Demigod

Demigod
Bab 44


__ADS_3

Dokter Cleo terkejut bukan main saat melihat otot-otot di wajah Lio memancarkan cahaya biru yang menyilaukan matanya.


"A-Apa? Di-dia ..."


Brughh


Tubuh dokter Cleo terpental dan terjatuh ke lantai.


"Kau ..." gumam Lio lirih sambil berusaha bangkit dari tempat tidurnya. Dia masih terlihat sangat lemah akibat obat bius yang di berikan oleh dokter Cleo lewat Nada.


Lio pun mencabut paksa jarum infus yang menancap di punggung tangannya itu. Dengan tertatih Lio berjalan gontai ke arah Dokter Cleo yang sedang tergeletak di lantai.


Rasa sakit menjalar ke seluruh tubuhnya. Luka yang dia alami masih belum sembuh benar. Bagian tubuh belakangnya seolah ingin lepas dari tubuhnya. Beberapa suara gemertak pun terdengar dari tulang-tulangnya.


"Separah ini kah tubuh ini? Berjalan sebentar saja aku rasa semua tulang ini akan rontok"


"Sssttt" desis dokter Cleo menahan sakit. Ia pun berusaha berdiri dari tempatnya.


Namun sebelum dia beranjak, dengan cepat Lio mengangkat tubuhnya dan menyudutkannya ke tembok.


"Aakkkhhh"


Teriak dokter Cleo tak tertahan saat Lio mencekik lehernya dengan sangat kuat.


"Apa yang kau mau dariku" ucap Lio penuh penekanan.


"Akh"


Dokter Lio tak dapat berkata-kata, lehernya tercekat, udara yang masuk ke dalam paru-parunya pun sangat sedikit.


Lio semakin menguatkan cengkeraman di leher dokter Cleo. "Kau bukan iblis, aku sedikit mencium aroma dewa di tubuhmu. Tapi kenapa kau mau membunuhku?" ucap Lio geram.


"Ak ... Ak ..." Dokter Cleo pun merasa pusing dan pandangannya berubah menjadi kabur.


Duuggghhh


Sebuah tendangan dari samping membuat Lio terpental jatuh dan menabrak meja.


"Ugghhh"


Darah segar pun mengalir dari pelipis Lio karena terbentur sudut meja.


"Uhuk uhuk"


Dokter Cleo pun terduduk lemas sambil memegangi lehernya yang sakit.


Lio melirik seseorang yang telah menendangnya tadi. Terlihat Kenan dengan cepat berlari ke arahnya.


Sebuah tendangan pun di arahkan ke kepala Lio. Lio berusaha menghindarinya, namun dengan kondisi fisik yang masih belum pulih tendangan itu pun berhasil membuat dia terpental.


"Uhuk ..." Lio mulai batuk darah dan kepalanya terasa amat pusing.

__ADS_1


"Sial! Dengan kondisi tubuh seperti ini, aku bisa mati kapan saja"


Lio berusaha bangun dari tempatnya, namun Kenan berhasil menyerang Lio dengan tendangan bertubi-tubi dan tanpa ampun.


"Matilah kau" ucap Kenan terdengar kesal.


Lio mencoba melawan sekuat tenaga, namun tubuhnya benar-benar lemah.


"Uhuk, Ken ... Hentikan" gumam dokter Cleo lirih. "Hentikan Ken"


"Huh, rasakan ini"


Kenan tak henti henti-hentinya menendang dan menginjak-injak Lio. Sudah merasa geram dan muak, Lio pun mengeluarkan segala kekuatannya.


Tanpa di sangka sangka, api naga pun mulai keluar dari tubuh Lio. Matanya berubah menjadi biru, raut wajahnya menunjukkan kemarahan yang berarti kau tidak akan di ampuni.


"Aaakkkkkkhhh" teriak Kenan saat api naga mulai menyulut kakinya.


Dengan cepat Kenan menghindar dari tubuh Lio. Dia merasakan panas yang amat sangat di kakinya. Celana dan sepatunya berlubang seperti terbakar api. Beberapa kulitnya nampak hitam kemerahan akibatnya.


"Uggh, kenapa? Kenapa bisa muncul api?" gumamnya.


"Kenan, cepat lari!" ucap dokter Cleo.


"Dasar manusia bodoh. Kau pikir bisa membunuhku hanya dengan kekuatanmu itu?" ucap Lio yang kini sudah berdiri tegak di hadapannya.


Lio terlihat sangat berbeda. Dia terlihat sangat marah, tubuhnya sudah tidak terlihat lemah lagi. Seluruh tubuhnya memancarkan api biru yang berkobar.


Tanpa berpikir panjang, Kenan berlari menyerang Lio.


"Tidaaakk ... Kenan ...Dia bukan iblis" teriak Dokter Cleo hendak menghentikan.


Namun sayang, Kenan sudah tergeletak di lantai akibat menyentuh api dari Lio.


"Arrrrrgggghhhh. Panas" teriak Kenan sambil memegangi lengannya yang terasa terbakar itu.


"Api naga ku akan memusnahkan mu menjadi abu" ucap Lio dengan ekspresi datarnya.


"Tidak, dewa ... Tolong jangan sakiti Kenan" ucap Dokter Cleo namun tak di gubris oleh Lio.


Swwoooss


Puluhan bola api yang menyala-nyala pun terbang melayang mengelilingi tubuh Lio seolah-olah siap untuk menghujam tubuh Kenan.


"Tidakkk"


"Api apa itu? Auranya sangat menakutkan. Habislah, habislah kali ini. Jika terjadi apa-apa dengan Kenan, bagaimana bisa aku menjelaskannya kepada ayah. Sebenarnya siapa dia? Dewa apa yang telah turun ke bumi dengan tubuh manusia ini? Siapa yang bisa menghentikannya? Astaga, apa yang harus aku lakukan?"


"Lio" gumam Nada terkejut ketika melihat Lio yang sedang mengeluarkan kekuatannya di hadapan Kenan dan juga dokter Cleo.


"Nada ... Nada tolong Kenan" ucap dokter Cleo segera menghampiri Nada. "Dia sedang marah, gawat. Kenan bisa mati karena dia"

__ADS_1


Nada pun tercengang. Apa yang membuat Lio menjadi marah? Kenapa dia bisa mengeluarkan kekuatannya begitu saja? Apa yang terjadi?


Nada masih bingung dengan apa yang di lihatnya. Api naga milik Lio tidak terlihat seperti sebelumnya. Belum lagi bola-bola api itu. Tiba-tiba nada pun teringat ucapan Lio waktu itu.


"Jangan sentuh ... Kau bisa langsung terbakar menjadi abu"


"Gawat" gumam Nada. "Dia bisa menghancurkan seluruh gedung ini"


"Apa?!''


Nada pun segera berlari menghampiri Lio.


"Lio, hentikan. Kau harus menghentikannya. Kau bisa melukai dia dan juga seluruh manusia yang ada di gedung ini" ucap Nada mencoba menyadarkan Lio.


Namun tidak ada reaksi apapun dari Lio. Lio tetap menatap datar ke arah Kenan yang masih kesakitan.


"Lio! Sadarlah"


"Kau akan mati dasar manusia bodoh"


Nada melihat gerak mata Lio dan seluruh bola api itu terbang ke arah Kenan.


"Apa?!'' ucap Kenan terkejut.


Dengan cepat Nada berlari dan memeluk tubuh Lio.


"LODRA!! HENTIKAN!!" teriak Nada sambil mendekap erat tubuh Lio.


Seketika juga, mata Lio berubah seperti sediakala. Api yang sudah berjarak satu inci dari Kenan pun tiba-tiba menghilang. Api naga yang berkobar di tubuh Lio pun perlahan menyusut.


"Kau ..." gumam Lio sambil melirik Nada yang sedang memeluknya dengan erat. "Uhuk" Darah segar pun mengalir perlahan dari sudut bibirnya.


"Lio ... Lio" ucap Nada khawatir sambil memegangi wajah Lio.


"Kau ... Kenapa bisa ..." Tubuh Lio pun tergeletak pingsan.


"Lio, Lio. apa yang terjadi?" ucap Nada sambil memeluk tubuh Lio. "Lio ..."


"Apa yang terjadi? Apakah tubuhnya tidak bisa menahan kekuatan tadi? Lio ..."


Sedangkan dokter Cleo dan Kenan hanya terdiam sedari tadi melihatnya. Mereka masih tak menyangka dengan apa yang baru saja di lihat.


''Bagaimana bisa dia menerobos api itu? Aku saja tidak bisa menyentuhnya" gumam Kenan.


"Dokter Cleo! Apa yang kau lihat? Cepat bantu aku membawa dia ke ranjang" ucap Nada membuyarkan lamunan dokter Cleo.


"I-iya, baiklah"


Nada dan dokter Cleo pun membawa tubuh Lio ke atas ranjang. Di sana, nada melihat belati perak milik Dokter Cleo tergeletak di atas ranjang.


"Kalian ..." gumam Nada. "Kalian ingin membunuhnya"

__ADS_1


__ADS_2