
"Anggota Layer?" gumam Lio sambil mengingat-ingat sesuatu.
"Bukankah itu adalah anggota mafia yang terkenal itu?" kata ketua Ca. "Untuk apa mereka mengepung kita?''
Lio pun segera bangkit dari tempat duduknya dan bergegas pergi dari sana.
"Hey, kau mengenal mereka?" kata ketua Ca sambil mengikutinya.
Tidak salah lagi, grup Layer adalah anggota mafia yang didirikan oleh Lio sang pemilik tubuh asli. Jika anggota Layer berada di sini, bukankah itu ada hubungannya dengan Lio?
Lio dan ketua Ca pun bergegas keluar dari markas untuk melihat situasi di luar.
"Sebenarnya apa yang terjadi?" kata ketua Ca kepada bawahannya.
"Anggota Layer menyerbu markas kita, mereka bilang jika kita tidak menyerahkan pimpinannya yang kita sandera maka mereka akan menghancurkan markas kita. Mereka juga sudah melumpuhkan sebagian besar anggota kita" jelasnya.
"Astaga, pimpinan apa? Apa mereka bicara omong kosong?" gumam ketua Ca lalu melirik Lio. "Kau- jangan-jangan yang di maksud pimpinan mereka adalah kamu?" lanjutnya sambil menunjuk Lio.
Lio hanya diam saja, dan kini mereka sudah sampai di depan markas. Benar saja, puluhan orang berbaju hitam sudah siap siaga dengan senjata mereka hendak meluluh lantahkan markas D'hunter. Beberapa anggota D'hunter juga banyak yang terluka.
Saat Lio tiba di sana, di dalan mobil keluarlah seseorang dari sana.
"Lio!" teriak orang itu yang tak lain adalah Kevin adik Lio.
"Bocah tengik itu" gumam Lio.
Kevin pun berjalan ke arah Lio dan pasukannya pun siap siaga di belakangnya.
"Kau tidak apa-apa? Aku datang ke sini untuk menyelamatkan mu" ucap Kevin sambil membolak-balikkan tubuh Lio.
"Menyelamatkan apanya? Siapa yang kau selamatkan?" kata Lio sambil menepis tangan Kevin.
"Apa? Bukankah kau di sandera oleh mereka? Kau menghilang hampir tujuh bulan dan aku mencarimu. Informasi terakhir yang aku dapatkan ada anggota D'hunter wanita yang membawamu pergi. Ini pasti siasat mereka untuk memeras mu. Huh, persembunyian mereka tidak mudah di ketahui, jadi aku terlambat menyelamatkan mu. Maaf, tapi sekarang aku akan membebaskan mu dari sini"
Ketua Ca dan yang lain pun datang menghampiri mereka.
"Apa-apaan ini?"
Krak
Seluruh senjata pun di arahkan ke ketua Ca dan yang lainnya.
"Hey hey, suruh mereka menjauhkan senjatanya" kata ketua Ca dengan mengangkat kedua tangannya ke atas.
"Haish, sudahlah. Suruh mereka berhenti" kata Lio kepada Kevin.
"Tapi mereka-" kata Kevin tertahan saat melihat lirikan mata Lio. "Baiklah, turunkan senjata kalian"
Para pasukan itu pun segera menuruti perintah Kevin.
"Astaga, kalian sudah melukai anak buahku" gumam ketua Ca. "Lod- eh, Lio. Kenapa kamu tidak bilang kepadaku bahwa kamu adalah pimpinan anggota Layer? Kalau seperti ini kan jadi merepotkan"
__ADS_1
"Kakakku hilang ingatan bodoh. Mana mungkin dia ingat dengan pekerjaannya" batin Kevin.
"Kau datang kemari hanya ingin mencariku?" kata Lio.
"Tentu saja, menurutmu untuk apa lagi? Katakan kepadaku apa yang terjadi? Kenapa kau bisa menghilang selama tujuh bulan?"
"Ceritanya panjang, nanti akan aku ceritakan. Apa ada masalah di markas?" kata Lio.
Kevin pun terdiam. Ia tak menyangka Lio akan membicarakan markas kali ini.
"Kenapa diam?"
"Apa ingatanmu sudah pulih? Kau sudah mengingat Layer sekarang?" ucap Kevin.
"Hem, aku sudah ingat sedikit. Tapi masih belum terbiasa. Katakan, apa ada masalah?"
"Ehem, ya tapi ... Kita harus kembali terlebih dahulu" gumam Kevin sambil melirik ke arah ketua Ca untuk memberi isyarat.
"Oh, baiklah"
"Jarak kota Raya dari sini terlalu jauh. Apakah kalian tidak mau menginap dulu? Aku akan siapkan pesawat untuk kalian besok" kata ketua Ca.
"Heh, apa mungkin aku percaya dengan orang seperti mu" ucap Kevin terlihat meremehkan.
"Anda tenang saja tuan, aku adalah teman dari tuan Lio"
Kevin pun melirik Lio sekilas.
"Ketua, ketua"
"Hey, bukankah sudah aku bilang jangan berteriak ketika melapor? Astaga, kebiasaan kalian ini membuat telinga ku sakit"
"Maaf, ketua"
"Ada apa?"
"Itu, pasien yang baru saja kembali dari kota Regoon, tiba-tiba mengamuk dan tidak bisa di kendalikan"
"Pasien? Apa kau kembali membawa pasien?" kata ketua Ca kepada Lio.
"Hem, apa bawahan mu tidak memberitahu mu? Ada dua anggota D'hunter yang terluka saat berada di lapangan" kata Lio lalu tiba-tiba terdiam.
"Pasien? Mengamuk? Bukankah maksudnya adalah gadis itu?"
"Kenapa dia bisa mengamuk?"
"Entahlah"
"Ayo kita lihat dulu"
Lio pun hendak pergi mengikuti ketua Ca namun di hentikan oleh Kevin.
__ADS_1
"Aku akan ikut denganmu" kata Kevin.
"Hem, ayo"
Mereka semua pun masuk ke dalam mobil untuk menuju ke rumah sakit milik D'hunter.
"Sebenarnya apa yang terjadi? Kau baru kembali? Dari mana?" kata Kevin sesaat setelah masuk ke dalam mobil.
"Memburu iblis"
Kevin pun terdiam sejenak, ya sesosok kakak yang berada di hadapannya ini sedari dulu memang tak pernah menceritakan apa yang telah ia alami. Iblis? Benar saja, sedari dulu dia memang suka membicarakannya namun Kevin tak pernah mengindahkannya. Hingga beberapa waktu yang lalu, ia menemukan temuan Lio yang berada di markas Layer. Dari situ, Kevin mulai percaya. Mungkin yang dikatakan kakaknya ini adalah benar.
"Apa kau masih menganggap dirimu dewa agung?" ucap Kevin datar.
"Tentu saja. Aku memang dewa agung yang turun ke dunia fana" balas Lio dengan santainya.
"Cih, itu berarti otakmu masih sakit" gerutu Kevin.
Sedangkan di tempat lain, Kenan sedang berusaha keras menenangkan Nada dan Viro yang sedang mengamuk.
"Akkh, dia mencoba menggigit. Bagaimana ini?'' kata salah satu orang yang memegangi mereka.
"Kita ikat saja dia"
Mereka pun mengambil tali dan mengikat tubuh Viro dan Nada yang sedang meronta-ronta.
"Kita tidak tau, apakah gigitan mereka berbahaya atau tidak. Lebih baik hindari dulu" lanjut Kenan.
"Astaga, apa mereka akan berubah menjadi mayat hidup seperti di perbatasan itu? Ini mengerikan"
"Tapi tubuh mereka tidak berubah, itu berarti mereka masih manusia"
"Jika mereka berubah menjadi mayat hidup bukankah kita harus segera membinasakan mereka? Jika satu saja dari kita terinfeksi, maka markas D'hunter akan di penuhi mayat hidup nanti"
"Iya, lalu apa yang di pikirkan Kenan? Kenapa tidak segera membunuhnya?"
"Hus, pelankan suaramu. Mereka adalah teman-temannya. Mana mungkin dia langsung membunuh temannya"
"Minggir"
Dokter Cleo pun datang ke dalam ruangan.
"Apa yang terjadi?" kata dokter Cleo sambil bersimpuh di samping Nada dan Viro.
"Mereka mengamuk dan hendak mengigit orang" ucap Kenan.
"Yang lain, yang tidak berkepentingan tolong keluarlah. Ini bukan tontonan" teriak dokter Cleo. "Kalian, tolong bantu aku meriksa mereka"
"Paman, apa ada obat untuk menyembuhkan mereka?" kata Kenan putus asa.
"Bersabarlah sebentar lagi. Aku akan memeriksanya"
__ADS_1
"Maafkan aku Nada. Seharusnya aku berusaha lebih keras untuk melindungimu"