jarak Villa tujuan kita masih berkisar setengah jam lagi tuan" jelas Yuto.
Lio pun mengarahkan pandangannya ke luar jendela. Pemandangan kota yang begitu ramai dan padat penduduk, sangat berbeda sekali dengan kota Regoon yang kemarin ia datangi.
Lio menghirup nafasnya panjang, mencoba mendeteksi keberadaan iblis di kota itu. Sangat samar, ia mencium jejak iblis di kejauhan.
"Apa ini jejak iblis yang di tangkap Lio? Tidak mungkin kan? Kejadian itu sudah terjadi setahun yang lalu. Apa mungkin ada iblis lain yang datang ke sini? Untuk apa? Apa kota ini menyimpan rahasia? ... Ah, kenapa aku bodoh sekali? Iblis bisa datang ke kota ini karena mereka ingin makan. Lihatlah sekumpulan manusia itu. Mereka adalah incaran iblis yang kelaparan" gumam Lio.
Yuto dan Baga hanya saling pandang satu sama lain ketika mendengar gerutuan sang atasannya itu. Mereka tidak ada yang berani menyahut apa yang di ucapkan Lio.
Saat mereka hendak masuk ke dalam sebuah gang kecil, tiba-tiba ada seorang pemuda dengan pakaian lusuh tengah berlari dan hendak menabrak mobil mereka. Dengan cepat Yuto menghentikan mobilnya.
"Apa yang terjadi?"
"Biar aku yang lihat"
Baga pun turun dari mobil dan mendapati pemuda itu tengah terduduk ketakutan di sana.
"Apa kamu tidak apa-apa?" kata Baga.
Pemuda itu hanya menatap ketakutan ke arah Baga.
"Mari, aku bantu" lanjut Baga sambil mengulurkan tangannya.
Lio pun merasa penasaran dengan apa yang terjadi dan menurunkan kaca mobilnya.
Sebelum pemuda itu menerima uluran tangan Baga, tiba-tiba ada suara beberapa orang yang sedang berlari ke arah mereka.
"Cepat, dia mungkin saja lewat sini"
"Itu dia"
Pemuda itu terlihat sangat ketakutan, ia pun berdiri dengan tergesa-gesa. Baga hendak menolongnya namun pemuda itu segera berlari dari sana
"Itu dia, jangan biarkan dia kabur"
__ADS_1
Beberapa orang dengan baju serba hitam pun keluar dari gang kecil yang ada di sana.
Bruaakk
Salah satu dari mereka melompat dari atap rumah dan mendarat di atas mobil Lio bagian depan.
"Ups, maaf" kata pria berotot yang ada di atas mobil itu.
"Hey, kau sudah gila ya?" teriak Yuto sambil mengeluarkan kepalanya dari jendela mobil.
"Iya, aku memang gila. Hahaha" kata pria itu lalu melompat pergi dari mobil Lio.
"Maaf kan Rudo, dia tidak sengaja. Jika kita bertemu lagi lain kali, aku akan mengganti rugi mobil mu" kata seorang pria tampan mengedipkan sebelah matanya, lalu pergi menyusul pria berotot tadi.
Di belakang mereka juga masih ada dua orang, satu pria dan satu wanita yang mengikuti. Mereka terlihat seperti anggota kelompok tertentu. Baju mereka serba hitam, dengan sebuah corak warna hijau terang di kerah baju mereka.
Namun pandangan Lio tertuju ke sebuah logo yang ada di dada kiri mereka. Seperti gambar sebuah bintang bercahaya, namun Lio juga tidak melihatnya dengan pasti.
Saat salah satu dari mereka berlari dari sana, tak sengaja seorang wanita bertemu pandang dengan Lio. Wanita itu melihat ke arah Lio dengan tatapan terkejut.
"Apa yang kau tunggu Rosa? Cepat''
Wanita itupun di seret begitu saja oleh temannya.
"Hey, kalian lari begitu saja saat merusak mobil orang lain?" teriak Yuto. "Ah, sial. Kenapa mereka cepat sekali?" gerutu Yuto kesal.
Sesaat kemudian Baga pun masuk ke dalam mobil.
"Kenapa kau tidak mengejar mereka? Kenapa kau malah diam saja di sana?" celoteh Yuto.
"Apa? Haruskah aku menangkap mereka?" kata Baga tanpa rasa bersalah.
"Tentu saja, mereka telah merusak mobil kita. Lihat, bagian depannya penyok" ucap Yuto dengan kesal.
"Lagipula, dia bilang tidak sengaja, untuk apa kita meributkannya?"
"Dasar kau ini, setidaknya mereka harus ganti rugi"
"Hah, kau tidak lihat mereka buru-buru? Jika kita ikut campur, kita akan menambah masalah" lanjut Baga.
"Cih, kau ini"
"Sudah lah, aku juga tidak ingin membuang-buang waktu" tambah Lio.
"Ish" decap Yuto kesal, lalu melajukan mobilnya.
Yuto adalah seorang pecinta mobil, tentu saja dia sangat kesal melihat sebuah mobil yang ia kendarai rusak.
__ADS_1
"Huh, kasihan sekali mobil cantik ini'