
Setelah selesai menyantap makanannya, kini Lio pun merasa mengantuk karena sejak dari kota Sura dia belum beristirahat sama sekali.
"Hey, kau mau tidur di saat perutmu penuh seperti itu?" kata Kevin.
"Iya. Aku mengantuk sekali"
"Astaga"
Lio segera membaringkan tubuhnya di sofa dan beberapa detik kemudian dia pun sudah terlelap dalam tidurnya.
"Gila, dia benar-benar tidur sekarang" gumam Deon.
"Dasar aneh"
"Hari ini dia baru saja pulang dari kota Sura, dia juga terkena tembak di lengannya. Setelah menerima telepon mu dia langsung bergegas menuju kemari" ucap Deon basa-basi sambil menyeruput teh yang ada di hadapannya.
"Bukankah dia sudah bilang sendiri, dia ke sini hanya untuk menangkap iblis itu" dengus Kevin kesal.
"Tapi Vin. Sebenarnya aku masih tidak percaya dengan iblis yang kalian maksud itu. Memang benar-benar ada iblis di dunia ini?" kata Deon sedikit penasaran.
Kevin pun mencondongkan tubuhnya ke depan. "Apa kau tahu? Satu tahun yang lalu saat Lio kembali dari kota Sura, lalu dia tiba-tiba membangun sebuah ruang rahasia di bawah tanah markas layer itu karena untuk apa?"
"Waktu ayah kalian meninggal? Memangnya untuk apa? Untuk menyimpan barang rahasianya kan?"
"Itu karena dia menyimpan batu iblis, dan kau tahu beberapa pasukan yang dikhususkan untuk memeriksa sesuatu?" lanjut Kevin sambil berbisik.
"Aku mana tahu urusan markas kalian. Memangnya kenapa?"
"Ternyata dia mengkhususkan pasukan itu untuk menyelidiki keberadaan iblis"
Deon pun terdiam sejenak mencerna kata-kata dari Kevin mencoba untuk mengerti semua penjelasannya.
"Jadi kakakmu sudah mengetahui keberadaan iblis sejak beberapa tahun yang lalu?"
Kevin menggelengkan kepalanya dengan cepat. "Mungkin saja dia sudah mengetahuinya lebih dari beberapa tahun yang lalu. Dan kau tau sejak kejadian di rumah bordil itu, dia kini semakin aneh"
__ADS_1
"Ya dia memang aneh karena dia lupa ingatan"
"Bukan itu maksudku. Maksudku dia menjadi semakin lebih kuat. Kau tahu iblis yang sedang kami bicarakan? Iblis setan itu, aku sudah melihat wajahnya. Dia benar-benar menyeramkan seperti setan, dan dia juga sangat cepat. Yang lebih mengerikan lagi, dia bisa mengendalikan manusia dengan suaranya itu. Saat aku turun ke lantai bawah, aku sudah menemui semua anak buahku tertidur dan tiba-tiba berjalan sendiri ke arahku untuk membunuhku. Itu benar-benar mengerikan, untung saja aku sangat pintar, jika tidak, aku akan terkalahkan oleh prajurit yang sudah aku latih sendiri" kata Kevin panjang lebar.
"Jika kau mati di tangan anak buahmu sendiri, maka aku yang akan pertama kali menertawakanmu" imbuh Deon.
"Arrggh"
Deon dan Kevin segera menoleh ke arah Lio yang kini wajahnya tiba-tiba menjadi serius.
"Ada apa dengannya"
"Mungkin dia sedang mimpi buruk"
Ya di dimensi lain, dalam alam bawah sadar Lio. tiba-tiba ia bermimpi diserang oleh seseorang yang begitu kuat, namun Lio tidak bisa memastikan wajah itu. Tubuhnya terpelanting dari atap gedung yang sangat tinggi.
Tubuhnya mendarat begitu saja di atas jalan aspal, dirasa semua tubuhnya remuk dan sangat kesakitan.
Ia mencoba bangkit karena tidak mau merasa kalah dengan orang itu. Ia mengedarnya ke sekeliling dan ia mendapati sebuah kota yang sangat sepi tanpa manusia satupun di sana.
Tring tring
Dari kejauhan terdengar suara sebuah dentingan besi-besi yang gemercik. Lio tidak mengetahui suara apa itu, tapi begitu menyita perhatiannya.
Ketika ia menoleh ke sumber suara tersebut, tiba-tiba sebuah pedang menebas kepalanya begitu cepat. Lio tergeletak tak berdaya di atas trotoar, matanya mulai meredup pandangannya mulai kabur. Namun sebelum ia menutup matanya, Dia melihat sebuah cahaya putih tepat berada di depannya.
"Yuzi?"
Lio tersentak kaget lalu seketika membuka matanya dan mendapati kedua pria yang selalu mengoceh itu tepat berada di hadapannya.
"Aakkkhh" teriak Lio terkejut ketika mendapati wajah Kevin dan juga Deon berada di atas tubuhnya. "Kalian sedang apa?"
"Kami melihatmu berkeringat dan gelisah dari tadi. Jadi kami khawatir, tapi kau sudah bangun sendiri sebelum kita membangunkan mu" ucap Kevin lalu duduk kembali ke sofa.
"Apakah kau kesakitan lagi? Aku rasa ingatanmu mulai pulih secara perlahan. Apakah perlu obat? Aku akan memberikannya untukmu" kata Dean.
__ADS_1
"Huh, tidak perlu. Pergi saja sana, jauh-jauh dariku" kata Lio sambil memegangi kepalanya yang sedikit terasa berat.
"Jika kau masih lelah kau bisa kembali bersamaku beberapa hari lagi. Tinggal saja di sini, setelah aku menyelesaikan pekerjaan di sini kita akan kembali bersama-sama"
"Kau pikir aku akan mau? Malas sekali aku berada di sini. Lagi pula apa yang akan aku lakukan di sini?"
"Kau bisa mengerjakan tugasmu" ucap Kevin sambil merentangkan kedua tangannya di sandaran sofa. "Bukankah sudah kubilang, tugasmu sebenarnya sangat banyak dan kini gara-gara kau lupa ingatan aku jadi mengemban semua tugasmu itu"
Lio mendesah pelan lalu merebahkan tubuhnya lagi ke atas sofa.
"Aku tidak peduli dengan anggota mafia mu ini. Kalau kamu mau ambil saja, yang aku prioritaskan sekarang adalah bagaimana caranya aku menemukan Zico" gumam Lio lirih.
"Dengan begitu Aku akan segera kembali ke Nirvana, dan akan mengakhiri kehidupan yang melelahkan di dunia manusia ini" batinnya.
Lio pun menatap langit-langit ruangan itu, tiba-tiba kini pikirannya pun kembali terbayang akan mimpinya yang baru saja dialami.
"Yuzi, kenapa aku merasakan auramu kembali? Apakah kau juga berada di dunia ini? ... Tidak mungkin, itu tidak mungkin. Kau sudah menghilang selamanya. Tidak mungkin itu kau, ya semua ini hanyalah mimpi. Pasti hanya mimpi" batinnya kembali sambil menutup matanya.
"Kenapa kau tidak bilang jika kau mencari seseorang? Aku bisa mencarikannya untukmu" ucap Kevin dengan santainya.
Lio pun terperanjat dan kini mengganti posisinya dengan duduk segera.
"Apw tadi kau bilang? Kau bisa mencari seseorang? Dengan cepat?"
"Tentu saja, bukankah itu pekerjaan mudah bagi mafia kalian" imbuh Deon.
"Kau hanya perlu memberikanku data-datanya, seperti apa wajahnya, namanya, maka aku akan bisa mencarikan datanya untukmu. Bisa melacak lokasinya juga"
"Kau gila? Sama saja dengan bohong. Aku mencari orang itu karena aku tidak tahu wajahnya, jika aku tahu wajahnya maka aku tidak akan repot-repot mencarinya lagi" kata Lio kesal.
"Baiklah, baiklah. Jika kau tidak mengenali wajahnya, kau bisa memberitahuku nama lengkapnya"
Lio terdiam sejenak. Ya, dia tidak tahu informasi apapun tentang Zico ini kecuali kalau dia adalah iblis separuh manusia juga campuran dari dewa. Tapi mengenai informasi dia di dunia manusia ini dia tidak tahu sama sekali.
"Sepertinya aku harus mengunjungi si pak tua itu" gumamnya lirih.
__ADS_1