Demigod

Demigod
Bab 36


__ADS_3

"Apa?"


"Dia adalah iblis Erokh" gumam Lio.


"Iblis Erokh? Seperti apa itu?" kata Nada bingung.


"Iblis pemakan jantung manusia. Dia bisa menguasai manusia dan memanfaatkan rasa keserakahan mereka" jelas Lio.


Saat Lio melihat ke arah ruangan itu. Tiba-tiba Vernan melihat ke arah mereka.


Dengan cepat Lio menarik Nada untuk bersembunyi.


"Sebaiknya kita pergi dari sini dulu" bisik Lio, Nada pun mengangguk.


Dengan tergesa-gesa, mereka pun kembali ke kamarnya. Namun, di tengah perjalanan ke sana. Mereka di kejutkan oleh beberapa pengawal.


"Astaga. Apa ini akan menjadi masalah lagi?" gumam Nada.


"Kalian kenapa berkeliaran di sini?" kata salah satu dari pengawal.


"Kami ... Hanya sedang mencari udara segar" ucap Nada.


"Kalian tidak boleh berkeliaran. Kalian harus tetap berada di kamar kalian"


"Heh, aku adalah pelanggan tapi kalian memperlakukan ku seperti tawanan. Apa ada yang sedang kalian sembunyikan? Atau kalian punya rencana lain kepadaku?" kata Lio.


"Apa yang kau bicarakan. Tidak ada yang di sembunyikan di sini. Pergilah ke kamar kalian"


Nada tak sengaja melirik tangan Lio. Lio terlihat menjentikkan jarinya sambil menatap kedua pengawal tersebut.


"Baiklah. Aku akan kembali" kata Lio Lalau beranjak pergi dari sana.


Nada segera mengikuti Lio di belakangnya.


"Apa yang baru saja kau lakukan?"


"Apa?"


"Aku melihat mu menjentikkan jari. Kau terlihat seperti sedang ingin membunuh mereka"


"Oh, jadi kau melihatnya. aku hanya sedang mencoba kekuatan ku. Dan tidak terjadi apa-apa. Aku masih bertanya-tanya kenapa hal ini bisa terjadi"


Nada pun segera berdiri di hadapan Lio menghentikan langkahnya.


"Apa?"


"Tunjukan kepada ku" kata Nada sambil menatap Lio.


"Apa?" kata Lio bingung.


"Kekuatan mu. Tunjukan kepadaku kekuatan mu. Tunjukan lagi" rengek Nada.


Swoosss


Dalam sekejap muncul kobaran api berwarna biru di tubuh Lio.


"Wooahh" gumam Nada takjub. Ia pun menjulurkan tangannya hendak menyentuh Lio.


"Jangan sentuh" kata Lio.

__ADS_1


"Hah?" Nada pun menghentikan tangannya di depan wajah Lio.


"Kau bisa langsung terbakar menjadi abu"


"Oh" Nada pun menarik kembali tangannya. "Kau bisa mengeluarkannya sekarang. Jadi ... Kenapa di depan mereka tidak bisa?"


Kobaran api itupun perlahan menyusut ke dalam tubuh Lio.


"Entahlah. Aku juga masih tidak tau. Sebaiknya, ayo kembali sekarang. Ada hal penting yang harus aku bicarakan kepadamu"


Lio pun kembali berjalan menuju ke kamar.


"Sebenarnya ada apa?" kata Nada sesaat setelah Lio menutup pintu.


Lio pun menarik tangan Nada dan membawanya ke sudut ruangan.


"Dengar. Kau harus membantuku" bisik Lio.


"Membantu apa?''


"Bawakan aku belati perak"


"Apa?"


"Huh ..." Lio mendesah pelan. "Dia adalah iblis Erokh. Dia menguasai jiwa manusia dan memanfaatkan rasa keserakahan mereka agar bisa mengendalikan manusia. Kau lihat tadi dia minum apa?"


"Darah burung gagak"


"Hemm ... Itu adalah salah satu cara agar dia bisa tetap berada di tubuh manusia"


"Maksudmu dia merasuki Vernan?" gumam Lio.


"Apa? Lalu ..."


"Dia menjadikan tubuh Vernan sebagai tempat bersemayamnya. Sekarang, kita hanya perlu memaksa dia keluar dari tubuh itu"


"Bagaimana caranya?" kata Nada bingung.


"Belati perak. Dengan benda itu, aku harus memotong lehernya agar bisa keluar dari tubuh manusia itu"


"Kau menyuruhku membawakan belati perak itu? Bagaimana bisa?" kata Nada. "Kita bahkan tidak boleh berkeliaran di sini"


"Hemm ... " gumam Lio sambil memikirkan sesuatu. "Aku tau satu cara"


Lio pun mendiskusikan rencananya dengan berbisik-bisik. Setelah itu mereka pun kembali keluar dari kamar.


Mereka pergi ke tempat semula. Tempat dimana dia bertemu Vernan.


Di ruangan itu sudah terlihat Vernan dan Luis yang duduk di sebuah sofa.


"Oh, tuan Lio" kata Luis.


"Aku sarankan kalian untuk tetap di sini sebelum transaksi di lakukan" kata Vernan tanpa menoleh sambil mengutak-atik kuku jarinya.


"Kenapa kau ingin mengurung kami?" kata Lio. "Aku adalah pelanggan bukannya tawanan"


"Heh ... Bukankah aku sudah bilang. Sebelum transaksi berhasil kalian tidak boleh keluar dari sini"


"Lalu kapan kau akan mendapatkannya?"

__ADS_1


"Malam ini"


"Hem ... Aku sedang ada urusan. Jika dia keluar sebentar lalu malam ini kembali apa boleh?"


"Tidak"


"Bagaimana ini? Sepertinya iblis ini tidak bisa di ajak kompromi"


"Dua jam. Jika dia tidak kembali dalam dua jam kau bisa melakukan apapun"


"Hah?" gumam Nada tak percaya.


"Apa dia gila? Mana bisa dua jam? Astaga, dia membuatku kesulitan"


Vernan pun menyeringai. "Baiklah. Kalau begitu dia boleh pergi. Tapi ingat, hanya dua jam"


Lio pun melirik Nada untuk memberitahunya agar segera pergi. Nada menatap Lio kesal, lalu segera berlari keluar.


Vernan hanya menatap Nada dengan senyum penuh arti.


"Kau tidak berencana membuat dia kabur bukan? Ingat, kau harus menyerahkan dia kepadaku"


Lio pun pergi duduk ke sebuah kursi.


"Tentu saja. Bagaimana dengan yang aku minta? Apa kau bisa mencarinya?"


"Hehe" Vernan menyeringai. "Jangan remehkan aku. Sebelumnya aku juga tidak percaya adanya keturunan dewa. Tapi, baru saja aku melihatnya sendiri"


"Apa maksudnya?" Gumam Lio sambil menatap Vernan datar.


"Oh ya? Kenapa kau tidak menangkapnya"


"Sebentar lagi. Sebentar lagi aku akan menangkapnya" kata Vernan lalu menyandarkan punggungnya. "Kau tau" lanjut Vernan sambil mengambil nafas panjang. "Dulu ada seorang dewi yang turun dari langit. Dia berkelana di bumi dan bertemu dengan seorang pertapa. Pertapa yang sangat sakti. Mereka pun menikah dan memiliki keturunan" jelas Vernan.


"Keturunan dari mereka di juluki keturunan dewa. Seorang Dewi dan pertapa sakti. Sangat sempurna. Kau tau, ternyata keturunan dewa itu di takdirkan untuk membunuh para iblis. Jadi, Dewi dan pertapa sekaligus keturunannya di habisi oleh raja dari segala raja iblis" lanjutnya lalu berdiri dari tempatnya.


"Sayangnya ..." Vernan pun berjalan pelan ke arah Lio. "Ada salah satu dari keturunan mereka yang berhasil melarikan diri. Beratus-ratus tahun, iblis terus mencari keturunan tersebut namun tidak mendapatkannya" Vernan pun melirik Luis.


"Dan sekarang aku menemukannya. Tapi, kau mau apa dengan keturunan dewa itu?"


"Itu adalah sebuah rahasia. Aku hanya sedang meneliti sesuatu" kata Lio.


"Baik" Vernon berjalan mundur. "Tapi, kamu tidak akan mendapatkannya"


"Apa?"


"Setelah aku menangkapnya, ada atau tidak ada transaksi di antara kita. Dia tetap jadi milikku"


Lio hanya diam menelisik apa yang akan di lakukan Vernan.


Tiba-tiba puluhan pengawal mengepung Lio.


masih sama, Lio tampak tenang dan tidak gusar sama sekali.


"Hehe, kau pikir aku bodoh. Apa kau pikir aku tidak tau kau menyelinap ke ruangan pribadi ku? Kau sudah tau identitas ku. Jadi jangan harap untuk keluar dari sini."


"Heh? Dasar licik" gumam Lio.


"Untuk gadis itu ... Dia sangat istimewa. Waktu dua jam sudah cukup bagi anak buah ku menangkapnya kembali" kata Vernan dengan senyum puas. "Bunuh dia''

__ADS_1


__ADS_2