
"Ayah?"
"Hahaha, akhirnya kau mengingatku juga dasar anak durhaka" kata pria itu.
Lio pun terdiam, ia pun menyunggingkan seringaiannya. "Hehehe ternyata kau adalah ayahnya. Pantas saja kau berubah jadi mahkluk abadi, ternyata kau adalah kaki tangan dari iblis Zulla"
"Karena mu ritual untuk membuatku hidup abadi telah gagal. Sekarang karena kamu sudah datang ke tempat ini, maka Jangan berharap kamu bisa pergi. Sekarang juga katakan di mana tuanku? Maka aku akan mempertimbangkan untuk melepaskan dan mengampuni nyawamu"
"Sungguh rumit kehidupan manusia di dunia fana ini. Lihatlah dirimu, kau adalah seorang ayah namun kau sendiri juga menginginkan putramu untuk mati hanya agar bisa mendapatkan iblis itu kembali. Perbuatan mu ini lebih kejam dari iblis itu sendiri" kata Lio sambil menyilangkan kedua tangannya.
"Jangan menggurui ku, kau adalah anak yang paling menyebalkan di dunia ini" kata pria itu.
"Hah, aku tidak peduli denganmu. Tapi dilihat-lihat lagi kau bahkan lebih menyebalkan dari dia"
"Jangan berbicara seolah-olah kau adalah orang lain" kata pria itu kesal.
"Sampai kapanpun kau tidak akan bisa mengetahui di mana keberadaan iblis itu. Sebelum kau mengetahuinya, kau akan mati terlebih dulu di tanganku. Sekarang kau bukanlah manusia, kau hanya makhluk buas yang tidak memiliki perasaan dan juga jantungmu. Jika tidak membunuhmu, kau akan menggila dan merusak semua tatanan di dunia fana ini"
"Dasar anak durhaka, aku sudah membesarkan mu dari kecil. Aku juga telah memberikan semua kekayaanku kepadamu. Aku hanya meminta iblis itu dan kau malah mempersulit ku? Aku akan membunuhmu dan mencabik-cabik mu dengan tanganku sendiri''
"Makhluk menjijikkan seperti mu beraninya mengancam Dewa agung sepertiku"
Lio pun bersiap dan mengeluarkan belati di tangannya. Hanya dengan satu hentakan, belati itu sudah menancap di dada pria tersebut.
Jleeb
"Kau pikir hanya dengan belati ini, kau bisa membunuhku? Hahaha dasar anak bodoh" kelakar pria itu sambil mencabut kembali belati yang ada di dadanya.
"Aku hanya ingin menguji mu saja. Ternyata kau lambat juga tidak seperti tuan mu itu"
"Jangan bicara sembarangan jika kamu belum tahu seberapa besar kekuatanku"
Pria itu berlari ke arah Lio dan menyerangnya dengan membabi buta. Dengan santainya Lio menghindari serangan pria tersebut.
"Perlu kau ketahui, makhluk tanpa jantung sepertimu ini. Kelemahan mu adalah di kecepatan mu, kau tidak punya jantung Jadi kau tidak bisa bergerak dengan cepat seperti manusia pada umumnya, tapi kau masih begitu sombong bahkan ingin membunuhku?''
Braaakk
__ADS_1
Satu tendangan Lio mengenai perut pria tersebut dan membuatnya terhempas ke arah pohon bambu
"Lihatlah sudah kubilang kau bukanlah tandingan Dewa agung sepertiku" kata Lio sambil mengibaskan tangannya.
Tak berselang lama pria itu pun bangkit dari reruntuhan pohon bambu. Dia bangkit begitu saja seperti tidak terjadi apapun kepadanya.
Krek Krek
Pria itu memutar kepalanya begitu saja.
"Lumayan juga tendangan mu itu. Aku tidak pernah berpikir kau bisa sekuat ini" kata pria itu sambil membenarkan beberapa jari-jarinya yang bengkok. "Namun sayang sekali, kekuatan seperti ini tidak cukup untuk membunuhku" ucapnya sambil tersenyum bangga.
"Astaga, lihatlah. Kau masih begitu sombong"
Pria itu kembali melesat ke arah Lio dan menyerangnya dengan membabi buta seperti yang baru saja ia lakukan.
"Dasar pak tua. Apakah jurus mu hanya ini ini saja?" kata Lio meremehkan.
"Diam!" teriak pria itu sudah mulai kesal.
"Seharusnya aku membawa Kevin ke tempat ini tadi. Sayang sekali dia sedang sibuk mengurusi pekerjaannya. Jika tidak, dia akan tau seperti apa wajah asli dari ayahnya ini" ejek Lio Sambil menghindari serangan pria itu.
"Tentu saja itu mungkin. Kau Jangan meremehkan kekuatan manusia yang sesungguhnya"
Mulai bosan dengan perkelahian itu, Lio pun mengeluarkan api naga dan seluruh tubuhnya terlihat kobaran api biru.
Swwoooss
"AKKKH" teriak pria itu ketika dia tersentuh oleh api naga milik Lio.
Ia pun menghindar dari Lio beberapa meter jauhnya.
"Apa ini?" gumamnya ketika melihat api naga yang berkobar-kobar mengelilingi tubuh Lio. "Kenapa anak ini bisa memiliki kekuatan seperti itu? Tidak mungkin dia hanyalah anak bodoh dari kecil"
"Kenapa kau terkejut sekali pak tua? Mari sini majulah dan hajar aku sesukamu jika kau bisa"
"Tidak, tidak. Api itu begitu berbahaya" gumam pria itu saat melihat jari-jari tangannya mulai terbakar menjadi abu ketika tersentuh sedikit saja dari api naga. "Kekuatan apa ini sebenarnya? Kenapa bisa begitu hebat?"
__ADS_1
"Jangan kaget ini hanyalah kekuatan kecilku saja. Kau mau tau apa yang lebih seru dari ini?" kata Lio sambil mengangkat tangan kirinya.
Tak berapa lama, beberapa bola api pun terbang di belakang tubuh Lio. Membuat pria itu tercengang.
Pria itu begitu ketakutan, ini adalah pertama kalinya dia melihat seseorang dengan aura yang begitu kuat.
"Apakah sudah tidak mau menyerang? Baiklah kalau begitu sekarang giliran ku" kata Lio sambil tersenyum.
Dengan satu kali jentikan jari Lio. Semua bola api itu pun terbang menyerang pria tersebut.
Blammm
Dentuman dentuman keras pun terjadi saat bola-bola api itu menyentuh ke atas tanah dan membuat kepulan asap di sekitar tempat tersebut.
"Hanya mengatasi makhluk bodoh sepertimu saja bagaimana mungkin aku tidak bisa? Aku bahkan belum mengeluarkan pedang kematian ku, tapi sepertinya pedang kematian ku tidak berguna untukmu. Meskipun kau bisa bangkit kembali, kau hanyalah makhluk yang tidak berguna" gumam Lio lirih hendak pergi dari tempat itu
"Uhuk uhuk"
Pria itu terlihat tergeletak di atas tanah dengan bagian tubuh bawahnya sudah hancur dan hangus karena api milik Lio.
"Lio" gumam pria itu lirih.
Lio pun menghentikan langkahnya lalu menoleh ke belakang, ke arah pria tersebut.
"Lio aku minta maaf. Maafkan ayahmu ini" ucap pria tersebut.
"Kau sedang berbicara apa? Kakimu yang hancur kenapa otak mu menjadi konslet?" gumam Lio mencibir.
"Lio, sebenarnya beberapa tahun ini aku sangat merindukanmu dan juga adikmu. Maafkan aku karena telah meninggalkan kalian berdua, maafkan aku juga karena kematian ibumu" ucap pria itu dengan menitikkan air matanya.
"Kenapa kau baru minta maaf sekarang?''
"Aku tahu ini terlambat Lio, tapi aku benar-benar menyesal sekarang. Aku telah mengakui semua kesalahanku. Tidak seharusnya aku meninggalkan kalian dan menelantarkan kalian begitu saja" kata pria itu terdengar penuh penyesalan.
"Karena kau menyesal maka tetaplah hidup di tempat ini dengan separuh tubuhmu itu. Karena sampai kapanpun juga kau tidak akan pernah bisa keluar dari tempat ini. Karena iblis Zulla akan mati di tangan ku. Jadi percuma saja jika kau meminta maaf agar aku bisa memberitahumu di mana keberadaan dia" kata Lio penuh penekanan.
"Tidak, kata maaf ku adalah benar-benar tulus dari dalam lubuk hatiku" ucap pria itu begitu menyedihkan.
__ADS_1
"Sayang sekali pak tua. Jika Lio yang sebenarnya mendengar ini, mungkin dia akan senang. Tapi aku bukanlah Lio. Aku adalah Dewa agung Lodra. Jika kau ingin meminta maaf, kau sudah terlambat. Karena anakmu yang sebenarnya sudah meninggal"