
Lio dan para anggota D'hunter pun keluar dari tempat itu. Mereka segera menuju ke rumah sakit milik D'hunter untuk membawa Viro dan Nada yang sudah terluka.
"Bawa mereka ke markas D'hunter dulu. Biarkan kapten mengurus mereka" kata Kenan.
"Baiklah"
Sedangkan di tempat lain, Lio kini sedang berada di markas D'hunter.
"Apa kamu yakin tidak ada satupun yang tertinggal di sana?" kata ketua Ca kepada Lio yang kini sedang duduk di kantornya.
"Tidak, aku sudah membakar habis iblis itu. Tapi untuk masalah yang kau maksud, itu semua ada di mayat-mayat hidup itu. Mereka tidak akan berhenti memangsa manusia meskipun pengendali mereka sudah lenyap" ucap Lio lalu menyeruput secangkir kopi di hadapannya.
"Aku sudah kerahkan semua anak buahku untuk membasmi mereka semua, kota Regoon pun sudah di tutup. Semua perbatasan juga di jaga ketat agar satupun mayat hidup tidak lepas ke kota lain. Tapi, apa mereka bisa mati begitu saja saat tidak meminum darah?"
"Hem, mereka akan perlahan membusuk. Aku juga tidak yakin akan hal ini, tapi lebih baik kau bakar semuanya sampai tidak tersisa. Karena iblis ini menyebarkannya lewat serbuk, takutnya sisa mayat hidup pun bisa menginfeksi manusia"
"Bisa menginfeksi manusia?"
"Ya, mungkin saja"
"Membakar mereka? Satu kota?" gumam ketua Ca lalu terdiam sejenak. "Sangat tidak mungkin untuk membakar mereka semua. Yang bisa melakukannya adalah kamu"
"Ck, apa susahnya membakar satu kota saja. Kau mau aku turun tangan lagi? Jangan harap" kata Lio.
"Bisa saja, takutnya tidak merata dan akan mendapatkan masalah. Ayolah, membakarnya sebentar saja dengan kekuatan mu bukan hal yang berat bukan?"
"Tentu saja, tapi mau sampai kapan kau memperalat ku?''
"Aku tidak memperalat mu, hah begini saja. Aku akan memberimu imbalan jika kamu mau membantuku"
"Aku tidak tertarik. Kenapa kau tidak menggunakan helikopter saja untuk menyebarkan gas dan membakar mereka" lanjut Lio.
"Bagaimana kau bisa tau tentang helikopter?"
"Entahlah, sepertinya ingatan tubuh asli ini sudah menyatu denganku. Oh, ya. Apa kau tau benda apa ini?" kata Lio sambil menunjukkan sebuah batu permata berwarna hitam keunguan.
Ketua Ca pun datang mengamati benda tersebut.
"Ini ..."
"Hem, aku menemukan aroma iblis dari dalam batu ini. Aromanya sedikit berbeda dengan iblis yang aku bunuh itu. Sedikit samar, namun familiar"
Ketua Ca pun terdiam sambil mengamati.
__ADS_1
"Astaga" gumamnya terkejut.
"Apa kau menemukan sesuatu?"
"Ya, ini adalah batu tujuh iblis tingkat atas" kata ketua Ca.
"Apa maksudmu, aku tidak mengerti. Tujuh iblis tingkat atas?"
"Ya, manusia setengah iblis itu mengendalikan manusia dan mengubahnya menjadi iblis. Dan yang paling kuat adalah iblis teratas ini, bisa di bilang mereka adalah kaki tangan dari manusia iblis. Darimana kamu menemukan ini?" jelas ketua Ca.
"Aku menemukannya di sisa abu iblis kupu-kupu itu. Tapi jika dia iblis teratas kenapa dia lemah sekali?"
"Kau benar, mereka tidak mudah di kalahkan. Jika dia iblis teratas pasti tidak akan kalah begitu saja. Lalu apakah ada yang terlewat? Apa mungkin ini hanya duplikat? Tidak mungkin, aku jelas melihat aura iblis teratas"
"Apa kau pernah bertemu salah satu dari mereka?"
"Hem, 10 tahun yang lalu aku pernah bertemu salah satu dari mereka. Jika kita bukan dewa yang peka dengan aura iblis atau hawa iblis kita tidak akan mengetahuinya. Mereka sama seperti manusia. Tapi mereka juga iblis. Kekuatan mereka begitu hebat"
"Dan kau kalah?" kata Lio sedikit meremehkan.
"Ehem, iya. Itu karena aku sedang terluka"
"Tidak masalah, dewa tua seperti mu memang sudah harus pensiun"
"Jika dia menciptakan manusia iblis, itu berarti ketujuh iblis yang keluar dari Nirvana waktu itu tidak ada gunanya?"
"Bukankah sudah aku katakan, ketujuh iblis waktu itu sudah tidak sejalan. Itu sebabnya mereka bukan lagi iblis yang harus kita perioritaskan. Sebaliknya, manusia iblis ini lah yang harus kita kejar"
"Hem" gumam Lio sambil menyilangkan kedua tangannya. "Aku jadi penasaran, bagaimana wujud asli dari dia?"
"Bukankah sebelumnya kau kesulitan mengeluarkan kekuatan mu? Lalu bagaimana bisa kau mengatasinya?"
"Tidak ada hal yang terlalu berati. Aku hanya menyuruh para manusia itu untuk menutup matanya ketika aku menyerang"
"Aku rasa tidak sesederhana itu. Apa kau mau aku mencari tahu akan hal ini?"
"Boleh juga. Tapi, itu tidak berlaku bagi anak dan cucumu sialan itu" kata Lio.
"Maksudmu Cleo dan Kenan?"
"Hem, mereka mencoba membunuhku beberapa hari yang lalu. Anehnya, aku bisa mengeluarkan kekuatan ku di depan mereka. Dan juga ... Seseorang" kata Lio saat mengingat Nada.
"Apa mungkin karena mereka keturunan dewa?"
__ADS_1
"Hem, bisa jadi. Atau mungkin mereka adalah iblis?"
"Jangan mengada-ada, mana mungkin mereka iblis. Sudah jelas mereka keturunanku" kata ketua Ca. "Jika mereka adalah iblis, aku sendiri yang akan membunuh mereka"
"Aku hanya bercanda, kenapa kau serius sekali? Jika mereka iblis pasti aku sudah mengetahuinya"
"Ck, aku sudah tau itu. Tapi Lodra, kita harus segera menemukan manusia iblis dan membunuhnya. Karena waktu yang kita punya tidak banyak"
"Apa maksudmu waktu kita tidak banyak?" ucap Lio bingung.
"Kau berbeda denganku. Aku turun ke dunia fana dengan menggunakan tubuh asli ku, dan itu berarti aku bisa hidup selama mungkin di dunia ini. Mungkin sesekali hanya perlu merubah wujudku. Tapi kau, dari awal adalah dewa reinkarnasi dan bersemayam di tubuh manusia. Waktumu tidak banyak" jelas ketua Ca panjang lebar.
"Maksudmu tubuh manusia ku berumur pendek?"
"Hem, hanya kau yang bisa menggunakan pedang kematian. Dan jika kau tua lalu mati, siapa yang akan membunuh dia?"
"Sialan. Aku tidak akan mati semudah itu. Aku pastikan akan membunuh dia, lagipula aku sudah membuat kekacauan. Pasti dia akan segera keluar"
"Tidak semudah itu, dia tidak mudah terpancing"
"Lalu kau? Bersembunyi di sini tidak mencarinya malah mendirikan D'hunter, apa kau takut kepadanya?"
"Tidak, aku hanya takut mati" kata ketua Ca dengan entengnya.
"Cih, pecundang"
"Apa kau tidak tau? Jika dewa terbunuh di dunia fana maka tidak bisa kembali ke Nirvana? Dan itu semua sudah di alami dewa utusan sebelumnya"
"Sudah tau, sudah tau. Diamlah, lama-lama aku muak bicara denganmu"
Saat mereka sedang asik mengobrol, tiba-tiba datang seseorang masuk ke sana dengan tergesa-gesa.
"KETUA!"
"Haish, apa kalian tidak bisa tidak berteriak? Setiap kali melapor selau saja berteriak" kata ketua Ca jengah sambil menutup telinga kirinya.
"Maaf ketua. Tapi, ini ada hal mendesak"
"Cepat katakan"
"Markas kita sudah di kepung, ketua"
"Apa? Di kepung? Siapa? Iblis? Manusia mana mungkin mengepung kita. Kita tidak punya urusan dengan manusia"
__ADS_1
"Ketua, tapi ini ... Mereka adalah anggota Layer"