
Dengan cepat Lio menarik gadis itu dari tangan pelayan wanita tersebut.
"K-kau?" gumam gadis itu sambil menatap Lio.
"Cepat tangkap dia. Sudah jelas dia itu iblis" kata salah satu dari mereka.
Wanita pelayan itu segera berlari dengan cepat meninggalkan tempat itu. Mereka semua pun pergi mengejarnya.
"Nada, ayo cepat"
"Tunggu, jangan sampai membunuhnya" kata gadis yang di sebut Nada itu.
Namun mereka tidak ada yang mendengar ucapannya.
"Gawat" Nada hendak berlari mengejar mereka namun di tahan oleh Lio. "Kau, apa yang kau lakukan?"
"Kau bisa melihat iblis?" ucap Lio tanpa basa-basi.
"Lepaskan aku, aku harus mengejar mereka. Kalau tidak wanita itu akan mati di tangan mereka" ucapnya khawatir.
"Bukankah dia juga adalah iblis?"
"Darimana kau tau? Wanita itu hanya manusia biasa. Dia hanya membawa sesuatu yang mengeluarkan hawa iblis" Nada pun menghempaskan tangannya. "Ah, kenapa aku harus memberitahu mu tentang hal ini" Nada pun segera pergi menyusul para temannya tadi.
"Tuan, kenapa kau tidak ikut mengejar mereka?" kata Kunang.
"Mereka tidak akan bisa menangkapnya"
"Kenapa? Aku lihat mereka cukup berpotensi dan kuat jika harus menangkap satu iblis saja"
"Kau tidak tau, iblis yang satu ini sulit untuk di hadapi. Kita harus cari cara lain untuk memancingnya keluar" kata Lio dengan yakin. "Ini menarik. Gadis itu bahkan bisa mengetahui iblis hanya dengan melihatnya"
"Kau benar, bagaimana bisa manusia bisa mengetahui hal itu?"
"Itu tidak penting, sekarang aku membutuhkan dia untuk menjadi mataku"
"Kau, berencana menggunakan dia untuk mencari keberadaan iblis?"
"Hemm ... Dia bahkan jauh lebih peka daripada aku yang seorang dewa. Aku rasa kelebihannya bisa aku manfaatkan"
Setelah beberapa hari berlalu, Lio sibuk mencari dan memata-matai Nada. Baginya mencari Nada yang hanya seorang manusia adalah perkara yang mudah. Dia bisa menyuruh Kunang untuk mencari informasi tentangnya.
"Wanita yang bersamanya itu, dia juga ada di malam sebelumya. Namanya Tiara, selama beberapa hari aku mengikuti mereka. Dia wanita yang lumayan kuat. Seperti yang kau duga, Nada memang bisa melihat iblis. Ah tidak, lebih tepatnya hawa iblis"
"Jadi dia juga tidak bisa melihat iblis?" kata Lio yang kini sedang duduk di sebuah pusat perbelanjaan sambil mengintai Nada.
"Hemm ... Mungkin itu karena para iblis-iblis itu sangat pintar bersembunyi jadi dia pun tidak bisa melihatnya"
"Kunang, bagaimana caranya agar dia mau membantuku?"
"Entahlah tuan, aku rasa kau harus berbicara baik-baik dengannya"
Sedangkan di tempat lain, Nada dan Tiara sedang berbelanja keperluan makanan.
__ADS_1
"Nada, aku ingin pergi ke toilet. Kau tunggu aku di sini ya" kata perempuan tinggi ramping itu, dia terlihat cantik dengan rambut pendek sebahunya.
"Ya, jangan lama-lama" kata nada, gadis cantik berperawakan mungil itu.
"Hemmm ..."
Tiara pun pergi ke toilet, sedangkan Nada melanjutkan memilih makanan.
"Nanti malam buat apa ya? Ah aku lupa, bukankah Kenan tadi pesan jeruk lemon?"
Saat Nada hendak mengambil sebungkus lemon, tiba-tiba Lio sudah berdiri di sampingnya.
"Kau?" gumam Nada mengingat-ingat. "Ah, kau yang ada di parkiran waktu itu"
Lio hanya menatapnya tanpa berkata-kata.
"Kenapa kau melihatku seperti itu? Ah, benar. Aku belum berterima kasih kepadamu. Terimakasih sudah menolongku waktu itu"
"Aku memerlukan mu" kata Lio tanpa basa-basi.
"Hah? Apa?"
"Tidak ada banyak waktu, aku memerlukanmu jadi ikutlah denganku" kata Lio lalu menarik tangan Nada.
"Hey kau, mau apa?"
Lio tak mengindahkan dan masih menarik tangan Nada. Dengan kesal Nada menghempaskan tangannya.
"Kau ini kenapa? Aku sudah berterima kasih dan kau malah menarik ku" katanya dengan kesal.
"Heh, bagaimana bisa aku membantumu. Kita tidak saling kenal" kata nada lalu hendak berjalan pergi.
Sepersekian detik kemudian, Lio sudah berada di hadapan Nada. Nada pun terkejut karena saat berbalik dia sudah melihat Lio lagi.
"Kau ... Bagaimana bisa"
"Dengar. Dunia fana sedang kritis sekarang. Tujuh raja iblis sudah hampir menguasai bumi ini. Jika mereka tidak di bunuh. Dunia ini akan hancur dan di kuasai oleh mereka" kata Lio meyakinkan.
"Bagaimana orang ini bisa tau tentang hal ini? Hal seperti ini hanya para D'hunter yang tau. Apakah dia ... Juga punya kemampuan khusus seperti ku?" batin nada. "Tidak bisa, mungkin saja dia menipuku"
"Kau dengar apa yang aku katakan? Kau harus membantuku'' ucap Lio lagi.
"Aku tidak bisa"
"Tidak bisa, kau harus mau" kata Lio memaksa.
"Aku bilang tidak ya tidak, kenapa denganmu ini?"
"*Apa-apaan manusia ini? Berani-beraninya dia menolak ku"
"Sabar tuan, sepertinya kau harus meyakinkan dia*" kata kunang.
"Dengar ya, aku tau cara membunuh mereka. Maka dari itu kau harus membantuku melacak mereka"
__ADS_1
"Aku bilang tidak ya ti-"
Duaghh
Salah satu pengunjung menabrak Nada dan membuatnya jatuh ke pelukan Lio.
"Kunang, kau lihat itu?" kata Lio lirih.
"Apa?" kata Nada yang masih belum melepaskan pelukannya.
"Pengaruh pikiran. Meskipun hanya sedikit, dia memiliki aura iblis Lumia" lanjut Lio lagi yang masih terus menatap perempuan tadi yang berjalan menjauh.
"Dia ... Tau bahkan sampai sejauh itu?" batin Nada. "Dia benar-benar memiliki kemampuan seperti ku?"
"Tidak bisa, dia mau terjun" Lio segera mendorong Nada dan berlari menyusul perempuan muda tadi.
"Hey, tunggu" kata Nada dan langsung berlari mengejar Lio. Dengan sifat Nada yang lembut dan tidak bisa melihat seseorang dalam bahaya. Dia langsung berpikir menyelamatkan perempuan itu setelah mendengar kata Lio.
"Kau, maksudmu dia mau bunuh diri?" tanya nada sambil mengikuti Lio.
"Dia akan pergi ke sebuah atap, dan dia akan terjun" kata Lio.
"Bagaimana bisa, aku hanya melihat sedikit hawa iblis. Itu tidak akan membahayakan nyawanya"
"Tidak bisa, dia sedang terpengaruh sugesti dari iblis Lumia" Lio pun berhenti karena bingung memilih jalan.
"Baiklah, kau ke sana dan aku akan ke sini" ucap nada yang langsung berlari ke arah yang dia tuju.
"Dia sangat antusias sekali saat ingin menolong orang" kata kunang. "Tapi tuan, kau tidak benar-benar ingin menyelamatkan manusia itu kan?"
"Tentu saja, dengan begitu aku bisa mendapatkan informasi tentang iblis Lumia. Dia adalah biang dari semua permasalahan ini" kata Lio lalu berlari menuju ke atap gedung perbelanjaan tersebut.
Setelah beberapa menit dia menaiki tangga. Lio pun sudah berada di atas atap tersebut. Di sana terlihat Nada sedang membujuk perempuan itu yang sudah berada di pinggir gedung itu.
"Nona, sebaiknya kau hati-hati. Tidak semuanya bisa di selesaikan dengan cara ini" kata Nada.
"Kau tau apa? Kau siapa bisa membujukku? Kau tidak tau penderitaan ku. Hiks hiks, aku sudah lelah dengan hidupku sendiri. Jadi jangan pikir kau bisa menghentikan ku" perempuan itu pun melangkahkan kakinya maju, dengan sekali saja memberikan tekanan ke kaki kanannya wanita itu pasti sudah terjun bebas.
"TIDAK, JANGAN" jerit Nada. "Tidak aku mohon jangan lakukan itu" batin Nada seolah dia sendiri pernah melihat kejadian seperti itu.
Dengan cepat Lio berlari ke arah wanita itu, ia pun dengan cepat meraih kerahnya dan membuat dia terjatuh.
Brughh
Nada terkejut setelah melihat Lio yang berusaha menolong wanita tadi. Lio yang terduduk, kini sedang mengibas ngibaskan jasnya. Sedangkan wanita tadi sudah pingsan.
"Huh, pakaian ku jadi kotor"
"Hiks, hiks ... Huaaaaa" tangis Nada menjadi-jadi.
"Ada pa dengannya?" gumam Lio lalu beranjak menghampiri Nada. "Kau ..."
"Terimakasih, terimakasih telah menolongnya. Hiks hiks, jika dia mati di hadapan ku. Aku tidak akan memaafkan diriku sendiri. Aku gagal, aku gagal ... Hiks hiks ... Aku tidak bisa menolong mereka" ucap Nada dengan tangisnya.
__ADS_1
"Jika kau tidak bisa menolong manusia-manusia itu. Bukan berarti itu salahmu. Itu karena jiwa mereka yang terlalu rapuh sehingga bisa terpengaruh oleh iblis"