Demigod

Demigod
Bab 19


__ADS_3

Para serigala itupun berjalan mendekati ke arah mereka dengan tatapan lapar.


"Di pengaruhi iblis atau bukan mereka tetap saja mengerikan" kata Viro.


Mereka pun sudah bersiap dengan senjata mereka masing-masing.


"Nada, kau melihat benangnya?" ucap Kenan.


"Ya, benang itu terletak di bawah rahang para serigala itu ...Tapi ... Pistol tidak akan bisa memutuskan benang itu"


"Kita coba saja" kata Tiara.


"Mungkin saja bidikan kalian akan meleset"


"Mudah saja, aku bawa pedang" kata Viro.


"Ya, kita lawan mereka dari dekat"


"Bersenang-senanglah, aku harap kalian bisa lolos dari para serigala ini" ucap Lio sambil menyeringai.


"Rooooaaaarrrr"


Para serigala itu berlari ke arah mereka dengan cepat. Para D'hunter pun berhambur menyerang mereka sesuai intruksi dari Nada. Lio terlihat berdiam di tempatnya mengamati para serigala-serigala itu.


"Hem ..." gumamnya sambil menyeringai. "Kalian akan berterima kasih kepadaku nanti"


Lio segera mengeluarkan kedua belatinya. Dengan cepat dia menebaskan belatinya ke leher para serigala tersebut. Serigala-serigala itu pun terlihat sedikit menyusut, namun tidak banyak.


"Hey, kenapa tidak kau bunuh saja sekalian?" teriak Brian.


"Itu akan menjadi tugasmu~" kata Lio dengan santainya.


"Mereka banyak sekali"


"Tidak bisa di biarkan. Kawan-kawan, putuskan tali dan bunuh mereka sekaligus" kata Kenan.


Sedangkan tanpa mereka sadari, Lio berlari dan melompati para serigala itu lalu masuk ke dalam hutan.


"Akkkhhh" teriak Nada yang terkena gigitan serigala.


Dor


Brian pun menembak kepala serigala itu. "Kau juga harus waspada''


"Terimakasih"


Mereka semua tampak sibuk mengayunkan belati dan menembakkan pistolnya.


"Roooaarr" Para serigala itu nampak semakin ganas.


Duaghh


Kenan terduduk di tanah. "Bagaimana kalau aku tebas sekalian kepala kalian? Kalian sangat merepotkan" gumamnya lalu segera berdiri menyerang kembali.


Para D'hunter bertarung dengan para serigala itu tanpa henti. Sedangkan di tempat lain, Lio mendapatkan kekuatannya kembali saat hendak menghampiri iblis Pharoh.


Dengan kekuatannya, ia terbang dengan kecepatan penuh. Menyusuri hutan tersebut. Tak lama kemudian, iapun tiba di mulut sebuah goa.


Pyasss

__ADS_1


"Tuan!!" seru Kunang.


"Bagaimana?''


"Dia sudah hampir berhasil"


Lio segera berlari ke dalam goa tersebut. Sangat gelap dan lembab, memang tempat favorit iblis Pharoh untuk bersembunyi.


Lio berjalan pelan sambil menajamkan pendengarannya. Sangat gelap hingga ia mengandalkan instingnya.


"Hati-hati tuan"


''Ck, untuk apa juga aku mengendap-endap?" Lio pun mengangkat tangan kanannya dan...


Wuuusshh


Api menyala tepat dia atas telapak tangannya.


"Kekekekeke" Terdengar suara cekikikan yang menggema di goa itu. "Kau sudah datang rupanya"


Lio memfokuskan pengelihatannya, bersiap jika sewaktu-waktu iblis itu menyerangnya. Seketika itu juga, terlihat sepasang bola mata merah tengah menyala di dalam kegelapan. Sangat besar dan mengerikan. Mata itu seolah penuh dengan darah.


''Keluar juga kau akhirnya" gumam Lio.


"Xixixixi ... Hahaha" Tawanya semakin menggelegar. "Aku kira seorang dewa yang datang menghampiri ku, ternyata hanya manusia lemah. Kemarilah wahai santapanku, kau terlihat mengiurkan. Xixixi"


Samar-samar, pendengaran Lio meneliti setiap pergerakan iblis itu. Terdengar, dia sedang menggerakkan kakinya,namun entah apa yang dia lakukan.


Whuuusss


Sebuah jaring terbang ke arah Lio. Meskipun gelap, Lio mampu menghindarinya. Ia melompat ke arah bebatuan yang ada di sampingnya.


"Heh, ketawamu itu sangat menjijikkan. Aku ingin menendang mu sekarang juga" kata Lio sambil memadamkan apinya.


"Hey, kenapa kau memadamkan api mu? Apa sudah kehabisan bahan bakar? hahaha"


Lio menyeringai penuh kemenangan. Ya, di dalam kegelapan dialah pemenangnya. Tanpa di sadari iblis itu, Lio sudah berada di atas tubuhnya tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.


Mata merah yang menyala di kegelapan itupun melirik kesana kemari.


"Hey, kau bersembunyi di mana wahai santapanku? Kemarilah, aku jamin kau tidak akan kesakitan"


"Benarkah? Aku rasa kau yang akan kesakitan" kata Lio yang terbang melayang di atas kepala iblis itu. Sebelum iblis itu mendongak, Lio pun membakar dia dengan jurus api naga miliknya.


Boommm


Sebuah api bagaikan meledak di dalam goa itu. Lio sudah melompat ke mulut goa menghindari api miliknya.


"Ini namanya baru bersenang-senang" gumamnya.


"Tuan, dia tidak akan mati dengan api seperti itu" kata Kunang.


"Aku tau itu. Mana mungkin dia akan mati dengan mudah" lanjutnya lalu menyentil kunang sampai menghilang menjadi kabut. "Aku tidak ingin mendengar kicauan mu saat ini. Lebih baik kau pergi saja dulu"


Kraaakk Krakkk


Terdengar sebuah tulang-tulang gemertakan di dalam goa.


"Bagus, ayo keluarlah"

__ADS_1


"Manusia. Sebenarnya kau siapa? Kenapa kau memiliki kekuatan besar seperti itu?"


Terasa angin menghembus ke arah Lio, perlahan lalu berubah menjadi hembusan yang sangat kencang. Lio tersenyum puas lalu melompat keluar dari goa.


Lio berdiri di atas batu besar menunggu iblis itu keluar. Sesaat kemudian terlihat mata merah tadi bergerak menuju cahaya matahari yang mulai redup. Perlahan-lahan, wujud iblis itupun terlihat.


Benar saja, wujudnya memang menyerupai laba-laba. Sangat besar, berkali-kali lipat dari tubuh Lio. Perutnya terlihat sangat bening menunjukkan isi perutnya. Ya, manusia-manusia yang ia santap, terlihat penuh dan sesak di dalam perutnya itu. Kepalanya memiliki tanduk yang sangat kokoh. Kedelapan kakinya penuh dengan bulu-bulu tajam. Ia tampak mengerikan dengan gigi-giginya yang tajam dan mata merah darahnya.


"Hemm ... Lumayan, ternyata kau sama dengan legenda yang aku pelajari" gumam Lio.


"Roooaarr" Suaranya mampu membuat hutan itu bergetar. Membuat seluruh hewan ketakutan. "Manusia hina. Kau membakar rambut indahku" ucapnya dengan penuh amarah. Ya, terlihat di atas kepalanya masih meninggalkan bekas asap dari api milik Lio.


"Hahaha, potongan rambut itu cukup cocok untuk laba-laba jelek seperti mu" kelakar Lio.


"Tertawa lah wahai manusia. Sebenar lagi kau akan menjadi hidangan pembuka ku"


"Kau menantikan itu" Lio pun terbang di udara untuk menyerang iblis Pharoh tersebut.


Sedangkan di tempat lain, para D'hunter terlihat kelelahan setelah bertarung dengan para serigala buas tadi.


Brugghh


Viro duduk di tanah. "Huhhh ... Para serigala ini menguras tenaga. Aku sudah sangat kelelahan"


"Jangan lengah. Mungkin saja lebih banyak hewan yang akan menyerang kita nanti" kata Tiara.


"Kau benar. Ini adalah hutan belantara. Meskipun bukan hewan yang di pengaruhi iblis tapi di sini masih banyak hewan buas"


"Nada. Kau tidak apa-apa?" kata Kenan.


"Ya, hanya luka kecil"


"Eh? Dimana pria tadi?" kata Viro yang baru saja menyadari bahwa Lio sudah tidak ada di sana.


"Dia sudah pergi dari sejak kita bertarung tadi"


"Sial, dia menjadikan kita sebagai umpan" kata Brian kesal.


"Roaaaaarrr" Terdengar sebuah suara 6ang menggelar. Terlihat para burung-burung terbang menjauh.


"Kalian dengar itu?'' kata Viro.


"Hewan apa itu?"


"Aku rasa itu bukan hewan"


"Mengerikan. Suaranya membuatku merinding"


"Apa jangan-jangan itu adalah ..." kata Tiara menggantung.


"Iblis!!" seru Kenan dan Nada serempak.


"Tidak salah lagi. Mungkin Lio sudah menemukan dia. Kita haru segera ke sana" ucap Nada.


"Dimana kita bisa menemukan dia. Kita sudah tidak bisa terhubung dengannya" kata Viro sambil memencet earphone nya.


"Utara. Bukankah dia bilang tadi Utara?" kata Kenan.


"Kau benar. Dia berbicara sendiri dan bang arah Utara. Aku juga melihat dia pergi ke arah sana" imbuh Tiara.

__ADS_1


"Ayo kita susul dia. Aku penasaran dengan iblis itu"


__ADS_2