Demigod

Demigod
Bab 61


__ADS_3

"Apakah tidurmu nyenyak?'' kata ketua Ca kepada Lio yang kini sedang berjalan keluar.


"Hem, apakah tidurmu juga nyenyak?" balas Lio.


"Tentu saja" kata ketua Ca dengan tersenyum lebar.


"Bodoh" decih Lio. "Bisa tidur tenang saat sarang pembasmi iblis di masuki iblis, apakah kau terlalu bodoh karena sudah tua?" kata Lio.


"Apa? Iblis?''


"Sudah ku duga" gumam Lio sambil berjalan meninggalkan ketua Ca dengan malas.


"Hey, apa maksudmu?"


Ketua Ca pun berlari mengikuti Lio.


"Bagaimana kau di sebut dewa dengan kebodohan mu itu? Kau tidak pantas menyandang gelar dewa cahaya, ganti saja dengan dewa bodoh"


"Hey, hey. Jangan bawa-bawa gelar dewa ku. Apa maksudmu tadi? Ada iblis yang mendatangi mu kemarin malam?"


"Hah, sudahlah. Aku akan pergi dari sini. Jika kau punya informasi tentang batu itu kau bisa mendatangi ku di alam bawah"


Mereka sudah sampai di depan gerbang markas D'hunter. Di sana terlihat Kevin dan anak buahnya sudah menunggu Lio dengan beberapa mobil.


"Kau akan pergi begitu saja? Tidak menunggu tim mu?"


"Tim apa? Sejak kapan aku punya tim?" balas Lio sambil membenarkan jasnya.


"Gadis itu, dan juga Kenan. Bukankah kalian satu tim? Aku akan memberikan perintah kepada mereka untuk mengikuti mu"


"Tidak perlu, mereka lamban juga tidak berkemampuan. Suatu saat pasti membebaniku. Lebih baik, pikirkan saja anak buah mu yang lainya. Cepat atau lambat iblis akan menargetkan mereka. Jika dengan kemampuan mereka yang itu-itu saja, mereka bukanlah tandingan iblis. Jadi untuk apa ada D'hunter jika membunuh satu iblis saja tidak bisa?"


Kata-kata terakhir Lio membuat ketua Ca bungkam. Benar saja, selama ini dia melatih para anggota D'hunter dengan setengah-setengah. Informasi tentang iblis pun jarang sekali ia bagikan kepada anggotanya untuk menghindari penghianatan.


"Oh ya satu hal lagi" ucap Lio sebelum masuk ke dalam mobil. "Berhati-hatilah, iblis satu ini punya kekuatan memasuki alam bawah sadar manusia. Dia bisa masuk ke dalam benteng mu, berati dia bukan iblis biasa"


"Baiklah, aku akan mengingat pesan mu"


"Apa kau akan pergi begitu saja?" kata Kenan menghentikan Lio. "Apa kau tidak mau berpamitan dulu kepadanya?"


"Huh, apa lagi sekarang? Aku tidak punya banyak waktu"


"Dia baru saja sadar dan mencari mu, apa kau tidak ingin melihatnya sebentar?"


"Maksudmu gadis dengan penglihatan hawa iblis itu? Apa itu penting?'' kata Lio malas.


"Kau- Apa maksudmu? Setidaknya beritahu dia jika kau pergi. Dia begitu peduli denganmu"

__ADS_1


"Hah, buang-buang waktu saja. Aku mau pergi kemana haruskah aku melapor dulu kepadanya? Memangnya siapa dia?"


Lio masuk ke dalam mobil meninggal Kenan yang sedang kesal. Mobil yang di tumpangi Lio pun berjalan menjauhi markas D'hunter.


"Kenapa dia sombong sekali? Nada sudah salah menyukai pria seperti itu. Dasar sinting" gerutu Kenan.


"Sudahlah, dia memang seperti itu. Tidak akan ada yang bisa mengalahkan kesombongannya. Sekarang, suruh semua anggota D'hunter berkumpul di aula" kata ketua Ca lalu berjalan masuk.


"Ada apa kakek? Apa ada hal yang mendesak?"


"Ya, kita harus merombak lagi para pasukan kita"


Sedangkan di dalam perjalanan, Lio sudah tidak sabar ingin mengetahui seperti apa batu yang di temukan Lio yang asli itu. Dia begitu penasaran dengan temuan Lio. Apakah dia juga bisa mengalahkan iblis?


"Perjalanan kita paling tidak butuh dua hari. Apa kita tidak perlu beristirahat dulu? Tidak mungkin juga melakukan perjalanan nonstop" kata Kevin yang kini duduk di sebelah Lio.


"Terlalu banyak istirahat maka akan semakin lama sampai di tujuan"


"Tapi, anak buah kita juga perlu istirahat"


"Hah, terserah kau saja yang penting segera sampai. Aku ingin segera-"


Ngiiiiingg


Tiba-tiba telinga Lio berdengung dan membuatnya kesakitan.


"Lio, kau kenapa lagi?" kata Kevin khawatir. "Lio, Lio?"


"Akkhh, menjauhlah" ucapnya sambil mendorong tangan Kevin menjauh darinya.


"Aku hanya ingin membantumu" gumam Kevin lirih.


"Aakkkh"


Lio memegangi kepalanya yang serasa pecah itu.


"Sakit sekali, apa ini sebenarnya? Apa iblis itu sedang berulah lagi?"


Tak berapa lama, Lio pun mulai tenang. Ia terlihat menghela nafas panjang dan menyandarkan punggungnya.


"Kau baik-baik saja?"


"Hem"


"Benarkah? Apa kita perlu berhenti dan mencari dokter?"


"Tidak perlu, diam saja. Aku mau tidur sebentar" kata Lio sambil memejamkan matanya.

__ADS_1


"Oh, baiklah"


Kevin hanya memandangi kakaknya itu keheranan, sesaat ia melihat Lio sudah terlelap dalam tidurnya.


"Dasar iblis jelek, berani sekali kau menggangguku" kata Lio kesal.


Ia kini berada di alam bawah sadarnya, dimensi lain. Sesampainya di sana, kabut asap berwarna hitam mengepul di mana-mana.


Lio yang dengan tampilan dewa Lodra kini sedang berjalan-jalan di sana.


"Pantas saja kepala ku sakit, ternyata iblis itu berusaha menggempur pertahanan ku" gumamnya.


Dewa Lodra hendak mengangkat tangannya membersihkan semua kabut asap itu namun ia hentikan.


"Tidak, Tidak. Biarkan saja, jika aku bersihkan dia pasti akan menyadarinya. Baiklah, pancing saja dia agar keluar. Setelah itu aku akan merobek mulutnya"


Dewa Lodra mengibaskan jubahnya lalu Lio pun terbangun dari tidurnya. Saat ia membuka mata, mobilnya sudah berhenti di pinggir jalan.


"Apa yang terjadi?" kata Lio bingung saat melihat semua mobil anak buahnya rusak di bagian depan.


"Entah mengapa, semua pengemudi kita mengantuk dan menabrak bahu jalan. Untungnya tidak ada yang terluka" jelas Kevin.


"Semua?"


"Ya, aneh sekali. Tapi mobil kita sepertinya perlu diperbaiki. Aku akan turun untuk melihatnya"


Kevin turun dari mobil dan menghampiri anak buahnya. Lio melihat ke sekeliling dan mencium hawa iblis yang samar di tempat itu.


"Oh astaga. Jadi kau mengikutiku? Baiklah, akan aku temani kau bermain" gumamnya.


"Lio, di sebelah sana ada bengkel. Kita harus memperbaiki mobil dulu, setelah itu kita cari penginapan" kata Kevin dari balik kaca jendela mobil.


"Hem, ide yang bagus. Ayo cepat bergegas. Sebentar lagi juga sudah malam"


Lio dan para anak buahnya pun pergi ke bengkel mobil, setelah menaruh mobilnya di sana sebagian anak buah Lio tinggal di bengkel sebagian lagi mengikuti Lio dan Kevin mencari penginapan.


Tak jauh dari sana, ada sebuah villa yang sedang di sewakan. Agar tidak membuang waktu, kevin pun menyewa villa tersebut dengan harga yang lumayan murah.


"Apa kau merasa ada yang aneh?" bisik salah satu anak buah.


"Apa?"


"Aku merinding melihat tempat ini"


"Jangan cemen, tempat ini bahkan tak jauh lebih seram dari pada rumah pelatihan"


"Hah? Apa kau lihat itu?" kata Kevin menunjuk ke bagian samping villa. "Aku melihat seorang wanita tapi kenapa jalannya cepat sekali?"

__ADS_1


"Bagus sekali. Malam ini akan sangat menyenangkan"


__ADS_2