Demigod

Demigod
Bab 79


__ADS_3

"Tuan"


Seorang pria tua pun berjalan kearahnya.


"Ada apa? Kenapa mencariku? Apa ada berita terbaru?" kata seorang pria berjas merah sambil memegang gelas berisi darah.


"Seorang iblis tingkat tinggi telah membawa berita tentang manusia yang mengalahkan hewan-hewan iblis itu"


"Oh, itu tidak menarik. Manusia-manusia di luar sana, memang bisa mengalahkan para iblis hewan rendahan itu. Pergi saja sana, berita mu tidak penting" ucap pria itu sambil menggoyang-goyangkan gelas yang ada di tangannya.


"Tapi, manusia ini juga yang telah membunuh Iblis Morta di kota Regoon"


Pria itupun menghentikan kegiatannya yang hendak meminum darah tersebut.


"Morta?"


"Ya, adik dari iblis Meta"


Pria itu menyeringai menyeramkan lalu menaruh gelasnya di atas meja.


"Iblis Meta, iblis tertinggi. Yang menggunakan separuh batu iblis untuk membantu adiknya itu?" kata pria itu sambil menghadap ke pria tua tersebut.


"Iya tuan"


"Huh, iblis tertinggi namun bisa kalah di tangan manusia. Menarik sekali, kenapa kemampuan iblis tertinggi sekarang begitu payah. Dimana Meta sekarang?"


"Sepertinya, dia sedang berkeliaran di luar sana tuan. Dia terluka parah karena sehabis bertarung dengan manusia itu, dia berhasil melarikan diri dalam pertarungan beberapa hari yang lalu"


Wajah pria itu berubah menjadi menyeramkan dengan tatapannya yang tajam. "Memalukan sekali, iblis tertinggi namun dia tidak bisa menghabisi seorang manusia, justru malah melarikan diri"


"Tuan, apakah perlu saya memanggil iblis Meta untuk datang kemari?"


"Tidak perlu, aku sendiri yang akan menyeretnya ke sini"


Sedangkan di tempat lain, Kevin sedang sibuk mengurusi beberapa berkas di markas bagian barat.


"Tuan Kevin, sepertinya pembobolan kali ini juga ada hubungannya dengan penghianat dari dalam markas kita" kata Xion yang kini berada di sampingnya.


"Hemm ... Aku sudah menduganya, mereka pasti mengirim mata-mata ke sini"


"Kalau begitu, kita akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap semua anak buah kita"

__ADS_1


"Ya lakukanlah, aku akan mengurus yang lainnya"


Xion pun pamit undur diri meninggalkan Kevin di sana.


"Seharusnya ini adalah pekerjaan Lio. Sekarang aku jadi merepotkan diriku sendiri untuk melakukannya. Sudah dua hari sejak aku pergi, entah apa yang dilakukan pria amnesia itu di kota Sura. Apakah dia berhasil menemukan kembali ingatannya?" ucap Kevin. "Haish, sudahlah. Aku tidak punya waktu untuk memikirkan dia"


Sore itu langit begitu gelap, awan menutupi matahari yang masih bersinar dengan cerahnya. Dan tak lama kemudian, hujan pun turun dengan deras disertai kilat.


"Kenapa tiba-tiba hujan deras seperti ini? Baru saja langit begitu cerah" kata Kevin lalu kembali menatap beberapa berkas di hadapannya.


Saat dia sibuk dengan berkas-berkas yang ada di hadapannya, tiba-tiba terdengar gemuruh yang begitu menggelegar, lalu semua lampu yang ada di sana pun padam.


"Haahh. Kenapa setiap hujan deras seperti ini selalu saja lampu mati? Bagaimana aku membaca berkas ini jika lampunya tidak menyala?"


Kevin pun mengambil ponselnya untuk menelepon Xion. Namun ponsel itu tiba-tiba terjatuh dari sakunya. Kevin menunduk dan mengambil ponsel tersebut, namun tiba-tiba terdengar suara-suara aneh di telinganya.


"Kita bertemu lagi wahai manusia manis" kata seseorang yang entah berasal dari mana.


Kevin pun dibuat merinding oleh kata-kata tersebut, ia menelan salivanya dan memberanikan diri mendongakkan kepalanya untuk melihat seseorang tersebut.


"Sial! Bukankah suara tadi adalah suara iblis setan yang ada di villa itu? Apa dia mengikutiku? Oh tidak, siapa yang akan menolong ku di sini? Bagaimana ini? Aku juga tidak bertanya kepada Lio tentang cara membunuh iblis hantu itu"


"Dia memang datang ke sini untuk mencariku atau ini hanya halusinasi ku saja?"


Kevin pun menggeser layar ponselnya untuk menelepon Xion namun tidak ada jawaban dari sana.


"Kenapa dia tidak mau mengangkat teleponnya?"


Kevin pun teringat saat berada di dalam villa itu, saat dia bersama Lio. Para anak buahnya pun tergeletak dan tertidur di bawah kendali iblis itu. Mungkin saja sekarang anak buahnya juga dalam keadaan tertidur seperti waktu itu.


"Jika seperti ini caranya, maka aku akan benar-benar mati di sini. Aku bisa mengalahkan anak buah ku yang sudah tidur. Tapi bagaimana dengan iblis ini?"


Kevin pun mencari-cari kontak Lio di sana dan mencoba untuk menghubunginya.


"Apa kau sedang panik sekarang?" kata seseorang berbisik di telinga kanan Kevin.


"AAKKKHHH" teriak Kevin membuat ponselnya terjatuh ke lantai, dia pun juga tersungkur dari kursinya.


"Kau begitu ketakutan, bukankah kita sudah pernah bertemu sebelumnya?" kata suara-suara itu namun tidak ada rupanya.


"Menjauh dariku kau iblis jelek" kata Kevin sambil merangkak mundur.

__ADS_1


"Halo Kevin? Ada apa kau menghubungiku?" kata Lio dari balik sambungan telepon, namun ponsel itu terjatuh di lantai bawah meja Kevin.


Kevin hendak mengambil ponsel tersebut namun tiba-tiba iblis Meta berdiri tepat di hadapannya.


"AAKKKHHH" teriak Kevin terkejut sambil terpental kembali ke belakang. "Kau, kau. Kenapa kau berada di sini? Kau mengikutiku? Jangan mengikutiku, pergilah dari sini" kata Kevin merancau.


"Sayang sekali, kau akan menjadi santapanku hari ini" kata iblis itu sambil berjalan mendekat ke arah Kevin.


"Halo Kevin? Apa kau di sana?" ucap Lio kembali dari balik telepon.


"Lio, Lio. Tolong aku Lio. Iblis setan ini telah mengikutiku. Dia mau membunuhku. Lio tolong aku, kau harus cepat menolongku" teriak Kevin dengan paniknya.


"Halo Kevin? Aku tidak mendengar mu, kau bicara apa? Kenapa suaramu begitu berisik?"


"Hihihi, sayang sekali manusia manis. Kau tidak bisa meminta tolong kepada saudaramu itu. Mari kita sudahi saja. Berawal darimu lalu aku akan membunuh saudaramu itu. Anggap saja ini sebagai balas dendam karena dia telah membunuh adik ku" kata iblis itu sambil tersenyum mengerikan.


Iblis itu pun mulai menatap mata Kevin dan merasuki alam bawah sadarnya.


"AAKKKHHH" jerit Kevin kesakitan.


Dengan sekejap saja iblis itu sudah menguasai Kevin sepenuhnya. Kevin pun berdiri dengan tatapan mata kosong, sambil berjalan keluar dari tempat tersebut.


"Dasar makhluk tidak berguna. Kau mau bermain-main saja? Kau telah mempermalukan ku" kata seseorang yang entah itu dari mana asalnya.


Tiba-tiba ada tangan seseorang yang bergerak di belakang Kevin, lalu menarik iblis itu dari dalam tubuhnya.


"AAKKKHHH"


Iblis itu pun ditarik dengan paksa keluar dari tubuh Kevin. Sedangkan Kevin sendiri jatuh tergeletak di atas lantai.


Iblis itu pun diseret dengan cepat ke sebuah tempat di dimensi lain. Sebuah gedung tua dengan suasana yang begitu suram.


BRAAKK


Ibis Meta dihempaskan begitu saja di lantai.


"Ugghh" gumamnya lirih. Lalu ia membuka matanya dan mendapati seseorang tengah berdiri di hadapannya, lebih tepatnya berdiri di atas iblis tersebut.


Iblis Meta membelalak terkejut. Seseorang yang tidak asing baginya, seseorang yang sangat ia takuti.


"T-tuan besar"

__ADS_1


__ADS_2