Demigod

Demigod
Bab 82


__ADS_3

Beberapa jam berlalu dan kini mereka sudah sampai di tempat tujuan. Lio turun dari helikopter dan segera masuk ke dalam markas diikuti Deon dan yang lainnya. Samar-samar ia mencium aura iblis di sana namun aura itu begitu tipis dan hampir menghilang.


Setelah mereka sampai di pintu masuk markas mereka disambut para penjaga di sana.


"Tuan pimpinan" ucap seseorang yang datang menghampiri mereka.


"Di mana Kevin sekarang?"


"Tuan Kevin sedang berada di lantai atas. Apakah tuan pimpinan memerlukan sesuatu?"


"Tunjukkan arahnya. Aku ingin menemui Kevin sekarang juga"


Lio segera berjalan mendahului diikuti semua orang di belakangnya.


"Baiklah tuan, mari ikuti saya" pria itu pun berjalan mendahului.


Saat mereka masuk ke dalam, mereka mendapati para anak buah baru saja terbangun dari tidurnya.


"Astaga. Apa yang kalian lakukan? Kalian tertidur saat jam kerja?" kata pria itu.


"Maaf tuan, kami tiba-tiba saja merasa sangat mengantuk"


"Alasan, jika kerja kalian seperti ini markas akan di bobol musuh kembali"


Baga dan Yuto hanya saling pandang. "Gila, apa yang di katakan tuan pimpinan saat di dalam helikopter tadi benar? Mereka semua tertidur"


"Apa yang di ucapkan Lio benar? Apa selama ini dia tidak membual tentang iblis yang berkeliaran di dunia ini?" batin Deon sambil melirik ke arah Lio yang kini wajahnya berubah serius.


Lio mencium aura iblis yang begitu kuat di dalam sana, ia memejamkan matanya untuk melacak sumber aura tersebut.


"Aura ini ... Ini sangat kuat. Aku belum pernah mencium aura iblis sekuat ini, apa jangan-jangan ..."


Lio membuka matanya dan segera berlari menaiki tangga ke lantai atas untuk mencari sumber aura iblis itu.


"Lio?"


"Tuan!"


Deon, Baga san Yuto pun segera mengikuti Lio yang berlari ke lantai atas tersebut. Di anak tangga yang ada di sana mereka menemukan Xion yang masih tertidur.


"Tuan Xion?" kata Baga.


"Kalian bangunkan dia, aku akan menyusul Lio" ucap Deon sambil terus mengejar Lio.

__ADS_1


"Tuan Xion, bangun" kata Baga.


Sedangkan Yuto yang merasa khawatir dengan kedua atasannya itu di meninggalkan baga untuk mengejar Deon.


"Astaga, iblis? Apa semengerikan ini? Semua orang yang ada di sini tertidur begitu saja. Apa yang terjadi dengan tuan Kevin saat ini?" batinnya.


Di depan pintu ruang kerjanya, kini Kevin mulai terbangun dari tidurnya. Ia merasakan sekujur tubuhnya sakit semua.


"Ugh, aku belum mati rupanya?" gumamnya mengedarkan pandangannya ke sekeliling.


Saat Kevin berusaha bangun dari tempatnya, ia melihat Lio yang sedang berlari menuju ke arahnya.


"Lio?" ucapnya sambil mengusap matanya yang masih di rasa buram itu. "Dia memang Lio. Kenapa dia bisa berada di si-"


Brugggh


Lio segera menyambar Kevin, mencium aroma yang ada di punggungnya. Sedangkan yang di lihat Yuto dan Deon kini adalah seorang kakak yang mengkhawatirkan adiknya dan langsung segera memeluknya dengan khawatir.


"Astaga, aku tidak menyangka tuan Lio punya sisi lembut seperti itu" gumam Yuto yang semakin menyanjung idolanya itu.


Sedangkan kini Deon tengah tersenyum tipis melihat adegan itu.


"Untuk pertama kalinya aku melihat kasih sayang Lio kepada adiknya. Kevin pasti sangat lega sekali kali ini, suatu hal yang sangat lama ia nantikan kini ia dapatkan sekarang" batin Deon.


Kedua orang itu pun tenggelam dalam pikiranya masing-masing melihat pemandangan itu. Yang sebenarnya Lio bukan sedang memeluk Kevin melainkan mencium aura iblis yang sangat kuat di belakang punggung Kevin.


"Apa yang sedang kau lakukan?" gumam Kevin merasa bingung.


Lio tak mengindahkannya dan kini ia segera masuk ke dalam ruang kerja itu dan menghirup semua udara yang ada.


Benar saja, dia mendapati ada dua iblis yang datang ke sana. Yang satu ia kenal dengan auranya, yaitu iblis yang menyerang mereka di villa tapi yang satu lagi sangat asing bagi Lio.


Aura iblis itu menghilang begitu saja ketika ia masuk ke dalam sana.


"Kenapa hanya sampai di sini? Apa dia punya kekuatan menghilang yang sangat cepat? Tidak mungkin, jika dia menghilang atau terbang dengan kekuatan tinggi, aku pasti bisa mencium auranya yang menyebar di sini. Kenapa sekarang-"


"Ada apa Lio?" kata Kevin yang kini masuk mengikutinya.


Tak lupa Deon dan yuto pergi menghampiri mereka.


"Sebenarnya apa yang terjadi?'' kata Deon penasaran. "Lio bergegas datang ke sini saat menerima teleponmu"


"Huaah, apa kau tidak tau? Huh, aku sangat bersyukur sekarang masih hidup. Tadi ... Tadi iblis jelek itu mendatangiku''

__ADS_1


"Iblis jelek?"


"Ya, iblis itu sangat jelek, sangat, sangat jelek. Waktu itu dia menyerang kita di vila. Dia bahkan bisa mempengaruhi semua anak buahku untuk membunuhku. Kau tau, dia datang ke sini untuk memakanku, hiiih. Aku jijik sekali melihat wajahnya"


Dengan cepat Lio menarik kerah Kevin kebelakang.


"Eh?"


"Katakan apa yang terjadi setelah itu? Dimana iblis itu sekarag?" ucap Lio.


"Aku tidak tau, setelah dia bilang ingin memakanku. Kepalaku sangat sakit dan aku berpikir akan mati saat itu juga. Setelah aku bangun, aku sudah ada di depan pintu tadi" jelas Kevin.


"Memangnya ada apa? Kenapa kau serius sekali?" tanya deon.


"Katakan, selain melihat iblis kurus itu, kau melihat siapa lagi?" ucap Lio terburu-buru.


"Siapa? Aku tidak melihat siapaun selain iblis itu, Hah? Apa jangan-jangan ada dua iblis di sini? Astaga? Jadi kenapa aku masih bisa hidup?" kata kevin tak percaya.


"Iblis itu begitu kuat, bahkan tidak ada apa-apanya dengan iblis jelek itu. Di lihat dari auranya dia memang bukan iblis biasa. Apa dia salah satu ketujuh iblis teratas? Atau jangan-jangan dia adalah Zico? Apa Zico sesenggang itu untuk mengurus iblis kecil ini?"


"Lio? Ada apa? Kau terlihat berpikir keras" kata Kevin.


Lio pun tersadar, bahwa aura dari iblis Meta hampir menghilang. Ia pun melangkahkan kakinya dan mengendus-endus tempat itu.


"Ada apa dengan tuan Lio?'' gumam Yuto yang ikut penasaran.


"Dia sudah mati" kata Lio singkat.


"Apa? Siapa?"


"Iblis itu sudah mati, dia sudah menghilang di dunia ini sekarang"


"Hah? Maksudmu iblis yang mau memakan ku? Bagaimana bisa?"


"Ada seseorang yang membunuhnya"


"Maksudmu ada orang yang bisa membunuh iblis setan itu? Apa dia anggota pemburu iblis?" kata Kevin penasaran.


"Bukan, yang membunuhnya bukan manusia. Tapi iblis"


"Apa?"


"Dia terlihat sangat ingin membunuh iblis ini sebelum dia memakan Kevin. Sebenarnya siapa dia? Apa ketujuh iblis teratas itu memiliki kekuatan sehebat ini? Dia bahkan bisa melakukan teleportasi"

__ADS_1


__ADS_2