Demigod

Demigod
Bab 39


__ADS_3

"Kau, sebenarnya siapa?"


"Kau tidak perlu tau"


Lio segera berlari berhambur ke arah Vernan. Dengan cepat Vernan mengelak.


"Oh astaga. Ternyata manusia setengah dewa yang aku rasakan adalah kau. Tidak ku sangka, aku salah mengenali orang. Aku pikir gadis itu lah yang manusia setengah dewa"


"Heh, iblis seperti mu tau apa"


Lio kembali menghambur ke arah Vernan hendak menikam lehernya dengan belati.


"Hihihi. Aku tidak akan mengalah dengan mu. Susah payah aku mendapatkan tubuh manusia ini setelah bangkit dari kematian. Maka aku tidak akan mengalah meskipun kau sangat hebat"


"Hem? Jadi kau juga pernah mati?"


"Hahaha. Para dewa memang bodoh. Bagaimana mereka bisa lupa kalau saudara ku bisa membangkitkan semua mahkluk yang sudah mati? Tentu saja, meskipun kau membunuhku. Aku juga akan di bangkitkan lagi olehnya"


Lio memutar-mutar belati yang ada di tangannya. "Benarkah? Kau terdengar begitu sombong. Tapi, kau perlu tau. Pedang kematian ku, tidak akan membiarkan mu hidup kembali apalagi bereinkarnasi"


Swwoooss


Belati perak itu terbang menancap di dada kiri Vernan.


"Ugghh"


Secepat kilatan cahaya, Lio sudah berada di belakang Vernan.


"Perlu kau tau. Dewa tak sebodoh seperti apa yang kau kira"


Lio hendak mencabut belati itu di dada Vernan, namun dengan cepat Vernan melemparnya ke tembok.


Blammm


Dentuman keras terjadi dan membuat tembok batu itu ringsek.


"Huh. Ternyata aku salah. Seharusnya aku tidak meremehkan mu"


Klang


Vernan membuang belati ke sembarang arah. Matanya tertuju ke tembok yang penuh dengan asap mengepul itu.


"Heh, aku akan membuatmu berlutut dan menangis di hadapan ku" gumamnya.


"Kau salah. Kau lah yang akan menangis"


Vernan terkejut saat mendapati Lio sudah berada di belakangnya.


"Seharusnya kau tidak membuangnya sembarangan"


Sraaassss


Dengan kecepatannya, Lio menebas leher Vernan dengan belati perak yang ada di tangannya.


"Uhuk" Keluar darah dari mulut Vernan.


Terlihat lehernya mengalir banyak darah dan membasahi jas merahnya.


"Bagaimana? Masih ingin membuatku menangis?" kata Lio dengan Nada mengejek.


Sepersekian detik kemudian, udara di sana terasa sangat dingin. Suasana berubah sangat mencekam.


Sebelum tubuh Vernan jatuh ketanah. Sebuah asap hitam tebal keluar dari sela-sela lehernya. Mengalir seperti darah dan berkumpul di udara membentuk sebuah wujud yang sangat mengerikan.


"Akhirnya kau muncul juga. Percuma saja jika aku langsung membunuhmu di dalam tubuh itu" gumam Lio.


Asap itu berubah menjadi sebuah mahkluk yang sangat besar. Tubuhnya berbulu seperti gorila. Giginya menjulur keluar sangat tajam. Matanya merah menyala khas seorang iblis yang sangat kejam.


"Grrrrraaaaaahhhhhh"


Iblis itu terlihat mengamuk.

__ADS_1


"Bedebah busuk. Kau telah merusak tubuh manusia ku"


"Heh, ternyata kau jelek sekali" decih Lio.


"Lihat saja. Aku akan membunuhmu sekarang juga"


Swwoooss Swwoooss


Seperti kumpulan angin yang sedang menggulung ke arah Lio.


Pyaasss


Lio mengangkat tangannya dan membuat kumpulan angin itu pecah.


Duaghh


Iblis itu menendang Lio dengan kakinya. Dia sangat besar, bahkan di hadapannya Lio seperti sebuah serangga.


"Kau harus merasakan kemarahanku. Grrrrraaaaaahhhhhh"


Blam blam blam


Iblis itu terus menyerang Lio dengan pukulannya.


Lio bergerak cepat menghindarinya.


"Cepat juga kau ternyata"


Blaamm


Satu pukulan keras membuat Lio terpental sampai ke aula pertama tempat dia di kepung tadi.


Bruak bruak bruak


Beberapa kali tubuh Lio terbentur benda-benda di sana.


"LIOO!!" teriak Nada terkejut. Ia pun segera berlari menghampiri Lio yang sudah terkapar."Lio ..." Nada memegangi bahu Lio dengan khawatir.


"Uhuk uhuk"


"Sial, aku sedikit lengah. Ugghhh" Lio hendak bangun tapi merasakan sakit di sekujur tubuhnya.


"Ada apa? Kau baik-baik saja?" ucap Nada tambah khawatir.


"Tubuhku terasa hancur. Uhuk" gumam Lio sambil meringis kesakitan. "Kekuatan dewa ku tiba-tiba menghilang lagi"


"Kenapa? Aku sudah berusaha menghalang manusia agar tidak pergi ke sana. Jika seperti itu, sebaiknya kita segera pergi dari sini"


Lio pun bangkit dengan tertatih. "Tidak bisa. Dia akan mengejar kita kemana pun kita pergi. Setelah dia keluar dari tubuh manusianya, dia akan mengacaukan segalanya"


"Biar kami yang melawan dia" kata Kenan yang kini sudah berdiri di belakang mereka dengan Brian, Tiara dan juga Viro.


"Heh, bisa apa kalian melawan dia?" gumam Lio meremehkan.


Blaamm


Iblis itu pun menghampiri mereka. Dengan raut wajah yang menyeramkan.


"Astaga. Mengerikan sekali" gumam Viro bergidik ngeri.


"Aku tidak akan melepaskan mu dasar mahkluk bodoh" kata iblis itu dengan marah. "Aku akan membuat mu merasakan akibatnya karena membuatku marah"


Iblis itu pun melayangkan pukulan ke arah mereka.


"MENYINGKIR" teriak Brian.


Kenan segera menarik Nada ke samping untuk menyingkir. Mereka semua pun berhambur dan berpencar.


Bruugghhh


"Ugghhh"

__ADS_1


"Kau tidak apa-apa?" ucap Kenan yang kini sedang memeluk Nada.


"Aku tidak apa-apa"


"Dia begitu kuat"


Tempat yang terkena serangan dari iblis itu tadi terlihat berantakan.


Zzzz zzzz


"Viro? Apa kau mendengar ku?" kata Kenan berbicara lewat earphone.


"Ya"


"Bagus, amati dia apakah bisa mendapatkan kelemahannya. Aku akan mencoba memancingnya"


"Baik"


"Apa yang akan kamu lakukan?" ucap Nada.


"Lihat saja"


Kenan berlari ke arah samping. Ia mengarahkan pistolnya ke arah mata iblis itu.


Dor dor dor


"Dasar manusia sialan"


Bllaaam


Pukulan keras melayang ke arah Kenan namun dapat ia hindari.


Sedangkan Nada masih berdiri di tempatnya dan sedang melihat ke sekeliling.


"Dimana Lio?" gumamnya.


Dia melihat kesekiling, terlihat teman-temannya sedang bertarung melawan iblis itu.


"Dimana dia?"


Nada pun berlari ke arah Viro. "Apa yang sedang kau lakukan?"


"Aku sedang mengaktifkan bom di peluru Kenan" kata Viro sambil mengutak-atik ponselnya.


Nada menoleh ke arah iblis itu dan terlihatlah Lio sedang melayang di belakangnya.


"Jangan lakukan itu" kata Nada.


"Ada apa? eh ... Bukankah itu ..." gumam Viro yang baru saja memandang ke arah Lio. "Eh, dia ..."


Nada terbelalak kaget saat melihat Lio melayang jatuh dari ketinggian.


"Tidak"


"Apa yang sedang dia lakukan? Kenapa tiba-tiba sudah berada di atas sana?" kata Viro heran.


Nada pun segera pergi menemui Lio.


"Apa yang terjadi? Tadi dia baik-baik saja menggunakan kekuatannya. Kenapa sekarang malah terjatuh?"


"Lio ..." ucapnya langsung menolong Lio. "Kau baik-baik saja?"


"Uhuk"


"Aku rasa kita memang harus pergi dari sini"


Lio pun mendorong tubuh Nada hingga ia terjatuh.


"Dasar manusia lemah. Kenapa dari tadi berbicara tentang pergi dari sini? Kau tidak lihat dia sedang mengamuk? Apa kau pikir dengan kita kabur dia akan diam saja? Pernah kau pikirkan seberapa banyak manusia yang akan jadi korbannya? Dia adalah iblis bukan seekor kucing liar"


Lio berdiri dengan susah payah dan kembali ke tengah aula di mana iblis itu mengamuk dan menyerang para anggota D'hunter.

__ADS_1


Nada pun terpaku di tempatnya. Kata-kata Lio begitu mengena di hatinya.


"Dia benar. Aku memang sangat lemah. Aku bodoh, dan aku hanya mengandalkan teman-teman ku" batin Nada sambil memandang teman-temannya yang bertarung mati-matian melawan iblis itu.


__ADS_2