Demigod

Demigod
Bab 7


__ADS_3

"Tuan, kau mau mencoba ke rumah bordil itu lagi?" ucap Kunang.


"Ya, mungkin jika aku kesana aku bisa menemukan jejak iblis itu" jelas Lio sambil membenarkan kancing lengan kemejanya.


"Baiklah, aku akan membantumu tuan"


Lio pun segera mengambil jas warna merah bergaris hitam lalu mengenakannya. Ia pun berjalan keluar dari kamarnya. Rumah Lio terlihat sangat sepi. Ya, karena Lio tinggal sendiri di rumah besar itu, yang ada hanya beberapa pembantu dan penjaga.


Lio ingin pergi menyelidiki iblis di malam hari. Karena baginya saat malam tidak akan menarik perhatian para manusia.


"Tuan, kau tidak memakai benda itu untuk kesana?" kata Kunang sambil menunjuk beberapa mobil koleksi milik Lio.


"Tidak"


"Lalu?"


"Kita akan terbang" katanya mengambil kuda-kuda dan seketika juga Lio pun melayang di udara.


"Woah, kau kembali menjadi tuan besar. Tapi, apa mungkin kekuatan mu hanya bisa digunakan saat malam hari?"


"Mungkin saja" ucap Lio dengan santainya, sambil menikmati udara malam yang menyapu seluruh tubuhnya.


"Ah, itu sebabnya kau memilih malam hari juga untuk menguji kekuatanmu?"


"Hemmm"


Lio pun mendarat kakinya di atap sebuah gedung tinggi.


"Ugghhh, berhari-hari di kurung dua manusia bodoh itu. Tubuhku jadi terasa kaku" gumamnya yang hampir saja terpeleset bekas air hujan. Lio pun mengedarkan pandangannya.


"Ada apa tuan?"


"Berdasarkan apa yang aku rasakan, aku rasa ini adalah tempat itu"


"Kalau begitu cepat pergi" ucap kunang terburu-buru.


"Kau, pergilah cari tau seberapa banyak manusia yang ada di sini?"


"Baik tuan"


Dengan segera kunang mengepakkan sayapnya pergi seperti perintah Lio.


Saat Lio sedang berdiri menunggu Kunang, tiba-tiba ada seorang wanita yang terlihat juga berada di atap tersebut namun dari sudut lain. Wanita itu berjalan cepat menuruni anak tangga dan tidak mengetahui keberadaan Lio di sana.


Lio pun tak menghiraukan wanita itu. Ia tak begitu tertarik dengan masalah manusia.


"Tuan" Kunang pun dengan cepat menghampiri Lio.

__ADS_1


"Sudah dapat informasi apa?"


"Hampir tidak ada manusia di sini. Sepertinya tempat ini sudah di tutup. Aku juga tidak menemukan tanda-tanda iblis. Tapi aku masih bisa merasakan hawanya terlihat samar-samar di tempat ini" jelas Kunang.


"Kau benar, aku juga masih merasakan ada sedikit hawa iblis di sini. Sebaiknya aku periksa dulu lagi. Aku benar-benar yakin wanita pelayan itu adalah iblis yang menyamar" ucapnya dengan yakin lalu melangkahkan kakinya.


"Ya, ada sebuah ruangan di lantai 3. Di situ memiliki hawa yang lebih kuat. Kita bisa mulai dari situ"


"Hem, kerja bagus Kunang"


Lio pun segera berjalan menuruni tangga darurat dan pergi ke tempat yang di katakan Kunang. Seluruh lorong dan tempat di sana sangat gelap, hanya ada beberapa lampu yang menerangi sebagian sudut tempat. Tempat itu benar-benar jauh berbeda dari saat Lio pertama kali ke sana.


"Sebelah sini tuan" kata Kunang memandu jalan. Namun sebelum Lio masuk, Kunang tiba-tiba berhenti. "Astaga"


"Ada apa?"


"Sepertinya ada seseorang yang sudah masuk ke sini terlebih dahulu sebelum kita tuan"


"Benarkah?"


"Ya, aku yakin keadaan tempat ini sebelumnya tidak seperti ini"


Lio pun berjalan perlahan sambil memeriksa tempat itu.


"Kelihatannya, orang yang ke sini seperti mencari-cari sesuatu. Atau jangan-jangan mereka juga sedang mencari iblis?"


Lio duduk bersimpuh sambil mengamati sesuatu.


"Apa kau tidak merasakannya? Hawa iblis itu sudah benar-benar hilang dari tempat ini. Aku rasa mereka pasti mengambil sesuatu dari sini. Mungkin itu adalah salah satu petunjuk dari iblis yang kau cari"


"Hemmm ... Dan mereka ada beberapa orang'' kata Lio yang masih duduk mengamati sesuatu.


Kunang segera terbang mendekati Lio.


"Benarkah?"


Lio mengangguk sambil menunjuk lantai berdebu di hadapannya.


"Setidaknya ada 4-5, dua di antara mereka adalah wanita" jelas Lio sambil menunjuk jejak kaki di lantai berdebu itu.


"Apa jangan-jangan, salah satu dari mereka adalah iblis itu. Dia pikir meninggalkan jejak di sini dan pergi mengambilnya"


"Kau benar, kita harus segera mengejarnya"


Lio pun segera bangkit dan berlari keluar dari ruangan itu.


"Kunang, perluas radar mu. Deteksi siapapun yang paling dekat di area ini" perintah Lio sambil terus berlari menelusuri lorong-lorong tempat itu.

__ADS_1


"Baik tuan"


Tak berselang lama, Lio sudah berada di parkiran kosong di bagian bawah tempat itu.


"Tuan, 500 meter dari sini tepat di hadapan kita ada seorang wanita. Sedangkan di bagian kiri kita, ada 3 orang. Di sebelah kanan ada 2 orang. Mereka sama-sama menuju ke wanita itu"


"Aku tau" Lio mengeluarkan kekuatan spiritualnya untuk mempercepat larinya.


Samar-samar ia melihat sesosok wanita, ketika ia lihat lebih jelas wanita itu adalah pelayan yang dia kejar waktu itu.


Karena sangat yakin, Lio pun menambah kecepatannya. Saat berada beberapa meter dari wanita itu, tiba-tiba kekuatan spiritual Lio menghilang seketika dan menyebabkan dia hilang kendali lalu terjatuh.


"Tuan? kau tidak apa-apa?" kata Kunang yang melihat Lio jatuh berguling-guling lalu menabrak tembok.


"Uuhhh, aku tidak apa-apa?" ucapnya sambil berusaha bangkit. "Kenapa? kenapa tiba-tiba menghilang? Padahal aku sudah sangat dekat dengannya"


Lio pun segera bergegas menghampiri wanita tersebut. Saat sudah dekat, Lio malah menghentikan langkahnya. Ia melihat wanita itu sudah di kelilingi 3 orang laki-laki dan 2 orang perempuan.


"Ada apa tuan?"


"Apa yang mereka lakukan?" katanya dari balik tembok.


"Sepertinya mereka sedang memojokkan wanita itu. Aku rasa merekalah yang berada di ruangan tadi"


Lio dengan seksama mendengarkan percakapan mereka.


"Kau, kau pasti tau benda ini?"


"Tidak, aku tidak tau"


"Kalau kau tidak mengaku, ku bunuh juga kau iblis"


"Iblis? Jadi mereka juga sedang mencari iblis?" gumam Lio.


"Brian, tahan amarah mu. Dia adalah manusia"


"Manusia?" pekik Lio. "Mana mungkin, jelas-jelas aku bisa merasakan aura iblis yang kuat dari wanita itu"


"Kau bilang, kau mendeteksi hawa iblis di sekitar sini. Bukankah hawanya jauh lebih kuat di dalam wanita ini?"


"Benar, tapi dia bukan iblis. Dia hanya membawa sesuatu dari iblis itu sehingga mengecohku saat aku mendeteksinya"


"Gadis yang bicara itu ... Bukankah dia yang ada di atap tadi? Dia bisa melihat iblis?"


"Tapi tetap saja, kita harus mendapatkan informasi darinya"


"Hehe ... Hihihi ... Kau tidak akan mendapatkan apapun dariku" kata wanita pelayan itu lalu mencekik leher gadis itu.

__ADS_1


Lio yang melihat itu, dia pun reflek menolong gadis itu dan menariknya dari cengkeraman wanita pelayan itu.


"Ka-kau?" gumam gadis itu.


__ADS_2