
"Kau sudah membuat kesalahan besar karena telah menggangguku manusia"
Lio menyeringai. "Kalau kau tau aku manusia, lalu kenapa kau berusaha melarikan diri dariku? Kau bahkan berusaha menyusutkan tubuhmu agar bisa lari?"
"Kau, bagaimana kau tau? Hah, jadi manusia setengah dewa yang aku rasakan adalah kau? Pantas saja kau mampu menyerang ku, ternyata kau bukan manusia biasa. Kau lebih cepat dari yang aku kira"
"Sudah cukup basa-basinya. Karena kekuatanku sudah kembali. Aku akan menghabisi mu dan menuntaskan tugas pertamaku" Lio pun segera terbang melesat ke arah iblis itu, ia mengeluarkan beberapa tembakan bola-bola api dari telapak tangannya.
Blar blar
Suara dentuman seiring dengan serangan dari Lio yang mengenai tubuh Iblis itu.
Sswoooossss
Terlihat asap hitam mengepul di depan lio yang kini sedang berdiri di atas pohon tumbang. "Aku rasa membunuhmu memang tidak segampang ini" gumamnya sambil menyeringai melihat pemandangan itu.
Ggrrrrrrrrrrr
Sebuah angin besar tiba-tiba menyapu semua asap itu. Terlihat sang iblis masih berdiri kokoh di tempatnya. Tidak ada satu luka yang ada di tubuhnya. Mata merah darahnya terlihat lebih mengerikan dari sebelumnya dengan tatapan tajam.
Glup glup glup glup
Terlihat perut beningnya bergerak-gerak seakan-akan potongan-potongan manusia didalamya sedang meronta-ronta. Menjijikkan, darah dan daging itu tampak sesak di dalam perutnya.
"Grrrr ... Kau membuatku marah sekarang anak muda. Mari kita lihat, apakah kemampuanmu sama seperti para dewa itu?"
Srrrraakkkk
Iblis itu mengeluarkan jaring dari tanduknya. Dengan lincah Lio melompat ke udara untuk menghindarinya.
"Oh, jadi tandukmu itu adalah senjatamu? Aku kira senjatamu ada di bokongmu. Baguslah, setidaknya saat menyerangku kau tidak perlu menunjukkan bokong jelekmu itu" kata Lio meremehkan.
"Dasar mahkluk kecil!! Kau begitu sombong!!" ucapnya marah sambil terus menembakkan jaringnya ke arah Lio.
Seperti bulu yang terbang di udara lio menghindari serangannya. "Tubuhmu terlalu gendut, jadi kau tidak bisa menyerangku dengan leluasa. Mangkanya jangan banyak makan"
Lio pun berhenti, tubuhnya mengambang di udara. Tangannya menarik sesuatu di punggungnya. Beberapa saat kemudian busur dan anak panah sudah berada di tangannya.
__ADS_1
"Aku rasa kau harus merasakan rasanya panah garda ku. Baru saat itu kau bisa membandingkan aku dengan yang lain"
Swwoooosss
Anak panah Lio pun di luncurkan ke arah mata iblis itu. Namun iblis itu dengan cepat membentuk sebuah tameng dengan benangnya.
Booommm
Ledakkan pun terjadi. Namun Lio tak menyerah ia terus menembakkan panahnya.
"Lihat seberapa kuat temengmu itu bisa menahan seranganku?"
Tak lama kemudian sebuah dentuman keras dan udara yang menusuk membuat Lio terpental ke tanah.
"Bocah sialan. Aku sudah tidak akan sungkan kepadamu" ucap iblis itu sambil mengamati arah jatuhnya Lio. Saat debu menghilang, Lio sudah tidak ada di sana.
Sepersekian detik kemudian Lio terlihat berada di atas kepala iblis itu. "Baguslah, aku juga sudah lelah bermain-main" Terlihat segumpalan listrik, tidak seperti petir sedang menyala-nyala di telapak tangannya. Ia pun segera menghempaskannya ke kepala iblis itu.
"AAARRRGGGHHHH"
Jerit iblis itu menggema di seluruh hutan itu. Terlihat tubuhnya bergetar mendapat serangan dari lio.
Lio melompat dan mendarat di tanah. Ia menyaksikan iblis itu masih bergetar hebat. "Aku rasa, itu belum cukup untuk membunuhmu"
"Ggggrrrr ... Kau benar-benar membuat ku marah" kata iblis itu geram sambil menatap tajam Lio.
Beberapa detik kemudian terasa hening. Namun tiba-tiba, tanah bergetar dan terdengar sesuatu yang banyak sedang berlari ke arah mereka.
"Haish. Kau mengandalkan para hewan-hewan itu untuk melawanku? Apa ini pertahanan terakhirmu? Sayang sekali, aku terlalu memandang tinggi dirimu. Aku kira, iblis yang kabur dari Nirvana adalah iblis yang kuat. Ternyata hanya iblis lemah sepertimu. Yang hanya bisa mengandalkan kekuatan dari luar'' kata Lio terdengar meremehkan.
"Hahahaha ... Karena pertarungan terakhirku aku harus menggunakan para hewan peliharaan ku untuk melindungi diri" kata iblis itu, lalu beberapa hewan buas seperti singa, macan, ular, dan seluruh penghuni hutan pun mengepung Lio. "Kau tau? Sebenarnya tidak ada yang perlu aku takutkan darimu. Sama seperti para dewa utusan itu. Mereka berkali-kali membunuhku, namun lihatlah. Aku bahkan masih ada di sini. Karena sekuat apapun kau. Meskipun kau membunuhku, dia pasti akan membangkitkan ku kembali" tuturnya.
Ggggrrrrr
Semua hewan itu serentak menyerang ke arah Lio. Dengan cepat, Lio mengeluarkan jurus api naga miliknya. Membuat sebuah kobaran api yang sangat besar. Serentak para hewan itu pun mundur karena takut dengan api.
"Benarkah? Itu artinya mereka pernah mengalahkanmu?" Terllihat seekor singa dan beberapa macan yang tidak takut dengan serangan lio, lalu menghampirinya. "Kalau begitu, sudah di pastikan bahwa aku juga bisa membunuhmu" Lio pun mengangkat tangan kanannya ke udara dan terlihat pedang kematiannya berada di genggamannya.
__ADS_1
"Pedang itu ... Tidak mungkin"
Lio pun berhambur ke arah para hewan itu. Hanya hitungan detik, para hewan itu sudah tumbang di atas tanah.
"Ada apa? Kenapa kau terkejut saat melihatku?" kata lio yang kini sudah melayang di hadapan iblis itu.
"Kau pasti orang yang sudah di ramalkan oleh tetua. Cih, dari awal aku tak percaya. sudah ku bilang, meskipun kau membunuhku. Aku akan tetap di bangkitkan lagi olehnya"
Tanpa di sadari, ternyata hari sudah gelap dan hanya bersinarkan cahaya rembulan yang masuk melewati celah dedaunan.
"Benarkah?" kata lio sambil mebalikkan mata pedangnya membuat sebuah kilatan kecil. "Aku penasaran 'Dia' yang kau maksud itu siapa? Aku tidak sabar ingin segera membunuhnya"
"Hahahahah ... Kau membunuhnya? Jangan bermimpi. Bahkan sebelum kau bertemu dia, kau pasti akan mati terlebih dahulu seperti para dewa utusan yang bodoh itu. Kau, tidak akan pernah bisa membunuh salah satu dari kami. Karena meskipun kalah, dia tidak akan membiarkan kami musnah"
"Hehehe" kekeh Lio. "Kau tau apa ini? Ini adalah pedang kematian. Dan kau tau? Siapapun yang mati dikarenakan pedang ini, dia tidak akan bisa hidup lagi. Juga tidak bisa bereinkarnasi'' jelas lio penuh penekanan.
Iblis itupun mundur ketakutan. "Pe-pedang kematian? K-kau adalah dewa perang?"
"Hehe ... Ternyata aku cukup terkenal juga"
"Bagaimana mungkin? Kau, kau ... Bertubuh manusia. Mana mungkin?"
"Sudah cukup basa-basinya. Sekarang aku mengerti, kenapa dewa gila itu memilihku untuk tugas ini. Yaitu, agar kalian tidak bisa bangkit lagi dan benar-benar musnah dari alam semesta ini''
Lio pun menebaskan pedangnya di udara, terlihat sebuah kilatan muncul akibatnya lalu melukai iblis itu.
"ARRRRGGGHHHH"
"Itu baru permulaan'' Lio terbang di udara cukup tinggi dan menyerang iblis itu secara membabi-buta. Mengincar tubuh iblis itu yang di rasanya paling lemah. Lio memfokuskan serangannya ke perut transparan iblis itu.
"Tidak!! Aku sudah lama mengumpulkan kekuatanku untuk bangkit kembali. Aku tidak bisa membiarkanmu mengalahkanku'' gumam iblis itu yang semakin meringkuk di tanah akibat serangan Lio yang tak ada habis-habisnya. "Kakak angkat. Tolong aku" raung iblis itu.
"Tubuhmu cukup kuat. Itu pasti karena manusia-manusia yang kau makan itu. Tapi tidak mengapa, sebentar lagi kau akan berubah menjadi abu" Lio memusatkan mata pedangnya di depan wajahnya. Ia bersiap-siap mengeluarkan serangan terakhirnya, namun tiba-tiba.
"Wahhh ... iblis itu benar-benar sangat besar" kata Viro. Ya, para D'hunter baru saja tiba di sana.
Lio yang hendak menyerang dengan kekuatan terakhirnya, tiba-tiba kehilangan kekuatannya hanya dalam beberapa detik.
__ADS_1
"Tidak, jangan sekarang"
Tubuhnya melayang jatuh ke tanah karena kehilangan kekuatannya.