Demigod

Demigod
Bab 75


__ADS_3

"Tuan?"


Yuto dan Bagas segera berlari ke arah Lio yang kini sedang berjalan keluar dari villa itu.


"Apakah tuan baik-baik saja? Aku mendengar ledakan yang begitu besar tadi di dalam sana. Apakah ada seseorang yang menyerang mu di dalam?" ucap Yuto.


"Tidak ada, aku hanya sedang bermain petasan saja di dalam sana" kata Lio dengan santainya.


"Petasan?"


"Hah, sudahlah aku tidak mendapatkan apa yang aku inginkan di sini, lebih baik kita pergi saja dari sini"


Lio pun masuk ke dalam mobil lalu diikuti Yuto dan Baga.


"Tapi lumayan juga, setelah aku datang ke sini, aku bisa mendapatkan ingatan Lio kembali" gumam Lio.


Baga dan Yuto hanya saling pandang tak mengerti seolah-olah tuannya itu sedang membicarakan orang lain, padahal sedang membicarakan dirinya sendiri.


Mobil pun segera melaju pergi meninggalkan tempat itu. Tak terasa hari sudah mulai petang, jalanan di daerah sana pun juga sudah gelap.


"Tuan apakah anda perlu pergi ke restoran sebentar untuk makan? Sejak Anda masuk ke dalam villa itu, anda belum makan apapun" kata Yuto khawatir.


"Ya sepertinya aku memang sedikit lapar, kalau begitu kalian berhenti di sebuah restoran nanti"


"Baik"


Saat mobil berjalan beberapa meter dari villa itu, tiba-tiba mereka dihadang oleh sekelompok orang yang mereka temui di gang kecil sebelum mereka datang ke villa. Yuto segera menghentikan mobilnya membuat Lio terkejut.


"Ada apa ini? Apa kau tidak bisa menyetir dengan benar?" kata Lio kesal.


"Maaf tuan, tapi di depan ada yang sedang mencegat kita"


Lio pun mengarahkan pandangannya ke depan mobil tersebut, dan benar saja orang-orang berbaju hitam yang mereka temui di di gang kecil sebelum mereka datang ke sana sedang berdiri di tengah jalan.


"Kenapa mereka berdiri di tengah jalan seperti itu? Apa mereka mau mati?" gumam Yuto.


"Mungkin saja mereka merasa bersalah karena merusak mobilmu dan ingin mengganti rugi" balas Baga.


"Huh, benarkah? Kalau begitu aku akan dengan senang hati menghampiri mereka"


Yuto pun turun dari mobil untuk menghampiri mereka, merasa tidak ada sesuatu yang mengancam Baga hanya menunggu Yuto di dalam mobil saja.

__ADS_1


"Membuang-buang waktu ku saja. Aku sudah sangat kelaparan sekarang" gumam Lio sambil menaruh kepalanya di sandaran kursi mobil.


Tak berapa lama saat Yuto menghampiri mereka, segerombolan orang itu malah menyerang Yuto secara bersama-sama.


"Apa yang mereka lakukan?" gumam Baga terkejut.


"Huh, turun dan bereskan mereka" perintah Lio.


"Baik tuan"


Baga segera turun dari mobil dan menghampiri mereka, namun sepertinya mereka memang tidak memiliki niat baik. Segerombolan orang yang berjumlah Lima orang itu juga berusaha menyerang Baga.


Lio hanya melihat mereka dari dalam mobil dengan malas.


"Aku sudah sangat lelah setelah melawan manusia tidak berjantung tadi di hutan bambu. Ditambah lagi, kembalinya ingatan Lio juga menguras tenagaku. Lalu sekarang apalagi? Segerombolan manusia tengah cari mati di hadapanku? Malas sekali aku meladeni mereka" gerutu Lio kesal. "Apa kedua anak buah bodoh itu tidak bisa mengatasi mereka? Katanya prajurit elit, tapi mereka pun juga tidak bisa mengatasi lima orang itu"


Semakin lama Lio melihat mereka, Baga dan Yuto juga semakin kewalahan menghadapi kelima orang itu. Lio pun dibuat kesal karenanya.


"Hah, aku akan mematahkan semua kaki mereka karena telah mengganggu perjalananku. Jika salah satu anak buah ku terluka, maka aku tidak akan bisa pulang dan tidak akan bisa makan. Siapa yang akan menyetir mobil ini nantinya?"


Lio pun turun dari mobil dan menghampiri mereka.


"Hey, hey. Hentikan" kata Lio sambil mengipas-ngibaskan tangannya. "Apa kalian tidak punya pekerjaan? Apa hidup kalian terlalu membosankan sehingga mengganggu perjalananku?" lanjutnya dengan malas.


Satu orang yang tertinggi besar pun maju dihadapan Lio dengan sombongnya.


"Ey yo tuan. Apakah benar kau memiliki batu iblis yang berada di dalam villa besar itu?" ucapnya kepada Lio.


"Siapa kalian? Kenapa aku harus menjawab pertanyaan kalian?"


"Aku katakan kepadamu, kau harus menyerahkan batu itu kepada kami"


"Hah, hanya karena batu itu kalian menghalangi jalanku? Minggir saja, kalian tidak akan pernah mendapatkan apa yang kalian inginkan itu"


Wajah kelima orang itu pun berubah serius menatap Lio yang berdiri sambil menyilangkan kedua tangannya. Sedangkan Baga dan juga Yuto kini tengah disandera oleh mereka.


"Jika kau tidak mau menyerahkan batu itu kepada kami, maka kedua orang ini akan mati di tangan kami"


"Jangan sombong dulu. Aku belum kalah" kata Yuto.


"Diam kau"

__ADS_1


Lio pun menghela nafasnya panjang. "Dengar ya bocah-bocah, aku sudah lelah seharian ini. Aku juga belum makan, aku tidak ingin membuang-buang waktuku untuk bermain-main bersama kalian. Aku katakan sekali lagi, kalian tidak akan pernah bisa mendapatkan batu itu. Jadi sekarang minggirlah dan biarkan aku pergi dari sini"


"Jangan harap"


"Kau tidak akan bisa pergi dari sini begitu saja, kami sudah lama mencari batu itu dan sekarang kami sudah menemukan petunjuk. Jadi kami tidak akan menyerah begitu saja" ucap salah satu dari mereka.


"Benarkah? Lalu aku akan bertanya kembali kepada kalian, untuk apa kalian mengincar batu itu? Kalian tahu sendiri kalau batu itu begitu berbahaya"


"Karena batu itu sangat berbahaya, maka kami harus menghancurkannya"


"Jika masalah menghancurkannya, aku juga bisa menghancurkannya. Jadi kalian tidak perlu repot-repot, tanpa kalian pun aku akan menghancurkan batu itu" kata Lio dengan santainya.


"Bedebah busuk. Aku tidak akan bertele-tele lagi. Karena kami akan mendapatkan uang jika kami bisa menemukan batu tersebut. Jadi sekarang serahkan batu itu kepada kami''


"Oh jadi karena uang?" gumam Lio manggut-manggut. "Jadi karena uang kalian mengincar batu tersebut. Siapa yang menyuruh kalian untuk mencari batu itu?"


"Kau sudah terlalu banyak bicara, jika kau tidak mau bernegosiasi, maka kami tidak akan sungkan kepadamu"


Tiga orang dari mereka pun menyerang Lio. Dua di antara mereka menyerang Baga dan juga Yuto.


Lio berdecak kesal sambil membuka kancing jasnya.


"Karena aku sudah muak dan sudah kelelahan. Maka aku akan mengakhiri kalian semua dengan cepat"


Lio pun menatap tajam ke arah depan. Sebelum tiga orang itu berhasil menyentuhnya, tiba-tiba mereka pun terpental ke belakang.


Bruuuakk


"Akkkhh"


"Kalian semua bukan tandinganku, bukankah tadi juga sudah aku peringatkan untuk segera pergi dari jalanku. sekarang jangan menyesal jika kalian hangus terbakar menjadi abu"


Swwoooss


Tiga orang itu yang tergeletak di tanah pun tiba-tiba menjerit-jerit kesakitan, merasakan sebuah api tengah membakar seluruh tubuh mereka.


"Aakkkhhh, panas sekali. Tolong, tolong aku" jerit salah satu dari mereka.


Dua teman mereka yang tadinya menyerang Baga dan juga Yuto pun segera berlari ke arah mereka untuk menolongnya. Namun dalam sekejap saja tiga orang itu pun sudah menghilang menjadi abu.


Baga dan juga Yuto terkejut dengan kejadian itu. Mereka berpikir bagaimana bisa ketiga orang itu menghilang begitu saja dalam waktu sesingkat itu?

__ADS_1


"Rupanya jika ingatan Lio kembali, sedikit demi sedikit kekuatanku juga meningkat. Bahkan sekarang aku juga bisa menyerang manusia. Menarik sekali"


__ADS_2