Demigod

Demigod
Bab 67


__ADS_3

"Terserah kau saja. Lakukan saja seperti apa yang kau mau" kata Kevin.


"Baiklah, ayo pergi sekarang juga"


"Apa kau gila? Bagaimana bisa? Kita bahkan baru saja kembali" protes Kevin.


"Aku tidak peduli"


"Aku yang peduli. Kita bukan robot, tubuh juga perlu istirahat. Lagipula, ada masalah di markas bagian barat. Markas kita baru saja kehilangan pasokan senjata sebanyak 70 persen. Kita tidak bisa menutup mata begitu saja. Kerugian yang kita dapat sangat besar"


"Kenapa kau bingung? Biarkan saja" kata Lio dengan santainya.


"Biarkan saja kepalamu. Jika kita merugi anak buah kita mau di bayar pakai apa? Terus mobil yang kamu tumpangi, rumah, dan uangmu akan hilang begitu saja. Enak sekali bicaramu. Biaya hidupmu juga tidak murah. Dasar, amnesia sampai menjadi bodoh" gerutu Kevin.


"Huh, hidup manusia sangat ribet sekali'' gumam Lio.


"Cih, lihatlah dirimu. Berbicara seolah-olah kau bukan manusia"


"Tidak perlu bingung. Barang yang sudah hilang tidak mungkin bisa kita dapatkan kembali" kata Lio.


"Ya, setidaknya kita tau siapa yang membobol markas kita. Tidak hanya pasrah dan berdiam diri saja di sini, kita harus tunjukkan kalau kita tidak mudah di ganggu mereka"


"Lalu? Jika kamu sudah mengetahui siapa dia, apa kamu akan membunuhnya?"


"Tentu saja. Paling tidak kita beri dia pelajaran" kata Kevin dengan bangganya.


"Bodoh!"


"Apa? Kau mengatai ku bodoh? Lalu kau apa? Dasar" gerutu Kevin kesal.


"Daripada membuang waktu dengan balas dendam. Lebih baik ambil seluruh hartanya secara diam-diam. Menguasai semua miliknya, agar kita menjadi lebih kaya. Dengan begitu kita bisa menghemat waktu dan tenaga. Dan tentu saja menghemat nyawa anak buah" jelas Lio.


Kevin pun terdiam sejenak. Dia tercengang mendengar penuturan Lio. Lio yang biasanya sangat ganas dan brutal, sekarang malah memilih jalan sembunyi-sembunyi, sangat berbeda dengan Lio yang biasanya.


"Kau ada benarnya juga. Lalu, apa yang harus kita lakukan?'' kata Kevin penasaran.

__ADS_1


Lio pun menyandarkan punggungnya ke sofa dan menyilangkan kedua tangannya.


"Tentu saja aku tidak tau. Aku kan hilang ingatan, aku masih dalam keadaan sakit" ucapnya dengan santai.


Wajah Kevin pun berubah datar. "Hah, hilang ingatanmu kau jadikan alasan agar bebas tugas. Cih, aku akan membahas masalah ini dengan Xion saja"


"Baguslah, jadi kau tidak perlu menggangguku" kata Lio sambil mengembalikan batu itu ke dalam kotak kayu.


"Kau, tidak membawanya?"


"Hem, pasti ada alasan kenapa Lio menaruh batu ini di kotak mahoni berukiran naga ini'' ucapnya sambil menutup kotak itu dan mengusap ukiran kepala naga di sana.


"Lama-lama aku berpikir jika kau bukan Lio" gerutu Kevin.


"Hem, memang ada maksud lain. Jika tidak bagaiman dia bisa terpikirkan membuat ruang kedap udara ini?'' lanjut Lio sambil melihat ke sekeliling.


"Apa?" Kevin pun mengikuti arah pandang Lio. "Kedap udara? Benarkah?" kata Kevin bingung.


"Sebenarnya apa yang di lalui anak ini saat di kota Sura? Kedap udara sama saja memblokir iblis agar tidak bisa masuk ke sini. Dan manusia juga tidak bisa berlama-lama di sini. Sofa, meja dan semua yang ada di sini hanya untuk mengelabui manusia. Jika tidak jeli, manusia bisa mati kehilangan nafas dalam waktu satu jam. Hebat, kenapa dia bisa secerdas ini? Lalu, kotak kayu mahoni dengan ukiran naga ini, apa maksudnya?"


"Kenapa aku tidak tau kalau ruangan ini kedap udara?" kat Kevin bingung.


"Dulu Lio juga tidak memberi tahuku" gumam Kevin lirih. "Lah? Kenapa aku juga ikut-ikutan menjadi aneh seperti Lio? Dia kan ada di hadapanku sekarang" gerutu Kevin.


"Ah, satu hal lagi. Siapa saja yang mengetahui kata sandi tempat ini?"


"Hem, setahuku hanya aku yang tau. Tapi jika kau memberi tahu orang lain yahh ..." kata Kevin sambil mengedikkan bahunya.


"Baiklah. Itu saja sudah cukup. Lagipula, jika iblis ini kabur aku masih bisa menangkapnya" ucap Lio sambil berjalan hendak keluar dari ruangan itu.


"Apa maksudmu dia bisa kabur? Iblis ini masih bisa hidup kembali?" kata Kevin sambil mengejar Lio.


"Hem, iblis di dunia ini memang bisa mati. Tapi ada salah satu orang yang bisa menghidupkan mereka kembali. Jika batu itu jatuh kedalam tangannya, kemungkinan besar iblis ini akan bangkit kembali. Aku juga belum tau siapa orang ini. Mungkin itu sebabnya kakakmu membuat ruang kedap udara ini. Dengan begitu iblis tidak akan bisa masuk untuk mengambil batu itu" jelas Lio sambil berjalan keluar.


Pintu itu pun segera tertutup rapat saat mereka keluar dari sana.

__ADS_1


"Lagi-lagi kau berbicara seolah-olah kau orang lain, bukannya Lio" gerutu Kevin. "Lalu, jika iblis bisa bangkit kembali. Bukankah percuma saja membunuh mereka? Apa tidak ada cara untuk membunuh mereka selama-lamanya?"


"Tentu saja ada"


"Apa itu?"


"Rahasia''


Lio pun segera meninggalkan Kevin di sana.


"Dasar, aku kan juga penasaran bagaimana cara membunuh iblis. Jika suatu saat aku bertemu iblis setan itu lagi bagaimana? Ih, kan gak asik jika aku bertemu dia lagi. Mana dia masih berkeliaran pula. Hihhh, jangan sampai dia mengikuti ku sampai ke sini'' gumam Kevin sambil bergidik ngeri dan segera meninggalkan ruang bawah tanah itu.


Sedangkan di tempat lain, Lio seperti merasa tak kebingungan saat berada di markas itu. Langkah kakinya begitu saja menuju ke tempat tujuannya. Ia kembali ke kamar yang sudah di sediakan untuknya.


"Huh, benar juga. Tubuh manusia ini terlalu mudah lelah'' gumamnya sambil merebahkan tubuhnya ke ranjang yang luas itu. "Huh, kenapa tempat ternyaman di dunia manusia adalah benda empuk ini? Seperti ada sesuatu yang menyihir ku agar tidak perlu bangun dari tempat ini. Huaah, nyaman sekali" lanjutnya sambil berguling memeluk bantal.


Lio pun terbuai dengan kenyamanan ranjang itu. Sesaat ia menutup matanya hendak pergi ke alam mimpi namun ada sesuatu yang mengganggunya.


"Dewa Lodra, apa kau mendengar ku?'''


Lio pun menghela nafasnya kasar.


"Dasar pak tua, tidak bisakah kau menggangguku saat aku sudah menyelesaikan ritual tidur ku?'' gumamnya kesal.


Lio pun masuk ke dimensi lain, ke dunia bawah dan mendapati Dewa Candra sudah ada di sana. Dengan tampilan kebanggaannya, Dewa Lodra pun terbang menghampirinya.


"Ada apa pak tua? Jika tidak ada yang penting maka aku akan menebas lehermu" kata Dewa Lodra ketus.


"Kenapa kau galak sekali? Bukankah kau sendiri yang bilang kalau ada berita tentang orang itu maka aku harus menghubungimu lewat dunia bawah?" jelas dewa Candra.


"Ya, ya, ya. Cepatlah, ada apa?"


"Beberapa waktu yang lalu aku berhasil mengetahui identitas dari manusia iblis ini, sangat tidak mudah mendapatkannya. Aku juga harus bertanya kepada raja neraka akan hal ini"


"Jangan basa-basi. Aku tidak tertarik mendengar ocehan mu"

__ADS_1


"Ehem, baiklah. Di ketahui, dia bernama Zico. Dan yang lebih mengejutkan lagi, dia bukan hanya seorang manusia yang memiliki darah iblis di dalamnya, namun dia juga adalah titisan dewa"


"Apa?"


__ADS_2