
Booommm
Dentuman keras ledakan bom membakar iblis itu.
"Apakah kita berhasil?" gumam Viro.
Asap mengepul dan membatasi pandangan mereka.
"Tunggu sebentar. Apa itu?'' gumam Tiara yang sedang menyipitkan matanya dan menunjuk ke kepulan asap itu.
Samar-samar mereka melihat beberapa kilatan cahaya berwarna biru yang menyambar-nyambar di sana.
"Grraaaahhh"
Raungan iblis itu membuat tanah bergetar.
"Apa yang terjadi? Apakah bom kita tidak berhasil?" lanjut Viro.
Tiba-tiba terlihat kilatan yang lebih dahsyat dari sebelumnya. Dan terlihat Lio tengah terlempar dari kepulan asap itu.
Bruugghhh
Lio mendarat dengan sempurna di hadapan para anggota D'hunter.
"Astaga. Dia keluar dari sana?" gumam Viro lagi.
"Kau? Bagaimana bisa kau ada di sana?" tanya Brian.
"Huh, sial. Tinggal sedikit lagi. Sedikit lagi aku mendapatkan jantungnya"
Lio pun berdiri sambil mengibaskan bajunya yang kotor.
"Grraaaahhh" Iblis itu keluar dari balik asap hitam dengan tubuh yang terluka. "Aku tidak akan kalah. Grraaaahhh"
Iblis itu memukulkan tangannya ke udara dan muncul gumpalan angin menyerbu mereka.
Lio dan para anggota D'hunter pun segera menghindari serangan.
Bruugghhh
"Sial. Kenapa dia masih sangat kuat meskipun sudah terluka?" gumam Kenan.
"Itu hanya luka ringan. Aku belum bisa melukai titik vitalnya" kata Lio yang kini berdiri di sebelah Kenan.
"Apa katamu?" kata Tiara. "Luka itu kamu yang membuatnya?"
Mereka seolah tak percaya bahwa beberapa sayatan di tubuh iblis itu adalah perbuatan Lio.
"Tinggal satu langkah lagi. Aku hanya perlu menikam jantungnya untuk membuat kekuatannya melemah. Setelah itu aku harus mencincang tubuhnya agar tidak bisa hidup lagi" jelas Lio dengan tenang.
"Apa benar yang kamu katakan?" kata Kenan. "Bagaimana bisa kamu melukai dia?"
"Tidak ada waktu untuk menjelaskan. Intinya, kita harus bekerja sama melawan dia"
"Apa kau punya rencana?" lanjut Kenan.
"Tentu saja. Aku butuh bom kalian. Dengan bom itu, aku bisa melawan dia" jelas Lio singkat.
Ya, saat bom para D'hunter meledak di tubuh iblis itu. Tiba-tiba saja Lio bisa mengeluarkan kekuatannya. Saat itulah Lio bisa mengeluarkan pedang kematian dan berhasil melukai iblis Erokh itu. Namun sayang, baru sebentar Lio sudah kembali kehilangan kekuatannya dan terlempar keluar dari asap itu.
Karena hal itulah, Lio berpikir bahwa asap itu bisa membantu dia untuk mengeluarkan kekuatannya.
"Kalian tidak apa-apa?" kata Viro yang sedang berlari ke arah mereka bersama Brian dan Nada.
"Ternyata di sana kalian" ucap iblis itu yang melihat mereka sedang berkumpul. "Aku tidak akan membiarkan kalian lolos. Kalian akan menyesal karena sudah datang ke sini"
__ADS_1
"Gawat!"
Boomm
Sebuah batu besar di lemparkan iblis itu ke arah mereka.
Sraakkk
Mereka semua menghindar ke belakang.
"Tidak ada waktu lagi. Ledakkan bom nya" kata Lio.
"Kita tidak boleh gegabah saat ingin menyerang dia. Katakan dulu apa rencana mu" lanjut Kenan.
"Aku hanya butuh asap itu mengepul di sekelilingnya. Saat itu aku akan masuk ke dalam dan menyerang dia"
"Kau yakin?''
Lio mengangguk ringan.
"Aku sudah tau" kata Nada. "Aku sudah tau kenapa kekuatanmu menghilang. Kekuatanmu tidak bisa di gunakan saat mereka melihatmu. Aku sudah mengamatinya sedari tadi"
"Apa yang kamu katakan?" kata Tiara yang tidak mengerti apa yang di maksud Nada.
"Kekuatan apa?" gumam Viro.
"Jika benar begitu. Kenapa kau bisa melihatnya?" kata Lio.
"Di lihat manusia? Benarkah? Jadi masalahnya bukan manusia melainkan mata mereka? Tapi kenapa gadis ini bisa melihat kekuatanku? Bahkan dia bisa melihat api naga ku"
"Aku juga masih penasaran akan hal itu. Tapi kau bisa percaya akan penilai ku. Kau bisa mencobanya"
"Tidak perlu. Kau membuang-buang waktu saja. Lebih baik lakukan tadi yang aku katakan" ucap Lio sambil berbalik menoleh ke arah Kenan.
Kenan pun mengangguk menyetujui permintaan Lio.
"Baik" Viro segera berlari bersembunyi di suatu tempat.
"Seperti biasa. Tiara, lakukan Serangan dari samping kanan" lanjut Brian lagi.
"Hem" Tiara mengangguk.
"Dan kau. Bom yang kita gunakan mungkin bisa melukaimu. Kau harus masuk setelah mendapat aba-aba dari kami" kata Kenan.
"Aku tau"
"Ciluk ba. Aku menemukan kalian'' kata iblis itu mengagetkan mereka. "Tertangkap~"
"Aakkkhhh"
Iblis itu menangkap Nada.
"NADA!!" teriak Kenan.
"Aakkkhhh"
"Dasar iblis bodoh. Lepaskan dia" Tiara berlari sambil menodongkan pistolnya.
"Hah, ini akan lebih sulit lagi" gumam Lio.
Mereka pun berlari ke arah Iblis itu untuk menolong Nada.
"Abaikan gadis itu. Lakukanlah rencana di awal tadi" kata Lio.
"Apa kau gila? Kita bisa saja melukai Nada" protes Tiara.
__ADS_1
"Ya, jika kalian mengarahkan bomnya ke arah dia" kata Lio dengan santainya.
"Kau benar-benar keterlaluan"
Brian pun diam sejenak memikirkan sesuatu.
"Tiara, fokus dengan bagian mu" kata Brian.
"Apa? Kau jangan gila? Aku tidak akan menyakiti Nada"
"Lakukan saja" imbuh Kenan menyetujui perkataan Brian.
"Sial. Kalian ..." gumam Tiara kesal namun ia tetap pergi meskipun enggan.
Brian dan Kenan pun saling bertatapan dan menganggukkan kepalanya.
"Hahahaha. Gadis, jika tau seperti ini. Seharusnya aku memakan mu terlebih dulu" kata iblis itu yang kini sedang mencengkeram tubuh Nada.
"Ugghhh"
"Euuummm" gumam iblis itu sambil mengendus tubuh Nada. "Sangat lezat. Aku tidak sabar ingin memakan jantungmu"
Dor dor dor
Para anggota D'hunter merutuki tubuh iblis itu dengan peluru.
"Hah, lagi-lagi. Sudah tau aku tidak mempan dengan senjata kalian. Tapi masih saja melakukannya. Kalian ingin bermain-main? Akan aku temani. Hihihi. Tapi setelah itu aku akan memakan jantung kalian"
Brian pun memencet earphone nya. "Viro, giliran mu"
Tiara, Brian dan Kenan sudah berlari menjauh dari iblis itu.
Sedangkan Nada masih terlihat tak berdaya di tangan iblis itu.
Booommmm
Peluru yang melesak ke dalam kulit iblis itu pun meledak hanya dengan Viro menekan tombol di ponselnya.
Swwoooss
Asap hitam pun mengepul akibat terbakarnya bulu-bulu iblis itu.
"Hah, dasar manusia bodoh. Hanya dengan ini saja? Kalian tidak akan bisa melukaiku" kata iblis itu yang kini sudah di kelilingi asap yang bersumber dari kulitnya.
"Ya, mereka tidak bisa tapi aku bisa" kata Lio yang kini sudah melayang di hadapannya.
Lio melihat, beberapa kulit iblis itu yang terbakar perlahan kembali seperti semula.
"Rrrr. Aku tidak akan kalah darimu" ucapnya dengan marah.
Iblis itu pun melempar Nada ke samping.
Dengan cepat, Lio menangkap tubuhnya dan membawanya melayang di udara.
"Ugghh" gumam Nada sambil menatap Lio lemah.
"Aku tidak bisa membawamu keluar dari sini. Aku tidak punya waktu. Jadi, diam saja"
Nada mengangguk lalu memeluk Lio dengan erat.
"Bedebah. Tidak ada dewa yang bisa melukaiku. Ataupun manusia setengah dewa seperti mu"
Iblis itu kembali menyerang Lio dengan kekuatannya. Terlihat gumpalan angin mengepung Lio dengan Nada yang sedang melayang di udara.
Lio pun menyeringai dengan tangan kirinya yang masih melingkar di pinggang Nada.
__ADS_1
"Habislah kau kali ini"